alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cb328e542acf7b41000015/pesepakbola-asing-kembali-merana
Pesepakbola asing kembali merana
Typhus, Nasib Sylvain Tak Kunjung Cerah

BANYUWANGI - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin kata itu yang tepat bagi Moukwelle Sylvain pemain asing asal Prancis. Betapa tidak, hak pemain kesebelasan Persewangi Banyuwangi Jawa Timur senilai Rp217.500 .000 tidak jelas kapan dibayar pihak manajemen Persewangi Banyuwangi.

Lebih memprihatinkan lagi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Sylvain serba kekurangan. Selain itu, hingga saat ini kondisi kesehatannya masih buruk karena sakit typhus. Sylvain pun harus melupakan harapannya bisa merayakan natal bersama keluarganya di Prancis.

Manajer Persewangi Banyuwangi, Nanang Nur Ahmadi mengaku kas Persewangi sudah habis dan tidak tersisa sedikit pun. Untuk memberikan hak pemain asing Moukwelle Sylvain belum bisa memastikan kapan akan diselesaikan. Menurutnya pihak manajemen Persewangi masih mencari solusi dengan meminta bantuan kepada PSSI untuk membayar gajinya.

Sementara, Ketua Paguyuban suporter Persewangi, Ahmad Mustain menilai permasalahan pemain asing yang belum dibayar haknya tersebut bukan hanya tanggung jawab pihak manajemen Persewangi semata. Tetapi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dalam hal ini adalah Bupati Banyuwangi, Abdulah Aswar Annas juga turut bertanggung jawab.

Sumber

ayo
ayo

waspada, cegah jangan sampai ada diego mendieta yang kedua

di sumber pun ada videonya
ane setuju ama TS nya..smoga Diego Mendieta itu yg terakhir emoticon-Berduka (S)
lagian gak punya duit aja sok-sok an make pemain asing emoticon-Cape d... (S)
Jangan kejadian lagi kasus kaya' diego kemaren
Kalo kejadian, bukan di ban lagi sepakbola indonesia
Tapi di kucilkan kayak nya
Tuh klub abal2 mending di bubarin aja
Ga ada modal sok kontrak pemain asing emoticon-Busa: tai:
wah..wah..wah..jangan sampe dah ada mendieta jilid dua emoticon-Berduka (S)
semoga konflik PSSI cepet kelar biar hal hal penting kek gini bisa cepet diurus emoticon-Berduka (S)
kalo kagag mampu bayar ya mbok jangan sok2an nyewa pemain asing,
mending sewa aja pemain2 lokal.
klo kejadian kayak gini yg yg tercoreng bukan cuman klubnya doang tapi seluruh pesrsepakbolaan indonesia bakalan turut kena imbasnya.
ini nih akibat banyak klub yg kagag dimanajemeni dengan baik dan profesional.
Quote:Original Posted By cacadoslato5

Pihak manajemen Persewangi masih mencari solusi dengan meminta bantuan kepada PSSI untuk membayar gajinya.
Sementara, Ketua Paguyuban suporter Persewangi, Ahmad Mustain menilai permasalahan pemain asing yang belum dibayar haknya tersebut bukan hanya tanggung jawab pihak manajemen Persewangi semata. Tetapi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dalam hal ini adalah Bupati Banyuwangi, Abdulah Aswar Annas juga turut bertanggung jawab.


