alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50fa3c7ce774b49229000000/warga-perbatasan-rela-mengemis-ke-malaysia
Warga Perbatasan Rela 'Mengemis' ke Malaysia
Masyarakat yang tinggal di perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, dengan Long Busang, Sarawak, Malaysia, harus rela meminta kebutuhan sembako ke Malaysia, disebabkan tidak mudah mendapatkan kebutuhan serupa dari dalam negeri.

Bahkan sebagian besar bahan kebutuhan pokok, yang disubsidi pemerintah Malaysia, ikut dinikmati oleh masyarakat Apau Kayan di perbatasan. Barangnya antara lain gula pasir, minyak goreng, garam hingga tepung.

"Ini fakta, tidak bisa dipungkiri atau pun dibantah. Sebagian besar barang kebutuhan yang dijual di Apau Kayan yang memiliki 4 Kecamatan, asalnya dari Malaysia," kata salah seorang tokoh masyarakat Apau Kayan, Ibau Ala, dalam perbincangan bersama wartawan saat berada di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (19/1/2013).

Keberadaan Ibau Ala di Samarinda, menyusul ketiadaan angkutan pesawat penerbangan perintis ke Long Ampung, Apau Kayan, Malinau, sejak 1 Januari 2013 lalu hingga saat ini.

Menurut Ibau, banyak penyebab yang mengakibatkan masyarakat Apau Kayan, harus rela meminta dan membeli kebutuhan sembako dari Malaysia. Selain biaya angkutan barang penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan belum banyak membantu masyarakat, juga disebabkan wilayah Malaysia yang bisa ditembus dengan jalan darat meski harus melalui 'jalan tikus'.

"Masyarakat Apau Kayan dapat sembako itu dari kamp sebuah perusahaan perkayuan milik Malaysia. Tidak perlu malu, untuk urusan perut, kita rela beli sembako ke Malaysia. Sembako subsidi pemerintah Malaysia, kita juga ikut menikmati," ujar Ibau.

"Mau bagaimana lagi, tarif angkutan barang di pesawat perintis berkapasitas 12 seat saja sudah Rp 30.000 per Kg. Akses jalan darat ke ibu kota Kabupaten Malinau, tidak tembus. Kami semua di sini, petani. Bukan pengusaha," tegasnya.

Masih di Apau Kayan, dominan berseliweran kendaraan roda empat dan roda dua bernomor pelat wilayah kepolisian Malaysia. Pemandangan itu, menurut dia, tidaklah mengherankan bagi masyarakat Apau Kayan, meski Apau Kayan sendiri berada di wilayah provinsi Kalimantan Timur.

"Paling dekat dengan Sarawak (Malaysia) adalah Desa Beta'oh di Kecamatan Kayan Hulu. Bahan bakar minyak, juga termasuk yang disubsidi pemerintah Malaysia. Kami di Apau Kayan, memang beli mahal dari Malaysia Rp 23.000 perliternya.," sebut Ibau.

"Pemerintah Malaysia sebenarnya juga marah, setelah tahu kami di Indonesia, ikut menikmati kebutuhan sembako subsidi mereka. Ada beberapa akses jalan menuju Sarawak, yang diputus pemerintah Malaysia. Tapi kami tetap berusaha mendapatkan sembako itu," terang Sonda, warga Apau Kayan lainnya.

Sejauh ini, sambung Sonda, pemerintah terlihat lebih fokus memperhatikan Pulau Sebatik, di Kabupaten Nunukan, yang juga berada di perbatasan. Namun demikian, di Sebatik, warga setempat masih bisa mendapatkan pasokan sembako dari transportasi laut.

"Masalah perbatasan bukan hanya di Sebatik. Kami di Apau Kayan, tidak akan menutup mata kalau kami masih istilahnya menyusu ke Malaysia, terutama soal sembako," ungkapnya.

"Kami mengharapkan pemerintah pusat melalui APBN, menambah subsidi angkutan barang. Keluhan kami ini sudah berulang-ulang kali disampaikan. Kalau kami tidak diperhatikan soal sulitnya sembako dari dalam negeri sendiri, lepas saja Apau Kayan masuk jadi wilayah Malaysia," tegasnya.

"Pemuda-pemuda di Apau Kayan saja, sebagian besar bekerja di perusahaan-perusahan yang ada di Sarawak (Malaysia). Biasanya setelah bekerja 1-2 tahun, pulang ke kampung, memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk membangun kampung," tutupnya.
ini hasil dari akibat pemerintah tidak memperhatikan rakyat
Quote:Original Posted By Morris73
Masyarakat yang tinggal di perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur, dengan Long Busang, Sarawak, Malaysia, harus rela meminta kebutuhan sembako ke Malaysia, disebabkan tidak mudah mendapatkan kebutuhan serupa dari dalam negeri.

Bahkan sebagian besar bahan kebutuhan pokok, yang disubsidi pemerintah Malaysia, ikut dinikmati oleh masyarakat Apau Kayan di perbatasan. Barangnya antara lain gula pasir, minyak goreng, garam hingga tepung.

"Ini fakta, tidak bisa dipungkiri atau pun dibantah. Sebagian besar barang kebutuhan yang dijual di Apau Kayan yang memiliki 4 Kecamatan, asalnya dari Malaysia," kata salah seorang tokoh masyarakat Apau Kayan, Ibau Ala, dalam perbincangan bersama wartawan saat berada di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (19/1/2013).

