alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d818fc0c75b48e3800003e/berita-biasa--ucapan-selamat--tidak-dilarang
Peringatan! 
[ Berita Biasa ] Ucapan Selamat ..... Tidak Dilarang
Alissa Wahid:
Ucapan Selamat Natal Tidak Dilarang

[ Berita Biasa ] Ucapan Selamat ..... Tidak Dilarang



TEMPO.CO, Jakarta - Putri pertama mantan Presiden Abdurrahaman Wahid, Alissa Wahid, umat saat ini perlu menengok kembali sejarah dakwah Nabi Muhammad. Menurut Alissa dengan kembali melihat sejarah Nabi Muhammad maka seharusnya tidak perlu lagi ada polemik soal ucapan Natal.

"Nabi memberikan ruang yang terbuka bagi keberadaan agama lain pada saat itu," kata Alissa ketika dihubungi pada Senin, 24 Desember 2012. "Bahkan pengakuan atas keberadaan mereka tertuang dalam piagam Madinah."

Sehingga, kata kakak dari Yeni Wahid ini melanjutkan, mengucapkan selamat Natal bukan sesuatu yang dilarang apa lagi dalam kehidupan sosial seperti sekarang. Menurutnya, toleransi antar umat beragama harus dijunjung.

Mengucapkan selamat Natal, menurut Allisa, berbeda dengan ikut meyakini kepercayaan yang dianut. "Kalau sampai ikut ibadahnya itu yang tidak boleh," ujarnya. Karena masing-masing agama punya aturan dalam menjalankan ibadah masing-masing.

Hanya saja, kata Alissa, jika turut hadir di dalam perayaan masih diperbolehkan. "Misalkan pejabat yang hadir dalam perayaan natal," katanya. Hal ini menandakan ukhuwah atau kebersamaan antar umat beragama.

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. "Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012. Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan toleransi. Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal. Namun tak semua sependapat dengan MUI. Sejumlah tokoh misalnya Jusuf Kalla tetap mengucapkan selamat Natal kepada kaum nasrani.

http://www.tempo.co/read/news/2012/1...Tidak-Dilarang

komen :

Biasa kan ,
Ya kan ... ?!!?? emoticon-Cool
bakal rame dan digondol lg ni thread kyknya

ane duduk aja dah dipinggiran nunggu debat para pembela mui dan para pembela natalan


emoticon-linux2
semoga hari raja besok tijada kisroeh en hoeroe hara lagih ... emoticon-Matabelo
menrut saya selama itu masih ucapab selamat untuk menghormati engga masalah
Selamat natal untuk temen temen yang nasrani yang merayakannya dan untuk seluruh umat kristiani di indonesia dan dibelahan bumi manapun.

Semoga natalnya berjalan khidmat,damai,
semoga bisa bahu membahu menjaga kerukunan antar umat beragaman,mari jauhkan sifat saling benci,walau berbeda agama tapi tidak membatasi kita untuk saling bersilaturahmi mempererat persaudaran
Yang mengucapkan selamat natal, artinya anda lebih menghargai kerbersamaan dalam perbedaan.

Yang gak mau ucapin natal gpp, anda gak dituntut juga... cmn kalo bisa yah jgn ikut libur n tetap masuk kerja dong...masa mau ikut libur sihhh...mau jd golongan munafikun kah emoticon-Big Grin
Selamat Natal bagi yang merayakan emoticon-Smilie

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
(Al Qur'an Surah Maryam:33)
akhir" ini emg banyak thread yg ngebahas beginian, tapi kalo hanya sekedar mengucapkan gapapa kali emoticon-Cape d... (S)
Heran gw sama orang Indo, hal gini aja jadi polemik, pada galau dan bingung...emoticon-Ngakak

kagak ada yang lebih penting apah...emoticon-Cape deeehh
Preet!! Trit ginian lg
gk ada kewajiban ngucapin juga, jd jangan giring opini seolah2 orang muslim intoleran
biasa
pencitraan emoticon-Embarrassment

PKBIB nyari massa

yeah emoticon-I Love Indonesia (S)
selamat gan berita ini bikin adem
Kaum sekuler lg cr massa ya

Komat kamit ngomong toleransi, tp begitu ada yg ga mau ngucapin lsg dibilang intoleran

