alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50fe72e3562acf9b6f000008/produser-tvone-akui-media-tidak-fair-terhadap-fpi
Quote:Original Posted By 1udang300.
sabodo teuing..

TVOON sama FPI norak! TITIK


Kolaborasi yang klop.
yang nonton stasiun ini cuma orang orang bego gan

Gw baru sadar, ternyata FPI sudah mulai menyusup ke KASKUS. emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By myblindside


dbilang ama kapolri ga bole razia tp masi bandel mao razia itu kira2 ngelanggar hukum ndak?,

trus kalo ampe ditangkap polisi itu kira2 ngelanggar hukum ga?? tolong deh

youtube-thumbnail


0.00 - 1.01 - dilihat tuh orang "suci" pada ditangkap, orang suci mah bawa kitab bukannya golok...

1.01 - 1.32 - yg dihancurkan lapak tukang bakso, mie ayam dll.. orang kecil udah susah makin disusahin aja..

di buffer aja dolo ampe abis, biar keliatan makin pinternya ni ormas satu


kalo memang terbukti melanggar hukum, ya ditangkap, kemudian di beri sanksi atas dasar pengrusakan dan intimidasi dll,

pelanggar hukum telah ditindak hukum, so case is closed, apalagi yang dipermasalahkan? terbukti tidak kebal hukum bukan.

ane udah ngubek2 gugel, tetep aja ga nemu statement kepolisian yang menyatakan fpi divonis bersalah karena melakukan razia warung makan, dan belum nemu klarifikasi fpi atas kasus tersebut.

ane juga belum nemu dasar hukum/alasan fpi melakukan razia ilegal, namun tetap saja, pemberitaan didominasi oleh tindakan/aksi fpi dilapangan

FPI Anarkis karena Aparat Kurang Tegas
Selasa, 16 Agustus 2011 22:14 WITA | Hukum
Makassar (ANTARA News) - Aksi anarkis yang diperlihatkan anggota Front Pembela Islam (FPI) bisa jadi disebabkan kekecewaan terhadap sikap kurang tegas aparat penegak hukum terhadap masyarakat yang tidak menghargai Ummat Islam yang beribadah berpuasa.

"Terletak dari orang yang memandang (FPI), karena memang itu imbauan Ramadan, karenanya hormatilah orang yang puasa," kata anggota Komisi A DPRD Sulsel Pangerang Rahim di Makassar, Selasa.

Pangerang yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel ini memandang, jika saja aparat bertindak cepat dan tanggap mengamankan hal-hal yang dapat mengganggu Ummat Islam dalam menjalankan ibadah puasa, maka bisa saja FPI tidak akan bertindak anarkis.

Dari segi hukum, kata Pangerang, FPI hanya punya kewenangan melaporkan kepada aparat terkait adanya pelanggaran atas imbauan atau pun larangan pemerintah yang menyimpang khususnya dalam bulan suci ini.

"Dari hal penegakan hukum, ada lembaga yang mengatur itu, caranya saja yang diperbaiki. Peran hukum jangan bosan-bosan untuk menindak," ucapnya.

Sehari sebelumnya, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem juga mengatakan tidak sependapat jika FPI dibubarkan dengan alasan anarkis.

"FPI itukan sama posisinya forum. Jadi tidak bisa kita bubarkan. Cuma kalau ada yang berbuat kekerasan, tentu oknumnya harus diproses secara hukum," ucapnya.

Menurut dia, yang harus dilakukan aparat terkait, yakni memproses secara hukum oknum yang melakukan aksi kekerasan, dan melakukan antisipasi sedini mungkin.

Ia mengemukakan, oknum yang melakukan aksi anarkis tidak boleh digeneralisir sebagai tindakan keseluruhan ormas FPI.
Meski begitu, politisi senior Partai Golkar ini mengimbau agar organisasi kemasyarakatan tetap bisa menahan diri, dan menyerahkan ke proses hukum bila ada sesuatu yang dianggap melanggar, tanpa main hakim sendiri.
Sepanjang bulan puasa ini, FPI gencar melakukan razia terhadap warung makan dan warung kopi yang terang-terangan buka saat Ummat Islam sedang berpuasa.

Paling ramai diberitakan media massa, saat FPI mengobrak-abrik warung coto di Jalan Pettarani Makassar karena tetap beroperasi selama bulan Ramadan.

Bahkan polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Makassar menangkap Panglima FPI Sulsel, Abdurrahman, 14 Agustus.

Abdurrahman ditangkap karena diduga sebagai dalang dalam penganiayaan dan pengrusakan dalam bentrokan antara massa FPI Sulsel dengan massa Jamaah Ahmadiyah Sulsel di depan Markas Jamaah Ahmadiyah Sulsel di jalan Anuang Makassar, 14 Agustrus malam. (T.pso-099/F003)
Quote:Original Posted By rifgie


silahkan agan ngaku sebagai orang islam dan melaporkan ke fpi gan, ane jg pernah nyatain gitu ama anggota fpi, mereka bilang sudah menunggu laporan untuk mendukung fpi tersebut, fpi akan bertindak jika ada laporan masy. beserta bukti2, dan hal itu akan dilaporkan ke polisi kalau 3 yg dsebut di atas meresahkan masyarakat, kalo polisi tidak bertindak baru fpi akan turun, tapi selama ini gak ada yg lapor gan, slama masyarakat tidak terganggu, selain tempat itu d tengah kota yg jarang pemukiman warga, n memiliki ijin lengkap, y fpi tidak punya alasan untuk menghentikan tempat maksiat tersebut, ane yakin agama apapun menghormati sila ketuhanan yg maha esa dan kemanusiaan yg adil dan beradab dan tempat maksiat itu bertentangan ama pancasila, tapi karena tempat maksiat banyak pendukungnya apalagi 3 tmpat tersbut, malah dikira fpi anarkis mengganggu kesenangan orang lain, tapi fpi tetep menghormati mereka selama tidak mengganggu masyarakat, kecuali agan bawa warga untuk mengaku bahwa tempat itu meresahkan masyarakat.


