alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d44ccfe974b4987200006d/pendidikan-kurikulum-2013-masih-pro-kontra
Peringatan! 
[PENDIDIKAN] Kurikulum 2013 Masih Pro-Kontra
Jumat, 21 Desember 2012 | 09:31 WIB
[PENDIDIKAN] Kurikulum 2013 Masih Pro-Kontra
Ilustrasi


Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Kurikulum 2013, yang rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014, masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan praktisi pendidikan. Pihak yang mendukung kurikulum baru menyatakan, Kurikulum 2013 memadatkan pelajaran sehingga tidak membebani siswa, lebih fokus pada tantangan masa depan bangsa, dan tidak memberatkan guru dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Pihak yang kontra menyatakan, Kurikulum 2013 justru kurang fokus karena menggabungkan mata pelajaran IPA dengan Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Ini terlalu ideal karena tidak mempertimbangkan kemampuan guru serta tidak dilakukan uji coba dulu di sejumlah sekolah sebelum diterapkan.

Masa sosialisasinya juga terlalu pendek,” kata David Bambang, guru SD Negeri 03 Santas, Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (20/12).

Menurut David, bagi sekolah di perkotaan, perubahan kurikulum kemungkinan tidak menjadi masalah. ”Namun, bagi kami, guru yang bertugas di perbatasan, perubahan kurikulum membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama,” katanya.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, Umar (40), guru SMP 1 Kendari, dan Wartini, guru SMKN 3 Kendari, meminta agar rancangan Kurikulum 2013 segera disosialisasikan kepada para guru. ”Supaya persiapan kami menjadi lebih matang. Sebab, sampai saat ini kami belum tahu sama sekali soal arah Kurikulum 2013,” kata Wartini.

Di Makassar, Kepala SD Islam Terpadu Rama, Hasnah Makkasau, dan guru SD Frater Makassar, Agustina Indrawati, juga meminta agar Kurikulum 2013 segera disosialisasikan saat uji publik sekarang ini.

”Guru-guru baru saja mempersiapkan kurikulum lama yang harus diperkaya dengan pendidikan karakter. Tiba-tiba kurikulumnya berubah. Kami belum tahu, kurikulum baru seperti apa? Padahal, tahun ajaran baru sudah di depan mata,” kata Hasnah.

Di Jember, Jawa Timur, Ketua Forum Komunikasi Guru Gunadi E Utomo juga meminta agar sosialisasi segera dilakukan. ”Terutama soal penggabungan IPA ke dalam Bahasa Indonesia. Penggabungan ini masih sulit dimengerti guru,” kata Gunadi.

Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meski sosialisasi belum dilakukan, sekolah mulai bersiap mengantisipasi Kurikulum 2013. ”Kami akan menerapkan pola pengajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang diintegrasikan ke semua mata pelajaran,” kata Kepala SMP Muhammadiyah Gresik Kota Baru Ichwan Arif.

Di Denpasar, Bali, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali AA Ngurah Gde Sujaya mempertanyakan anggaran untuk sosialisasi Kurikulum 2013.

”Jika daerah yang harus menanggung biaya sosialisasi dan pelatihan guru, kami belum memasukkannya ke dalam APBD 2013,” ujarnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Bali Gede Wenten Aryasuda mengusulkan agar bahasa daerah dipertahankan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, bukan sekadar muatan lokal.

”Bahasa daerah merupakan benteng keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.

Di Bali, bahasa daerah selama ini menjadi muatan lokal di SD, SMP, dan SMA berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.

Di Kabupaten Purbalingga dan Kebumen, Jawa Tengah, kehadiran kurikulum baru justru meresahkan guru pengajar bahasa daerah. Mereka khawatir penghapusan atau pengurangan bahasa daerah akan menyebabkan mereka tak bisa memenuhi kewajiban 28 jam mengajar per minggu sehingga tunjangan sertifikasi yang mereka terima akan dihapuskan.