Toleransi dong bagi yg ga mau ngucapin
Kenapa ngarep banget pengen dikasih ucapan, toh menghargai berbeda agama saja sudah cukup

Biar Orang Muslim juga tau kenapa ngak boleh Ikut ikutan ngerayain natal

Cara Menghormati Kaum Nasrani yang Merayakan Natal

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT Berfirman:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَابًا من دُونِ اللهِ فَإِن تَوَلوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنا مُسْلِمُونَ

Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran 64).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kaum Ahli Kitab dalam ayat di atas maksudnya adalah kaum Yahudi atau kaum Nasrani. Allah SWT memerintahkan kepada baginda Rasulullah saw. Untuk mengajak kaum ahli kitab tersebut agar berpegang kepada kalimat persatuan, yakni hanya menyembah Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan juga tidak menjadikan sesama manusia sebagai Tuhan selain Allah SWT. Rasulullah saw pernah mencantumkan ayat di atas dalam surat dakwah beliau saw. Mengajak kaisar Rumawi Heraclius untuk masuk Islam. Ini memberikan pengertian bahwa Ahli Kitab, yakni Yahudi maupun Nasrani, adalah termasuk umat dari baginda Rasulullah saw., sebagai umat yang harus didakwahi agar mengimani dan mengikuti risalah baginda Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

« وَالذِى نَفْسُ مُحَمدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمةِ يَهُودِى وَلاَ نَصْرَانِى ثُم يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النارِ ».

Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang dari umat ini, baik dia seorang Yahudi maupun seorang Nasrani, mendengar tentang aku, kemudian mati dalam keadaan tidak mengimani Islam yang aku diutus dengannya, melainkan orang itu akan menjadi penghuni neraka” (Sahih Muslim Juz 1/93).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam memperlakukan mereka, disamping tetap mengajak mereka kepada jalan Allah dengan hikmah, mauizhah hasanah, dan perdebatan yang baik (QS. An Nahl 125), kita dilarang memaksa mereka masuk Islam (QS. Al Baqarah 256), juga diwajibkan untuk tetap menghormati sikap dan keyakinan mereka selama sesuai dengan koridor syariat Islam. Artinya kita memberikan toleransi kepada mereka untuk melaksanakan ibadah mereka sepanjang tidak mengganggu keberagamaan kita dan sepanjang diperkenankan syariat Islam.[/B]

Kaum muslimin raimakumullah,

[B]Oleh karena itu, dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru umat Islam wajib menghormati kaum Nasrani yang merayakannya dengan tidak mengganggu mereka, tidak melarang mereka, dan tidak menyulitkan mereka dalam merayakan hari raya mereka, yakni hari Natal dan Tahun Baru. Itulah pengertian toleransi yang harus diberikan kepada mereka.


Kaum muslimin rahimakumullah,

Ada batas-batas toleransi yang bila dilanggar maka bukan toleransi tetapi pelanggaran penghormatan antar umat beragama. Sebagai contoh, usaha kaum Nasrani untuk melibatkan umat Islam dalam perayaan hari Natal bersama mereka. Bahkan untuk itu, mereka agressif mengikuti acara halal-bihalal umat Islam di hari raya Idul Fitri. Dengan keterlibatan mereka dalam Idul Fitri, mereka berharap umat Islam enggan menolak ketika diajak merayakan Natal bersama.