Wah bener2 sekumpulan orang yg bertanggung jawab, manajemennya lempar tanggung jawab ke PSSI, suporter lempar tanggung jawab ke Pemkabemoticon-Najis
APBD mana APBDemoticon-Ngacir
biasanya mereka kasih bantuan kalo kasus ini sudah di blow-up ke publik

tapi kalo belum ya tunggu aja kejadian kaya kemarin
nih nambahin yang masuk list gan...
Oknumnya : Arema ISL
Kemungkinan Penyebab : Gak dapet asupan APBD yang cukup emoticon-Najis

Quote:
Gaji Tak Dibayar Arema ISL, Seme Patrick Bingung Beli Susu Anaknya

Jika aku laporkan ke FIFA, pasti akan dibilang Indonesia, Indonesia lagi. Gaji yang belum dibayar bukan hanya aku, tetapi teman-teman juga banyak yang belum dibayar.
-- Seme Patrick

MALANG, KOMPAS.com - Demi sepak bola, Seme Piere Patrick rela meninggalkan negara dan sanak keluarganya. Namun, setelah bermain di Indonesia, pemain asal Kamerun itu harus meratapi nasib. Pasalnya, gajinya yang masih sekitar delapan bulan tidak jelas juntrungannya. Kini, ia bingung mencari uang untuk membelikan susu bagi buah hatinya.

Seme, begitu ia akrab disapa, berlaga di Indonesia sejak Desember 2006. Pertama, ia berlabuh di Persikabo Bogor selama semusim. "Aku diajak teman untuk bermain di Indonesia," tutur Seme yang ditemui Kompas.com di kediamannya di Malang, Selasa (12/12/2012).

Bermain di Indonesia sebenarnya bukan impian mantan pemain timnas Kamerun itu. "Karena, aku masih merasa bisa bermain untuk beberapa klub Eropa. Tetapi, gagal lolos seleksi di Eropa karena minim pengalaman," papar pemain kelahiran 2 Januari 1981 itu. Padahal, Seme pernah jadi pemain belakang terbaik timnas Kamerun U-18, U-21, dan tingkat senior.

"Karena, ada tawaran bermain di Indonesia, aku rela meninggalkan negaraku," katanya.

"Saat itu, aku tidak melihat nilai kontrak. Yang penting, aku bisa menunjukkan kepada orang tua kalau aku bisa bermain bagus di Indonesia," tegas Seme.

Pada 2008, suami Anggi Angraeni itu pindah bermain di Persema Malang. "Sebenarnya aku tidak mau pindah dari Bogor. Tetapi, karena terus ditawari pihak Persema, akhirnya aku bermain di sana," tandasnya.

Selama membela tim berjuluk Laskar Ken Arok itu, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik Seme. Suka-duka banyak dialaminya. "Sejak Persema bermain di LPI (Indonesian Premier League), selama semusim kontrak aku tidak dibayar sampai sekarang. Nilai kontrakku saat itu Rp 1,1 miliar," katanya.

Lama bermain di Malang, Seme menemukan pasangan cintanya. Ia menikah dengan Anggi Angraeni, pada 8 Agustus 2008. Kini, pasangan itu dikarunia satu puteri bernama Leticia yang masih berumur dua tahun.

Ia hengkang dari dari Persema karena yang dinilai pihak manajemen klub menyalahi perjanjian kontrak. Seme langsung mendapat tawaran dari tim kesayangan Arema Malang yang kini menjadi Arema Indonesia.

Dengan jujur dan tak mempermasalahkan nilai kontrak disebutkan, Seme mengaku dibayar Arema selama semusim Indonesia Super League (ISL) senilai Rp 850 juta, dengan uang muka Rp 212,5 juta. Seme dikontrak Arema sejak 1 Desember 2011 hingga 30 November 2012.

"Aku sangat kecewa dengan manajemen Arema ISL. Gajiku sampai sekarang belum juga dibayar kurang lebih delapan bulan," katanya.

Seme mengaku, sudah berkali-kali menghubungi pihak manajemen Arema, tetapi berkali-kali pula ia hanya mendapatkan angin surga.

"Lima kali aku menghubungi manajemen (Arema). Tetapi disuruh tunggu terus," cetus Seme sembari menunjukkan perjanjian dan nota nilai kontraknya dengan Arema ISL. Gaji Seme yang belum dibayarkan manajemen Singo Edan terhitung sejak Maret 2012.