”Padahal, dari 90 guru bahasa daerah di Purbalingga, sekitar 50 persen sudah lolos sertifikasi,” kata Prasetyo (42), guru Bahasa Jawa SMP Negeri 1 Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa SMP Se-Kabupaten Kebumen Eko Wahyudi mengatakan, penghapusan pelajaran Bahasa Jawa bisa menyebabkan siswa merasa asing dengan kultur dan karakter masyarakatnya. (AHA/EKI/WIE/DMU/ACI/KOR/ SIR/IRE/ENG/COK/RIZ/ CHE/ADH/GRE)


Quote:Sosialisasi Kurikulum 2013 Mepet

[PENDIDIKAN] Kurikulum 2013 Masih Pro-Kontra


DENPASAR, KOMPAS.com - Sosialisasi dan uji publik Kurikulum 2013 dinilai para guru di sejumlah daerah terlalu mepet. Mereka pun belum pernah diundang untuk mendapat penjelasan soal Kurikulum 2013 sehingga tidak tahu isinya.

Sejumlah guru hanya mengetahui rencana perubahan kurikulum tersebut dari media. Namun, materi perubahan dan hal-hal lain yang terkait dengan Kurikulum 2013 banyak yang belum mengetahuinya, termasuk soal pelajaran Bahasa Daerah.

”Bahasa Daerah sebaiknya tetap dipertahankan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali Gede Wenten Aryasuda di Denpasar, Bali, Rabu (19/12).

Berdasar rencana Kurikulum 2013, Bahasa Daerah digabungkan dalam paket Seni dan Budaya. Pelajaran Seni dan Budaya adalah mata pelajaran di luar mata pelajaran pokok di tingkat sekolah menengah pertama.

Wenten menekankan, para guru harus dipersiapkan dengan baik sehingga mereka dapat mengajar siswa sesuai Kurikulum 2013.

”Penggabungan pelajaran memang tidak akan membebani siswa. Namun, bagi guru, penggabungan beberapa pelajaran menjadi satu paket pelajaran memerlukan persiapan yang matang,” tutur Wenten.

Lakukan pelatihan

Welly Manurung (30), guru di SDN 173238 Pangaloan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, mengatakan, banyak guru, termasuk dia, yang belum memahami secara detail perubahan dalam Kurikulum 2013, apalagi terjadi penghapusan dan penggabungan mata pelajaran tertentu. Karena itu, dia meminta pemerintah menggelar pelatihan bagi guru sebelum kurikulum tersebut diterapkan.

Hal senada dikatakan Kepala SD Swasta Bina Taruna 3 Medan Samsuddin Tanjung. ”Pelatihan guru diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri menjelaskan, awal 2013 pihaknya akan menggelar pelatihan kepada para guru menyongsong aplikasi Kurikulum 2013. Perwakilan guru dari semua daerah di Sumut diundang pelatihan oleh Dinas Pendidikan Sumut. Selanjutnya, mereka akan menularkan ilmu kepada rekan sesama guru di daerah masing-masing.

Diuji coba

Di Yogyakarta, Dewan Pendidikan Yogyakarta meminta agar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dievaluasi dulu kelemahan dan keunggulannya sebelum Kurikulum 2013 diterapkan. Kurikulum 2013 pun disarankan dilakukan uji coba di beberapa sekolah sebelum diterapkan secara serempak di semua sekolah.

”Uji coba di sejumlah sekolah perlu dilakukan agar kelemahan-kelemahan Kurikulum 2013 bisa diketahui dan segera dilakukan perbaikan,” kata Wakil Ketua Dewan Pendidikan DI Yogyakarta Hari Dendi.

Menyangkut diwajibkannya Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler, Dendi minta agar dipersiapkan serius. Sebab tidak semua sekolah memiliki pembina Pramuka yang kompeten dan profesional.

