alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50d017226312434f2a000079/brp-gelar-yg-agan-miliki-orang-ini-punya-19-gelar-akademik-amp-professional
[brp gelar yg agan miliki?] orang ini punya 19 gelar akademik & professional

[brp gelar yg agan miliki?] orang ini punya 19 gelar akademik & professional

Quote:Hitung sebentar gelar di belakang nama Anda? Satu, dua, atau tiga? Buat Welin Kusuma, gelarnya tidak cukup jika dihitung dengan sepuluh jari tangan. Pasalnya, dia punya 18 gelar akademis dan profesi. Dia butuh waktu 13 tahun untuk mengumpulkan gelar-gelar itu di berbagai kampus di Surabaya.

Welin Kusuma, 31, mengeluarkan satu per satu ijazah dari dalam tas ranselnya. Saat ditata di atas meja, tinggi tumpukan ijazah itu hampir sejengkal. Maklum, pria asal Kendari tersebut memiliki 18 gelar akademis dan profesi. Rinciannya, dia menyandang delapan gelar sarjana, tiga gelar magister, dan tujuh gelar profesi.

”Ini salinan sertifikat Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) yang saya dapatkan April lalu,” tutur Welin yang ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin (12/10). Pada penghargaan itu, tertulis nama Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP. Saking panjangnya gelar yang menyertai, nama tersebut sampai ditulis dalam tiga baris.

Welin telah mengurutkan gelar-gelar tersebut sesuai dengan periode pendidikan yang ditempuhnya mulai 1999– 2012. Setelah lulus dari SMAN 1 Kendari, dia langsung melanjutkan ke jurusan teknik industri di Ubaya pada 1999. Lima tahun kemudian, dia mendapatkan gelar sarjana teknik (ST) pada 2004.

Saat semester lima di jurusan teknik industri atau pada 2001, Welin mengambil jurusan ekonomi manajemen di STIE Urip Sumoharjo. Pada 2002 dia mengikuti perkuliahan di jurusan ilmu hukum Unair dan jurusan administrasi negara di Universitas Terbuka (UT). Seolah haus dengan dunia pendidikan, pada tahun yang sama Welin mengambil jurusan teknik informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).

”Pada 2003 saya mengambil jurusan sastra Inggris di UK Petra,” tutur pria kelahiran Makassar itu. Dia juga menempuh pendidikan S-1 di Universitas Terbuka pada jurusan administrasi publik dan statistik.

Pendidikan magister teknik industri ditempuhnya di ITS pada 2004. Welin kemudian meraih gelar magister sains manajemen (MSM) dan magister kenotariatan (MKn) di Universitas Airlangga (Unair). Pria 31 tahun tersebut sengaja mengambil program magister di perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu.

Pendidikan profesi yang pernah dia dapatkan adalah registered financial planner Indonesia (RFP-I), certified professional in brand development (CPBD), certified professional in product management (CPPM), certified financial planner (CFP), affiliate wealth manager (AffWM), bersertifikat konsultan pajak (BKP), qualified wealth planner (QWP), dan certified professional human resource (CPHR). ”Gelar profesi itu berkaitan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan,” urainya.

Selama menjalani pendidikan tersebut hampir tiap tahun, dia menempuh sampai seratus SKS tiap pekan. Bahkan, dia pernah menempuh 111 SKS dalam satu semester genap pada periode Februari–Agustus 2003. Saat itu Welin menempuh kuliah di lima jurusan S-1 sekaligus. Yakni, teknik industri Ubaya (9 mata kuliah/MK-24 SKS), ekonomi manajemen STIE Urip Sumoharjo (4 MK-11 SKS), administrasi negara UT (10 MK-28 SKS), teknik informatika STTS (9 MK-25 SKS), dan hukum Unair (7 MK-23 SKS).

Welin memperoleh rekor Muri yang kedua atas 111 SKS yang ditempuhnya. Penghargaan tersebut dia dapatkan pada Agustus lalu. Dia menuturkan, setiap hari dirinya mengikuti kuliah mulai pukul 07.00 dan baru selesai pada pukul 22.00. Bahkan, pada Sabtu dan Minggu dia juga mengambil kuliah. Misalnya, jurusan ilmu hukum di Unair yang dia tempuh di kelas ekstensi.