Ia hanya menikmati uang bonus saat bermain melawan Persiwa senilai Rp 6 juta. Dalam sebulan, Seme seharusnya menerima gaji senilai Rp 53.125 juta. Untuk Juni, manajemen Arema hanya membayar Rp 39.843.750 dan Juli sebsar Rp 5,310 juta.

"Dua bulan bayarnya dicicil. Hanya bulan itu yang dibayar. Itupun tidak penuh. Untuk Maret, Agustus, September, Oktober, Nopember, dan Desember tidak dibayar," beber Seme.

Total gaji selama semusim, jika dibayar penuh oleh manajemen Arema senilai Rp 379.846.250.

"Jika aku laporkan ke FIFA, pasti akan dibilang Indonesia, Indonesia lagi. Gaji yang belum dibayar bukan hanya aku, tetapi teman-teman juga banyak yang belum dibayar," bebernya.

"Aku bingung mau membeli susu anakku. Semoga cepat dibayar, ya sayang... ," kata Seme kepada anaknya yang saat itu digendongnya.

Ditanya apakah sudah ada klub yang menawari kontrak untuk kompetisi musim depan, Seme mengaku beberapa klub sudah menghubunginya. "Kalau ada tawaran pasti aku mau. Seperti ke klub IPL, Arema IPL. Yang penting, aku kerja dan dibayar," katanya.(Yatimul Ainun/K16-11)


Sumber
Quote:Original Posted By cacadoslato5
Typhus, Nasib Sylvain Tak Kunjung Cerah

BANYUWANGI - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin kata itu yang tepat bagi Moukwelle Sylvain pemain asing asal Prancis. Betapa tidak, hak pemain kesebelasan Persewangi Banyuwangi Jawa Timur senilai Rp217.500 .000 tidak jelas kapan dibayar pihak manajemen Persewangi Banyuwangi.



Buset, bukan nilai kecil tuh untuk seorang pemain emoticon-Belo
Nah kan Bupati lagi. Sekarang kalau udah sakit begini, biasanya baru akan dibayar, kalau gk sakit , tidak akan dibayar gajinya. Sepertinya kasus seperti Diego marak sekali di Indoensia.
kok tau2 nyalahin pemerintahan daerah beserta bupatinya? masih pake apbd? manajemen ga beres makan korban lagi emoticon-Busa:



Posted with kaskusQR
tambah bobrok aja nie,
jngan harap ada prestasi dalem waktu dekat
ternyata yg ngarepin duit APBD bukan cuman pengurus klub doang emoticon-Cape d... (S)
Klub2 dimari pada gak bisa bayar pemainnya, itu gak ada sponsor atau bagaimana
Kalau orang luar negeri main di sini pasti mrk susah adaptasi pencarian keuanganx, jd tolong digaji dgn layak.
Kedepannya syarat untuk bikin klub yg ingin berlaga di liga profesional harus diperketat. Minimal punya deposit 10-15 Milyar. Kalo gak mampu cukup maen di liga amatir aja...
Quote:Original Posted By gerdizoop
Kedepannya syarat untuk bikin klub yg ingin berlaga di liga profesional harus diperketat. Minimal punya deposit 10-15 Milyar. Kalo gak mampu cukup maen di liga amatir aja...


Setuju gan..
Tak mengapa klub cuman ada 10 di liga, yang penting profesional.
Daripada memaksakan 18 atau 20.
Lagian kalau klubnya profesional, pemainnya pun profesional

setiap daerah sok-sokan punya club sendiri.....emang kuatt.....emoticon-Big Grin

jeboll...jeboll.......emoticon-Ngakak
kalau sampai ada..bakalan sepi neh sepakbola indonesianya ga ada pemain asing...main di indonesia sama dengan bunuh diri kata mereka





Pesepakbola asing kembali merana
Pesepakbola asing kembali merana
Contoh kegagalan manajemen. Miris juga ngeliat data2 gaji pemain yg belum dibayar. Laporin ke komnas HAM sekalian.