Di Surabaya, Jawa Timur, sejumlah guru mempertanyakan rencana penggabungan mata pelajaran. ”Sosialisasi dan pelatihan kepada guru jangan terlalu mendadak saat mendekati tahun ajaran baru. Bagaimanapun kami harus mempersiapkan diri,” kata Tarso, guru SD Negeri Ketabang I Surabaya. Hal senada juga disampaikan Kepala SD Negeri Kaliasin III Surabaya Umintrah. ”Semata-mata agar hasil Kurikulum 2013 bisa sesuai harapan,” kata Umintrah. (COK/MHF/ABK/DEN)


Perubahan kurikulum baru 2013 yg sangat banyak, berbeda dg perubahan kurikulum dr Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dg Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yg bs dilaksanakan tanpa kesulitan berarti; sementara penerapannya sdh di depan mata. Para pengajar pun panik, sebagian blm memperoleh sosialisasi. Sementara perubahan yg drencanakan cukup banyak. Ada baiknya Kemendiknas, khususnya Pak M. Nuh tahu keluhan para pengajar baik di pusat, daerah, terlebih lagi daerah pinggiran. Lakukan sosialisasi terlebih dahulu, agar semua siap dan tak berkesan dipaksakan. Saran ane, ditunda dulu lah barang satu tahun utk memastikan semua siap menghadapi perubahan kurikulum baik dalam hal SDM, sarana maupun pra sarananya CMIIW
Meski harapan ane sbg pengajar kecil (pengajar bimbel) tak perlu ada perubahan kurikulum emoticon-Smilie
Trit pendidikan mmg selalu sepi emoticon-linux2
Komeng TS kurang menggigit sepertinya emoticon-Hammer




emoticon-Ngacir
proyek buku lagi deh...

lumayan berapa milliar tuh...
Quote:Original Posted By batu.merah
proyek buku lagi deh...

lumayan berapa milliar tuh...


Salah satunya gan emoticon-Big Grin

Dan BSE yg sdh dirilih (baru saja) hrs direvisi lagi, berapa duit buat beli lisensinya tuh........
Bolak balik kok ya kurikulum lagi ,
Bikin bingung saja.


Enakan dikulum sajalah.
Quote:Original Posted By elhubby


Salah satunya gan emoticon-Big Grin

Dan BSE yg sdh dirilih (baru saja) hrs direvisi lagi, berapa duit buat beli lisensinya tuh........


banyak lah yang harus dibayar...

- pungli 1
- pungli 2
- penulis 1
- penulis 2
- penulis 3
- penulis 4
- penulis 5
- penulis 6
- penulis 7
- penulis 8
- penulis 9
- penulis 10
- penulis 11
- penulis 12
- penulis 13
- penulis 14
- penulis 15
- penulis 16
- penulis 17
- penulis 18
- penulis 19
- penulis 20
- programmer 1
- programmer 2
- programmer 3
- programmer 4
- pajak
- biaya capek upload
- biaya lembur
- biaya mikir

emoticon-Ngakak

ane masih blom ngerti Gan jadinya mau gimana,,
dlu temen ane bilangnya mau dijadiin kayak di luar negri gitu,, pilih pelajaran yg kita suka,, tp ane jg maih blom paham hahah
pendidikan bikin pusing
ane kuliah aja ga kelar kelar
ya allah lindungi aku ...? emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
semoga bisa lebih mudah kurikulumnya emoticon-Kissemoticon-Kiss
emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
GILA... bener bener gila ni kurikulum yang baru, bagi mereka yang di atas memang katanya penggabungan, namun kenyatanya di dalam praktek dan bahasa awamnya adalah "dihilangkan",, DIHILANGKAN , SUNGGUH ANE TIDAK HABIS PIKIR TENTANG MASALAH INI, PENDIDIKAN, ane muslim, no offen n no sara, dulu waktu nabi Ibrahim mencari Tuhan dia menggunakan alam sebagai pertimbnganya, mengexplor alam, mendata, dan mengambil kesimpulan bahwa ada yang menciptakan alam ini, bukan langit, matahari, bintang juga bulan, ada dzat yang pasti lebih dari itu,,,, nah seharusnya anak2di ajarkan pelajaran alam sebagai basic mereka dan itu lebih sesuai dg sila pertama pancasila, bahwa alam itu buatan Tuhan , bijimane menggabungkan bahasa indonesia dengan pelajaran IPA? memang sih bisa aja, tapi struktur, pondasi, dan isinya berbeda,,,
Dan lagi, pelajaran Mulok (Muatan Lokal) mo di ilangin,,,, pengalaman ni gan/sis, ane punya 3 ponakan paling gede SMU kelas 2 paling kecil SD kelas enam SD, tengah2nya rada2 lupa, ane tinggal di jawa n mereka KAGAK bisa bahasa jawa dengan baik dan benar , bisanya bahasa indonesia medok n setengah2, sama orang tua berbahasa nggoko, tidak bisa membedakan unggah ungguh, di ajak berbahasa kromo kagak bisa, secara bahasa mereka ancur,,, ntar 20 taon lagi ni bahasa daerah anak cucu kita kagak ada yg bisa n yang bisa negara tetangga di hak milik mereka n kita ribut kusir lagi gan,........... konyol............ ya harus di pikirkan n di lestarikan , dah banyak kok buktinya.....

