alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cad4ff8327cf646a000040/bandung-parit-van-java--ltlt-julukan-baru-bandung
Inspiratif 
icon-hot-thread
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
pemandangan kota Bandung dari Udara

Tahun 1985, bulan Mei waktu itu, aku injak tanah Bandung, turun dari bis malam di bilangan Jalan Riau. Jam menunjukkan pukul 05.20 WIB. Kabut tebal menutupi dedaunan pohon-pohon tinggi besar. Dingin bukan main. Jaket tebal dilapisi beludru tak mampu membentengi kulitku dari tusukan dingin udara pagi. Bandung, waktu itu, bagai Bedugul, sebuah objek wisata di bagian Utara Kabupaten Tabanan, Bali. Dalam khayalku sebagai remaja lulusan SMA, Bandung identik dengan kecantikan, keindahan, keramahan, dan kesenangan. Juga, tentu saja, kota utama tujuan belajar. Julukan Bandung, Parijs van Java di mataku memang tepat waktu itu.

Kini, tahun 2012 ini, atribut Parijs van Java itu berubah menjadi Parit van Java. Bandung adalah kota parit atau selokan. Hanya dengan hujan ringan saja, tak sampai setengah jam, mayoritas ruas jalan dan lahan berubah menjadi parit, menjadi genangan, menjadi kolam dadakan. Parahnya lagi, air hujan yang “suci-bersih” dari atmosfer itu lantas bercampur dengan air limbah hitam, tahi ternak, tinja dan air kencing, juga belepotan dengan sampah. Belum lagi minyak, solar, oli, bensin, dan polutan dari pabrik besar dan skala rumah tangga yang menyebar di tatar Bandung.

Quote:Dengan fakta ini, masih layakkah sebutan Parijs van Java disandang oleh Bandung?

Atribut substitusi yang patut disematkan pada Bandung kini adalah Venezia van Java, khususnya adalah Bandung Selatan. Lagu Bandung Selatan yang liriknya memuji keelokan paras bentang alamnya sudah tidak cocok lagi diemban oleh Bandung. Memang, di beberapa partisi bentang alamnya masih tersisa kemolekan Bandoeng Tempo Doeloe itu, tetapi wilayah yang dekat dan ditempati manusia sudah jauh dari kenecisan jelita kota Para Hyang, kota dewa-dewi Parahyangan atau Priangan.

Quote:Julukan Kota Kembang pun sudah lama pudar, bahkan berubah menjadi Kota Kambing, kata seorang penyanyi yang top pada dekade 1980-an.

Lagu Hallo-Hallo Bandung pun ada yang liriknya diplesetkan menjadi “ sekarang sudah menjadi lautan cai (bukan api). Cai adalah air dalam bahasa Sunda. Sebabnya tak lain tak bukan adalah kerusakan lahan konservasi yang menjadi daerah tangsap (tangkap dan resap) air hujan. Akibatnya, saat kemarau terjadi krisis air baku untuk air minum dan kebutuhan domestik – komersial lainnya, dan menimbulkan banjir saat musim hujan, bahkan oleh curah hujan yang rendah intensitasnya.

Quote:Anehnya, kata para kalangan, di Bandung banyak ahli teknik dan sosial, juga pendidikan, menjadi sentral pengembangan ilmu, teknologi, dan lingkungan, tetapi kondisi kotanya sangat memiriskan. Miris bagai diiris sembilu, kata gadis molek yang putus cinta monyetnya.

Bandung, bagaimanapun juga, tetap kucinta. Inilah kotaku, kota tempat tinggalku, dan aku setia menjadi warga kotamu. This is the city and I am one of the citizens, tulis Walt Whitman.

Quote:Ada hak dan kewajiban warga Bandung untuk menyelamatkan Bandung dari degradasi alamnya, mulai dari hal-hal kecil seperti mengurangi sampah anorganik yang dibuang ke TPA dan mengubah sampah organik menjadi pupuk di rumah. Memelihara minimal satu pohon berkayu dan sejumlah tanaman lainnya yang tergolong ke dalam lumbung hidup dan apotek hidup atau dapur hidup di setiap rumah.