Padatnya jadwal kuliah itu membuat dia pontang-panting dari satu kampus ke kampus lain. Bahkan, dia harus pintar-pintar menyesuaikan jadwal perkuliahan pada satu jurusan agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah di jurusan lain. ”Saya sediakan buku khusus untuk mencatat jadwal kuliah agar lebih cermat,” tutur pria berkacamata tersebut.

Namun, sepandai-pandainya mengatur jadwal, anak kedua di antara tiga bersaudara itu menemui jadwal yang benar-benar mepet. Saat itu, pada 2003, dia mengambil kuliah di jurusan sastra Inggris UK Petra dan teknik komputer STTS. Di UK Petra ada jam kuliah mulai pukul 13.30–15.30. Pada hari yang sama di STTS dia harus mengikuti kuliah pada pukul 15.00–18.00.

Dengan terpaksa Welin harus izin untuk keluar kelas dari perkuliahan UK Petra pada pukul 15.00. Dia pun memacu kendaraannya dari Jalan Siwalankerto untuk segera mengikuti kuliah di STTS, Jalan Ngagel Jaya Tengah. Dia baru bisa masuk ke dalam kelas itu pukul 15.35. Karena batas toleransi keterlambatan hanya 30 menit, dia tidak diperkenankan masuk ruang kuliah. ”Selama satu semester itu saya terlambat empat kali. Untung, masih batas toleransi,” tuturnya.

Lantaran kuliah di beberapa tempat yang berbeda, Welin beberapa kali bertemu dengan dosen yang sama. Dosen tersebut memang mengajar di dua kampus berbeda. ”Dosen itu jadi ingat terus sama saya,” ceritanya lantas tertawa.

Anak pasangan Onny Kusuma-Sisilia Chandra tersebut telah menuntaskan semua pendidikan yang dia tempuh. Terakhir, dia baru saja menyelesaikan kuliah di jurusan teknik informatika STTS pada 2012. Itu pendidikan paling lama yang dia tempuh, yakni sepuluh tahun. Dia menuturkan, cukup sulit lulus dari STTS karena harus bisa membuat aplikasi yang bagus dan teruji. ”Saya memang tidak mau main-main dengan tugas akhir saya. Harus bagus,” tegasnya.

Dia pernah mendapatkan surat peringatan akan dikeluarkan dari STTS karena tak segera menyelesaikan studi. Surat yang sama pada awal 2011 itu juga dia terima saat menempuh pendidikan magister sains manajemen di Unair. Namun, akhirnya Welin berhasil menyelesaikan studi di magister sains manajemen pada September 2011. Di STTS dia telah yudisium pada Februari lalu. ”Waktu dapat surat peringatan DO (drop out, Red) itu, saya sempat down. Pusing,” ucapnya.

Welin mengungkapkan, minatnya untuk menempuh aneka pendidikan tersebut didorong keinginan untuk menjadi konsultan. Cita-cita itu telah muncul sejak kecil. ”Konsultan apa? Hmmm, konsultan yang terintegrasi,” tuturnya.

Dalam bayangannya, seorang konsultan terintegrasi bisa memberikan pandangan dari banyak perspektif. Mulai hukum, ekonomi, hingga keuangan. Saat ini dia menjadi konsultan pajak lantaran punya gelar BKP.

Namun, pekerjaan resmi yang dia tekuni sekarang adalah bidang sistem informasi pada sebuah perusahaan di kawasan Rungkut Industri. Welin mengaku pernah pula bekerja di bidang properti dan perbankan. ”Dari bekerja itu pula biaya pendidikan saya tanggung sendiri,” ucapnya. Dia membiayai sendiri sebagian besar pendidikan yang dia tempuh sejak 2004.

Setelah 13 tahun menempuh pendidikan dan mendapatkan 18 gelar itu, Welin berencana menempuh pendidikan lagi. Dia ingin mengambil program doktoral. Namun, sama dengan tahapan pendidikan di tingkat sarjana dan magister, Welin tak mau main-main dengan kampus yang dipilih. ”Mau cari yang negeri atau yang bagus. Tetapi, saya masih menyesuaikan jadwal kerja,” katanya.