angop lah gan mo jongkatan dulu ja,,,,,,,,,,,,,,,,,
monggo di lanjut
mau ganti kurikulum apa lagi pak menteri?
kurikulum yang ada uda kaya tambal sulam semua, ga ada yang bener.
Mau bagaimanapun kurikulumnya gak ngaruh....

Yang ngaruh banget itu KUALITAS GURU... kalo gurunya sendiri gak begitu paham materi yang diajarin, dan gak tau cara mendidik yang bener ya sama aja boong, apapun kurikulumnya....

Dulu ane pernah punya guru fisika, dan dengan pedenya dia bilang bahwa "bintang yang paling besar adalah matahari...." Ini guru fisika lohhh....

Pernah juga punya guru English yang logat jawa kentel banget, sampe banyak pronounciation yang ngawur karena pengaruh logat itu... Ini mau belajar bahasa inggris apa bahasa jawa?

Ane pernah juga masuk sekolah yang guru-gurunya dengan gampangnya sering dishuffle (kayak kabinet aje), jadinya tiap guru gak paham betul mata pelajarannya, wong shufflenya acak begitu, sering pulak...

Ada juga guru yang gampang maen pukul. Padahal meskipun sebandel apapun anaknya, masih banyak jenis hukuman lain yang bermanfaat. Contohnya yang bersifat olahraga (disuruh pushup atau lari keliling) atau disuruh nulis essay sekian halaman, atau bersihin WC sekolah, dll...




Sebenarnya alasannya adalah orang-orang "berkualitas" jarang ada yang mau jadi guru. Maunya jadi dokter, insinyur, pengacara, peneliti, pengusaha, dll, tapi cuma sedikit yang bener-bener pengen jadi guru. Memang ada sih guru yang bener-bener bagus, tapi jarang...

Akhirnya cuma sebagian kecil guru yang emang dari kecilnya bercita-cita jadi guru, sisanya cuma orang yang gak sanggup dapet profesi yang dia inginkan, sehingga apa boleh buat jadi guru ajalah...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak wahhh ane mau jadi guru nihh, jangan bikin susah dong emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
ini semua tergantung kualitas pengajarnya kok...

mau kek mana pun bentuk kurikulumnya kalo tak pandai gurunya yaa bermasalah...
Nice info! emoticon-thumbsup
Ijin nyimak dulu emoticon-Big Grin
emoticon-Sundul Gan (S)
Intinya sih pak nuh cuma ngincar proyek dari kurikulum baru ini emoticon-Big Grin
buku kurikulum baru bisa berapa eksemplar tuh yg dicetak , royalti deh pastinya emoticon-Big Grin
kurikulum seperti apapun tidak akan jalan kalau sarana dan prasarana sekolah untuk peningkatan kualitas kurang memadai.. malah macet. Cuma mengusulkan tapi disetujui kaga (curhat seorang guru di pelosok)



[PENDIDIKAN] Kurikulum 2013 Masih Pro-Kontra
[PENDIDIKAN] Kurikulum 2013 Masih Pro-Kontra
sebaiknya pelajaran bahasa inggris di hidupkan kembali emoticon-Cendol (S)