Save Bandung City, save the citizens.

* Oleh Gede H. Cahyana
sumber : http://www.airlimbahku.com/2012/11/b...-van-java.html

Quote:Original Posted By diez1988
nih gan, ane mau nambahin

Spoiler for picture:


lokasi kab bandung, bale endah, cienteung

ane foto pake camera bb ane di atas benteng pabrik ane gan


Quote:Original Posted By grandpa.afiefh
nih gan ane mau share kejadian banjir 24 Desember 2012 di Rancaekek, Bandung timur. deket rumah ane emoticon-Frown Banjir ini menyebabkan lalu lintas Bandung-Garut Lumpuh total emoticon-raining emoticon-Frown
Spoiler for 1:


>> UPDATE FOTO DARI KASKUSER <<
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

Spoiler for foto2 bukti dari Kaskuser:


Quote:Original Posted By Badvriel
wah trit bagus emoticon-Smilie
pertama kusabab walkot nu doyan pencitraan tp ngarusak bandung
dari dulu janji bangun stadion, baru kejalanin taun 2011 emoticon-Cape d... (S)
car free day,,taman paru2 dunia dll
padahal maslah jalan rusak,,banjir,, kemacetan sareng geng motor te aya habisna..
hobi doi buat mall dan ngancurin bangunan bersejarah emoticon-Najis (S)

tp ga fair klo naylahin pemerintah aja
masyrakat bandung juga udah lupa cara buang sampah yang baik dan benar emoticon-Cape d... (S)
ini gambar sungai citepus soekarno hatta di pagi hari emoticon-Cape d... (S)
Spoiler for citepus:
waahahhhahahha
miris juga dengrnya gan.
yah semoga aja pemerintah sono segera membenahin kondisi tersebut.
miris gan... malah kemaren sampai ada jalan yang dipakai jadi sarana arum jeram..di iklanin malahan "open only rain season" bginilah kalau sesuatu diurus sama yg ga bisa ngurus
my own home town emoticon-Sorry
bener bgt kesadaran mengenai lingkungan nya rendah di bandung ini emoticon-Cape d... (S)

contoh2 kejadian banjir di banjir di bdg 1 sebulan belakangan:
1. jl pagarsih
7desember
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

2. 7desember jl astana anyar
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

3. 28-29 november jl pagarsih (again emoticon-Cape d... (S) emoticon-Sorry )
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

3. 22 november jl. cikutra
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

4. 16november bale endah, bdg selatan
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung

sampe ada yg bikin 'iklan' begini:
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/urba...ir-509790.html
padahal mojang bandung geulis pisan euy emoticon-Genit
Saya rasa banyak kota yang mengalami hal yang sama emoticon-Berduka (S)
sayang

with so much potenties and with all the creative and smart citizen, should be bandung bisa jauhhhhhh lebih baik.

semoga kedepannya bisa dikelola lebih baik...

Amiennn
Gubernur sibuk angkat karung demi sesuap nasi, walikota sibuk ngeruk duit menjelang habisnya masa jabatan.
usir semua pendatang dari bandung!

*ane termasuk pendatang dari sumatera di bandung emoticon-Ngacir2
Quote:Original Posted By bretpitt
Gubernur sibuk angkat karung demi sesuap nasi, walikota sibuk ngeruk duit menjelang habisnya masa jabatan.


hahaha bener gan
reformasi udah mulai kerasa sekarang, salah milih pemimpin ya kita-kita juga yang menderita

mudah-mudahan efek jokowi ahok masuk ke juga ke Bandung, ane udah gemes lihat walikota skrg...bandung acak acakan sampe kaya gini

emoticon-Big Grin mudah-mudahan ridwan kamil berani maju jadi cawalkot, ane bakal jadi fansboy nya
semoga cepet di normalisasi, paritnya emoticon-Big Grin pejabatnya juga Bolehemoticon-Hammer
Quote:Original Posted By kamenyaro
miris gan... malah kemaren sampai ada jalan yang dipakai jadi sarana arum jeram..di iklanin malahan "open only rain season" bginilah kalau sesuatu diurus sama yg ga bisa ngurus