oooo, panjang juga ya prosedurnya buat FPI

hla itu kalau yang pas ribut2 itu juga gitu ya? pakae laporan2 segala

ehh, laporan agan tsb termasuk di anggap laporan ndak?
Quote:Original Posted By snowonsummer
ane yakin fpi itu pemberantas maksiat gan !! dulu ane tau nya hotel alexis itu tempat mesum, tapi semenjak ane denger berita dari habib selon ternyata sekarang hotel alexis itu dah jadi hotel keluarga !! emoticon-I Love Indonesia (S)

ane belum denger kabar aja soal bongkaran, ane yakin pasti nanti itu jadi taman bermain keluarga emoticon-I Love Indonesia (S)


FPI memang ga menggerebek Alexis..
tapi bukan karena FPI dibayar or semacamnya.. lo ga punya bukti tentang hal itu kan?

mungkin karena alexis itu hotel yg berdiri sah dan dilindungi hukum.. bekingan premannya kuat,,masyarakat sekitar ga masalah dengan keberadaan alexis..

bahkan mungkin si selon ga tau kalau di alexis ada pelacuran, karena itu dia ga menggerebek alexis. dia memang tahunya Alexis cuma hotel (kan Selon orangnya lugu).

coba aja lo kasih ke Habib Selon bukti2 dan fakta sahih tentang aktifitas di Alexis.. kasih bukti kalau alexis ada bisnis prostitusi selain cuma perhotelan. trus masyarakat sana juga rembukan buat minta FPI ngerazia sana.

selama ini yg digerebek kan tempat2 yang udah jelas ada aktifitas maksiat secara nyata. kalau Alexis kan masih terselubung.

nggak cuma alexis kan hotel yang suka dijadiin tempat maksiat? ga semua hotel dilaporin kan? maksud lo FPI suruh gerebek semuanya?

gue tanya sama nyokap gue yang LUGU, dia juga taunya Alexis itu HOTEL KELUARGA, bukan tempat pelacuran emoticon-Ngakak (S)

gue kalo nggak ngaskus juga ga bakalan tau ALEXIS itu tempat pelacuran emoticon-Big Grin

ini gue cuma asal bacot aja kok, gw ga lagi ngefitnah kalo si Selon itu LUGU emoticon-Frown
Quote:Original Posted By kanataqueen


apakah mereka selalu begitu?
lalu gimana dengan fakta kalau ada berita FPI bantu pengamanan natal? dibilang pencitraan?

lo pernah ke petamburan ga? lo tanya2 ga ke sana apakah orang2 FPI itu bermusuhan dengan warga non muslim??

lagian sebagian besar tindakan FPI itu memberantas maksiat.. mereka lebih sering razia pelacuran dan bar ketimbang ngerazia atau demo umat lain beribadah.

jadi alasan lo FAIL
lo mungkin ga suka aja islam2 fanatik berjenggot dan bercelana cingkrang..
lo mungkin ga bisa ngehargai orang lain yg memilih utk fanatik dan berarab ria..


itu bongkaran masuk wilayah dia ga?
jangan2 luh yang cuma jadi fansboy fpi karena nama pembela islam, tapi ga tau lokasi

orang kemang mana yang sampe lapor ke fpi kalo kafenya mengganggu jadi harus diobrak abrik

luh orang islam bisa sakit liat orang islam laen dizalimi
luh pikir fpi yang ngerusak gereja, klenteng, ngalangin orang ibadah ga bikin kesel orang agama itu?

non muslim dulu sebelum ada fpi ngliat orang bercelana cingkrang, bersorban mikirnya ini musaffir, pada hormat lah
kalo sekarang ga jelas preman atau musafir
sepertinya golkar melalui produser tv-one, punya agenda khusus tentang fpi ini yg ternyata patut jg d perhitungkan jumlah massanya emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By mdsetiawan07


kalo memang terbukti melanggar hukum, ya ditangkap, kemudian di beri sanksi atas dasar pengrusakan dan intimidasi dll,

pelanggar hukum telah ditindak hukum, so case is closed, apalagi yang dipermasalahkan? terbukti tidak kebal hukum bukan.

ane udah ngubek2 gugel, tetep aja ga nemu statement kepolisian yang menyatakan fpi divonis bersalah karena melakukan razia warung makan, dan belum nemu klarifikasi fpi atas kasus tersebut.

ane juga belum nemu dasar hukum/alasan fpi melakukan razia ilegal, namun tetap saja, pemberitaan didominasi oleh tindakan/aksi fpi dilapangan

FPI Anarkis karena Aparat Kurang Tegas
Selasa, 16 Agustus 2011 22:14 WITA | Hukum
Makassar (ANTARA News) - Aksi anarkis yang diperlihatkan anggota Front Pembela Islam (FPI) bisa jadi disebabkan kekecewaan terhadap sikap kurang tegas aparat penegak hukum terhadap masyarakat yang tidak menghargai Ummat Islam yang beribadah berpuasa.

