alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d195888127cfcf03000003/berbau-provokasi--bph-migas-jokowi-berwenang-hilangkan-premium-dari-jakarta
( Berbau PROVOKASI ) BPH Migas: Jokowi berwenang 'hilangkan' premium dari Jakarta
Ide Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kemacetan di Jakarta dengan 'menghilangkan' BBM bersubsidi mendapat apresiasi sekaligus dukungan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Namun, 'penghilangan' premium dari Jakarta harus disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Iya jadi begini, untuk diketahui Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2012 itu sudah memberikan kewenangan kepada Menteri ESDM, BPH Migas dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi," ujar Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim kepada merdeka.com di Jakarta Rabu (19/12).

Ibrahim menjelaskan, payung hukum tersebut mendelegasikan wewenang kepada Pemda untuk menentukan sendiri dan membuat peraturan teknis mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi. Dengan kata lain, Jokowi berwenang 'menghilangkan' BBM bersubsidi dari Jakarta.

"Pemda juga bisa mengatur sendiri kendaraan apa yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi," tegasnya.

Pemda diminta mendukung pengendalian BBM bersubsidi. "Kita kan juga berkoordinasi dengan pemda nantinya untuk penentuan jatah kuota tersebut," jelasnya.

Ibrahim menambahkan, secara logika memang jatah kuota BBM bersubsidi di Jakarta harus dikurangi. Sebab, konsumsi BBM non subsidi di Jakarta sudah lebih dari cukup.

"Logis kan, Jakarta kan sudah banyak BBM non subsidi, gas juga banyak. Jadi harus kita kawal ini. Kami kan menentukan kuota juga melihat data-data yang ada di pemda," ucapnya.

Sebelumnya, untuk menekan penggunaan mobil pribadi, Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat pengadaan bus-bus baru untuk angkutan kota. Selain itu, pemerintah pusat juga diminta membatasi pasokan premium bagi kendaraan pribadi.

"Gubernur (Jokowi) juga sudah usahakan ke Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono), Jakarta tidak ada lagi premium. Makanya akan kami bangun apartemen sewa bulanan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/12).

Sumber

Provokator juga nih BPH MIGAS. Pesen ane buat pak Jokowi : Jangan didengerin tuh pak, bisa jadi bumerang buat bapak nanti lho
Quote:Original Posted By dahnm

"Iya jadi begini, untuk diketahui Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2012 itu sudah memberikan kewenangan kepada Menteri ESDM, BPH Migas dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengendalikan konsumsi BBM


Kenapa bukan BPH migas yg mengeluarkan peraturan tsb dg berkoordinasi dg pemerintah daerah ? Nti pemerintah daerah yg mensosialiasikan ke masyarakatnya.. Kan jelas2 BPH migas --> MINYAK dan gas.. Itu kan wilayah kalian emoticon-Big Grin
Ah BP Migas itu apaan?
Sampah gak usah mancing-2 keributan deh... emoticon-Big Grin
====
lagian bagus kalo premium hilang emoticon-Shutup
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
motor gw make pertamax,,,jadi gak masalah premium di kurangin emoticon-Malu (S)
tapi gak tau deh kaskuser domisili jakarta yg make mobil emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By vinc1986


Kenapa bukan BPH migas yg mengeluarkan peraturan tsb dg berkoordinasi dg pemerintah daerah ? Nti pemerintah daerah yg mensosialiasikan ke masyarakatnya.. Kan jelas2 BPH migas --> MINYAK dan gas.. Itu kan wilayah kalian emoticon-Big Grin
Itu kan lebih bijaksana..


namanya juga provokator gan....biar menjatuhkan imej sang gubernur emoticon-Big Grin
monggo, silahkan dihilangkan. ngak ngaruh buat ane emoticon-Big Grin.
Ea..lihat apakah bakal jadi keputusan blunder lg ?.
Hati hati aja dalam mengambil keputusan.
Quote:Original Posted By galuhsuda
Ah BP Migas itu apaan?
Sampah gak usah mancing-2 keributan deh... emoticon-Big Grin
====
lagian bagus kalo premium hilang emoticon-Shutup



BPH Migas gan, jauh banget dengan BP Migas.
Kalo nurut ane lho gan, peniadaan premium bisa diimplementasikan asalkan transport massal dibikin bener2 murah atau bahkan gratis dan tidak mengorbankan standar kenyamanan penumpang. Kan lumayan kalo buat agan2 yg semula alokasi bbm buat kerja semula 500rb misalkan, menjadi 100rb atau bahkan gratis.
kami di Kalimantan sudah biasa beli premium seharga pertamax, bahkan pernah premium harga 20.000/liter.. tapi kalo di Jakarta dan mayoritas di Jawa premium dicabut/dihilangkan, trus disuruh beli pertamax yg harganya 9000/liter pasti sudah pada ngamuk, mewek berjamaah, rusuh, demo anarkis!!!
Quote:Original Posted By atrox
kami di Kalimantan sudah biasa beli premium seharga pertamax, bahkan pernah premium harga 20.000/liter.. tapi kalo di Jakarta dan mayoritas di Jawa premium dicabut/dihilangkan, trus disuruh beli pertamax yg harganya 9000/liter pasti sudah pada ngamuk, mewek berjamaah, rusuh, demo anarkis!!!


