alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d29a3ae374b45216000020/kondisi-papua-sering-memanas-ini-kata-jk
Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK
Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK

JAKARTA -- Sering memanasnya situasi di Papua dinilai bukan sekadar permasalahaan politik dan ketimpangan ekonomi. Perilaku warga Papua yang konsumtif diduga menjadi salah satu faktor kerap memanasnya kondisi di Papua.

"Kalau perilaku konsumtif ini terus dibiarkan, sampai kapanpun warga Papua akan terus merasa kurang. Bibit pertikaian pun akan selalu ada," ujar pria yang pernah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, dalam akun twitternya, Selasa (18/12).

Pria kelahiran Makassar, 15 Mei 1942 ini mengatakan, dalam sepuluh tahun terakhir tidak sepeserpun Jakarta mengambil uang dari Papua. Tahun 2011 misalnya pemerintah pusat hanya mendapat bagi hasil dari PT Freeport Indonesia sebesar Rp 17 triliun.

Sementara dana yg ditransfer ke Papua melalui APBN, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 31 triliun. Pemilik akun twitter @JK_Kita ini mengatakan satu warga di Jawa hanya dapat alokasi Rp 1,5 juta dari APBN dan di luar Jawa mendapat Rp 2 juta. "Namun untuk Papua setiap orang dapat Rp 10 juta," ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, semua daerah mensubsidi Papua, seperti misalnya Aceh dan Jawa. "Jadi ini persoalan ekonomi dan persoalan produktivitas," ucapnya. Menurut pria yang biasa disapa JK ini, harus ada peningkatan produktivitas warga Papua.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin ini menyebut solusi agar warga Papua bisa lebih kreatif yaitu dengan cara transfer kemampuan. "Misalnya bagaimana menanam ubi dan beternak yang baik," katanya.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/na...as-ini-kata-jk

________________

bagi hasil dari PT Freeport Indonesia sebesar Rp 17 triliun, Sementara dana yg ditransfer ke Papua melalui APBN, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 31 triliun.

nombok dong emoticon-Matabelo
Papua memang komplex.
tapi bener juga, kalo melihat warga papua yang di surabaya tuh boros banget.
uang subsidi tersebut lalu banyak yang terhambur untuk botol dan paha putih
halah thread papua lagi ntar kek thread sebelah baru beberapa page sudah invalid.

gw nunggu koment dari yang lain dulu aja.

Dikira Intel, Tukang Ojek Tewas Digorok

JAYAPURA—Pasca tewasnya seorang warga sipil bernama Hubert Mabel, setelah upaya melumpuhkan korban di Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (16/12) sekitar pukul 10.30 WIT. Kini warga kembali dikagetkan setelah seorang tukang ojek berinisial MI (25) ditemukan tewas mengenaskan dengan posisi tengkurap , serta lehernya digorok di daerah Muai tepatnya di Jembatan Muragaima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (17/12) sekitar pukul 07.30 WIT.
Motif pembunuhan korban masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Namun dari informasi yang diterima Bintang Papua menyebutkan, korban dibunuh secara sadis karena dikira seorang intel oleh pelaku, padahal yang bersangkutan adalah seorang tukang ojek.
Kabid Humas Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya, SIK yang dikonfirmasi Bintang Papua via ponsel padaSenin (17/12) malam membenarkan pihaknya telah mendapat laporan ditemukannya sesosok mayat dengan identitasnya MI (25), seorang Tukang Ojek yang tengkurap dari jarak antara motor korban dengan korban 56 meter, dimana pada tubuh korban terdapat luka gorok pada leher. Dia mengatakan, diduga korban meninggal pada Minggu (16/12) dini hari, karena sebelum terjadinya peristiwa naas itu ada laporan dari keluarga korban yang melaporkan korban tak pulang ke rumah sejak malam sebelumnya dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Kota Wamena.
Kata dia, dari info tersebut Polsek Kota Wamena melakukan patroli ke daerah Muai sehingga setibanya di jembatan Muragaima menemukan sesosok mayat yang identitasnya MI (25) swasta tukang ojek yang tengkurap dari jarak antara motor korban dengan korban 56 meter. Pada korban terdapat luka gorok pada leher.
Ditanya motif pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan tewasnya Hubert Mabel, lanjutnya, pihaknya sejauh ini belum bisa menyampaikan keterlibatan pihak lain dari kasus ini. “Kami sedang melakukan penyelidikan, guna mengungkap pelakunya,” tandasnya.
Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka, besok pagi (hari ini) rencananya akan dibawa pulang ke Jawa.