MIRISS GAN

PADAHAL ITU MASUK DAERAH KOTA
TERUS BANYAK TOKO TOKO KERTAS/PERCETAKAN DISANA
KEBANYANG KAN KALO BANJIR 2 M ITU KERTAS GIMANA NASIBNYA
Quote:Original Posted By MIRANDA.GULTOM
Saya rasa banyak kota yang mengalami hal yang sama emoticon-Berduka (S)


betul gan, tetapi menurut anne, Bandung itu paling semrawut dan memang gampang berubah jadi Parit lho gan
Yang penting jangan sampe mojang geulis-geulisnya ikutan hanyut emoticon-Ngakak (S)
ya begitulah,
kawasan hulu aja bisa banjir, emoticon-Ngakak (S)
padahal bukan dasar kota.. :ngakkas
segitu parahnya perubahan dari waktu ke waktu si kota kembang .. ckckck miris ane bacanya ..
emang miris lihat bandung sekarang ... kalau hujan jadi parit air, kalau weekend jadi parit kendaraan bermotor emoticon-Matabelo
saya aja orang bandung yg tinggal di bali sebenernya miris banget ngeliat ini, padahal kesadaran tumbuh dari diri sendiri, i miss u bandung emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
lah itu kan gubernurnya lagi ngangkatin karung beras isi pasir buat bikin bendungan..
ARTIKEL lain
sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/urba...ir-509790.html
Quote:Ketika Warga Venezia Van Java Kreatif Menyindir
REP | 10 December 2012 | 09:49 Dibaca: 278 Komentar: 10 8 aktual

1355104166929717444
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Sungai Cidago (dok. Danial Bin Fauzi)

Punakawan dalam pagelaran wayang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia kaya budaya sindiran. Sedangkan ditataran televisi nasional ada banyak acara bermuatan sindiran. Salah satunya adalah acara Sentilan Sentilun yang diperankan Slamet Raharjo dan Butet Kartarejasa yang sering melontarkan sindirin bermakna kritik pedas bagi ketidak adilan yang tengah berlangsung.

Tanpa sadar budaya sindiran mewarnai perilaku kita sehari-hari. Ketika hujan deras mengguyur Kota Bandung dan dengan sekejap jalan Dago dibanjiri air cileuncang (air dari selokan ) yang melimpah hingga mirip bah. Danial, penggiat Forum Hijau Bandung yang sempat mengabadikan kejadian tersebut menamai fotonya “Cidago”. Awalan “ci” yang berarti air biasanya digunakan untuk menamakan sungai seperti : Sungai Ciliwung, sungai Citarum, sungai Cidurian dan Sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung.

Kebetulan beberapa hari yang lalu penulis juga terperangkap dalam “sungai Cidago”, dan diantara derasnya hujan sempat mengabadikan beberapa foto, salah satunya:

1355104674532070130
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Sungai Cidago (dok. Maria Hardayanto)

Ketika jalan Dago yang prestisius dan terletak di Bandung Utara bernasib naas demikian, bagaimana dengan Bandung Selatan? Penulis menerima kiriman foto jalan Pagarsih dari Los Ninos dengan narasi sebagai berikut:

13551048141477638817
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Jln. Pagarsih 28 November 2012 (Dok. Los Ninos)

”Ini bukan hasil badai Katrina di Amerika, bukan banjir di Soreang, jg bukan dimana-mana melainkan di Jl. Pagarsih, Kotamadya Bandung, di wilayah selatan tepatnya… HARI INI Rabu 28 November 2012”

Sebetulnya jalan Pagarsih tidak terletak jauh di Selatan, lokasinya lebih dekat dengan pusat kota Bandung dan termasuk kawasan padat penduduk. Drainase di kawasan seperti itu biasanya rentan dizalimi oleh sampah dan penataan yang kurang tepat cenderung sembrono ketika proyek penggalian demi penggalian berlangsung.

