alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cfdfab0c75b4c15400006d/konsultasi-kecantikan-kulit-si-kaya-ini-juga-pakai-kartu-sehat
Konsultasi Kecantikan Kulit si Kaya Ini juga Pakai Kartu Sehat
Quote:TRIBUNNEWS.COM - Sebuah sedan mewah memasuki RS Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Seorang wanita berkaca mata gelap turun dan memasuki ruangan lantai 1 rumah sakit umum daerah di Jakarta Timur itu.

Kepada petugas keamanan, ia menanyakan, tempat pelayanan pengobatan gratis. Berbekal KTP, kartu keluarga, dan surat rujukan dari puskesmas, perempuan tersebut bermaksud memanfaatkan jasa pengobatan gratis yang diprogramkan Jokowi-Basuki.

"Pak, saya ingin konsultasi saja ke poli penyakit kulit. Soalnya saya takut kosmetik yang saya pakai tidak cocok, takut kulit wajah saya rusak," kata wanita itu kepada Kepala Humas RS Budhi Asih, Hamonangan Sirait.

Wanita itu tanpa jengah menunjukkan surat rujukan pengobatan gratis dari puskesmas yang dibawanya. Dia tahu, berbekal tanda pengenal DKI Jakarta, semua orang bisa mendapatkan layanan gratis di dua poliklinik rumah sakit.

"Begitulah, memang sangat mudah mendapatkan fasilitas gratis sekarang. Ya, namanya warga DKI, enggak yang kaya, enggak yang miskin, semuanya berhak dapat pengobatan gratis," kata Hamonangan kepada Kompas.com, Senin (17/12/2012).

Hamonangan menambahkan, peningkatan pasien terjadi akhir-akhir ini turut dipengaruhi kemudahan mendapatkan akses pengobatan gratis. Alhasil, banyak warga dari kalangan mampu yang ikut-ikutan memanfaatkan program pengobatan gratis ini. Padahal, sejak awal Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan bahwa layanan pengobatan gratis ini sebenarnya merupakan program prioritas bagi kalangan kurang mampu. Namun, tetap saja ada warga yang memanfaatkan situasi dengan mencoba pelayanan pengobatan gratis dengan bermodalkan KTP dan KK DKI. "Rujukan dari puskesmas tinggal diminta," ujar Hamonangan.

Warga kelas menengah ke atas yang memanfaatkan program tersebut biasanya enggan memanfaatkan jasa rawat inap. Itu dikarenakan pasien program gratis yang dirujuk ke rumah sakit hanya boleh menempati instalasi rawat inap kelas III, kecuali ada keadaan memaksa yang menyebabkan pasien bisa naik grade ke kelas di atasnya.

"Orang seperti ibu itu kan pasti enggak mau atau malu kalau dirawat di ruang kelas III. Jadi pasti pilihnya rawat jalan," kata Hamonangan.

Ia mengatakan, peningkatan yang terjadi pada layanan rawat jalan dari kalangan kelas menengah ke atas di RSUD Budhi Asih mencapai 20 persen per hari. Menurut Hamonangan, penggunaan KTP dan KK dilakukan untuk mempermudah prosedur pelayanan pengobatan gratis sebelum Kartu Jakarta Sehat dibagikan kepada warga yang berhak. Selama Kartu Jakarta Sehat (KJS) belum dibagikan kepada warga, pengurusan saat ini hanya mengandalkan dokumen warga, KTP dan KK. Ini berbeda dar program sebelumnya, yakni kartu Keluarga Miskin (Gakin) maupun Jaminan Kesehatan Daerah, yang menuntut inisiatif warga untuk memproses kartu tersebut.

"Kalau sekarang, ada yang sekadar coba-coba, ada yang penyakitnya sepele seperti pusing-pusing, ada juga yang karena ingin tahu aja, sebenarnya program ini seperti apa," kata Hamonangan.

Hal serupa dibenarkan Yuri Sumadi, Kepala Instalasi Pemasaran & Humas Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Menurut Yuri, banyak penyakit ringan yang sebenarnya bisa ditangani rumah sakit atau puskesmas, tapi akhirnya lolos hingga ke level RSUP karena prosedur mudah untuk mendapatkan layanan gratis. Tidak hanya itu, prioritas pada kalangan miskin juga akhirnya ikut dinikmati kaum berpunya.

"Kami minta puskesmas dan RSUD untuk lebih selektif dalam memberikan rujukan. Jangan sampai terlalu mudah memberikan rujukan dan pasien di sini ikut meningkat," kata Yuri.

Meski demikian, peningkatan yang terjadi masih bisa ditangani, baik oleh RSUD Budhi Asih maupun RSUP Fatmawati. Kedua pihak mengakui, masih mampu melayani pasien-pasien program pengobatan gratis yang mereka terima.