"Terletak dari orang yang memandang (FPI), karena memang itu imbauan Ramadan, karenanya hormatilah orang yang puasa," kata anggota Komisi A DPRD Sulsel Pangerang Rahim di Makassar, Selasa.

Pangerang yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel ini memandang, jika saja aparat bertindak cepat dan tanggap mengamankan hal-hal yang dapat mengganggu Ummat Islam dalam menjalankan ibadah puasa, maka bisa saja FPI tidak akan bertindak anarkis.

Dari segi hukum, kata Pangerang, FPI hanya punya kewenangan melaporkan kepada aparat terkait adanya pelanggaran atas imbauan atau pun larangan pemerintah yang menyimpang khususnya dalam bulan suci ini.

"Dari hal penegakan hukum, ada lembaga yang mengatur itu, caranya saja yang diperbaiki. Peran hukum jangan bosan-bosan untuk menindak," ucapnya.

Sehari sebelumnya, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem juga mengatakan tidak sependapat jika FPI dibubarkan dengan alasan anarkis.

"FPI itukan sama posisinya forum. Jadi tidak bisa kita bubarkan. Cuma kalau ada yang berbuat kekerasan, tentu oknumnya harus diproses secara hukum," ucapnya.

Menurut dia, yang harus dilakukan aparat terkait, yakni memproses secara hukum oknum yang melakukan aksi kekerasan, dan melakukan antisipasi sedini mungkin.

Ia mengemukakan, oknum yang melakukan aksi anarkis tidak boleh digeneralisir sebagai tindakan keseluruhan ormas FPI.
Meski begitu, politisi senior Partai Golkar ini mengimbau agar organisasi kemasyarakatan tetap bisa menahan diri, dan menyerahkan ke proses hukum bila ada sesuatu yang dianggap melanggar, tanpa main hakim sendiri.
Sepanjang bulan puasa ini, FPI gencar melakukan razia terhadap warung makan dan warung kopi yang terang-terangan buka saat Ummat Islam sedang berpuasa.

Paling ramai diberitakan media massa, saat FPI mengobrak-abrik warung coto di Jalan Pettarani Makassar karena tetap beroperasi selama bulan Ramadan.

Bahkan polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Makassar menangkap Panglima FPI Sulsel, Abdurrahman, 14 Agustus.

Abdurrahman ditangkap karena diduga sebagai dalang dalam penganiayaan dan pengrusakan dalam bentrokan antara massa FPI Sulsel dengan massa Jamaah Ahmadiyah Sulsel di depan Markas Jamaah Ahmadiyah Sulsel di jalan Anuang Makassar, 14 Agustrus malam. (T.pso-099/F003)


logika dipake napa, pelanggar hukum kalo ditindak kasus closed?
oke lah tp gmn kalo tiap taon berlanjut?? sengaja ?? atau emang ud jd jagoan?? itu menantang hukum ga namanya?? termasuk terror ga kalo ampe tiap taon ada kejadian yg terulang...

polisi ga tegas?? bener, anda harusnya bersyukur lantaran tuh front ampe skrg ms blom dibubarin lantaran polisi takut, pawai pas sweeping aja ga pake helm koq mau ngomongin hukum blom lg anarkisnya yg ud ngerugiin orang jutaan rupiah, ga mampu puasa jgn puasa, bulan puasa koq ngerusak.. malu

kita ngomongin oknum, oknum koq bisa2 nya tiap taon ada aja, proses pembinaan nya gmn? organisasi koq lepas tangan seenaknya.
udah brp orang anggota yg diserahkan FPI ke polisi untuk ditindak karena mencemarkan nama baik ormas nya??
tiap ditangkap spt si abdulrahman apa ada anggota ormas nya yg mengutuk bahwa dia oknum?? atau malah ngasi semangat teriak2 di ruang pengadilan??

FPI emoticon-fuck


Quote:Original Posted By Ninoid

Saya juga tergelitik sekali


Sekarang saya tanya balik kepada anda, apakah saya ada menulis orang yg beragama Islam adalah jelek? In fact, warga dan keamanan yg membela saya pun Islam, saya tau mereka Islam karena saya juga warga disana.

Atau anda mau bilang mereka cuman Islam KTP karena kala itu mereka tidak membela FPI? Kalau jawabannya ya, saya mau kok mempertemukan anda dengan mereka supaya anda dapat diskusi langsung mengenai masalah kedalaman agama mereka. emoticon-Malu (S)


Itu yg agan tangkep? Dibaca full gan, mereka pergi karena warga yg dateng ga satu-dua, saya ulang, warga yg dateng itu banyak bukan cuma satu-dua. Dan agan bisa bayangin expresi muka warga yg terbangun karena ribut-ribut dini hari?
Terima kasih kepada warga (bkn terimakasih kepada FPI karena tidak meng-apa2kan kami), kami tidak apa-apa, kalau tidak ada mereka, mungkin kami sudah jadi headlines di media-media (amit2)




Jangan lebay? Lalu anda sendiri menanggapi sentimen dari anak SMP kok berlebihan sekali gan? Ironis ya, kata-kata lebay tsb membalik tepat di muka anda sendiri..