Tentu saja umat Islam dilarang mengikuti perayaan Natal bersama kaum Nasrani. Sebab tiap-tiap kaum punya hari raya, dan hari Raya umat Islam adalah Idul Fitri dan Idul Adha. MUI dalam fatwanya sudah menyatakan haram bagi umat Islam mengikuti perayaan Natal bersama. Sebab hal itu termasuk dalam percampur-adukkan agama. Al-Quran Surat Al-Kaafiruun secara utuh telah memberi batasan beragama yang jelas. Hak dan Bathil tidak bisa dan tidak boleh disatukan (QS. Al-Baqarah 42). Umat Islam dilarang mengganggu umat beragama lain dan keyakinan mereka, sebagaimana umat lslam juga tidak boleh diganggu keyakinannya oleh siapa pun.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Juga umat Islam tidak boleh mengucapkan selamat Natal kepada orang Nasrani. Sebab, Natal dalam pengertian Nasrani adalah hari kelahiran Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Tentu ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam dan keyakinan umat Islam yang meyakini bahwa Isa itu putra Maryam. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الذِينَ قَالُواْ إِن اللهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللهَ رَبي وَرَبكُمْ إِنهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرمَ اللهُ عَلَيهِ الْجَنةَ وَمَأْوَاهُ النارُ وَمَا لِلظالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al Maidah 72).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Jika ada orang Nasrani yang hendak memaksakan pencampuradukan agama atas nama toleransi, dengan mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat Islam, maka seorang muslim yang berpegang teguh kepada ajaran Allah SWT wajib menjawab kalimat itu dengan : “Allahu Ahad Lam Yalid walam Yuulad”, yang artinya “Allah itu Satu, Dia tidak Beranak, dan tidak Diperanakkan!”

Jika orang Nasrani itu merasa tersinggung dengan jawaban itu, maka seorang muslim wajib menjelaskan bahwa seharusnya dirinya sebagai muslim yang meyakini bahwa Isa adalah putra Maryam, bukan putra Allah, justru yang harus tersinggung dengan ucapan “Selamat Natal, yang artinya Selamat Isa sebagai anak Allah”.

Kalau juga si Nasrani tidak tahu diri, perlu ditambahkan bahwa Allah SWT pencipta seluruh manusia, termasuk pencipta Isa bin Maryam, telah menyatakan bahwa mengakui Isa sebagai anak Tuhan atau sebagai Tuhan bukanlah ajaran Allah SWT dan bukanlah ajaran Isa itu sendiri (QS, Al Maidah 116-117).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Adakalanya orang Nasrani memberikan hadiah dalam rangka Natal kepada kenalan dan kawannya yang muslim. Maka seorang muslim wajib menolaknya dengan cara yang baik. Seorang muslim bisa mengatakan kepada kawannya yang Nasrani: “Wahai kawan, kita kawan baik, engkau tahu aku seorang muslim, aku siap menerima hadiahmu di lain waktu, adapun sekarang, pada hari Natal, maaf aku tidak bisa menerimanya”.

Insyaallah dengan sikap yang baik, tidak kasar, seorang Nasrani yang baik akan bisa memahami sikap seorang muslim.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik terhadap umat agama lain selama mereka tidak mengganggu Islam (QS. 60. Al-Mumtahanah : 8). Itulah sebabnya, Rasulullah SAW dan para Shahabatnya hidup rukun damai bertetangga dan bermasyarakat dengan umat Yahudi dan Nashrani, bahkan musyrikin, selama mereka tidak menggangu kaum muslimin. Ada pun perang yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum kafirin mau pun kaum musyrikin di zaman Nabi SAW disebabkan oleh gangguan mereka terlebih dahulu terhadap umat Islam.

Oleh karena itu, sudah selayaknya umat Nasrani tidak mencari gara-gara yang bakal merusak kerukunan antar umat beragama, semacam yang dilakukan segelintir aktivis liberal yang mendorong kelompok GKI Yasmin mempropagandakan mengajak Presiden SBY mengikuti Natal Bersama mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Bila dilaksanakan secara sempurna, maka kebaikan Islam akan diperoleh oleh siapapun manusia bahkan makluk apapun. Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً للْعَالَمِينَ

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya 107)

Baarakallahu lii walakum....
Cakep nih......quote ah
Quote:Original Posted By Xiao.Qiao.
Selamat Natal bagi yang merayakan emoticon-Smilie

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
(Al Qur'an Surah Maryam:33)


Kalo yang ngomong dari sana sih biasa, mereka terkenal dengan toleransinya kok......jadi sudah ndak aneh
hua.. -_____-

repot banget si, ngucapin kek gak ngucapin kek..
masalahnya apa...
Kenapa jadi ada tukang kecap dimari? emoticon-Bingung (S)


Dipikirnya ini pasar kali yah? emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By tanpaJIL
Kenapa ngarep banget pengen dikasih ucapan, toh menghargai berbeda agama saja sudah cukup

