alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cfc31b7b1243933c000014/kumat-lagi-si-alay-kunker-dpr-disebut-plesiran-marzukie-ali-tak-terima
Thumbs down 
{Kumat Lagi si Alay} Kunker DPR Disebut Plesiran, Marzukie Ali Tak Terima
Kunker DPR Disebut Plesiran, Marzukie Ali tak Terima
Senin, 17 Desember 2012, 22:38 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri kembali menjadi sorotan publik. Banyak yang menilai studi banding tersebut terkesan seperti plesiran.

Efektifitas dan efisiensi kunker juga dipertanyakan. Tak hanya itu, masyarakat bertanya apakah anggaran yang digunakan sebanding dengan hasil yang didapatkan dari kunker tersebut.

Kunker terkini anggota DPR yang marak dibincangkan adalah lawatan 27 anggota Komisi IV ke Prancis dan Cina untuk membahas RUU Ternak. Kemudian kunjungan anggota Komisi VII yang terbang ke Brasil dan Amerika Serikat untuk membahas RUU Kedirgantaraan.

Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan kunjungan kerja ke luar negeri tidak pantas disebut plesiran. Apalagi jika muncul penilaian tentang anggaran plesiran. "Plesiran itu kalimat yang dipakai LSM yang iri hatinya, tapi ga ada bukti kerjanya buat bangsa. Bisanya ngomong aja," kata Marzuki.

Jika ada penilaian tentang kunker yang tidak efektif dan tidak efisien, menurut dia masih bisa diterima. Tetapi jika disebut sebagai plesiran, sangat tidak tepat.

Karena kunjungan anggota dewan ke luar negeri dilakukan untuk bekerja, agar perumusan UU menjadi lebih baik. Dengan studi banding ke luar negeri, isu-isu dan kemajuan yang dicapai di negara lain bisa diserap untuk dirumuskan dalam kebijakan legislasi.

Source

Senin, 17 Desember 2012
Akuntabilitas Studi Banding DPR Sangat Minim
"Hasil studi banding tak sepadan dengan uang rakyat yang dipergunakan."



Sebagian anggota DPR terkesan sudah menutup mata dan telinga terhadap kritik pedas masyarakat atas studi banding ke luar negeri. Meskipun dikritik, anggota DPR terus melakukan studi banding. Terakhir, anggota Komisi IV melakukan studi banding ke Perancis dalam rangka mencari bahan untuk pembahasan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan, sebagai pengganti UU No. 18 Tahun 2009. Sebagian lagi studi banding ke China untuk tujuan yang sama.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Eryanto Nugroho, dan Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Arif Nuralam, mengecam studi banding yang terus dilakukan DPR. Keduanya menilai DPR tidak transparan dan akuntabel, baik mengenai rencana keberangkatan maupun hasil kunjungan.

Hasil konkrit kunjungan DPR ke luar negeri belum kelihatan. Yang terjadi, anggota DPR selalu mencari alasan pembenar, bahkan menyalahkan mahasiswa Indonesia di luar negeri atau pers di Tanah Air yang mengecam studi banding tersebut.

Eryanto menunjuk bukti minimnya transparansi dan akuntabilitas. Dari 143 kali kunjungan sepanjang 2004-2009 hanya ada tiga laporan pertanggungjawaban studi banding. Sejak 2009 hingga sekarang ada 54 kunjungan ke luar negeri, namun baru lima yang ada laporan pertanggungjawaban terbuka.Laporan itu tentu sangat minim sekali,” kata Eri di sela-sela diskusi di Jakarta, Sabtu (15/12).

Bukan hanya laporan yang minim. Menurut Eri, kualitas laporan pun layak dipertanyakan. Bayangkan, laporan studi banding RUU Holtikultura ke Belanda hanya berisi dua halaman.


Arif mengkritik penggunaan anggaran yang begitu besar untuk studi banding. Biaya ratusan juta hingga miliaran rupiah uang rakyat dipakai studi banding tetapi hasilnya tidak sepadan. Arif melihat libido kunjungan kerja anggota DPR sulit dibendung karena tak semata ingin melakukan kajian mendalam mengenai RUU yang dibahas. Studi banding dijadikan sarana plesiran, bahkan tak jarang piknik bersama anggota keluarga. Gagasan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri tak ada artinya karena tetap dilanggar.

Senada dengan Eryanto, Arif mengingatkan anggota DPR tentang kewajiban mempertanggungjawabkan secara moral dan politik studi banding yang mereka lakukan. Untuk meminimalisasi libido studi banding, kata Arif, anggaran DPR sebaiknya berbasis kinerja. Sehingga transparansi dan akuntabilitas tak hanya dilihat secara formal, tetapi juga substansial.