Sumber

Mulai serba salah, bikin ini salah, bikin itu salah. Jadi rindu masa-masa Orde Barunya Pak Harto. Siapa yang tidak setuju, tembak, siapa yang bandel, tembak, gak pake lama emoticon-Malu (S)

Demokrasi belum cocok di negara ini, karena masyarakatnya tidak disiplin, dan demokrasi hanya membuat negara ini semakin terpuruk emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:Original Posted By Swordz
Kalau mau di pikir2 kembali ya sebenernya sah2 aja.... Toh orang kaya / miskin semua bayar pajak koq... Uang dari pemda itu semua dari Pajak toh?

Memang secara etika sih rasanya tidak terlalu tepat kalau di manfaat kan untuk kosmetik doank... Saya rasa pembatasan kartu sehat lebih baik di adakan untuk bidang2 tertentu macem kosmetik....


Justru lebih banyak orang kaya yang bayar pajak daripada orang miskinnya emoticon-Ngakak (S)
karena itulah petugas rs nya juga hrus selektif
trus peraturan siapa yg berhak penerima gratisan juga jangan asal kasih aja
lah klo semuanya di kasi,,,sama aja boong,,,yg berhak terima malah gak kebagian emoticon-Hammer
jangan2 maen kasi2 aja karena takut di pecat2in emoticon-Hammer

nb:
klo ikutin cing harto,,, blom tentu juga ente bisa nulis bebas di sini, pengawasan pers ketat loh... emoticon-Malu (S)
ya nga papa, kan memang hak semua warga, itu warganya aja nga tau malu emoticon-Ngakak
Ya secara legal ibu tadi ndak salah. Tapi kalo dilihat dari segi etika kepatutan, ibu tadi punya problem serius dengan etika (yang dimiliki dirinya).

Yaa.. kita susah juga mau "memaksakan" suatu nilai etika kepada orang yang tidak punya etika..... emoticon-Malu
emang serba salah sih ngadepin orang2 kayak gitu,
tapi ini lebih baik dari pada masyarakat yg nggak mampu kagag menerima pelayanan kesehatan yg memadai
buat nanti2 kan bisa dibenahin lagi proses pendaftarannya biar bisa kesaring yg beneran nggak mampu.
Quote:Original Posted By .NoShade.
karena itulah petugas rs nya juga hrus selektif
trus peraturan siapa yg berhak penerima gratisan juga jangan asal kasih aja
lah klo semuanya di kasi,,,sama aja boong,,,yg berhak terima malah gak kebagian emoticon-Hammer
jangan2 maen kasi2 aja karena takut di pecat2in emoticon-Hammer

nb:
klo ikutin cing harto,,, blom tentu juga ente bisa nulis bebas di sini, pengawasan pers ketat loh... emoticon-Malu (S)


Masalahnya belum ada indikator untuk menentukan mana yang berhak dan mana yang tidak berhak, karena persyaratannya cuma KTP + KK emoticon-Big Grin

Kalo aturan Pak Harto masih berlaku ane gak perlu menghabiskan waktu untuk ngepost hal-hal seperti ini emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Joko.Wi
Ya secara legal ibu tadi ndak salah. Tapi kalo dilihat dari segi etika kepatutan, ibu tadi punya problem serius dengan etika (yang dimiliki dirinya).

Yaa.. kita susah juga mau "memaksakan" suatu nilai etika kepada orang yang tidak punya etika..... emoticon-Malu


nah kan sudah tau, jadi yg salah bukan programnya, yang make itu mah, kelewatan banget, setau ane juga yah, temen2 cewe ane emoticon-Malu (S) biasanya pergi ke dokter khusus gitu, nga ke RS emoticon-Bingung (S)
keserakahan manusia, gak punya malu. penyakit ini sedang mewabah di indonesia skrg emoticon-Cape d...
yg salah tuh yg make, programnya sih bagus ane blg. biarlah, kembali ke orgnya masing2... yg ptg tujuan prog ini tercapai dimana org2 tidak mampu bsa mendapatkan pelayanan kesehatan yg ga beribet dan tentunya bagus emoticon-Cendol (S)
Quote:Original Posted By modesta


nah kan sudah tau, jadi yg salah bukan programnya, yang make itu mah, kelewatan banget, setau ane juga yah, temen2 cewe ane emoticon-Malu (S) biasanya pergi ke dokter khusus gitu, nga ke RS emoticon-Bingung (S)


Kalau ada yang gratis untuk apa pilih yang bayar? Indonesia banget emoticon-Peace
Loh kalo menurut ane bukannya bagus ya ?? Berarti program jokowi bener2 jalan donk di masyarakat, tanpa liat orang kaya atau kurang mampu

Masa cuma orang kurang mampu aja yg nikmatin fasilitas, sedangkan yg kaya ga boleh

Gitu aja se menurut ane emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By EUANDROS


Kalau ada yang gratis untuk apa pilih yang bayar? Indonesia banget emoticon-Peace


nah itu dia, kita tinggal nunjuk diri sendiri aja deh emoticon-Ngakak
mau miskin maupun kayaraya berhak dpt pengobatan gratis dgn kartu jakarta sehat.
pemda dki ini yg bayarin,bukan kalian kan.ngapain pusing-pusing.
Quote:Original Posted By EUANDROS