Giliran Anggota TNI Dibacok

JAYAPURA - JIka sebelum di Wamena Kabupaten Jayawijaya seorang tukang Ojek dibacok hingga tewas, maka kasus serupa terjadi Perumnas IV Padang Bulan, Kota Jayapura. Kali ini, korbannya seorang anggota TNI. Sebelum dibacok
anggota TNI ini dihadang oleh tiga orang tidak dikenal (OTK). Kejadian terjadi tepatnya di Jalan Tembus Perumnas I menuju Perumnas IV atau tepatnya di bawah tempat pembuangan sampah (TPS, red) Perumnas IV, Kelurahan Waena - Distrik Heram, Rabu (19/12) pukul 18.15 WIT. Akibat dari pembacokan tersebut, korban mengalami luka bacok cukup serius di kepala sebelah kiri atas dengan panjang 15 cm, lebar 3cm, dalam 2 cm dan mendapatkan jahitan sebanyak 13 jahitan. KOndisinya hingga berita ini ditulis korban dikabarkan dalam kritis.
Dari data yang berhasil diperoleh Bintang Papua dari sumber terpercaya, korban yang juga merupakan Babinsa Perumnas III Sat Koramil 1701-03/Abepura, bernama Serda Dwi Sutrisno dengan NRP Aggota Pos Ramil 03/Heram. Pembacokan terhadap anggota TNI ini bermula ketika korban hendak menuju Perumnas IV.
Korban tiba – tiba dihadang oleh tiga OTK yang menggunakan penutup muka (bertopeng, red) menghadang dan melakukan pemalakan terhadap korban, namun korban tidak memberikan apa yang diminta oleh pelaku. Sehingga ketiga pelaku bertopeng ini melayangkan parang yang mengenai kepala sebelah kiri. “Korban mengalami luka bacokan yang panjangnya mencapai 15 cm, lebar 3 cm dengan kedalaman 2 cm. Setelah membacok, para pelaku langsung melarikan diri. Melihat korban tersungkur para pelaku pembacokan kabur,” ungkapnya sambil meminta untuk tidak di beri taukan identitasnya.
Akibat kejadian ini, korban langsung di larikan oleh seorang perempuan menggunakan penutup kepala (masih di lidik, red) ke Rumah Sakit (RS) Dian Harapan. Namun, untuk penanganan medis lebih lanjut korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura. Saat kejadian, korban sempat berteriak minta tolong. Para pelaku juga mengambil satu unit laptop dan dompet beserta isinya.
“Saat kejadian korban hanya bisa teriak minta tolong, sebelum akhirnya di larikan ke RS Dian Harapan maupun ke RSUD Dok II Jayapura, untuk menjalani perawatan medis,” katanya.
Sedangkan Kapendam Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf. Jansen Simanjuntak ketika coba dikonfirmasi Bintang Papua melalui telepon selluler baik menghubungi maupun mengirim pesan singkat, belum bersedia memberikan keterangan atas apa yang telah menimpa anggotanya.


percuma....lsm2 asing nga akan teriak kalaw bukan OPM yg jdi korban emoticon-Najis
Quote:Original Posted By japek
uang subsidi tersebut lalu banyak yang terhambur untuk botol dan paha putih


agree bro. ya naluri orang sih, ketika melihat barang bagus pasti dibeli. kalo soal botol dah mendarah daging.
ya kasarnya mereka "kaget" melihat kota

Orang Papua diabaikan dan dimusnahkan

Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK

Socratez Sofyan Yoman, pendeta dan tokoh agama di Papua Barat, mengatakan penduduk asli di distrik-distrik wilayah Papua selama ini terkucilkan karena jumlah mereka kalah banyak dibanding transmigran asal daerah lain. Dalam sebuah perjalanan pada September lalu, dia menaksir hampir 99,9 persen calon penumpang di bandara adalah pendatang.

"Orang asli Papua disingkirkan. Saya melihat di luar banyak orang Papua mengeluh kesulitan membeli tiket. Di sini jelas terjadi disintegrasi solidaritas dengan terbangunnya tebing terjal antara orang asli Papua dengan orang Melayu," kata dia.

Misalnya, penjual tiket di bandara dikuasai para pendatang Melayu, sehingga calon penumpang asing menjadi prioritas. Di sisi lain harga tiket mahal, begitu juga panjang antrean. Dia sempat membeli tiket dari calo untuk sekali perjalanan dari Wamena ke Jayapura seharga Rp 1,4 juta. Padahal aslinya hanya Rp 800 ribu.

Dia mencontohkan pula, beberapa kali terbang dari Papua ke Jakarta atau sebaliknya dari Jakarta ke Papua. Di dalam pesawat, dia cuma melihat paling banyak tiga orang Papua. Bahkan ketika Socratez naik pesawat dari Jayapura ke Wamena, dia hanya melihat satu orang, bahkan kadang tidak ada orang Papua.

"Lebih menyakitkan hati saya, orang-orang Papua menunggu berjam-jam di bandara tersingkir. Sementara para pendatang mudah sekali mendapat tiket dari petugas. Pemusnahan etnis Papua benar-benar terjadi."

Keluhan Pendeta Socratez itu hanya satu dari banyaknya persoalan di sana. Mulai dari masalah pendidikan, hukum, politik, kesejahteraan, hingga konflik berkepanjangan antara pemerintah dengan gerakan Papua Merdeka. Puncak dari akumulasi persoalan itu adalah keluarnya Undang-undang Otonomi Khusus Papua Nomor 21 Tahun 2001 sebelas tahun lalu.

