alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50ce90727c12438e29000051/membersihkan-lantai-dengan-kotoran-sapi-kok-bisa
Membersihkan Lantai dengan Kotoran Sapi, Kok Bisa?
Membersihkan Lantai dengan Kotoran Sapi, Kok Bisa?

TRIBUNNEWS.COM– Kotoran sapi bukan hal yang menjijikkan bagi warga Suku Sasak di Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kotoran sapi atau kerbau justru mereka gunakan untuk membersihkan lantai rumah.

“Di sini rumah-rumah dipel pakai kotoran sapi,” ujar Seman, salah satu pemandu wisata di Desa Sade.

Meskipun dibersihkan dengan kotoran sapi, tidak tercium aroma tak sedap di desa itu. Kotoran sapi atau kerbau yang masih baru dicampur dengan tanah liat lalu digosokkan ke lantai.

Kotoran sapi akan didiamkan selama beberapa jam hingga mengering. Aroma tak sedap pun akan hilang dengan sendirinya. Warga biasa membersihkannya sebulan sekali. Menurut Seman, kotoran sapi akan membuat lantai rumah berkilat.

Selain menjadi ibu rumah tangga, para wanita di sini diharuskan bisa menenun. Sementara para pria rata-rata menjadi petani.

Warna-warni kain tenun atau songket pun menghiasi rumah mereka. Harga yang ditawarkan cukup beragam di masing-masing rumah. Pemandangan menarik lainnya ketika melihat para wanita sedang menenun menggunakan alat tradisional dari kayu. Ada juga yang sedang memintal benang.

Di Desa Sade, jangan harap Anda dapat menemukan lantai berkeramik. Warga asli Suku Sasak di sini masih berpegang kuat pada peninggalan leluhur mereka. Atap rumah terbuat dari tumpukan alang-alang. Di lahan seluas 5 hektar, Desa Sade dipadati 150 rumah yang dihuni sekitar 700 jiwa.

Rumah-rumah dari kayu itu saling berdekatan dan berhadapan satu sama lain. Tak hanya untuk tempat tinggal, di Desa tersebut juga terdapat bangunan untuk menyimpan padi.

“Padi ditaruh di atas atap rumah menggunakan tangga,” terang Seman.

Kepala akan otomatis menunduk ketika memasuki setiap rumah di Desa Sade. Sebab, pintu masuk rumah telah sengaja dibut pendek. Menunduk saat memasuki sebuah rumah juga untuk menunjukkan hormat atau sopan-santun ketika bertandang ke rumah orang.

Desa itu juga memiliki balai pertemuan warga dengan enam tiang penyangga. “Kalau sedang ada masalah di desa sering musyawarah di sini,” lanjut Seman.

Dengan segala keunikannya, desa ini pun menjadi tempat wisata favorit untuk mengenal Suku Sasak asli. Letaknya sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Lombok. Desa ini pun berada di pinggir jalan raya sehingga sangat mudah dijangkau.
wah ada2 aja tuh emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By .
Cuma Bantuin Ngevote Doank gratis Cendol / Bata