Kesal karena tidak ada perhatian dari pemerintah maka beberapa hari kemudian Gangga Saputra mengolah digital foto tersebut dan membagikannya melalui jaringan facebook. Foto tersebut diberi narasi oleh T. Bachtiar Geo, pemerhati lingkungan Bandung sebagai berikut:

13551051602073001916
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Rafting Race di Jln. Pagarsih (oldig Gangga Saputra)

“Sistem drainasi kota yg salah urus, merupakan kunci utamanya. Bukankah dalam SKPD Kota Bandung itu ada yang mengurus jalan dan tata airnya? Masih adakah otoritas negara yang mengelola kotanya? Ayo, begitu hujan turun, mari “kukuyaan” di Jl Dago, di Jl Merdeka, di Jl Asia Afrika, di Jl Peta, di Jl Kopo, Jl. Dr. Setiabudy, dll, semoga menjadi momentum untuk kembali menyadarkan pengelola kota untuk mengelola kotanya”

Yang dimaksud kukuyaan oleh T. Bachtiar adalah permainan di sungai Cikapundung menggunakan ban dalam bekas kendaraan roda empat dan dipopulerkan oleh komunitas Sungai Cikapundung Bersih bersama Walikota dan Wakil Walikota Bandung.

1355105460585821732
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
kukuyaan yang sebenarnya di sungai Cikapundung (dok. Maria Hardayanto)

Sepuluh koma tiga milyar rupiah didapat pemerintah Kota Bandung dari (The Economic and Social Commission for Asia and the Pacific atau UNESCAP) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menuju Sungai Cikapundung bersih tetapi dilain pihak, pemerintah kota Bandung enggan memperhatikan drainase perkotaan.

Tidak hanya drainase, jalan di tengah kotapun dibiarkan menganga. Khususnya jalan yang tidak terlihat pejabat pemerintah kota Bandung walau berada di sisi selatan Pasar Baru yang notabene terletak di tengah kota , dibanjiri wisatawan dari mancanegara dan yang terpenting penyumbang PAD cukup besar.

13551058051248824812
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
area di belakang Pasar Baru Bandung di musim kemarau(dok. Maria Hardayanto)

Warga kota memang sudah capek. Karena itu tepat apa yang dikatakan Pidi Baiq, dosen FSRD ITB dan juga pendiri Band The Panas Dalam “Daripada marah-marah tidak jelas, lebih baik menyalurkan kritikan dalam bentuk sindiran”. Pakar gambar inipun membuat plesetan logo kota Bandung yang disebarkan lewat akun twitternya untuk menyindir.

13551061751947825315
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Bandung Kiwari (kanan) Bandung masa kini (oldig Pidi Baiq)

Sindiran menjadi pelepas ketika amarah warga sudah dititik jenuh. Toh kritik pedas tak pernah digubris pihak yang berwenang. Seolah mengabaikan peristiwa 15 Desember 2011 silam ketika jalan Dr Junjunan yang merupakan teras depan kota Bandung menenggelamkan puluhan kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Tidak ada perbaikan, tidak ada perubahan.