Termasuk agama anda apapun yg anda anut?
Saya tidak perlu menyebutkan apa agama saya, tetapi saya hanya perlu menegaskan kalau saya yakin agama yg kita anut tidak mengajarkan kebusukan, hanya manusia saja yg tidak sempurna sehingga hatinya dipenuhi kebusukan.

Last but not least, seperti yg dibilang agan Arsoni, saya tidak pernah membawa agama dalam awal diskusi saya, tetapi agan sendiri yg menggeneralisi FPI = Islam, dimana FPI adalah Ormas. Fyi; Ormas itu adalah Organisasi Masyarakat, bukan sebuah agama maupun aliran agama. emoticon-Ngakak


anda ternyata ga bisa nangkap makna dibalik tulisan saya ya ... okelah kalo gitu .. saya akhirnya harus menjabarkan dengan jelas2 didepan anda ...
ditulisan sebelumnya kan dikatakan ... bahwa anda dan adik anda bla bla bla pokoknya dituduh FPI sampai warga datang membantu lantas FPI tau salah ngeloyor begitu saja, bukan begitu ?
saya tanggapi tulisan diatas dengan pengalaman pribadi yang hakikatnya adalah sama ... apa itu ? yaitu kejadian yang anda alami itu adalah kejadian yang kasuistis ... ngerti kan apa itu kasuistis ? saya anggap anda mengerti saja ... karena sifatnya kasuistis maka tidak fair kalau lantas anda mengatakan bahwa FPI itu b4ngs4t dan ga ada bener2nya ...
sama seperti pengalaman saya yang saya tulis tersebut ... saya anggap itu kasuistis sehingga adalah tidak fair mengatakan bahwa semua orang hindu itu bangs4t ataupun semua orang jawa kristen itu adalah b4ngs4t ...
sekarang anda mengerti kan ? atau harus saya jabarkan lagi ?
untuk perkara saya lebay karena perkataan anak SMP ... bung saya tanya sama anda ... kalau dari kecilnya saja sudah rasis, mau jadi apa dia besarnya nanti ? kalau anaknya saja rasis bagaimana dengan orang tuanya ?
kalau anda menganggap wajar saja anak SMP melakukan hal demikian, maka tidak demikian dengan saya, bagi saya perkara tersebut bukan perkara kecil ... mungkin anda terbiasa dengan anak2x kecil yang suka ngatain bapaknya temennya ... tapi saya tidak pernah sekalipun mengatai orang tua siapapun atau bahkan hanya untuk memanggil nama bapaknya sebagai panggilan temen saya tersebut saya pun tidak pernah .... lantas kenapa saya diperlakukan seperti itu ? ... saya juga berhak perlakuan yang sama ....tapi okelah itu sudah lampau ... tapi satu hal bung ... kalau anda menganggap biasa saja perilaku anak kecil yang rasis ... maka seharusnya anda juga tidak alergi jika orang berlaku rasis kepada anda, atau anda juga tidak perlu teriak2x menuding seseorang SARA disini, toh hal tersebut merupakan hal biasa bagi anda ... begitu kan ?
ow ya soal warga yang berdatangan ... saya tidak bisa membayangkan seperti apa kejadian sebenarnya ... karena bisa saja anda melebih2kan kejadian tersebut ... apakah warga yang datang ratusan orang ... ataukah bagaimana ... kita tidak tahu ... tapi satu fakta yang jelas adalah anda tidak diapa2in dan tidak kehilangan apapun juga betul ?
Quote:Original Posted By mdsetiawan07
serching perkara klarifikasi fpi, nemu artikel ini emoticon-cystg:
********

Klarifikasi FPI Bekasi Raya Atas Insiden HKBP Ciketing
Kamis, 16 September 2010 | 12:07 WIB


Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing - Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka ! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.

Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung.

Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Kini yang menjadi pertanyaan adalah :
1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?
2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan ?
3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL & menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?
4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba & Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali ?
5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap?
6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?
7. Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?
8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?
9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?
10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak nyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ? Bahkan saat sebuah Masjid dibakar di Medan belum lama ini tidak ada satupun media nasional meliputnya, kemana suara yang selalu mengatasnamakan kebebasan beragama dan beribadah ?

Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syariat.

Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !
Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.

Bekasi kota religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !

Sebar luaskan berita ini agar umat Islam tidak menjadi KORBAN MEDIA !

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir.
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !
fpi.or.id/adie


semoga kebenaran segera terungkap,
Quote:Original Posted By myblindside


logika dipake napa, pelanggar hukum kalo ditindak kasus closed?
oke lah tp gmn kalo tiap taon berlanjut?? sengaja ?? atau emang ud jd jagoan?? itu menantang hukum ga namanya?? termasuk terror ga kalo ampe tiap taon ada kejadian yg terulang...

polisi ga tegas?? bener, anda harusnya bersyukur lantaran tuh front ampe skrg ms blom dibubarin lantaran polisi takut, pawai pas sweeping aja ga pake helm koq mau ngomongin hukum blom lg anarkisnya yg ud ngerugiin orang jutaan rupiah, ga mampu puasa jgn puasa, bulan puasa koq ngerusak.. malu

kita ngomongin oknum, oknum koq bisa2 nya tiap taon ada aja, proses pembinaan nya gmn? organisasi koq lepas tangan seenaknya.
udah brp orang anggota yg diserahkan FPI ke polisi untuk ditindak karena mencemarkan nama baik ormas nya??
tiap ditangkap spt si abdulrahman apa ada anggota ormas nya yg mengutuk bahwa dia oknum?? atau malah ngasi semangat teriak2 di ruang pengadilan??