Namun Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Mayjen TNI Wisnu Bawa Juli lalu mengatakan persoalan di pulau terujung Indonesia itu rumit. Sebab, persoalan tidak saja menyangkut keamanan tetapi juga kesejahteraan. "Kami harus hati-hati karena masalah di sana tidak sekadar masalah keamanan, tetapi kesetaraan, kesejahteraan," kata dia.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan kondisi Papua. Menurut dia, persoalan Papua sudah lama terjadi, jauh sebelum konflik di Aceh meledak. Kalla menyarankan pemerintah segera memikirkan solusi tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Masalah di situ (Papua) sebenarnya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat cara lebih produktif," tuturnya.

Apa jawaban Socratez? Pendeta itu justru mempertanyakan istilah kesejahteraan bagi Papua. Sebab, menurut dia, sejak pelaksanaan Pepera pada 1969, pemerintah sudah menjanjikan bakal menyejahterakan rakyat Papua. Di tahun sama, Menteri Dalam Negeri Basuki Rachmat juga berjanji di hadapan 175 peserta Dewan Musyawarah Pepera (DMP) di Merauke. "Kenyataannya, penduduk Papua Barat benar-benar terlupakan, terabaikan dalam segala aspek, dan dimusnahkan secara militer," katanya.

sumber : http://www.merdeka.com/khas/orang-pa...k-papua-2.html
______________

wah beginilah klo "paijo" sudah menjadi "beiber"
suka lupa diri...emoticon-Matabelo

Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK



Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK


Kondisi Papua Sering Memanas? Ini Kata JK



baek jek lo ajarin nanem ubi sementara ubinya lo impor dari cina abis gitu hasilnya buat rebonding rambut dan putihin kulit...si JeK emang kreatip and perodoktip emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By japek
uang subsidi tersebut lalu banyak yang terhambur untuk botol dan paha putih


emoticon-Matabelo

suku badui atau anak dalam yang eksklusif juga nggak gitu2 amat ya gan...
begini nih klo udah kenal duit sama indomi nih emoticon-I Love Kaskus (S)
mau dbenahi jga gmna, lgi konflik gtu emoticon-Nohope
ya memang melihat keadaan papua memang githu..mereka masi transisi menuju peradaban yang modern,,,
Putra daerah juga ikut andil tuh, dikasih berapapun, kgak bakal cukup!!
udah gitu ada yang mewek2 minta merdeka mengira dengan merdeka bisa hidup makmur? emoticon-Busa:
Semoga pada tahu yg sebenarny.
Apalagi yg ngomong sekelas JK tuh
budaya konsumtif kan udah jadi budaya indonesia, bukan papua saja..

tapi mungkin klo di jawa masih tertutupi dengan banyaknya kegiatan ekonomi produktif yg ditunjang infrastruktur yg kuat...

klo emg udah dapat dana alokasi yg cukup? tinggal kreatifitas pemda setempat buat memberdayakan kegiatan ekonomi produktif di sana
konsumtif ane rasa banyak yang begini ga dipapua doank.

dana otsus gede, tapi disana biaya hidup gede + duit otsus dikirim ga ada pengawasan juga pusat seakan lepas tangan.

tp pusatnya sama aja sich hobi jalan2, yang pusat ga bisa ngasih contoh daerah ikutan ya lengkap sudah...
semoga semua permasalahan di papua cepet tuntas dah,,para pejabat di sana bisa membuat rakyat papua tentram...emoticon-I Love Indonesia (S)
masalah papua..kata gue,,,emang putra daerah nya yh pada nhelantur...liat pejabatnya kaya kaya...dan g mikirin kaum.mereka sendiri...

di kata kalo merdeka orang nya jd bener....ah tai..

jamgan terus nyalahinkita dong...

papua itu makan duit sendiri bahkan kita subsidi...

masih ngomong di malingin....di malingin sama anak oapua sendiri yg pada nhejabay...gila aja...

terua, kalo kultir beda jangan pengen sama kaya pulau lain..kreatif dong ngembangin daerah sendiri...kecuali loe tunggu orang australi dateng infasi besar besaran...ada pembangunan... harta lu di keruk and loe jd budak...goblok...
JK ini menyesatkan.

memang cuma dari freeport tambang hasil papua



kemana bagi hasil lainnya seperti minyak, gas, hasil laut, kayu log.

itung dong smua bagi hasil baru bandingkan brapa yg disetor ke papua dan brapa yg disetor papua ke pusat.


Tambang besar dipapua selain freeport adalah gas dan minyak.
kontribusi besar lainnya dari kayu dan kelautan.



JK OMDO
JK bilang APBN untuk orang jawa 1,5 juta perkepala, 2 juta untuk luar jawa, 10 juta untuk papua, yang saya mau tanyakan perhitungan itu apakah disesuaikan dengan tingkat biaya hidup masing2 lokasi ? karena amat lucu kalau perhitungan 10 juta itu atas dasar biaya hidup jawa, pembangunan yang tidak merata jawa sentris, mengakibatkan distribus barang tidak merata dan transportation cost demikian tinggi.

apapun itu adalah buah kebijakan masa lalu yang menganak emaskan pembangunan di jawa-bali
×