alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d082a8542acf9825000010/anda-seorang-wirausaha-cermati-data-baru-ini
Anda Seorang Wirausaha cermati data baru ini.....

5 Fakta Ekonomi Indonesia Versi Bayu Krisnamurthi
Kamis, 08 November 2012 | 14:20 WIB

Anda Seorang Wirausaha cermati data baru ini.....

TEMPO.CO, Jember - Saat membuka acara Simposium Nasional "Ekonomi Kopi" di Universitas Jember, Kamis, 8 November 2012, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi melontarkan lima fakta yang menurut dia bisa menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia. "Saya menyebutnya "lima angka lima" yang patut kita cermati dalam dinamika ekonomi kita," katanya.

Pertama, menurut Bayu, ada 50 juta orang Indonesia yang diidentifikasi sebagai anggota kelas konsumen. Mereka adalah orang-orang yang memiliki daya beli hingga Rp 20 juta per bulan untuk segala macam kebutuhan hidup, seperti makanan, minuman, dan barang-barang fashion. Mereka selalu mencari dan membeli beragam barang dengan pertimbangan kebutuhan, kualitas, pelayanan, dan gengsi. "Kelompok ini besarnya dua kali Malaysia, dua kali Australia, dan sepuluh kali Singapura," katanya.

Kedua, ada Rp 5.000 triliun uang yang dipakai warga membeli kebutuhan sandang, pangan, dan papan setiap tahun. Sekitar Rp 3.000 triliun dipakai membeli makanan dan minuman. "Mereka tidak mau monoton, selalu ingin mencoba yang baru," katanya.

Ketiga, ada 53 persen penduduk Indonesia yang tinggal di kota. Mayoritas dari mereka adalah konsumen, bukan produsen pangan. Keempat, ada 52 kota di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi-sosial yang tinggi. "Di Jawa Timur, yang termasuk adalah Malang, Kediri, Jember, Banyuwangi, dan Blitar. Kota kedua yang menjadi sasaran pasar dunia," katanya.

Kelima, ada 54 jenis barang yang menjadi fokus kebutuhan rakyat Indonesia. Yang dominan, kata Bayu, adalah kebutuhan makanan, minuman, pakaian, dan kosmetik.

"Lima angka itu menjadi indikasi penting akan begitu besarnya potensi pasar Indonesia yang terus diburu produsen dari luar negeri. Dan ini yang harus kita benahi agar bisa memperkuat ekonomi, salah satunya menekan impor,"kata dia.

Indonesia, kata Bayu, perlu menumbuhkan industri intermediate atau industri bahan dan bahan penolong agar angka impor tak lagi besar. Apalagi saat ini impor bahan baku lebih besar daripada impor barang konsumsi. "Pertumbuhan impor barang konsumsi kita hanya 0,6 persen. Tapi pertumbuhan impor bahan baku dan bahan penolong mencapai 10-15 persen," katanya.

Kondisi itu berarti masyarakat Indonesia sudah mulai bergeser, dari menggunakan barang konsumsi impor ke barang produksi dalam negeri. Namun, tren positif ini tidak diikuti tren serupa dalam proses produksi.

moga bermanfaat gan
Khoontol cermati ini dulu ,

Anda Seorang Wirausaha cermati data baru ini.....

Sambil nunggu sumber britanya.
Quote:Original Posted By Khoontol
Khoontol cermati ini dulu ,

Anda Seorang Wirausaha cermati data baru ini.....

Sambil nunggu sumber britanya.



kok yang tadi dibanned kenapa ya om khoonthol
uwow.. isee isee emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By Khoontol
Khoontol cermati ini dulu ,

Anda Seorang Wirausaha cermati data baru ini.....

Sambil nunggu sumber britanya.


idem sama pak lik khoontol...emoticon-Cool
Quote:Original Posted By fahrezza


kok yang tadi dibanned kenapa ya om khoonthol


Yaaa ... , nggak taulah. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Khoontol


Yaaa ... , nggak taulah. emoticon-Big Grin



maklum om..ane newbie gak tahu..emoticon-Sorry
ijin picnya aku ganti punya om khonthool lagi ya...itu pic asli diberitanya soalnya
pasar sih dari dulu juga udah jelas baik lokal maupun eksport, yg jadi masalah stimulus "insentif" kenyamanan apa yg di berikan pemerintah untuk yg berwira usaha, gileeee ditempat gw aja seminggu banyak korps pengemis 3-4 warna baju, belum lagi di jalan dari mulai ngambil material sampe jual bahan jadi tiap hari pasti ada cost sedekah emoticon-Cape d... (S)

jgn cuma analisa dan solusi pasar, tapi solving dong hal2 yg mengganggu margin provit
ane menyimak dulu gan
info oke, ditunggu analisa dan sumber info, thanks TS
Quote:Original Posted By Djendral.Bokir
pasar sih dari dulu juga udah jelas baik lokal maupun eksport, yg jadi masalah stimulus "insentif" kenyamanan apa yg di berikan pemerintah untuk yg berwira usaha, gileeee ditempat gw aja seminggu banyak korps pengemis 3-4 warna baju, belum lagi di jalan dari mulai ngambil material sampe jual bahan jadi tiap hari pasti ada cost sedekah emoticon-Cape d... (S)

jgn cuma analisa dan solusi pasar, tapi solving dong hal2 yg mengganggu margin provit


kalau bisnis online "sementara ini" bebas pungli gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kanataqueen


kalau bisnis online "sementara ini" bebas pungli gan emoticon-Big Grin



yaudah nanti PJR, DLLAJR gw suruh keliling di portal2 OL ya. biar lu juga kebagian kasih sedekah mereka emoticon-Big Grin
Good info, peluang ane masih sangat besar.
kudu lebih berusaha nih

emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
segitu konsumtifnya negara berkembang kayak indoneisa yah
bermanfaat ganemoticon-Add Friend (S)
jika yang ada di trit itu benar, maka poin-poin penting versi pengusaha antara lain:

- cukup berbisnis dagang, jangan pernah buka pabrik dengan banyak tenaga kerja
- kalaupun berdagang, batasi saja pada barang konsumsi, pasarnya masih luas
- untuk kerugian yang berlarut-larut, .... pabrik/investasi yang sudah telanjur dibangun/ditanam perlu dipertimbangkan kemungkinannya untuk dipindahkan karena urusannya ribed, terutama soal tenaga kerja, ... padahal belum tentu untung, ....

dan pusat kegiatan ekonomi di Indonesia adalah waktu LEBARAN, dimana hampir setiap orang membelanjakan uangnya... emoticon-Ngakak
yg paling dimanja, pemain sektor migas..
makanya kudu setooor..setooor gw dah g bs bobol bak lageee buat pemilu, ok bakal "peksa" dgn berbagai cara biar konsumen kudu pake pertamax :shutup
emoticon-Ngakak

ane wirausaha gan, ane cermati ini dulu...
bbrp sektor emg udh naik prosentase nya.
tggl nunggu peluang aja baru maju.
×