FPI emoticon-fuck




tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, maling juga selalu ada, pemerkosa juga selalu beraksi, copet juga ga pernah libur, kalo orang berbuat salah lalu dikenai sangsi, ya sudah, kasus selesai, karena itulah gunanya sangsi, emangnya seseorang memikul dosa turunan/abadi gitu? emoticon-Amazed

sekarang mana bukti klaim lu fpi merusak warung makan tiap bulan puasa termasuk ampe skarang ini?

polisi takut? itu asumsi lu, nyatanya di link utub ente aja itu fpi diberangus polisi emoticon-Amazed

ga mampu puasa? itu asumsi elu, elu selalu saja berasumsi begini begitu, namun mana buktinya? emoticon-Cape d... (S)

organisasi lepas tangan? itu asumsi elu, jika memang terbukti, pelanggaran atas nama organisasi, silahkan ajukan gugatan ke kepolisian untuk menciduk pentolan fpi,

pentolan fpi di makasar sudah diciduk karena ulah anak buahnya, lalu bentuk tanggungjawab seperti apa yang ente inginkan?

FPKS Dukung FPI Bertindak Frontal
KAMIS, 19 JULI 2012 13:42
Iqbal: Polisi Harus Bertindak, Jangan Salahkan Ormas



MAKASSAR, CAKRAWALA – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mendukung tindakan keras Front Pembela Islam (FPI) terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan yang tetap beraktivitas di bulan Ramadhan.

FPKS mendukung surat peringatan FPI yang masuk ke beberapa THM dan rumah makan di Makassar, karena dipandang sebagai upaya yang perlu dilaksanakan. Dalam surat FPI tersebut tertulis, jika saat Ramadhan kedua tempat ini tak ditutup, maka FPI akan bersikap anarkis.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Iqbal Djalil, mengaku tidak akan mempersoalkan jika FPI bertindak keras terhadap THM dan rumah makan yang buka di siang hari selama Ramadhan berlangsung.

Iqbal mengatakan, pihak kepolisian jangan salahkan organisasi masyarakat (ormas), tetapi yang harus ditindak adalah pihak THM dan rumah makan. Tempat hiburan harus ditindaktegas agar tidak buka pada saat Ramadhan, sebab sudah menjadi aturan pemerintah.

“Ormas Islam itu hanya menemani. Kalau kepolisian bertindak tegas terhadap THM tidak mungkin ormas akan bersikap anarkis, apalagi jika THM itu tutup,” katanya di Kantor DPRD Makassar, Selasa, 17 Juli.

Dia juga mengatakan, sikap yang dilakukan ormas itu terbuka dan memang wajar jika mereka bertindak seperti itu. Apalagi, FPI sudah berjanji akan bersikap tegas pada THM yang beroperasi di bulan Ramadhan.

Tindakan keras FPI sempat terjadi di sejumlah THM dan rumah makan yang tetap beroperasi pada Ramadhan tahun 2011. FPI sempat mendapat sorotan saat merusak sejumlah rumah makan di Jalan AP Pettarani.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar meminta agar semua ormas menahan diri dan tidak bertindak sepihak dalam mengawal Ramadhan. Ormas diminta melaporkan ke pihak berwajib termasuk aparat dinas jika ditemukan THM dan rumah makan yang tetap buka.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), Zulkarnain Ali Naru, sebelumnya mengaku setuju penutupan THM jelang Ramadhan ini. Makanya, sebagian pengusaha yang tergabung dalam lembaganya, memanfaatkan momen ini untuk melakukan renovasi.

Apalagi setelah lebaran tentunya ada suasana baru yang diinginkan pelanggan tempat hiburan seperti cafe dan tempat karaoke. Hanya saja, dia meminta agar ormas tidak bertindak frontal dalam mengawal peraturan pemerintah tentang penutupan aktivitas THM di bulan Ramadhan. (mg3/ism)
Quote:Original Posted By pinysang_hoeka


