alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cbc593611243fa6c000002/andi-siap-ke-bui-anas-siap-ke-monas-ibas-siap-di-libas-permadi-anas-masuk-bui-kpk
Andi Siap Ke Bui, Anas Siap ke Monas, Ibas Siap di-Libas? Permadi: Anas masuk Bui KPK
Andi Siap Ke Bui, Anas Siap ke Monas, Ibas Siap di-Libas? Permadi: Anas masuk Bui KPK

Andi Siap Ke Bui, Anas Siap ke Monas, Ibas Siap di-Libas?
Sat, 08/12/2012 - 19:36 WIB

RIMANEWS -- Sebuah lompatan besar telah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis kemarin (6/12/2012) yaitu dengan menetapkan Menpora Andi Mallarangeng (AM), seorang menteri aktif sebagai tersangka. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik-46/01/12/2012 tanggal 3 Desember 2012. Andi dituduh melanggar UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Pasal 2 ayat 1 yang berbunyi, “ Setiap orang yang melawan hukum, menyatakan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling paling singkat empat tahun.” Selang sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka KPK, AM berpamitan kepada para staf-nya dari deputi hingga tukang sapu setelah sebelumnya menyatakan mundur dari jabatan Menpora.

Sejenak menengok ke belakang, penetapan tersangka AM merupakan salah satu rangkai penyidikan atas kasus Hambalang sejak 8 November 2011. Sebelumnya, Nazarudin selaku Bendahara Umum Partai Demokrat sempat menjadi buronan KPK atas kasus korupsi Wisma Atlet. Dalam BAP-nya, Nazarudin menyebut-nyebut nama Andi Mallarangeng (Menpora), Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat), dan belakangan juga Ibas alias Edhi Baskoro Yudhoyono (Sekjen Partai Demokrat) terkait dengan kedua nama sebelumnya.

Namun, Anas dan istrinya mengaku tidak tahu dan tidak terlibat dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang. Bahkan, Anas sempat bersumpah yang kurang lebihnya menyatakan siap digantung di (Tugu) Monas jika dia menerima satu rupiah saja uang dari proyek Hambalang. Begitu juga pernyataan Andi yang mengaku tidak pernah menerima atau meminta apa pun terkait proyek Hambalang, padahal sekitar bulan Juli 2012, Deddy Kusdinar sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Barangkali, dialah tangga pertama menuju penangkapan ikan besar kasus Hambalang yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah. Mengutip dari Kompas Jumat (7/12/2012) nilai proyek membengkak sepuluh kali lipat dari pagu awal yang sebesar Rp 246 miliar atau sekitar Rp 2,4 triliun.

Kini, setelah Andi ditetapkan sebagai tersangka, kotak pandora makin terbuka lebar tentang siapa saja yang terlibat. Kunci awalnya adalah celotehan Nazarudin yang semula dianggap hanya bualan semata. Namun, terobosan besar KPK telah menjadi bukti bahwa omongan Nazarudin patut menjadi perhatian. Bagaimana pun dia juga telah menyeret Angelina Sondakh masuk bui, dan sebentar lagi bisa dipastikan Andi juga menyusul. Lalu, apakah Edhi Baskoro (Ibas) yang juga putra mahkota kepala negara saat ini yang sempat disebut juga oleh Nazarudin dalam kesaksian di pengadilan dapat menjadi titik tolak menjaring ikan-ikan besar penilep uang negara dalam proyek Hambalang ?
Rangkaian kasus korupsi demi korupsi di pentas politik negeri ini makin menunjukkan ada yang salah dengan sistem demokrasi di Indonesia. Pukulan bertubi-tubi yang menerjang pemerintahan Presiden SBY makin menjauhkan citra partai penguasa sebagai antitesin dari slogan-slogan partai seperti dalam iklan di televisi saat kampanye dulu. Jargon “ Katakan Tidak Pada Korupsi” kini diplesetkan menjadi “ Katakan Tidak (Menolak) Pada Korupsi” setelah dua aktor iklannya terjerat jargonnya sendiri ( Angie dan Andi ). Publik tentu akan bertanya-tanya, sanggupkah KPK menetapkan Anas dan Ibas sebagai tersangka baru kasus Hambalang ? Jika Anas siap digantung di Monas, maka Ibas harus siap untuk di Libas 'buldozer' Keadilan Hukum oleh KPK.

Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, harapan itu bisa saja menguap begitu saja melihat apa yang terjadi di Istana Negara selepas shalat Jumat tadi siang (7/7/2012) saat para pimpinan KPK bertemu Presiden SBY. Adakah ‘pesanan’ tertentu dari presiden akan kelanjutan drama kasus Hambalang ? Yang jelas, sebagaimana dikabarkan di media massa, Ibas menyatakan turut sedih dan terkejut atas penetapan Andi sebagai tersangka lalu mengundurkan diri sebagai Menpora. Entah dia terkejut atau kegerahan atas berita tersebut, sebaiknya Ibas siapkan kipas untuk mendinginkan jiwa-raganya. Peribahasa jawa mengatakan: " Becik ketitik ala ketara, artinya; yang benar akan terlihat, yang salah akan terlacak ". Jangan sampai terjadi anti-tesisnya : " Becik ora ketitik, ala ora ketara, artinya; yang benar tidak terlihat, yang salah tidak terlacak ". Jika begitu jadinya, maka Kiamat Sudah Keadilan Hukum di Indonesia ini....... Wheengngng.....!!.
http://www.rimanews.com/read/2012120...-siap-di-libas

Permadi Prediksikan Anas Bakal Susul Andi Mallarangeng
Fri, 14/12/2012 - 00:43 WIB

JAKARTA-Politisi kawakan Gerindra, Permadi memprediksikan jika Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam waktu dekat akan menyusul rekan separtainya Andi Alfian Malarangeng. Hal itu disampaikannya usai diskusi di ruang wartawan Nusantara III DPR Senayan, Jakarta, Kamis (13/12). "Akan masuk (Anas). Dia (Andi) akan bongkar semuanya,"optimis Permadi.

Ia juga memuji keberanian yang digalakkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin.. Bahkan menurut ahli penerawangan, jika Anas nantinya terbukti terlibat, Anas akan melakukan hal serupa seperti Nazar. Anas diperkirakan Permadi akan diciduk KPK dalam waktu dekat. "Sekarang ini tidak ada yang berani sebut kecuali Nazaruddin,"tambah dia. Anas pasti ucapkan siapa-siapa yang lain, dia tidak akan mungkin mau sendirian. Sebentar lagi hitungan bulan paling lama. Tahun ini, bulan ini,"tandasnyahttp://www.rimanews.com/read/20121214/84939/permadi-prediksikan-anas-bakal-susul-andi-mallarangeng

Quote:
Nazaruddin Laporkan Keuangan Partai pada Anas dan Ibas
Kamis, 29 November 2012 | 17:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Eddie Baskoro Yudhoyono alias Ibas disebut dalam persidangan kasus dugaan penerimaan suap kepengurusan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional dengan terdakwa Angelina Sondakh yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (29/11/2012). Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengaku kerap melaporkan penggunaan keuangan partai kepada Ibas dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. “Saya laporkan setiap bulan ke Ketua Umum dan Sekretaris Umum, Mas Ibas. Saya jelaskan dokumentasi dan buktinya,” kata Nazaruddin. Dia menjawab pengacara Angie, Tengku Nasrullah yang bertanya kepada siapa Nazaruddin bertanggung jawab saat masih menjadi bendahara umum partai.

Menurut Nazaruddin, selama dia menjadi bendum, Partai Demokrat sudah mengeluarkan kas sebesar Rp 64 miliar. Dari jumlah tersebut, ada yang digunakan untuk pembuatan kalender bergambar Anas Urbaningrum. Penggunaan uang untuk pembuatan kalender itu pun, menurut Nazaruddin, dilaporkannya ke Ibas dan Anas. “Dilaporkan, ke Mas Ibas, Sekjen Demokrat,” ucapnya. Mendengar pernyataan ini, Nasrullah pun memperjelas siapakah nama panjang Ibas yang dimaksud Nazaruddin tersebut. Kemudian Nazaruddin menjawab, “Ibas Yudhoyono. Saya tahunya Mas Ibas, yang penting belakangnya Yudhoyono,”ucap Nazar disambut tawa hadirin persidangan.

Lebih jauh Nazaruddin menjelaskan, pada 2010, dia diminta Anas untuk membuat 1 juta kalender. Biaya yang dibutuhkan Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar. Menurutnya, biaya untuk pembuatan kalender tersebut diambil dari sumbangan para kader. Nazaruddin mengaku diminta Anas untuk menagih uang dari Angelina, Mirwan Amir, dan Ketua Komisi IV DPR saat itu. “Kalender diperintahkan Mas Anas untuk dibagikan ke masyarakat. Dana Rp 2,5 miliar, minta dari Angie, Mirwan Amir, Ketua Komisi IV. Saya bilang, Mas Anas konfirmasi dulu,” ujar Nazaruddin. Mantan anggota DPR itu juga mengungkapkan kalau uang yang digunakan Angie untuk sumbangan kalender itu didapat dari proyek universitas. Adapun Angelina didakwa menerima pemberian atau janji dari Grup Permai (perusahan Nazaruddin) senilai total Rp 12 miliar dan 2.350.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 22 miliar. Pemberian tersebut merupakan imbalan atau fee atas jasa Angelina dalam menggiring anggaran untuk proyek program pendidikan tinggi di Kemdiknas dan program pengadaan sarana-prasarana olahraga Kemenpora, salah satunya proyek wisma atlet SEA Games.
http://nasional.kompas.com/read/2012...11/29/17571329

