alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Mengapa perlu kuliah S2 atau S3?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d14b951c76088b06000014/mengapa-perlu-kuliah-s2-atau-s3

Mengapa perlu kuliah S2 atau S3?

Tampilkan isi Thread
Halaman 69 dari 72
Quote:

FG=Fresh graduate..orang yang baru lulus gtu emoticon-Embarrassment

ga hanya PNS, BUMN juga terkadang gitu klo d level tertentu kudu ada yang S2 kok emoticon-Big Grin
tapi gag enaknya s2 g bisa milih klo dari perusahaan emoticon-Ngakak (S)

enaknya yh gratis gaji tetep masuk plus biaya hidup masih d cover sma perusahaanemoticon-Cool

temenku malah ada umur 26 th lagi ambil studi s3 loh emoticon-Roll Eyes (Sarcastic):


Quote:


Sekarang sudah gak jarang mahasiswa S3 muda, sekarang kan mahasiswa bisa langsung kuliah S3 setelah lulus S1 jika IPK S1 diatas 3,75.

Masalahnya adalah banyak yang kuliah S3 molor sampai 7+ tahun karena belum siap, dan tingkat drop out S3 juga sangat tinggi bisa sampai 30%-50%: http://www.gradschools.com/get-infor...e-drop-out-phd

Om ane kuliah S3 teknik sipil di undip sudah 9 tahun belum kelar2, padahal dia sudah pengalaman jadi dosen teknik sipil di undip selama 20 tahun. Sekarang dia sudah males2an kuliahnya, mau di drop out juga gak apa2. Yang bikin susah S3 itu disertasinya, karena harus menciptakan penemuan baru.
klo guru bimbel ane aih dia sarjana cuman mau ngambil titel doang gan..
penting bgt gan. selain karena ingin lbh spesifik mempelejari sesuatu, kalo untuk keperluan dunia kerja menurut abe orang yg kuliah S2 disebabkan oleh inflasi pendidikan emoticon-Big Grin
Quote:




suka banget bagian trakirnya...emoticon-Salam Kenal

ANE bah kan belun kuliahemoticon-Sorry

tetap teguh, di umur jejak 21 nanti bakalan mulai kuliah emoticon-Mewek
Quote:


setuju gan,,, titel n ijazah bisa dibeli,, kalo ilmu mah kagak bisa
Quote:


boleh juga datanya agan emoticon-Matabelo
tergantung ingin jadi apa, kalau ingin jadi dosen harus s2 pendidikan minimalnya, klo cuma s1 cuma bisa ngajar diploma. itu aturan di Indonesia. tapi penting sekali kita gak cuma dapat titel dan pekerjaan tapi juga mampu untuk menjadi being. harus bisa bedakan antara doing dan being, kalau kita bener2 menjadi profesi yang kita inginkan, kita artinya being, klo cuma sekedar kerja atau melakukan artinya kita cuma doing
kuliah ga kuliah, kita yg menentukan masa depan kita sendiri.
kalo males berarti kaga mau punya masa depan.

itu aja dah bre emoticon-Ngakak
ga ada uangnya gan hahaha..
kerja dlu abis S1 kalau ada prospek buat S2 ambil lah
Cari jodoh gans emoticon-Ngakak
Ane cuman punya 2 gelar doang tapi nga ke pake sama bidang yg ane gelutin sekarang emoticon-Frown jurusan bukan jaminan untuk stuck. Yg penting usaha apa aja. Berdoa dan kerja keras. Ke jenjang S2 ane udah kelar..



Tinggal nimatin hidup di umur 31 ini..kuliah itu penting karena untuk bekal kita dimasa depan
emoticon-Cool
Quote:



ga serta merta seperti itu gan, dengan punya gelar s2 lantas bisa menyisihkan calon dari s1, setiap perusahaan punya rules sendiri buat merekrut karyawan, setiap gelar itu punya scopenya sendiri, lulusan s1 ya ditempatkan di bagian s1, lulusan s2 ga mungkin ditempatkan di bagian s1. contohnya pln, buat lowongan d3 ga bisa diisi pelamar dari s1. banyak faktor yang mempengaruhi contohnya effisiensi
Quote:


Sebenarnya bisa sih, di persyaratan lowongan pekerjaan kan disebutin "minimal S1", bukan "maksimal S1"

Bagian S1 tidak bisa ditempati lulusan S2 karena perusahaan tidak mau menggaji lebih tinggi. Lulusan fresh graduate S2 pasti minta gaji lebih tinggi jika ditempati di bidang yang sama dengan lulusan fresh graduate S1 karena mereka sudah sekolah lebih lama. Lulusan S1 biasanya lebih pasrah terhadap gaji kecil.

