alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cb51b06012437e72000035/koplak-ibu-dan-anak-aniaya-siswi-sma-elite-di-tangerang
Ngakak 
[Koplak] Ibu dan Anak Aniaya Siswi SMA Elite di Tangerang
Spoiler for ilustrasi:


JAKARTA, KOMPAS.com - Beginilah akibatnya jika perseteruan yang terjadi antaranak dicampuri oleh orangtua. Seorang siswi SMA berinisial L (16) mengalami luka-luka setelah dianiaya oleh rekannya berinisial A (15) beserta ibunya, V. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, meskipun belum ditahan oleh polisi.

Saat dijumpai sejumlah wartawan Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jumat (14/12/2012) siang, L menuturkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 27 Agustus 2012 di halaman minimarket samping sekolahnya di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Saat itulah L menjadi korban penganiayaan.

"Saya mau jajan. Tiba-tiba A dan V datang. Si V nanya, 'Kamu L, ya?' Saya belum sempat jawab sudah dipukul. Mata kanan saya ditonjok, rambut saya dijambak terus dijedotin ke kap mobil berkali-kali sambil marah. Saya juga mau ditimpa keranjang minuman. Sudah gitu saya didorong ke pintu minimarket, saya lemas saja," tutur L.

L melanjutkan, penganiayaan tersebut dipicu perseteruan yang terjadi antara L dan A. L adalah kakak kelas A di salah satu SMA swasta di Alam Sutera. L diketahui kelas III, sementara A duduk di kelas I dan pernah tinggal kelas satu kali.

Perseteruan tersebut dimulai sejak satu tahun silam saat A masuk ke SMA elite tersebut. Saat itu, A kerap menunjukkan sikap tak baik kepada rekan-rekan sepermainannya sehingga L ikut tak menyukainya. Ketidaksukaan itu pun memuncak ketika A mendekati kekasih L. Sejak saat itulah A dan L kerap saling perang kata-kata melalui situs jejaring sosial Facebook dan Twitter.

"Dia ngejek saya di Facebook. Pertama saya enggak ladenin, ternyata dia semakin menjadi sampai saya kesal, akhirnya saya ngatain balik. Ternyata dia lapor ke orangtuanya," ujar L.

Perseteruan itu pun tercium oleh pihak sekolah. Pada 27 Agustus 2012 pagi, A dan L beserta orangtuanya masing-masing dipanggil sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah melakukan komunikasi, L pun keluar ke sekolah seorang diri menuju minimarket. Saat itulah L menjadi korban penganiayaan oleh A dan V.

Akibat penganiayaan itu, L mendapat sejumlah luka, yakni mata kanan lebam, luka benda tumpul di belakang telinga kiri, luka cakar di sekujur tangan, dan luka memar di bagian kepala. L pun langsung dilarikan ke rumah sakit setempat, sementara dua pelaku meninggalkan L seorang diri di lokasi penganiayaan tersebut.

"Waktu sebelum dia pergi, saya masih ingat dia bilang, 'Bilang saja kalau orangtua kamu enggak senang, silakan lapor ke polisi. Kita adu duit'," ujar L menirukan ucapan V kepadanya.

Tersangka tak ditahan

L dan orangtuanya, AT, melakukan visum setelah melapor ke Polres Tangerang. A dan V pun ditetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian setempat beberapa waktu seusai pelaporan itu atas tuduhan Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, rasa keadilan L belum dipenuhi karena A dan ibunya tak kunjung ditahan.

"Kami keberatan tersangka tidak dilakukan penahanan atas alasan yang bersangkutan masih menyusui karena punya bayi delapan bulan dan pelaku kedua masih anak-anak," ujarnya.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menegaskan, pihaknya mengapresiasi polisi yang telah mengusut kasus tersebut. Namun, ada baiknya, pihak yang berseteru melakukan upaya perdamaian sesuai dengan perspektif anak.

"Pihak kepolisian sudah benar karena ingin mendamaikan keduanya, yang masih tergolong anak-anak. Akan tetapi itu pun kalau keluarga yang menjadi korban setuju. Jika tidak, ya proses hukum bisa terus berjalan," ujarnya.

Komnas PA berharap, proses hukum yang dijalani A dan L sesuai prosedur. Komnas PA hendak melakukan pemantauan proses hukum kasus tersebut agar kerawanan pelanggaran tak terjadi.

sumber

wah yakin bener nih si ibu anak klo make duit bakalan nyelesaiin masalahnya.
lagian koplak juga nih ibunya, bukannya nasehatin si anak supaya ama temen kudu baek2an malah ikut2an ama si ank buat maen keroyok.emoticon-Cape d... (S)
Silahkan kepada Aparat penyidik menyidik secara profesional, mengingat ortu pelaku mau adu duit emoticon-Kiss
anaknya pasti belajar dri ibunya emoticon-Ngakak


ngeri mau adu duit, scr ga lgs nunjukin hkum bisa dibeli yah bu emoticon-Ngakak
hahahahah si agan TS nih bisa aje yeee gambar2nyeeeee
potret ornag tua di indonesia yang punya duit emoticon-Najis (S)
OKB bikin ulah lagi emoticon-Big Grin
dulunya miskin keangkat derajat kimpoi sama orang kaya tetep aja mental jongos nya tetep ada emoticon-Big Grin
dami sih damai, tapi itu kasusnya penganiayaan.
Lonte mana sih tuh yang mukul. tak jual di pasar ikan ntar
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
ibunya inisialnya V emoticon-Genit

Sayang anak..emoticon-Ngakak Sayang Anak...emoticon-Ngakak....
Wah sombongnye make acara adu duit..lo kira ayam kaleee emoticon-Ngakak
hahahahaha keluarga yg kompak.. emoticon-Ngakak
kebiasaan tolol orang indo... jalan damai aja <------ begok bner
kelakuan orang kaya di pusat kota emoticon-Ngakak semua diukur sama duit
aduh miris kaka'... ini koq ngebelain anak ampe segitunya. bukannya malah ngasih contoh diselesein dengan cara yg elegan emoticon-Cape d... (S)

Ya gini deh kalo hukum bisa 'dibeli', orang kaya gak sungkan2 nerabas hukum sepanjang dia pegang DUIT emoticon-Cape d... (S)
Wah ini sih ibunya ga bener nih,
Bukannya menengahi atau gmn malah ikut ngehajar emoticon-Hammer2
akibat di kasih makan dari hasil korupsi ya begitu itu biasanya cepet panas emoticon-Big Grin
tau kan siapa yg paling untung kalau ada kasus sperti ini emoticon-Big Grin
apalagi yg punya perkara org2 kalangan elite emoticon-Malu (S)
ini sekolah ane waktu masih SMP dan SMU dulu nich.

gak nyangka, sekarang anak2nya udah gemar bertarung.

kalo dulu, 10 taun yang lalu, anak2nya masih baik2 saja koq. emoticon-Kiss
korban sinetron. emoticon-shakehand
negara ini makin mendewakan duit emoticon-Cape deeehh emoticon-Cape d...