alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d15b5120d7194923000006/kejujuran-yang-semakin-langka-itu-masih-ada
Kejujuran yang Semakin Langka Itu Masih Ada
JAKARTA, KOMPAS.com - Temuan 10 bundel uang kertas pecahan Rp 100.000 yang bernilai total Rp 100 juta tidak mampu menggoda Agus Chaerudin (35) untuk silap dan mengambil apa yang bukan menjadi haknya. Uang sebanyak itu langsung dia kembalikan tanpa sedikit pun dikorupsi.

Agus bukanlah pegawai tingkat atas. Ia pegawai rendah Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kalimalang, Plaza Duta Permai, Jakasampurna, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun, ia memberikan keteladanan yang luar biasa di tengah maraknya korupsi yang dilakukan pejabat negara.

Karena dianggap bertindak terpuji, Agus pun dianugerahi piagam penghargaan dari BSM Cabang Bekasi saat acara kumpul bersama di area wisata di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, pada 2012. Selain sertifikat, Agus juga dihadiahi uang Rp 1,75 juta dari pimpinan BSM se-Bekasi Raya.

Tindakan Agus juga mendapat apresiasi dari BSM Pusat. Dalam Gathering Ke-13 BSM di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/12/2012), Agus dianugerahi piagam penghargaan.

”Alhamdulillah, saya tidak mengambilnya karena tidak barokah. Itu bukan rezeki halal kalau saya ambil,” kata Agus kepada Kompas, dengan suara bergetar, mata berlinang, tetapi terpancar aura kebahagiaan.

Agus merasa cukup bahagia bekerja sebagai pegawai rendah dalam manajemen Koperasi Karyawan BSM dengan penempatan di KCP Kalimalang.

"Tidak apa-apa saya jadi pesuruh, yang penting hasilnya halal,” katanya.

Penghasilannya sekitar Rp 2,9 per bulan ia syukuri karena bisa menghidupi istri, Elis Nurjamilah (34), dan ketiga anaknya, Hilman Faturrahman (13), Gina Fatimah Zahroh (8), dan Syifa Robiatul Adawiyah (3). Agus dan Elis menikah pada 1999.

Memungut sampah

Kejadian berawal saat Agus hendak memunguti sampah. Saat itu bulan puasa, tepatnya 4 Agustus 2011 pukul 17.30. Pegawai BSM KCP Kalimalang sudah pulang, kecuali Agus dan seorang petugas satpam.

Ia menemukan 10 bundel uang berada di lantai, menumpuk di belakang tempat sampah bagian teller. Uang itu tidak terbungkus apa pun.

Tanpa banyak pikir, Agus langsung berteriak memanggil petugas satpam dan menyerahkan seluruh uang yang ditemukannya itu. Agus dan petugas satpam lalu menghubungi staf dan pimpinan KCP yang lantas tergopoh-gopoh datang.

Uang temuan Agus itu dihitung ulang, dan tepat Rp 100 juta, pembukuan dicek ulang dan ternyata ada kekeliruan. Uang itu bukan milik nasabah, melainkan milik BSM yang tergeletak karena keteledoran bagian teller dan untungnya diselamatkan oleh Agus.

Sebelum mengabdi di BSM, Agus bekerja sebagai pegawai rendah berstatus alih daya pada Usaha Gedung Bank Dagang Negara di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Dia mulai bekerja setelah menamatkan pendidikan di SMEA Pusaka Nusantara 1 Jakarta Timur atas bantuan ayahanda yang juga pegawai rendah di Usaha Gedung Bank Dagang Negara.

Sebelum bekerja di kantor, Agus mengaku pernah menjadi tenaga pencuci piring dan penjual nasi goreng. Ia juga pernah bekerja sebagai pencuci gelas bekas minuman jamu di Klender, Jakarta Timur.

Saat di SMEA, Agus juga pernah berjualan air minum dalam kemasan dan mengecer dompet di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

”Saya juga pernah ditendang satpol PP, tetapi itulah hidup. Saya jualan di Asrama Haji dengan harapan suatu saat bisa seberuntung mereka, naik haji,” katanya.

Sederhana

Kini Agus dan keluarga menghuni rumah petak sederhana pemberian orangtua di Kampung Curug Raya, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. ”Maaf, rumah kami kecil,” kata Elis saat ditemui, Selasa (18/12/2012).

Pagi itu Elis sedang mencuci baju di depan rumahnya. Anaknya, Hilman, bersekolah, sedangkan Gina menikmati nasi goreng, duduk di samping Syifa yang terbaring.

Ketika ditanya apakah ia pernah mendapat cerita bahwa suaminya menemukan uang banyak tetapi mengembalikannya, Elis pun hanya tersenyum dan mengangguk. Baginya, tindakan Agus adalah kebahagiaan.

”Sebenarnya apa yang dilakukan suami saya itu biasa. Masa sih layak diberitakan ke publik,” kata Elis yang sehari-hari juga menjadi guru mengaji sukarela anak-anak di Mushala Al-Misaniyah di seberang rumah.

Elis memang mengenal Agus sebagai sosok lelaki yang polos, jujur, dan taat beribadah. Sang suami adalah lelaki yang sabar, penyayang saudara, dan rela berkorban.

Sepengetahuannya, selepas SMEA pun Agus menolak kuliah demi meringankan beban ekonomi keluarga dan mendorong adik-adiknya berpendidikan lebih tinggi.

