alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50e577012d75b4f352000007/9-bukti-nabi-muhammad-tidak-menikahi-aisyah-dibawah-umur
9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!
Quote:BANTU RATE DULU GAN
9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!


Quote:SEMOGA ENGGA REPOST GAN DIANTARA KITA
emoticon-Malu


Quote:
Meluruskan Fitnah Kubro kaum Kafir Tentang Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya,”Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.”

Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya.Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti. Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya.

Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

emoticon-No Sara Please9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur emoticon-No Sara Please

Quote:BUKTI #1: PENGUJIAN TERHADAP SUMBER

Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru

menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orangIraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

Quote:KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

Quote:pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu

610 M: turun wahyu pertama Abu Bakar menerima Islam

613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat

615 M: Hijrah ke Abyssinia.

616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.

620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah

622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina

623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah


BUKTI #2: MEMINANG


Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

Quote:KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

Quote:KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

Quote:KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Quote:Quote:BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud
Quote:
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.


BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)


Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
Quote:
KESIMPULAN: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.


BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Quote:Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.


BUKTI #8. Text Qur’an


Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan :

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5)

Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah.. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada

mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk empercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

Abu Bakar merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

Quote:Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun

(anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

Quote:KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.


Quote:SUMMARY

Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab
.

Quote:Silahkan Dikoreksi Jika Saya Salah...
Lebih baik nggak nge~post, daripada nge~post nggak berkualitas!
Itu jalan ninjaku!

9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!
Berpostinglah dengan baik, dan selalu patuhi aturan main forum...
Bukan kuantitas postingan anda yang kaskuser lihat, tapi kualitasnyalah yang kaskuser hargai...

I HATE JUNGKER
9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!



Quote:9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!
Buat agan2 yang mau berkunjung ke thread ane yang lain, silahkan klik gambar di bawah
[CENTER]9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!![/CENTER]9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!


Quote:9 Bukti Nabi Muhammad TIDAK Menikahi Aisyah Dibawah Umur !!!!!!!!!
klick banner untuk mampir ke markas kami
Komeng agan-agan
Quote:Original Posted By Gravelord
mohon maaf gan
kalo menurut penelitian agan itu semua benar, berarti hadist2 tersebut patut dipertanyakan semua.

karena menurut ane, hanya butuh 1 kesalahan untuk membuktikan kesempurnaan sebuah ajaran, bahkan Buddha Gotama sendiri juga mengajarkan untuk meneliti sebelum mempercayai, bahkan terhadap ajaran Beliau.

bukan dengan maksud menyalahkan ya, soalnya sekarang banyak sekali yang hanya asal menafsirkan dan sembarangan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar, sehingga membuat banyak orang merasa tidak enak.

sekian terima kasih
kalo berkenan, taro pejwan gan ^^


Quote:Original Posted By agung.777
Nice thread gan emoticon-2 Jempol
Salut sama dengan analisis ente. Orang Islam sekarang, kadang suka ga kritis dan mengartikan kata per kata aja, padahal untuk mengerti ayat Al-Quran itu diperluin pemahaman yang mendalam.
Ane bukan ahli agama, tapi kadang ane suka bingung aja sama kyai2 (MUI) yang menetapkan haram/halal sesuatu berdasarkan hadis, bukan Al-Quran. Padahal hadis sendiri disampaikan oleh mahluk yang tidak sempurna (manusia), sehinggga ada kemungkinan dalam salah penyampaiannya hehe



Quote:Original Posted By aryardiansyah
ane juga masih bingung gan tuh beneran atau ga, kalo ane sih mikirnya seandainya itu emang dinikahin usia 7 tahun pasti ada alesannya ga, misalnya untuk nyelametin si aisyah/ngelindungin bukan untuk nafsu atau hanya nikah semata, CMIIW


Quote:Original Posted By i7nand
bagus gan analisisnya....emoticon-Smilie...
Lagian dalam Islam juga sudah dijelaskan kan mana usia yg dewasa mana yg belum, mana yg sudah baliq dan mana yg belum....
Kebanyakan sekarang ulama2 kita asal percaya aja gan hadist2 riwayat tanpa menganalisa lebih dalam, asal namanya hadist saja, sudah mereka anggap benar.
Padahal Al-quran sendiri yg berlaku sepanjang masa banyak mengandung ilmu2 dan penjelasan yg tersirat dan perlu pemahaman lebih....emoticon-Embarrassment


Quote:Original Posted By mip.gamerz
Untuk agan professor7, maafin klo ane bilangin gini ke ente, tujuan ane bukan apa2 gan, tapi demi kita semua...