maaf kami orang jakarta ya gan....emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By vinc1986


Kenapa bukan BPH migas yg mengeluarkan peraturan tsb dg berkoordinasi dg pemerintah daerah ? Nti pemerintah daerah yg mensosialiasikan ke masyarakatnya.. Kan jelas2 BPH migas --> MINYAK dan gas.. Itu kan wilayah kalian emoticon-Big Grin


pan di jelasin di PP siapa saja yang memiliki kewenangan...
Kalo peraturannya CUMA BERLAKU dijakarta tentunya Pemerintah Daerah yang harusnya mengeluarkan. emoticon-Smilie

kalo diterawang-terawang sebenernya jokowi pengen oper bola panas sama pihak lain (dalam hal ini BPH Migas) kalo ternyata ide nya dia ditolak masyarakat dan biasanya jokowi juga gitukan stylenya, cuman dia lupa aja kalo ternyata dalam PP ternyata bola panasnya merujuk kedia. (kayaknya dia kalo ngeluarin ide sering lupa ngecek peraturan, jadi inget rumah diatas sungai emoticon-Big Grin)
Quote:Original Posted By atrox
kami di Kalimantan sudah biasa beli premium seharga pertamax, bahkan pernah premium harga 20.000/liter.. tapi kalo di Jakarta dan mayoritas di Jawa premium dicabut/dihilangkan, trus disuruh beli pertamax yg harganya 9000/liter pasti sudah pada ngamuk, mewek berjamaah, rusuh, demo anarkis!!!


Bujur tu dangsanak,
Sampe 15/ 20 rb pun kami gak pernah mewek. Beda dgn di jawa, baru wacana naik aja sdh ribut. Cemen.

Quote:Original Posted By atrox
kami di Kalimantan sudah biasa beli premium seharga pertamax, bahkan pernah premium harga 20.000/liter.. tapi kalo di Jakarta dan mayoritas di Jawa premium dicabut/dihilangkan, trus disuruh beli pertamax yg harganya 9000/liter pasti sudah pada ngamuk, mewek berjamaah, rusuh, demo anarkis!!!


borneo khan anak tiri....

malay aja anggap indonesia ini negara jawa

kalo orang bule anggap indonesia ini jakarta - jawa - bali

liat aja budaya, kebutuhan listrik, bbm, sembako, lebih diperhatikan selain 3 wilayah itu ya dicuekin trus serahin ke otonomi.
monggo PakDe, bulan depan ane udah ga di Jkt lagi emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By lx570


Bujur tu dangsanak,
Sampe 15/ 20 rb pun kami gak pernah mewek. Beda dgn di jawa, baru wacana naik aja sdh ribut. Cemen.



enak juga kalo hidup di jawa yak? butuh apa saja ada dan murah? fasilitas no 1, infra struktur no 1, kalimantan mah cuman nebeng di PETA doang (katanya masuk Indonesia).. padahal aslinya mah jadi anak tiri.. hiks
Quote:Original Posted By atrox
kami di Kalimantan sudah biasa beli premium seharga pertamax, bahkan pernah premium harga 20.000/liter.. tapi kalo di Jakarta dan mayoritas di Jawa premium dicabut/dihilangkan, trus disuruh beli pertamax yg harganya 9000/liter pasti sudah pada ngamuk, mewek berjamaah, rusuh, demo anarkis!!!


sory, kami di jakarta ga mampu kalo premium dinaikkan
iya mending premium ilang dari jakarta,tp kg ganjil genap

kita yg usaha nya dilapangan terus bisa kg kerja ini kalo ganjil genap
bakal jadi blunder kayak umr gak y emoticon-Bingung
ane mantau aje gan,
Quote:Original Posted By JailaniJailani
Kalo nurut ane lho gan, peniadaan premium bisa diimplementasikan asalkan transport massal dibikin bener2 murah atau bahkan gratis dan tidak mengorbankan standar kenyamanan penumpang. Kan lumayan kalo buat agan2 yg semula alokasi bbm buat kerja semula 500rb misalkan, menjadi 100rb atau bahkan gratis.


beberapa kali ngobrol ama alumni yang udah jadi big boss, ternyata banyak yang milih make angkutan umum. walau sebenarnya udah ada mobil n tunjangan mobil dan bahkan supir

alasannya bukan cuma lebih efesien, but waktunya bisa lebih cepat walau kadang perlu perjuangan.
kalau bisa lebih nyaman, tentunya yang ngikut jejaknya akan lebih banyak