Selain itu pengetahuan lulusan S2 itu lebih spesialis dibanding pengetahuan S1 yang lebih generalis. Misal, beberapa (tidak semua) lulusan S2 Fisika yang mendalami Astronomi mungkin sudah lupa dengan bidang Fisika lain saat S1 seperti Elektronika. Sedangkan beberapa perusahaan membutuhkan pegawai dengan ilmu yang lebih luas ketimbang pegawai dengan ilmu spesialis yang hanya tahu satu bidang saja.

Jika lulusan S2 tersebut tidak meminta gaji tinggi-tinggi dan bisa membutktikan bahwa mereka masih menguasai ilmu seluas lulusan S1 pasti diterima kerja di bagian S1, dan ijazah S2 tersebut menjadi nilai plus.

Ane pernah denger di kampus ane ada lulusan yang punya IPK S1 4,0 tapi selalu ditolak ketika mendaftar di perusahaan-perusahaan kecil. Manajer2 perusahaan tersebut katanya takut tidak mampu menggajinya tinggi-tinggi, mereka lebih memilih lulusan S1 dengan IPK biasa-biasa karena biasanya tidak ambisius terhadap gaji. Padahal dia mau bekerja biasa-biasa saja dengan gaji secukupnya.
Buat yang mau kuliah sampai S3 hati-hati dengan overqualification.

Banyak lulusan S3 IPK cum laude yang menganggur sulit mencari kerja karena banyak perusahaan yang takut merekrutnya, karena mereka biasanya:
- Meminta gaji super tinggi. Mereka biasanya tidak bersyukur dgn gaji pas2an seperti lulusan S1 lainnya.
- Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk sekolah ketimbang mencari pengalaman kerja.
- Pengetahuannya terlalu spesialis. Perusahaan mencari seorang spesialis, tapi bukan "super-spesialis".
- Spesialisasi pengetahuannya tidak dibutuhkan perusahaan karena masih baru dan belum ada penerapannya.
- Perusahaan tidak membutuhkan kemampuan meneliti dan menulis paper yang diajarkan di S3.
- Manajer perusahaan takut suatu saat posisinya digantikan pegawai barunya yang lulusan S3 karena lebih pintar dari dia.

Jadi lulusan S3 IPK cum laude biasanya hanya laku mendaftar menjadi dosen di universitas top, atau bekerja di perusahaan high-tech seperti Google, Microsoft, IBM, NASA. Yang bisa bekerja di perusahaan high-tech pun biasanya lulusan saintek saja.
Diubah oleh bujanglapuk.
Quote:


tergantung perusahaanya gan, kalo perusahaan multinasional dia lebih mengedepankan effisiensi, apalagi lulusan fresh graduate, buat apa bayar mahal pekerja lulusan s2 kalo bisa ditangani lulusan s1 yang gajinya lebih rendah? kalo memang lulusan s2 tersebut mau kerja di bidang s1, ya gajinya sama dengan lulusan s1 yang lain. itu rata rata sudah diterapkan oleh perusahaan multinasional, bisa di check lowongan indonesia power, chevron, pertamina.

kalau ada lowongan untuk minimal s1 dan s2 bisa masuk, biasanya kualifikasi buat yang sudah punya pengalaman, jarang sekali buat fg
wah trims gan udah dibikini thread kayak ini. jujur ane masih galau gan mau ngelanjutin s2 atau kagak. Kalo ortu pengennya ngelanjutin s2 biar gak nganggur, tap ane sadar kalo s2 pun butuh fulus juga.emoticon-Jempol
ane anak komputer tp kerja lebih elektro, kira-kira bagus gak kalo disambi mendalami S2 elektro..?
Quote:


ane lulusan elektro, tapi fokus ke iT
ilmu elektro udah nol..

elektro S1 kan banyak bidangnya, kenapa ga ngambil sesuai bidang?
Halaman 69 dari 72


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di