Kini Elis dan Agus pun masih menyimpan ambisi untuk menempuh pendidikan lanjutan. Mereka hanya bercita-cita bisa menyekolahkan anak-anak mereka setinggi-tingginya sebagai bekal hidup kelak.

”Kami pasti akan banting tulang demi memastikan pendidikan anak-anak terpenuhi,” katanya.

Impian Agus dan Elis kini adalah menunaikan ibadah haji. ”Semoga, sebelum dipanggil Allah, kami bisa menunaikannya,” kata Elis.

Spoiler for Sumber:


Ternyata masi ada orang jujur emoticon-thumbsup
saya yakin istri pak agus merupakan orang hebat... pak agus dan bu euis akan menghasilkan generasi yg hebat juga... ini kisah inspiratif... pak agus harus mendapatkan penghargasn yg tinggi dari kaskus...
untung agus yang nemuin uang itu, kalo ts yang nemuin, pasti pura-pura bego. bener kan?
klo gw yg nemuin kemungkinan besar bakalan "khilaf..." emoticon-Hammer emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Malu (S)
Subhanallah ,alhamdulillah masih ada orang jujur seperti itu gan ,semoga hatinya para pejabat negara itu tersentuh
Sebentar lagi kejujuran si doi dipake buat kepentingan pilkada oleh para koruptor2 itu,,,
Quote:Ia menemukan 10 bundel uang berada di lantai, menumpuk di belakang tempat sampah bagian teller. Uang itu tidak terbungkus apa pun.

heran jg apakah pada saat closing tidak terdeteksi oleh head teller dan kepala cabangnya kalao ada selisih ?

masih di dalam premise bank, masih di sekitar counter teller
kalau pun diambil mungkin akan tertangkap cctv
kalaupun tidak tertangkap cctv pasti akan ada audit internal yg turun utk memeriksa semua pegawai di sekitar situ

bagaimanapun tetap salut
kejujuran sudah sangat mahal
sehingga hal yg memang seharusnya dilakukan pun menjadi sesuatu yg sangat langka

emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By imansyah
untung agus yang nemuin uang itu, kalo ts yang nemuin, pasti pura-pura bego. bener kan?


HAhahahah ,,,, emoticon-Ngakak bener" ...
Bokap ane juga masih menganut kejujuran hidup kok gan emoticon-Embarrassment

Baca aja dimari
(HT tgl 09/12/2012) Bokap ane pelatih timnas

Mercedes Benz resmi for sale kaskus official thread by Fendi Sinatra
Mungkin lebik baik apabila orang spt Bpk Agus dikasi beasiawa/dikuliahkan selanjutnya diberi prioritas untuk dipromosikan buat jabatan yg lebih tinggi selain uang dan sertifikat saja..
Jarang jarang loh orang gk khilaf nemu duit segitu..
wong jujur rejeki lancar ... semoga emoticon-Embarrassment
luar biasa...
cendol untuk mas Agus
orang jujur itu jelas masih ada gan,cuma "jarang" aja,
nice thread gan!! emoticon-Cendol (S)emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-I Love Kaskus (S)
kebanyakan yg ga punya jabatan apa2 yg jujur
tp yg jd pejabat publik kebanyakan ga jujur

salut buat agus yang suka bubur
saya juga suka bubur emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By bojogpunyah
Mungkin lebik baik apabila orang spt Bpk Agus dikasi beasiawa/dikuliahkan selanjutnya diberi prioritas untuk dipromosikan buat jabatan yg lebih tinggi selain uang dan sertifikat saja..
Jarang jarang loh orang gk khilaf nemu duit segitu..


gak usah jauh2 dululah, angkat aja dulu jadi pegawai TETAP disitu, berhubung menurut berita doi masih pegawai OUTSOURCING emoticon-Embarrassment

btw
Quote:Penghasilannya sekitar Rp 2,9 per bulan ia syukuri karena bisa menghidupi istri, Elis Nurjamilah (34), dan ketiga anaknya, Hilman Faturrahman (13), Gina Fatimah Zahroh (8), dan Syifa Robiatul Adawiyah (3). Agus dan Elis menikah pada 1999.

yang diterima aja dah segitu, REAL yg diterima ma perusahaan outsourcing-nya brapa ya ? emoticon-Bingung (S)
kagak ada yang menyinggung agama si pelaku nih...biasanya trit kriminal pasti ada yang menyinggung agama sipelaku
Kok satu kantor ga ada yg ngeh ya?

yg jelas pegawai macam beliau sangat layak di apresiasi
Quote:Original Posted By bojogpunyah
Mungkin lebik baik apabila orang spt Bpk Agus dikasi beasiawa/dikuliahkan selanjutnya diberi prioritas untuk dipromosikan buat jabatan yg lebih tinggi selain uang dan sertifikat saja..
Jarang jarang loh orang gk khilaf nemu duit segitu..


sangat setuju sama agan diatas ...... kejujuran barang yg sangat mahal skrg malah gak ada nilainyaemoticon-Jempol
semoga kehidupannya penuh berkat
terharu ane gan bacanya .. semoga pak agus dijabah doanya oleh allah swt untuk naek haji .. amin ..
niat baik akan mendapatkan hasil yg baik pula .. keteladanan yg patut ditiru
×