Sebenarnya, dia baru saja memperoleh gelar profesi CPHR (certified professional human resource). Jadi, bisa dibilang gelar Welin kini menjadi 19 buah. ”Saya ingin berbagi dengan orang lain. Mungkin semacam memberikan motivasi,” terangnya.


http://www.uniknih.com/2012/11/unik-...ang-punya.html


S-1
Sarjana Teknik Industri (S.T., Ubaya),
Sarjana Ekonomi Manajemen (S.E., STIEUS),
Sarjana Sosial Administrasi Niaga (S.Sos.,UT),
Sarjana Hukum (S.H., Unair),
Sarjana Komputer Teknik Informatika (S.Kom., STTS),
Sarjana Sastra Inggris (S.S., Petra),
Sarjana Administrasi Publik (S.AP., UT),
Sarjana Statistika (S.Stat., UT)

S-2
Magister Teknik Industri (M.T., ITS),
Magister Sains Manajemen (M.S.M., Unair), and
Magister Kenotariatan (M.Kn., Unair).

Gelar Profesi
Registered Financial Planner Indonesia (RFP-I),
Certified Professional in Brand Development (CPBD),
Certified Professional in Product Management (CPPM),
Certified Financial Planner (CFP®),
Affiliate Wealth Manager (Aff.WM),
Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP),
Qualified Wealth Planner (QWP™),
and Certified Professional Human Resource (CPHR®).

Obtaining Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) license.
Passing Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE),
Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) & Wakil Manajer Investasi (WMI)

exams, Advocate Examination of PERADI & KAI and
Ujian Sertifikat Konsultan Pajak (USKP) Brevet A.

Nah, buat agan yang masih sekolah atau kuliah, silakan contoh anak muda ini. Ia telah menunjukkan bahwa sekolah itu penting dan ilmu pengetahuan akan mengantarkanmu kepada masa depan yang lebih cerah. Selamat meraih bintangmu!!!


Quote:Original Posted By aSAPlover

S-1
Sarjana Teknik Industri (S.T., Ubaya),
Sarjana Ekonomi Manajemen (S.E., STIEUS),
Sarjana Sosial Administrasi Niaga (S.Sos.,UT),
Sarjana Hukum (S.H., Unair),
Sarjana Komputer Teknik Informatika (S.Kom., STTS),
Sarjana Sastra Inggris (S.S., Petra),
Sarjana Administrasi Publik (S.AP., UT),
Sarjana Statistika (S.Stat., UT)

S-2
Magister Teknik Industri (M.T., ITS),
Magister Sains Manajemen (M.S.M., Unair), and
Magister Kenotariatan (M.Kn., Unair).

Gelar Profesi
Registered Financial Planner Indonesia (RFP-I),
Certified Professional in Brand Development (CPBD),
Certified Professional in Product Management (CPPM),
Certified Financial Planner (CFP®),
Affiliate Wealth Manager (Aff.WM),
Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP),
Qualified Wealth Planner (QWP™),
and Certified Professional Human Resource (CPHR®).

Obtaining Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) license.
Passing Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE),
Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) & Wakil Manajer Investasi (WMI)

exams, Advocate Examination of PERADI & KAI and
Ujian Sertifikat Konsultan Pajak (USKP) Brevet A.

Nah, buat agan yang masih sekolah atau kuliah, silakan contoh anak muda ini. Ia telah menunjukkan bahwa sekolah itu penting dan ilmu pengetahuan akan mengantarkanmu kepada masa depan yang lebih cerah. Selamat meraih bintangmu!!!




Yup setuju, sekolah itu penting. Tapi ada yang jauh lebih penting lagi menurut ane (dengan tidak memandang remeh sekolah dan ijazah) adalah network. Agan mau jadi orang kantoran, ataupun mau jadi pengusaha, yang jauh lebih penting adalah perluas Network. Kalau dalam Islam ada Hadits yang mengatakan, memperpanjang tali silaturahim akan memperlancar rejeki
gokil nih org brp duit nih dia perguruan tinggi bertahun tahun
biasae yg ginian = kuper emoticon-Hammer2

*coba tanyain ada cewnya ga? emoticon-Ngacir
Bused dah .... Recommended buat calon mantu ... emoticon-Big Grin

salutttt..