Masalahnya belum ada indikator untuk menentukan mana yang berhak dan mana yang tidak berhak, karena persyaratannya cuma KTP + KK emoticon-Big Grin

Kalo aturan Pak Harto masih berlaku ane gak perlu menghabiskan waktu untuk ngepost hal-hal seperti ini emoticon-Big Grin


nah pan itu masalahnya....cuman di kasi syarat buat dapetin doang emoticon-Cape d... (S)
mungkin lagi di godok syarat2 dapetin laennya selain ktp+kk+etika emoticon-Hammer

malah khawatirnya kek bbm subsidi,,,jadi panjang dengan tolak ukur kaya emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By modesta


nah itu dia, kita tinggal nunjuk diri sendiri aja deh emoticon-Ngakak


Ane juga suka yang gratisan, walaupun mungkin mampu untuk membeli yang berbayar emoticon-Peace
SUBSIDI KESEHATAN TUH HARUSNYA BUAT SEMUANYA BAIK YANG KAYA MAUPUN YANG MISKIN .....

YANG KAYA KALAU SAKIT BISA JADI MISKIN KOK !!!!!
JADI HARUSNYA GAK BOLEH PILIH - PILIH

TAPI GOBLOKNYA GUBERNUR SEKARANG MEMBERIKAN GRATIS KESEHATAN ALIAS PEMDA DKI SUBSIDI 100% SEHINGGA MENCIPTAKAN BANYAK "FREE RIDER = PENUMPANG GRATIS" APALAGI ORANG INDONESIA YANG SANGAT SUKA GRATISAN !!!!!!

PALINGAN ABIS TUH DANA KARTU SEHAT SEBELUM THN ANGGARAN 2013 HABIS
Quote:Original Posted By onesmallstep
Loh kalo menurut ane bukannya bagus ya ?? Berarti program jokowi bener2 jalan donk di masyarakat, tanpa liat orang kaya atau kurang mampu

Masa cuma orang kurang mampu aja yg nikmatin fasilitas, sedangkan yg kaya ga boleh

Gitu aja se menurut ane emoticon-Embarrassment


Kalo soal programnya sih ndak ada masalah, itu tujuannya memang untuk itu, biar warga Jakarta punya jaminan kesehatan yang memadai.

Tapi ya itu tadi..., mbok ya kalo orang kaya, duitnya banyak, ya mbok kira-kira dikitlah... Biaya berobat di RS pemerintah tuh berapa tho? Paling juga dua puluh lima ribu.... Daripada dijadiin bahan omongan, mbok ya ikhlasin aja kehilangan dua puluh lima ribu buat berobat, toh itu juga buat ngobatin dirinya sendiri, bagus kan kalo gitu?
Quote:Original Posted By EUANDROS


Sumber

Mulai serba salah, bikin ini salah, bikin itu salah. Jadi rindu masa-masa Orde Barunya Pak Harto. Siapa yang tidak setuju, tembak, siapa yang bandel, tembak, gak pake lama emoticon-Malu (S)

Demokrasi belum cocok di negara ini, karena masyarakatnya tidak disiplin, dan demokrasi hanya membuat negara ini semakin terpuruk emoticon-I Love Indonesia (S)


jgn2 lu tentara ya njing ?
Quote:Original Posted By Joko.Wi
Ya secara legal ibu tadi ndak salah. Tapi kalo dilihat dari segi etika kepatutan, ibu tadi punya problem serius dengan etika (yang dimiliki dirinya).

Yaa.. kita susah juga mau "memaksakan" suatu nilai etika kepada orang yang tidak punya etika..... emoticon-Malu


Quote:Original Posted By EUANDROS


Masalahnya belum ada indikator untuk menentukan mana yang berhak dan mana yang tidak berhak, karena persyaratannya cuma KTP + KK emoticon-Big Grin

Kalo aturan Pak Harto masih berlaku ane gak perlu menghabiskan waktu untuk ngepost hal-hal seperti ini emoticon-Big Grin

bukannya perlu rujukan dari puskesmas ya? yang menyebutkan ybs orang tidak mampu?

Quote:Original Posted By modesta

nah kan sudah tau, jadi yg salah bukan programnya, yang make itu mah, kelewatan banget, setau ane juga yah, temen2 cewe ane emoticon-Malu (S) biasanya pergi ke dokter khusus gitu, nga ke RS emoticon-Bingung (S)


he eh, tapi kalau di pikir2 di jakarta banyak kok, orang yang masih ngontrak rumah, tapi mobil kreditannya keren. karena ndak punya garasi tu mobil cuma di taruh di jalan depan rumah keujanan dan kepanasan
konsultasi kulit kok pake KJS...

ada yang minta rawat jalan lagi ckckckc.....

mungkin mereka kaya harta tapi miskin hati...

makanya gak malu "ngambil" jatah yang kurang mampu...