Nazaruddin: Ibas sering minta proyek dari saya

Jakarta - Sekjen Partai Demokrat (PD) Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendapat serangan serius dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Mazaruddin. Lewat akun twitternya di @mnazar78 putra Preseiden Susilo Bambang Yudhoyono ini disebut kerap meminta proyek. "Saya sungguh tidak mengerti bagaimana bisa ketua Dewan Pembina melupakan saya setelah saya bantu anaknya lolos berbagai tender proyek," tulisnya, Kamis (2/6). Nazaruddin yang saat ini berada di Singapura untuk menjalani perawatan medis juga menyebut kerap mendampingi Ibas dalam memenangkan proyek. Namun belum disebut proyek yang dimaksudkan. "Setiap kali Mas Ibas mau proyek, selalu ada saya di sampingnya untuk memediasi. Sekarang, apakah Ibas mau di samping saya?. Tidak," ujarnya.

Nazaruddin yang kerap dikaitkan dalam kasus suap Sesmenpora Wafid Muharram berharap Ibas tidak melupakan jasanya. "Ibas, semoga anda tidak melupakan saya. Ingatlah saya. Orang yang selalu menemanimu kemanapun engkau butuh proyek," ujarnya
http://tech.groups.yahoo.com/group/A.../message/48409


--------------------

Kalau Ibas kena disabet KPK jua, menyusul Andi dan Anas, itu bijimana nasib anak Hatta yang jadi bininya?
tambah panas bola bergulir
semakin terbongkar semuanya
dukung KPK brantas tikus2....emoticon-thumbsupemoticon-thumbsupemoticon-thumbsupemoticon-thumbsup
semoga anas di gantung di monas akhir tahun,bakalan jadi acara yg lebih bagus dari pesta kembang apiemoticon-Ngakak
uwakakaakk ternyata lakonnya masih panjang seakan ta henti2. TERUSKAN
Apakah si Kebo Maho akan diam ... ?? emoticon-Wink
Quote:Original Posted By Khoontol
Apakah si Kebo Maho akan diam ... ?? emoticon-Wink


beliau akan berkeluh kesah dengan mengeluarkan album terbaru emoticon-Hammer (S)

tunggu tanggal mainnya. cekidot emoticon-Ngakak (S)
Jebloskan semua anggota demokrat ke keranjang sampah gan
semakin ga beres jadinya ya.... mau kemana kita dibawanya..... emoticon-Berduka (S) emoticon-Bingung (S) emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-Berduka (S)
kayaknya selama bapak nya masih nangkring si ibas masih bisa senyam-senyum........

tapi ga tau klo bapaknya dah lengser baru ketar - ketir .....
nasib aak hatta ya gak masalah, lagian ibas kimpoi ama tu cewek juga cuma karena politik
Sudah jelas kalo proyek Hambalang jg mengarah ke Anas, napa tidak mengikuti jejak Andi untuk lengeser sambil menunggu panggilan persidangannya nanti?
semakin seru nihk demokrat, antar kader berantem, diluar kadernya ditimpukin
seperti sedang menonton sinetron.
untuk pertama kalinya di indonesia digelar bunuh diri yg bisa diliat oleh masyarakat..
penerawangan permadi bener2 manjuremoticon-Add Friend (S)
kasi siraman air bunga tujuh rupa dlu dim0nas bntar lg ada upacara sakral..haha
KPK panen tikus tikus, hama ilang rakyatpun senangemoticon-Ngakak
Quote:Nazaruddin yang saat ini berada di Singapura untuk menjalani perawatan medis juga menyebut kerap mendampingi Ibas dalam memenangkan proyek. Namun belum disebut proyek yang dimaksudkan. "Setiap kali Mas Ibas mau proyek, selalu ada saya di sampingnya untuk memediasi. Sekarang, apakah Ibas mau di samping saya?. Tidak," ujarnya.

yang dibold??
Ngeri-ngeri sedap bray emoticon-Matabelo

memang hebat si najar, narapidana bisa berobat ke singgapur emoticon-Busa
demokrat lagi karam..... emoticon-Cape d... (S)