Ane cuma mau bilang, analisi umur ibu kita aisyah ra dari agan professor7 sumbernya bukan dari agan sendiri kan? dapat dari internet juga kan?
Nah, maaf ya klo ane bilang gini, ane yakin agan Professor7 seorang yg bersemangat dalam membela agama Allah, tapi hati2 gan, karena kita bukan orang yg berilmu, apalah kita ini, hanya penghuni kaskus biasa, jadi lebih baik kita crosscheck ke forum yg lebih berkompeten, yg memiliki ustadz2 yg dapat dipercaya, karena ane bilang pendapat agan ini adalah pendapat orang2 putus asa yg takut ama cemoohan orang2 missionaris dan orientalis..

nih, forum yg ane maksud, silakan dicek dimari gan, agak panjang sih klo mau baca keseluruhan, tapi klo mau kesimpulan akhir bisa dilihat page terakhirnya sudah ada kesimpulan dari ustadz disana.

http://myquran.org/forum/index.php/t...74838.120.html

disana ada debat antara orang2 dengan beberapa ustadz, mudah2an kita bisa ambil manfaatnya..
kesimpulannya, BENAR bahwa umur ibu kita aisyah ra 6 TAHUN saat menikah, insya Allah..sangat banyak gan sumbernya, ingat hanya orang yg memakai hawa nafsu lah yg mengatakan bukan 6 tahun saat nikah dan umur 9 tahun saat berkeluarga, karena mereka berputus asa dari cemoohan orang2 orientalis dan missionaris..

tolong tarus di page one, gan!!!

nb: klo bisa ga usah bahas hal yg sensitif seperti ini di kaskus kita tercinta ini gan, karena penghuni kaskus kan (termasuk kita2) kebanyakan AWAM tentang agama ini..

nb2: maaf ya, bagi yg lainnya, karena ini pembahasan agama Islam, yah you know what i mean laaah..
emoticon-No Sara Please emoticon-No Sara Please emoticon-No Sara Please


Seperti saran ente yang suruh ane liat di kesimpulan akhir hasilnya
KESIMPULAN :

Dari ketiga Pengujian di atas, diperoleh kesimpulan, Pendapat Para Sejarawan, bersesuaian dengan Dalil-Dalil Nash yang Shahih dari riwayat Imam Bukhari. Dengan demikian, temuan tersebut sangat layak untuk digunakan sebagai sumber sejarah Islam.

Dan melalui data tersebut, bisa kita peroleh informasi, ketika Aisyah ra. dinikahi Rasulullah pada tahun 2H, yaitu selepas perang Badar, usia Aisyah ra. adalah sekitar 19 tahun, dan bukan 9 tahun sebagaimana kisah yang beredar di tengah-tengah masyakarat.
Quote:Original Posted By nararei


Setau ane, kalo dilihat dari jamannya kecil banget kemungkinan wanita jaman NAbi dah baligh di usia semuda itu. kalo jaman sekarang memang mungkin banget malah ane jg pernah liat wanita yang dah baligh (menstruasi) di usia menjelang 6th! kalo menurut penelitian, majunya usia kematangan organ reproduksi (yang sayangnya gak diikuti kedewasaan mental gan..maklum) pada wanita jaman sekarang sangat terpengaruh oleh gaya hidup n paparan zat-zat polutan di alam. contoh yang paling sering itu ya gaya hidup yang doyan konsumsi junk food/fast food misal fried chicken yang isinya "bayi" ayam yang disuntik hormon pertumbuhan berlebihan yang jelas mempengaruhi manusia yang makan juga.

dah sering di cek juga klo wanita yang mengalami menstruasi di usia yang sangat muda (standar sekarang 10th jg dah mens) itu biasanya memang banyak mengkonsumsi makanan2 sejenis itu atau gaya hidup modern yang kurang sehat. yaaa..sama aj misalnya agan2 jg tau orang dulu umurnya panjang2 bisa sampe ratusan..jaman sekarang aj bisa nembus 75 dah diselamatin rame2 gan..

back to topic. jadi menrut ane klo jaman nabi keliatannya sangat kecil kemungkinan itu terjadi (bukan gak mungkin sama sekali klo kehendak Allah khan).