Biar Orang Muslim juga tau kenapa ngak boleh Ikut ikutan ngerayain natal

Cara Menghormati Kaum Nasrani yang Merayakan Natal

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT Berfirman:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَاء بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلا نَعْبُدَ إِلا اللهَ وَلاَ نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلاَ يَتخِذَ بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَابًا من دُونِ اللهِ فَإِن تَوَلوْاْ فَقُولُواْ اشْهَدُواْ بِأَنا مُسْلِمُونَ

Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran 64).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kaum Ahli Kitab dalam ayat di atas maksudnya adalah kaum Yahudi atau kaum Nasrani. Allah SWT memerintahkan kepada baginda Rasulullah saw. Untuk mengajak kaum ahli kitab tersebut agar berpegang kepada kalimat persatuan, yakni hanya menyembah Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan juga tidak menjadikan sesama manusia sebagai Tuhan selain Allah SWT. Rasulullah saw pernah mencantumkan ayat di atas dalam surat dakwah beliau saw. Mengajak kaisar Rumawi Heraclius untuk masuk Islam. Ini memberikan pengertian bahwa Ahli Kitab, yakni Yahudi maupun Nasrani, adalah termasuk umat dari baginda Rasulullah saw., sebagai umat yang harus didakwahi agar mengimani dan mengikuti risalah baginda Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

« وَالذِى نَفْسُ مُحَمدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمةِ يَهُودِى وَلاَ نَصْرَانِى ثُم يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النارِ ».

Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang dari umat ini, baik dia seorang Yahudi maupun seorang Nasrani, mendengar tentang aku, kemudian mati dalam keadaan tidak mengimani Islam yang aku diutus dengannya, melainkan orang itu akan menjadi penghuni neraka” (Sahih Muslim Juz 1/93).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam memperlakukan mereka, disamping tetap mengajak mereka kepada jalan Allah dengan hikmah, mauizhah hasanah, dan perdebatan yang baik (QS. An Nahl 125), kita dilarang memaksa mereka masuk Islam (QS. Al Baqarah 256), juga diwajibkan untuk tetap menghormati sikap dan keyakinan mereka selama sesuai dengan koridor syariat Islam. Artinya kita memberikan toleransi kepada mereka untuk melaksanakan ibadah mereka sepanjang tidak mengganggu keberagamaan kita dan sepanjang diperkenankan syariat Islam.

Kaum muslimin raimakumullah,

Oleh karena itu, dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru umat Islam wajib menghormati kaum Nasrani yang merayakannya dengan tidak mengganggu mereka, tidak melarang mereka, dan tidak menyulitkan mereka dalam merayakan hari raya mereka, yakni hari Natal dan Tahun Baru. Itulah pengertian toleransi yang harus diberikan kepada mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Ada batas-batas toleransi yang bila dilanggar maka bukan toleransi tetapi pelanggaran penghormatan antar umat beragama. Sebagai contoh, usaha kaum Nasrani untuk melibatkan umat Islam dalam perayaan hari Natal bersama mereka. Bahkan untuk itu, mereka agressif mengikuti acara halal-bihalal umat Islam di hari raya Idul Fitri. Dengan keterlibatan mereka dalam Idul Fitri, mereka berharap umat Islam enggan menolak ketika diajak merayakan Natal bersama.

Tentu saja umat Islam dilarang mengikuti perayaan Natal bersama kaum Nasrani. Sebab tiap-tiap kaum punya hari raya, dan hari Raya umat Islam adalah Idul Fitri dan Idul Adha. MUI dalam fatwanya sudah menyatakan haram bagi umat Islam mengikuti perayaan Natal bersama. Sebab hal itu termasuk dalam percampur-adukkan agama. Al-Quran Surat Al-Kaafiruun secara utuh telah memberi batasan beragama yang jelas. Hak dan Bathil tidak bisa dan tidak boleh disatukan (QS. Al-Baqarah 42). Umat Islam dilarang mengganggu umat beragama lain dan keyakinan mereka, sebagaimana umat lslam juga tidak boleh diganggu keyakinannya oleh siapa pun.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Juga umat Islam tidak boleh mengucapkan selamat Natal kepada orang Nasrani. Sebab, Natal dalam pengertian Nasrani adalah hari kelahiran Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Tentu ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam dan keyakinan umat Islam yang meyakini bahwa Isa itu putra Maryam. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الذِينَ قَالُواْ إِن اللهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللهَ رَبي وَرَبكُمْ إِنهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرمَ اللهُ عَلَيهِ الْجَنةَ وَمَأْوَاهُ النارُ وَمَا لِلظالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al Maidah 72).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Jika ada orang Nasrani yang hendak memaksakan pencampuradukan agama atas nama toleransi, dengan mengucapkan “Selamat Natal” kepada umat Islam, maka seorang muslim yang berpegang teguh kepada ajaran Allah SWT wajib menjawab kalimat itu dengan : “Allahu Ahad Lam Yalid walam Yuulad”, yang artinya “Allah itu Satu, Dia tidak Beranak, dan tidak Diperanakkan!”