anda ternyata ga bisa nangkap makna dibalik tulisan saya ya ... okelah kalo gitu .. saya akhirnya harus menjabarkan dengan jelas2 didepan anda ...
ditulisan sebelumnya kan dikatakan ... bahwa anda dan adik anda bla bla bla pokoknya dituduh FPI sampai warga datang membantu lantas FPI tau salah ngeloyor begitu saja, bukan begitu ?
saya tanggapi tulisan diatas dengan pengalaman pribadi yang hakikatnya adalah sama ... apa itu ? yaitu kejadian yang anda alami itu adalah kejadian yang kasuistis ... ngerti kan apa itu kasuistis ? saya anggap anda mengerti saja ... karena sifatnya kasuistis maka tidak fair kalau lantas anda mengatakan bahwa FPI itu b4ngs4t dan ga ada bener2nya ...
sama seperti pengalaman saya yang saya tulis tersebut ... saya anggap itu kasuistis sehingga adalah tidak fair mengatakan bahwa semua orang hindu itu bangs4t ataupun semua orang jawa kristen itu adalah b4ngs4t ...
sekarang anda mengerti kan ? atau harus saya jabarkan lagi ?
untuk perkara saya lebay karena perkataan anak SMP ... bung saya tanya sama anda ... kalau dari kecilnya saja sudah rasis, mau jadi apa dia besarnya nanti ? kalau anaknya saja rasis bagaimana dengan orang tuanya ?
kalau anda menganggap wajar saja anak SMP melakukan hal demikian, maka tidak demikian dengan saya, bagi saya perkara tersebut bukan perkara kecil ... mungkin anda terbiasa dengan anak2x kecil yang suka ngatain bapaknya temennya ... tapi saya tidak pernah sekalipun mengatai orang tua siapapun atau bahkan hanya untuk memanggil nama bapaknya sebagai panggilan temen saya tersebut saya pun tidak pernah .... lantas kenapa saya diperlakukan seperti itu ? ... saya juga berhak perlakuan yang sama ....tapi okelah itu sudah lampau ... tapi satu hal bung ... kalau anda menganggap biasa saja perilaku anak kecil yang rasis ... maka seharusnya anda juga tidak alergi jika orang berlaku rasis kepada anda, atau anda juga tidak perlu teriak2x menuding seseorang SARA disini, toh hal tersebut merupakan hal biasa bagi anda ... begitu kan ?
ow ya soal warga yang berdatangan ... saya tidak bisa membayangkan seperti apa kejadian sebenarnya ... karena bisa saja anda melebih2kan kejadian tersebut ... apakah warga yang datang ratusan orang ... ataukah bagaimana ... kita tidak tahu ... tapi satu fakta yang jelas adalah anda tidak diapa2in dan tidak kehilangan apapun juga betul ?


keknya anda susah amat nyerna komen orang lain yah...

pecalang nimpuk rumah anda = pecalang itu yg salah, agama hindu ga ada hubungannya

temen anda kristen jawa ngatain anda = temen anda yg salah, ras ya sbg jawa kristen ga ada hubungannya

and trakhir

FPI ngerusak bawa nama islam = FPI yang salah, islam ga ada hubungannya...

ngapain coba bawa2 SARA
case closed.
berita razia fpi tahun 2012

FPI Razia Rumah Makan yang Buka Siang Hari
KUNINGAN - Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuningan melakukan sweeping dengan sasaran sejumlah warung nasi kaki lima dan rumah makan yang buka siang hari di Pasar Kepuh, Pasar Baru, Pasar Luragung dan Pasar Ciawigebang.
“Saya juga puasa, di sini saya hanya mencari rezeki. Kalau warung ini ditutup kami harus mencari makan dengan cara apa. Dan saya juga sudah menutupi semua warung dengan kain sehingga tidak kelihatan dari luar,” tandas Zaenudin, salah seorang pemilik warung makan di Pasar Baru, ketika warungnya di sweeping.
Pantauan Radar, aksi sweeping dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Anggota FPI menyusuri sejumlah warung nasi dan rumah makan. Beberapa rumah makan yang biasanya buka, siang itu mendadak tutup. Kemungkinan besar pemiliknya sudah tahu jika akan ada razia yang dilakukan FPI.
Untuk menghindari bentrok di lapangan, razia yang dilakukan FPI mendapat penjagaan ketat dari Satuan Samapta Polisi Resor Kuningan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Di Pasar Baru, anggota FPI sempat bersitegang dengan seorang pemilik warung kupat tahu yang membuka usahanya. Pemilik warung beralasan, mereka membuka warung hanya untuk mencari rezeki menjelang Lebaran.
Tetapi para anggota FPI tidak menggubris alasan pemilik warung. Mereka tetap meminta warung makan untuk tutup. “Bapak kan tahu ada Perda (peraturan daerah) yang melarang untuk buka, kenapa masih buka. Kami hanya meminta bapak untuk mematuhi peraturan itu dengan membuka usaha mulai jam 16.00 WIB. Sekarang karena masih siang, silakan bapak tutup dulu dan baru buka nanti jam 16.00,” ujar Edin Kholidin, Ketua FPI Kabupaten Kuningan.
Sebelum meninggalkan warung makan, para anggota FPI ini meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik warung untuk didata. Bahkan di sebuah rumah makan yang juga berada di Pasar Kepuh, seorang anggota FPI sempat menumpahkan minuman milik seorang pengunjung yang tengah makan. Aksi ini mendapat perhatian pengunjung yang kebetulan berada di lokasi.
Salah seorang peserta sweeping, KH Iyan Syopyan Sauri menegaskan, sweeping dilakukan karena pihaknya menerima laporan dari masyarakat, mengenai banyaknya rumah makan yang buka pada siang hari. Padahal sesuai dengan surat edaran dari Bupati, H Aang Hamid Suganda, rumah makan atau warung nasi baru boleh beroperasi mulai pukul 16.00 WIB selama bulan Ramadan. Jika aturan ini dilanggar, maka pemerintah akan mengambil tindakan. “Kami dari FPI memberitahukan kepada seluruh pemilik rumah makan untuk tidak buka sebelum pukul 16.00,” tegas Iyan yang diamini anggota FPI lainnya.
Dalam sweeping tersebut, aparat kepolisian dan Satpol PP tidak melakukan pencegahan bahkan terkesan membiarkan sweeping yang dilakukan oleh FPI. Kepala Polres Kuningan, AKBP Wahyu Bintono HB SIK MH melalui Kepala Samapta, AKP Erawan mengaku, pihaknya melakukan penjagaan ketat selama berlangsungnya razia yang dilakukan FPI. Kepolisian tidak ingin ada gesekan di lapangan sehingga mengganggu kondisifitas daerah. “Kami tetap melakukan pengawasan di lapangan dengan menerjunkan petugas. Baik itu yang berpakaian preman maupun berseragam. Dan alhamdulillah selama berlangsungnya razia oleh FPI, tidak ada gesekan di lapangan,” katanya. (tat)