13551068431754151175
BANDUNG, PARIT VAN JAVA << Julukan baru Bandung
Jln. Ters. Pasteur 15 Desember 2011 (dok. Gin Gin Ginanjar Noor)

Melihat kotanya berubah menjadi kota sungai setiap hujan deras berlangsung, warga Kota Bandung menjuluki kotanya Venezia Van Java. Menggantikan posisi Paris Van Java yang sudah tidak tepat lagi disematkan. Tercatat ketinggian air mencapai 10-30 cm di sepanjang jalan Ir H Djuanda (Dago), Jln. Merdeka, Jln. Supratman, Jln. Wastukencana, Jln. Banda, Jln. LLRE Martadinata, Jln. Surya Sumantri, Jln. Dr. Djundjunan, Jln. Sukajadi, Jln. Pasirkaliki, Jln. Kebon Kawung, Jln. Stasiun Timur, Jln. Astana Anyar, Jln. Pasirkoja, Jln. Moh. Toha, Jln. Inggit Garnasih dan Jln Cikutra Barat. Jalan-jalan yang terletak di pusat kota Bandung sehingga mengakibatkan lalu lintas macet setiap hujan turun.

Apa yang sebetulnya terjadi? Bukankah pemerintah kota Bandung cukup mempunyai anggaran untuk membenahi kotanya?

“Kita melihat dokumen kerja terkait permasalahan banjir Pemkot Bandung belum fokus pada edukasi masyarakat. Pemerintah lebih berorientasi pada proyek pembangunan sarana prasarana tanpa melihat pemberdayaan dan upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah,”ucap Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)

Pembangunan fisik memang perlu tetapi tanpa kesadaran warga masyarakat maka semua agar berujung kesia-siaan. Warga masyarakat bukan tidak menyadari bahwa salah satu penyebab banjir adalah sampah, tetapi toh tetap membuang sampah sembarangan atau bahkan ke aliran air selokan/sungai.

“Setiap pembangunan fisik terkait upaya pencegahan banjir sudah seharusnya dibarengi dengan dialog bersama masyarakat. Masyarakat duduk bareng dengan pemerintah uintuk menyampaikan gagasan,”ujar Dadan.

Dengan demikian, masyarakat merasa dilibatkan dan pembangunan akhirnya bukan berasal dari kebijakan pemerintah saja, akan tetapi berasal dari keinginan masyarakat.”Selama ini ruang dialog sudah ada di musrembang. Namun, musrembang hanya seremoni karena yang diundang hanya pejabat di lingkungan pemkot baik kecamatan, kelurahan dan RT/RW,” ujarnya lagi

Mungkin apa yang dikatakan Dadan Ramdan terlalu sulit dilaksanakan karena acuan kerja pemerintah memang selalu proyek jangka pendek. Karena itu menarik mendengar pengalaman David Sutasurya, penggiat lingkungan dan Direktur YPBB yang rupanya juga terperangkap banjir bersama anaknya, Nira (10 tahun).

“Kemarin saya di jalan Dago dan melihat sendiri bagaimana jalan itu berubah menjadi sungai. Sungai dadakan itu melewati gedung BAPPEDA dan ITB yang entah lebih banyak menghasilkan pahlawan atau koruptor. Ini kombinasi kebodohan, kemasa-bodohan dan keserakahan”. “Masalahnya bukan di drainase tetapi pada seluruh system tata air kota Bandung. Drainase cuma bagian kecil”.

“Dibawah jembatan layang Dago ada turis lewat dan memotret sungai dadakan tersebut. Mungkin dipikirannya ini bangsa bodoh amat ya?”, lanjut David.

“Berarti bapak bodoh dong”, tiba-tiba Nira menyeletuk.

Olala, rupanya David harus hati-hati berbicara di depan anak kecil. Karena kalimatnya akan segera disambar oleh wakil generasi penerus bangsa ini.

“Aduh Nira, skak mat ……… bunda termasuk dong?”

“Iya, hehe ……… bapak juga bagian kebodohan”, dan kamipun tertawa bersama, mengingat bahwa apa yang dikatakan Nira sangat benar adanya.

Peristiwa tersebut menyadarkan bahwa tanpa terasa kita sesungguhnya telah berperan sebagai punakawan-punakawan di era digital. Mentertawakan orang lain dan mentertawakan diri sindiri dalam sindiran.

**Maria Hardayanto**
Sumber:
Pikiran Rakyat

emoticon-Sorry