Jika orang Nasrani itu merasa tersinggung dengan jawaban itu, maka seorang muslim wajib menjelaskan bahwa seharusnya dirinya sebagai muslim yang meyakini bahwa Isa adalah putra Maryam, bukan putra Allah, justru yang harus tersinggung dengan ucapan “Selamat Natal, yang artinya Selamat Isa sebagai anak Allah”.

Kalau juga si Nasrani tidak tahu diri, perlu ditambahkan bahwa Allah SWT pencipta seluruh manusia, termasuk pencipta Isa bin Maryam, telah menyatakan bahwa mengakui Isa sebagai anak Tuhan atau sebagai Tuhan bukanlah ajaran Allah SWT dan bukanlah ajaran Isa itu sendiri (QS, Al Maidah 116-117).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Adakalanya orang Nasrani memberikan hadiah dalam rangka Natal kepada kenalan dan kawannya yang muslim. Maka seorang muslim wajib menolaknya dengan cara yang baik. Seorang muslim bisa mengatakan kepada kawannya yang Nasrani: “Wahai kawan, kita kawan baik, engkau tahu aku seorang muslim, aku siap menerima hadiahmu di lain waktu, adapun sekarang, pada hari Natal, maaf aku tidak bisa menerimanya”.

Insyaallah dengan sikap yang baik, tidak kasar, seorang Nasrani yang baik akan bisa memahami sikap seorang muslim.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik terhadap umat agama lain selama mereka tidak mengganggu Islam (QS. 60. Al-Mumtahanah : 8). Itulah sebabnya, Rasulullah SAW dan para Shahabatnya hidup rukun damai bertetangga dan bermasyarakat dengan umat Yahudi dan Nashrani, bahkan musyrikin, selama mereka tidak menggangu kaum muslimin. Ada pun perang yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum kafirin mau pun kaum musyrikin di zaman Nabi SAW disebabkan oleh gangguan mereka terlebih dahulu terhadap umat Islam.

Oleh karena itu, sudah selayaknya umat Nasrani tidak mencari gara-gara yang bakal merusak kerukunan antar umat beragama, semacam yang dilakukan segelintir aktivis liberal yang mendorong kelompok GKI Yasmin mempropagandakan mengajak Presiden SBY mengikuti Natal Bersama mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Bila dilaksanakan secara sempurna, maka kebaikan Islam akan diperoleh oleh siapapun manusia bahkan makluk apapun. Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً للْعَالَمِينَ

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya 107)

Baarakallahu lii walakum....

semoga kagak ada lagi orang parno yang bilang mui mengharamkan memberi ucapan selamat natal emoticon-Big Grin
saya ini orang muslim. tapi tetap akan mengucapkan selamat hari raya kepada umat agama lain tiap2 hari raya keagamaan. asalkan gak ikutan beribadah dgn mereka...

orang2 & pejabat sekarang kebanyakan suka memprovokasi persatuan bangsa kita emoticon-Najis emoticon-No Sara Please




tread ane yg lain
Quote:Sistem Jalan Berbayar Elektronik
lapak ane
Quote:Kaos FIFA, League, Cup
Social Media Facebook, Twitter, Youtube T-Shirt
T-Shirt | Semuanya Tentang Artis Korea
T-Shirt untuk Penggemar Basket
Kaos Super Hero Spiderman, X-Men, Batman, Ironman
Kaos Untuk Penggemar One Direction

Kaos Gambar Hewan Langka