http://radarcirebon.com/2012/08/brea...ka-siang-hari/

FPI Razia Warung Makan di Cianjur

Razia | oleh Asepdidi
Posted: 26/07/2012 05:25

Liputan6.com, Cianjur: Massa Front Pembela Islam atau FPI merazia warung makan yang buka siang hari di Kota Cianjur, Jawa Barat, Rabu (25/7). Dalam aksi kali ini, FPI tidak melihat warga yang tidak berpuasa di warung makan.

Dalam razia ini anggota FPI sempat bersitegang dengan seseorang ketika melintas di depan masjid Ahmadiyah. Namun, polisi cepat melarang saat anggota FPI akan masuk ke dalam masjid.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo sudah menegaskan ormas dilarang menggelar razia selama Ramadan. Namun, aksi tersebut masih dilakukan oleh sejumlah ormas.(BOG)

http://news.liputan6.com/read/424450...kan-di-cianjur
mendidik adalah pekerjaan yg sulit he..
emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S) bini gw di pegang orangemoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)

Quote:Original Posted By Assassinations



Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI
[B][color=red]





================================================================
Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI
Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI
Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI


emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By fmt73warrior


FPI atau ormas2 lain klw sesuatu hal yg mengakibatkan kekerasan sebenarnya ada hukum pidana juga ... Istilahnya bersalah atau tdk baik ...
Akan tetapi klw polisi , dikit2 duit dikit2 duit bikin kesel aja ...
Klw ggk ada duit agak cuek melayanin masyarakat ...
Temen gue aja kehilangan sebuah motor dan dia bilank buat laporan aja harus sediain dana uang 1 jt untuk mengusutnya , aku jg kaget setengah ggk percaya ....


Wah gw kagak kok gan .
Jujur sich kadang ada polisi yang sperti setan juga kelakuannya .
tapi yah itu tadi, tergantung pimpinan.
Kalo pimpinan yang paling tertinggi bagus tuch anak buah ga bakal berani macam.
meskipun ada juga yang kelakuannya bejad.
Mending FPI daftar Polisi aja gan ???
Kalo Jadi Polisi berantas maksiat kan ga bakal ada yg protes

Quote:Original Posted By mdsetiawan07


tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, maling juga selalu ada, pemerkosa juga selalu beraksi, copet juga ga pernah libur, kalo orang berbuat salah lalu dikenai sangsi, ya sudah, kasus selesai, karena itulah gunanya sangsi, emangnya seseorang memikul dosa turunan/abadi gitu? emoticon-Amazed

sekarang mana bukti klaim lu fpi merusak warung makan tiap bulan puasa termasuk ampe skarang ini?

polisi takut? itu asumsi lu, nyatanya di link utub ente aja itu fpi diberangus polisi emoticon-Amazed

ga mampu puasa? itu asumsi elu, elu selalu saja berasumsi begini begitu, namun mana buktinya? emoticon-Cape d... (S)

organisasi lepas tangan? itu asumsi elu, jika memang terbukti, pelanggaran atas nama organisasi, silahkan ajukan gugatan ke kepolisian untuk menciduk pentolan fpi,

pentolan fpi di makasar sudah diciduk karena ulah anak buahnya, lalu bentuk tanggungjawab seperti apa yang ente inginkan?

FPKS Dukung FPI Bertindak Frontal
KAMIS, 19 JULI 2012 13:42
Iqbal: Polisi Harus Bertindak, Jangan Salahkan Ormas



MAKASSAR, CAKRAWALA – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mendukung tindakan keras Front Pembela Islam (FPI) terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan yang tetap beraktivitas di bulan Ramadhan.

FPKS mendukung surat peringatan FPI yang masuk ke beberapa THM dan rumah makan di Makassar, karena dipandang sebagai upaya yang perlu dilaksanakan. Dalam surat FPI tersebut tertulis, jika saat Ramadhan kedua tempat ini tak ditutup, maka FPI akan bersikap anarkis.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Iqbal Djalil, mengaku tidak akan mempersoalkan jika FPI bertindak keras terhadap THM dan rumah makan yang buka di siang hari selama Ramadhan berlangsung.

Iqbal mengatakan, pihak kepolisian jangan salahkan organisasi masyarakat (ormas), tetapi yang harus ditindak adalah pihak THM dan rumah makan. Tempat hiburan harus ditindaktegas agar tidak buka pada saat Ramadhan, sebab sudah menjadi aturan pemerintah.

“Ormas Islam itu hanya menemani. Kalau kepolisian bertindak tegas terhadap THM tidak mungkin ormas akan bersikap anarkis, apalagi jika THM itu tutup,” katanya di Kantor DPRD Makassar, Selasa, 17 Juli.

Dia juga mengatakan, sikap yang dilakukan ormas itu terbuka dan memang wajar jika mereka bertindak seperti itu. Apalagi, FPI sudah berjanji akan bersikap tegas pada THM yang beroperasi di bulan Ramadhan.

