alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cba2911a7608d70f000006/lagi-pemerintah-disalahkan-bocah-hanyut-karena-banjir-di-jaksel
[LAGI PEMERINTAH DISALAHKAN] BOCAH HANYUT KARENA BANJIR DI JAKSEL
Masalah Drainase dan Pengerukan Kali Berujung Hanyutnya Bocah


JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di sekitar Pasar Pejagalan, Mampang, Jakarta Selatan, sudah terbiasa dengan lingkungan yang digenangi air. Banjir sejam sudah cukup membuat rumah-rumah kawasan pemukiman padat itu tergenang.

Kari (62), warga RT 11 RW 04 Duren Tiga, menjelaskan titik persoalan terletak pada tidak memadainya sistem drainase untuk melindungi pemukiman mereka yang berada di dataran rendah. "Air dari jalanan dan sekitar pasar yang lebih tinggi mengalir ke mari dan memenuhi rumah-rumah di sini. Kami tinggal tunggu kapan surutnya karena nggak ada jalan keluar," kata Kari saat ditemui Kompas.com, Jumat (14/12/2012).

Lokasi dataran rendah di samping pasar itu memang tanpa saluran air. Deretan rumah semi permanen hingga gubuk-gubuk pemulung di lokasi tersebut menjadi pembatas antara kali dan pasar. Saluran air yang kurang terawat di dekat pasar menghadirkan masalah tambahan lantaran kerap melimpahkan air tambahan ke pemukiman tersebut. Tapi, situasi yang lebih rumit justru terjadi di Jalan Mampang XVI yang berada di gang sebelah Pasar Pejagalan. Air dari selokan di samping pasar akan meluap ke arah pemukiman di RT 13/RW 05 Duren Tiga kalau terjadi hujan. Bukan sekadar menggenangi, luberan air mengalir deras laksana riam di antara rumah-rumah penduduk.

Situasi tersebut tidak hanya berbahaya bagi anak kecil tetapi juga orang dewasa. Keadaan diperparah karena aliran Kali Mampang yang telah mengalami pendangkalan kerap meluap. Air yang mengalir deras melintasi pemukiman warga seringkali melampaui ketinggian jembatan. "Saya sudah di sini sejak tahun 80-an. Tak pernah sekali pun kali ini dikeruk pemerintah. Lihat sendirilah, sekarang sudah cetek banget," kata Arifin, warga setempat.

Derasnya air yang melintas di atas jembatan di Jalan Mampang XVI akhirnya memakan korban. Suci (7), siswa Kelas 1 SDN 10 Petang Pela Mampang hanyut terseret banjir saat melintasi jembatan tersebut. Saat itu, ia bersama temannya Ita dalam perjalanan pulang dari sekolah ke rumahnya di Jalan Kemang Utara 11 Ujung RT 11 RW 04, Bangka, Mampang.

Terbiasa melintasi air yang menggenangi jembatan membuat kedua bocah itu tidak memperhitungkan derasnya air sore kemarin. Alhasil keduanya langsung terbawa arus air. Pertolongan yang diberikan warga hanya bisa menyelamatkan Ita. Sementara Suci hanya jilbabnya yang dapat disambar warga yang menolong. Tubuhnya lepas dan lenyap terbawa aliran air berwarna coklat.

"Entah kapan pemerintah akan melakukan pengerukan kali ini. Jika terus dibiarkan, warga yang melintas, apalagi anak-anak kecil bisa saja terseret lagi," kata Arifin.

SUMBER : megapolitan.kompas.com/read/2012/12/15/0432400/Masalah.Drainase.dan.Pengerukan.Kali.Berujung.Hanyutnya.Bocah?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

-------------------------------------------------------------

Seharusnya warga jangan hanya mengandalkan pemerintah dalam urusan seperti ini. Mereka dapat secara swadaya berinisiatif melakukan pengerukan. Karena kali menjadi dangkal karena ulah warga membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan sedimentasi meningkat. Kejadian bocah pun, kesalahan dari mereka sendiri yang dapat ditolerir.
Setiap bis selalu ada yg buang sampah tisu dan sampah minuman kemasan plastik...

Setiap pasar bubar pasti sisanya sampah2 organik plus becek2...

Setiap ada pasar kaget..nyampah dimana...
Setiap ada kehebohan, nongkrong gak jelas, atau apapun bersifat keramaian pasti nyampah...

Setiap perumahan pasti tempat sampahnya di lapangan sepi sampahnya udah membludak menggunung tetap aja buang sampah disitu...

emoticon-Ngakak

Abis itu nyalahin pemerintah...
itu pasarnya jorok bgt..banyak sampah bertebaran dimana2.. org sekitar aja ga mau peduli, ngapain ngarepin pemerintah? emoticon-Cape d... (S)
Enak ya kalo tinggal nyalahin orang ... emoticon-Big Grin
perubahan itu dimulai dari diri sendiri lhoooo...
jangan cuma ngandalin pemerintah..
coba bantu dgn ga buang sampah sembarangan.. kerja bakti tiap bulan...
emoticon-Kiss emoticon-Kiss

lagi-lagi... emoticon-Big Grin
biasalah.. emoticon-Big Grin
orang tuanya kemanaemoticon-EEK!
masyarakat jakarta udah nggak punya kepedulian untuk kerja bakti, apa salahnya seminggu sekali bersihin lingkungan. Giliran kena dampaknya, langsung tereak tereak nyalahin pemerintah emoticon-Cape d... (S)
warga juga harus bekerja sama menjaga lingkungan,klo cuma mengandalkan kerja pemerintah tanpa ada kerja sama dari warga mah susah.
kalo udah makan korban baru deh nyalahin pemerintah emoticon-Nohope
fungsikan dong rt rwnya.
jng cm sekedar dateng butuh.
tp sbg warga,
harus nuntut ke rtrw untuk mengadakan kegiatan gotong royong.
2 minggu sekali cukup kok.
kalo berbenturan dengan desa sebelah, ya koordinassi ama kelurahan.

malah nonton Guns Rose sih emoticon-Mad