Salut ane ama ini orang..
Tetapi pertanyaan terakhir, berapakah penghasilan doi..
Semoga 19 kali lipat dari penghasilan S1..
dengan gelar yang segitu banyak di umur 30 tahunan. zuper zekali emoticon-Big Grin

tapi, sampai sekarang apa kontribusinya buat bangsa? selain sertipikat yang sampai sejengkal itu emoticon-Big Grin

yang gw pengen liat ntar itu kartunama-nya seukuran apa, trus ktp-nya gimana

emoticon-Ngakak
otaknya multitasking.

Salut deh.
Quote:Original Posted By Sky.Doesnt.Hear
Bused dah .... Recommended buat calon mantu ... emoticon-Big Grin


sekarang bukan ijazah gan tolak ukurnya,
tapi surat tanah ama slip gaji
mau donk otaknya ane cloning emoticon-Big Grin
menikmati belajar dia emoticon-EEK!
buset, ga' pusing tuh tiap hari belajar, trus ngatur jadwalnya gimana ya...?
bnyk bnget gelarnya, tuh semua buat apa aje yaaaa emoticon-Matabelo
Calon motivator handal nih..

Super sekali .. emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By nitch.wang
biasae yg ginian = kuper emoticon-Hammer2

*coba tanyain ada cewnya ga? emoticon-Ngacir


emoticon-Ngakak betul banget gan.... percuma titel bejibun , tapi gak ada manfaatnya buat lingkungan sekitar... emoticon-Cape d... (S)
itu gelar segitu banyak nya bener apa gk tuch....kuat amat otak nya tu org belajar trz....emoticon-Ngakak
salut.. tapi menurut ane sih ini kebangetan hobi dengan pendidikan..
m
u
b
a
z
i
r
19 gelar emoticon-Matabelo

ane cuma ada satu yaitu Sdr. emoticon-Malu (S):
wow gila gimana caranya itu ya

keren dagh XD

ane cm pny gelar "ganteng" sich emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By aSAPlover



S-1
Sarjana Teknik Industri (S.T., Ubaya), minim sampe lulus 200 juta
Sarjana Ekonomi Manajemen (S.E., STIEUS),
Sarjana Sosial Administrasi Niaga (S.Sos.,UT),
Sarjana Hukum (S.H., Unair),
Sarjana Komputer Teknik Informatika (S.Kom., STTS), mungkin 1M
Sarjana Sastra Inggris (S.S., Petra), minim sampe lulus 500-600 juta
Sarjana Administrasi Publik (S.AP., UT),
Sarjana Statistika (S.Stat., UT)

S-2
Magister Teknik Industri (M.T., ITS),
Magister Sains Manajemen (M.S.M., Unair), and
Magister Kenotariatan (M.Kn., Unair).

Gelar Profesi
Registered Financial Planner Indonesia (RFP-I),
Certified Professional in Brand Development (CPBD),
Certified Professional in Product Management (CPPM),
Certified Financial Planner (CFP®),
Affiliate Wealth Manager (Aff.WM),
Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP),
Qualified Wealth Planner (QWP™),
and Certified Professional Human Resource (CPHR®).

Obtaining Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) license.
Passing Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE),
Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) & Wakil Manajer Investasi (WMI)

exams, Advocate Examination of PERADI & KAI and
Ujian Sertifikat Konsultan Pajak (USKP) Brevet A.
[B]



emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
buka soal usaha ato tetek bengek. kadang orang kayak gini sibuk belajar ato kecanduan gelar. sampe sampe kerja gak mampu. type orang yang banyak pertimbangan.

BTW nih termasuk kesenjangan sosial juga. ORTUnya sugehh banget.
STTS, PETRA, UNAIR dan UBAYA tuh bukan kampus murah
4 kampus itu aja pasti Doi ngabisin duit 1 milyar lebih.
kalo emang punya jiwa wirausaha nih orang harusnya bisa buka lapangan kerja buat banyak orang

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
×