Tindakan keras FPI sempat terjadi di sejumlah THM dan rumah makan yang tetap beroperasi pada Ramadhan tahun 2011. FPI sempat mendapat sorotan saat merusak sejumlah rumah makan di Jalan AP Pettarani.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar meminta agar semua ormas menahan diri dan tidak bertindak sepihak dalam mengawal Ramadhan. Ormas diminta melaporkan ke pihak berwajib termasuk aparat dinas jika ditemukan THM dan rumah makan yang tetap buka.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM), Zulkarnain Ali Naru, sebelumnya mengaku setuju penutupan THM jelang Ramadhan ini. Makanya, sebagian pengusaha yang tergabung dalam lembaganya, memanfaatkan momen ini untuk melakukan renovasi.

Apalagi setelah lebaran tentunya ada suasana baru yang diinginkan pelanggan tempat hiburan seperti cafe dan tempat karaoke. Hanya saja, dia meminta agar ormas tidak bertindak frontal dalam mengawal peraturan pemerintah tentang penutupan aktivitas THM di bulan Ramadhan. (mg3/ism)


tiap taon memang ad maling, pencuri dan pemerkosa beraksi,
memang disana level FPI, tiap taon ada aja aksi busuknya. udah disamakan kek mereka(maling,pencuri,pemerkosa) beda nya bawa agama, kasus closed kalo gt mg2 ditangkepin trus tuh manusia2 ga guna.

tiap taon ada aja pemberitaan? ga percaya silakan kita nunggu aja ampe puasa taon ini dimulai,silakan dah anda tunggu aja kabar dari front kesayangan ini karena aksi yang konsisnten tiap taon ini salah satunya. biar lebih berasa live ga perlu liat2 yg dibelakang lg.
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_...Pembela_Islam.

sekarang udah banyak yg lapor kapolri, mana usutnya? ga ada, lantaran ternyata kapolri and habib riziq sejoli, 1-2 jadi lapdog polisi, bahkan gampang banget dapet nopol cantik... pantesan ga pernah tegas ma FPI.
aman aja, bahkan mau mengguling kan SBY ataupun mendukung osama bin laden, semua tetep aman, teguran aja ga bakal sampe di petamburan

Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI

si abdulrahman udah ditangkap?? di ruang sidang dia diperlakukan sbagai oknum ama FPI ga sebagaiman yg anda tulis?? atau diperlakukan kek pahlawan?? dipiara aja oknum2 kek gini yah, ormas nama makin harum tar.

Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI
Quote:Original Posted By mdsetiawan07


hmmm, artikel berita tersebut menjawab pertanyaan poin 1 emoticon-cystg:
namun poin 2 belum terjawab tuh, apakah fpi terbukti melanggar hukum dengan merazia emoticon-cystg:

pak pol cuma bilang,

Apabila ada organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan sweeping tanpa ijin dari kepolisian dan bertindak sewenang – wenang, kepolisian Republik Indonesia akan menindak tegas ormas tersebut karena itu bisa melanggar Hukum.

Tekait dengan masalah FPI Timur tidak berkomentar lebih detail. Namun pria asli Jombang ini mengaku telah melakukan langkah-langkah persuasif terhadap mereka. “Nah, kalau nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum, pasti akan kami proses tindak,” tuturnya.

“Kalau ada apa-apa lapor kepada polisi, karena ‘sweeping’ itu enggak dibenarkan secara hukum. Kalau mereka tetap melakukan itu, ya akan ditindak tegas. Kami tidak keberatan dengan partisipasi masyarakat, tapi hal itu harus berkoordinasi dengan kami,

sudah lumayan gan, kurang 1 step lagi emoticon-cystg:


Astaga agan ini benaran goblok ato pura2 goblok karena ga mau tau kalo junjungannya FPI pemegang kunci surga salah .
Coba dipikir pake otak agan yang pintar itu , dimana2 kalo ngerazia itu tugasnya Polisi dan aparat terkait.
FPI itu aparat bukan ? kalo mau ngerazia yah FPI jadi Polisi ato kalo memang bego mentok2 nya jadi Satpol PP baru boleh rajia dan ga ada yang bakal mencaci .
Ini FPI itu masyarakat sama seperti tempat yang mereka rajia punya masyarakat juga.
Apalgi ngerajia tempat bawa pentungan dan ngerusak , dipikir pake akal sehat juga itu salah .
Kecuali mungkin bagi Agan dan Sekeluarga agan pemegang Kunci Surga FPI.
Quote:Original Posted By kanataqueen


apakah mereka selalu begitu?
lalu gimana dengan fakta kalau ada berita FPI bantu pengamanan natal? dibilang pencitraan?

lo pernah ke petamburan ga? lo tanya2 ga ke sana apakah orang2 FPI itu bermusuhan dengan warga non muslim??

lagian sebagian besar tindakan FPI itu memberantas maksiat.. mereka lebih sering razia pelacuran dan bar ketimbang ngerazia atau demo umat lain beribadah.

jadi alasan lo FAIL
lo mungkin ga suka aja islam2 fanatik berjenggot dan bercelana cingkrang..
lo mungkin ga bisa ngehargai orang lain yg memilih utk fanatik dan berarab ria..


Gereja dl pertamburan duluan ada ato FPI sich gan? pengen tau
ada kata2 orang tua2 dulu

banyak cakap banyak tak elok

ya begini jadinya emoticon-Big Grin