Keberadaan Ibau Ala di Samarinda, menyusul ketiadaan angkutan pesawat penerbangan perintis ke Long Ampung, Apau Kayan, Malinau, sejak 1 Januari 2013 lalu hingga saat ini.

Menurut Ibau, banyak penyebab yang mengakibatkan masyarakat Apau Kayan, harus rela meminta dan membeli kebutuhan sembako dari Malaysia. Selain biaya angkutan barang penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan belum banyak membantu masyarakat, juga disebabkan wilayah Malaysia yang bisa ditembus dengan jalan darat meski harus melalui 'jalan tikus'.

"Masyarakat Apau Kayan dapat sembako itu dari kamp sebuah perusahaan perkayuan milik Malaysia. Tidak perlu malu, untuk urusan perut, kita rela beli sembako ke Malaysia. Sembako subsidi pemerintah Malaysia, kita juga ikut menikmati," ujar Ibau.

"Mau bagaimana lagi, tarif angkutan barang di pesawat perintis berkapasitas 12 seat saja sudah Rp 30.000 per Kg. Akses jalan darat ke ibu kota Kabupaten Malinau, tidak tembus. Kami semua di sini, petani. Bukan pengusaha," tegasnya.

Masih di Apau Kayan, dominan berseliweran kendaraan roda empat dan roda dua bernomor pelat wilayah kepolisian Malaysia. Pemandangan itu, menurut dia, tidaklah mengherankan bagi masyarakat Apau Kayan, meski Apau Kayan sendiri berada di wilayah provinsi Kalimantan Timur.

"Paling dekat dengan Sarawak (Malaysia) adalah Desa Beta'oh di Kecamatan Kayan Hulu. Bahan bakar minyak, juga termasuk yang disubsidi pemerintah Malaysia. Kami di Apau Kayan, memang beli mahal dari Malaysia Rp 23.000 perliternya.," sebut Ibau.

"Pemerintah Malaysia sebenarnya juga marah, setelah tahu kami di Indonesia, ikut menikmati kebutuhan sembako subsidi mereka. Ada beberapa akses jalan menuju Sarawak, yang diputus pemerintah Malaysia. Tapi kami tetap berusaha mendapatkan sembako itu," terang Sonda, warga Apau Kayan lainnya.

Sejauh ini, sambung Sonda, pemerintah terlihat lebih fokus memperhatikan Pulau Sebatik, di Kabupaten Nunukan, yang juga berada di perbatasan. Namun demikian, di Sebatik, warga setempat masih bisa mendapatkan pasokan sembako dari transportasi laut.

"Masalah perbatasan bukan hanya di Sebatik. Kami di Apau Kayan, tidak akan menutup mata kalau kami masih istilahnya menyusu ke Malaysia, terutama soal sembako," ungkapnya.

"Kami mengharapkan pemerintah pusat melalui APBN, menambah subsidi angkutan barang. Keluhan kami ini sudah berulang-ulang kali disampaikan. Kalau kami tidak diperhatikan soal sulitnya sembako dari dalam negeri sendiri, lepas saja Apau Kayan masuk jadi wilayah Malaysia," tegasnya.

"Pemuda-pemuda di Apau Kayan saja, sebagian besar bekerja di perusahaan-perusahan yang ada di Sarawak (Malaysia). Biasanya setelah bekerja 1-2 tahun, pulang ke kampung, memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk membangun kampung," tutupnya.


weww ngeri emoticon-Sorry

dasar pemerintah
ngerii gan emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
pemerintah hanya memperhatikan daerah pusat gan . . . . di daerah perbatasan selalu di lupakan . . jakarta banjir . . semua media dan lapisan masyarakat "ikut2an nongol ngasih bantuan . . kalo udah ada musibah di daerah pedalaman . . bagaikan angin lalu . . tak di gubris . . emoticon-Blue Guy Cendol (L)
gimana nih pemerintah pusata
malah aada warganya yang begini
mau gimana lagi gan
kalau mengharapkan dari indonesia, pasti harganya mahal banget
emoticon-Berduka (S)
ironisnya negeriku

wilayah Indonesia tapi kendaraan yang bersliweran nopol Malay emoticon-Cape d... (S)

Tolong mereka diperhatikan donk, jgn cuma mikiri partai

Spoiler for Mohon bantuannya y:
parah gan emoticon-Cape d...
agan yang mendukung tolong emoticon-Blue Guy Cendol (L) dong . . ntar di kasih info terus dari perbatasan . .
ya ampun gan kasian banget
nasib di daerah perbatasan
gak diperhatiin sama pemerintah
gara2 pemerintah tuh
pembangunan ga merata
cuma di kota aja dibangun
sebelum teriak2 nkri harga mati, penuhin dulu kebutuhan2 pokok mereka
ga ada asap klo ga ada api
waduh parah bener gan emoticon-Cape d...
udahlah kalian pindah kewarganegaraan aja kalian.. di sini kalian ga di perhatikan emoticon-Turut Berduka

Ya ampun kasihan banget warga perbatasan gak diperhatikan pemerintah emoticon-Berduka (S)

Semoga ebrita ini bisa terdengar sampai pejabat setempat agar bisa lebih memperhatikan..../
tolong di bantu ya semuanya sebarkan . supaya pemerintah tau dan respect terhadap perbatasan . . jangan sampai kejadian sipadan kembali terjadi lagi . . yang kemudian malah jadi resort penyelaman terbaik sedunia . .

jangan lupa emoticon-Blue Guy Cendol (L)
jadi ini semua salah siapa gan..??emoticon-Bingung (S)
link?