ane sendiri memang dari dulu gak yakin 100% dengan gembar gembor usia Aisyah RA saat menikah..n dah jengah banget baca komentar para hater yg selalu bilang Nabi Muhammad itu Pedophil..
masalah berapapun umur Aisyah ya wallahualam, yang jelas segala tindakan Nabi itu gak mungkin menyimpang dan pasti selalu ada alasan yang baik dibalik itu kalaupun memang bener menikahi Aisyah yang masih muda. yah..berapapun umur Aisyah toh gak mengubah cinta kita ke Nabi khan yah emoticon-Malu (S)

kurang lebih gitu. CMIIW ya





Quote:Original Posted By serbadiscount
CUMA COPAS DARI FORUM LAIN AJA NGAKUNYA HASIL ANALISIS SENDIRI
SDH BANYAK YANG MEMPERTANYAKAN DAN BAHKAN MEMBERIKAN LINK SUMBER THREAD TS, TP KOK SI TS GAK NGEJAWAB APA-APA
KENAPA MALU KLO KETAHUAN CUMA COPAS DAN BELAGA PINTER YA TS KASIHAN DEHemoticon-Najis
Buat agan2 yg lain disikapi dengan bijak lah segala informasi, terkadang sesuatu hal yg menyenangkan hati kita belum tentu itu "benar" dan juga sebaliknya terkadang sesuatu yang benar belum tentu "menyenangkan", menurut ane pribadi yg ilmu agamanya masih dangkal, segala sesuatu pasti ada alasannya, gak mungkinkan sepinter2nya ts lebih pinter dari para alim ulama kita termasuk tokoh sekelas quraish shihab, so dicermati sama2 dan didiskusikan dengan guru/ustadznya masing2 baru diterima di akal kita, so page one berani gak TS


Quote:Iya Ane Salah emoticon-Sorry
Ane Lupa...Tread ini di buat tahun 2011 sebelum kaskus pindah domain yang kemudian Ane share lagi
Ane punya kebiasaan menyimpan tread yang menurut ane bagus
Ya Tread Ini dibuat setelah Ane berdiskusi dengan guru Ane dan melihat postingan di suatu forum
Ane cuma share
Ane hanya orang bodoh jika dibandingan dengan para ulama
Ane mohon maaf emoticon-I Love Indonesia (S)


jadi kalo diantara 12/18 emoticon-Bingung
mantab gan...sangat detil penjelasannya
Thread bermutu seperti ini harus dibaca banyak orang emoticon-2 Jempol
emoticon-Sundul Gan (S) manteb!!
lengkap!
trit nya mantep nih tapi ditebelin gan pusing ane bacanya tipis bet emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
wah gan, analisa yang sangat membantu. ini mungkin fakta yang banyak belum terungkap. nice post gan.. sukses
ane bantu
emoticon-Rate 5 Star

btw ane masih pejwan... hehehehe
Quote:Original Posted By kusumahari
wah gan, analisa yang sangat membantu. ini mungkin fakta yang banyak belum terungkap. nice post gan.. sukses
ane bantu
emoticon-Rate 5 Star

btw ane masih pejwan... hehehehe


Iya gan tolong dibantu emoticon-Matabelo
10.13,14 tahun selama dia udah menstruasi...udah bisa dinikahin gan itu udah ilmu agama...orang sekarang aja yg pikirannya terlalu maju...jadi 17 tahun.
emoticon-2 Jempol ini dia thread of the day

nice share gan emoticon-Rate 5 Star
Quote:Original Posted By marciano137
emoticon-2 Jempol ini dia thread of the day

nice share gan emoticon-Rate 5 Star


Iya gan makasih mohon dibantu emoticon-Matabelo
selama ane ngaskus baru kali ini menyianyiakan waktu untuk thread yang bermanfaat emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol

Quote:Original Posted By Sublimated
selama ane ngaskus baru kali ini menyianyiakan waktu untuk thread yang bermanfaat emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol



Makanya tolong di emoticon-Sundul Gan (S) biar banyak yang baca emoticon-Malu (S)
benar atau tidaknya kita serahkan sama Allah ta'ala emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By kokon.
benar atau tidaknya kita serahkan sama Allah ta'ala emoticon-Matabelo


Setidaknya udah banyak bukti gan emoticon-Matabelo
lanjut tritnya gan, mantap pokoke emoticon-Sundul Gan (S)
Terimakasih gan infonya, emang sulit pasti ya ngebedain riwayat yg shahih atau yg dhoif.