Anggota Komisi IV DPR, Rosyid Hidayat, berkilah studi banding ke Perancis dan China sudah mendapat persetujuan dari fraksi masing-masing dan Badan Anggaran. Ia juga menilai studi banding ke Perancis cukup penting karena diperoleh informasi tentang zona berbasis impor ternak. Juga diperoleh informasi tentang penyakit sapi asal Australia dan Brazil.

Ery menegaskan informasi mengenai penyakit sapi di Australia dan Brazil bisa diperoleh dengan cepat di internet. Juga bisa diperoleh langsung dari narasumber di kedua negara melalui telekonperensi. Namun Rosyid mengatakan DPR juga belajar tentang swasembada daging dari Perancis. “Prancis saat ini merupakan produsen daging dan susu terbesar di seluruh Eropa”, kilah politisi Partai Demokrat itu.

Source

Kenyataannya memang benar hasil studi banding DPR ke luar negeri sangatlah sedikit dan jarang ada laporan yang terbuka, sehingga tidak heran masyarakat pun antipati dengan kunker DPR yang tidak sebanding dengan UU yang dihasilkan. Seharusnya Marzuki introspeksi diri, bukannya main tuding sana sini dari dulu.

emoticon-Matabelo
semoga azab ditimpakan kepada mahuk-mahluk yang mengisi gedung pantat itu...dimana dan kapanpun mereka berada....
halah kalo marjuki ngomong udah anggep aja kentut gan
buktiin donk jukie klo memang tak semata2 plesiran... ada bukti baru rakyat gak nuduh macem2
tranparansi penting bos..
contoh tuh gub. dki jkt dan wakilnya
negara yang sudah babak belur......semakin hari semakin parah....penuh dengan sandiwara......bullshit
sebaiknya pimpinan dpr kedepan lebih melek teknologi .. hal seperti itu bisa dicari dulu info nya di internet ... sudah jaman internet sekarang ..
ampun ini ketua DPR yg ngk becus knp ngk di pecat n gntiin sih

dri cara dia ngmng n pimpin sidang aj ngk bs bgmn ud keliatan bngt kemampuan nya menang di doit n licik korupsi doank x nih mka nya bs jd pmimpin
Si anjing masih menggonggong aja emoticon-Najis (S)

Udah jelas gak pernah ada hasil nyata hasil kunjungan, masih membela diri emoticon-fuck3
emoticon-Najis
TIket nya pengen yang bisnis clas,padahal yang ekonomi banyak emoticon-Hammer2

emoticon-Ngacir2
masihkah kita membutuhkan dpr emoticon-Matabelo
juki-juki namamu jelek tapi terkenal....
ngambek terus sih om juki... emoticon-Ngakak
emang kerjaannya juki apa sih selain omdo... 100% talk 0% prestasi....
Juki kumat lagi ya . emoticon-Belo

emoticon-Stick Out Tongue Wajar.
Spoiler for click:


Betul pak, saya bener-bener setuju dengan anda. Bacot mulu LSM emoticon-Blue Guy Bata (L)

Kalau Kunker ke LN ya setelah kunjungan kudu wajib istirahat lah, masak kerja mulu!! Nanti anggota DPR pada stres trus bisa gila! Emank masyarakat mau wakil rakyat yang TERHORMAT jadi seperti itu?! ini mencoreng harga diri bangsa emoticon-Hammer2

Mereka wakil rakyat, semua yang enak-enak kan bisa diwakili! emoticon-Ngakak semoga terus berkarya ya pak, lanjutkan terus Kunkernya dan kalau bisa sampai Kutub sekalian!! emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By astradt
halah kalo marjuki ngomong udah anggep aja kentut gan


Setuju banget gan, marzuki ancene sampah...
emang keterlaluan nih LSM nyebut plesiran emoticon-Mad (S)
ini bukan plesiran emoticon-Mad (S)
tapi maen pelacur di negara lain emoticon-Mad (S)
memang plesiran, duit buat plesiran digunakan untuk memajukan peternakan juga jauh lebih baik, jangan banyak alasan lah... mending bubar aja, cobalah belajar dari Gub dan Wagub DKI, karena cuma mereka pejabat yg mewakili rakyat
moga aja masuk penjara ni si juki.. benci ane liatnya
kalo pak Juki sendiri, selama menjabat, sudah kunker kemana saja , pak? emoticon-Big Grin
semoga amal ibadah mereka diterima di sisi-Nya segera, ga perlu org2 DPR yg isinya kek dhewan , paling jago ngeles klo dah makan duit rakyat.

ketuanya si juki, jgn ditanya dah, mgkin DPR paling ancur yah era ini, dri kasus bokep, selangkangan, korupsi sampe yg plg umum, titip absen dan tdr pas rapat. emoticon-Cape d... (S)

well done DPR, sayang kmrn teroris gagal bom ini gedung DPR, klo terjadi gw ga yakin org2 pda berduka emoticon-Cape d... (S)
×