alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50c8ad6c2d75b4701300001b/my-story-gate-of-solomon-solomon-tor-part-1
My Story [Gate OF Solomon (Solomon Tor) Part 1]
Pagi hari, seperti biasa vanny duduk di dekat jendela kamarnya di lantai 3, menatap halaman rumah yang sangat luas, dengan udara pegunangan yang sangat sejuk, vanny seorang gadis rumahan, ia hanya tau, tujuan yang ada di rumahnya seperti, ruang makan, ruang keluarga, dan toilet. vanny tidak pernah melihat dunia luar seperti apa dunia luar itu, vanny pun menyelesaikan semua pendidikannya dengan home school, saat jam 8 pagi piano di lantai 2 di mana di luar jendelanya terdapat pohon yang tubuh besar dan subur, vanny selalu memainkan pianonya, suara piano yang lembut, dimainkan dengan perasaan yang sangat polos, membuat suara piano sangat indah.

hingga saat sore hari bapak suryadinata ayahnya vanny menerima tamu, ayah vanny memperkenalkan kepada teman ayahnya, dan menceritakan teryata mereka adalah teman dari sd hingga kuliah bisa di bilang sahabat karib. di samping teman papa terlihat seorang laki laki, tiggi besar berkulit coklat, tapi cubby alias ndut. karena laki laki itu bertubuh besar dan tinggi, jadi ndutnya tidak ketara kelihatan. kemudia teman papa memperkenalkan anaknya yang bernama Vannya, vanny pun menunjukan raut wajah yang heran, kaerna nama mereka sangat mirip.

tidak lama terjadi omongan serius antara papa dan teman papa, tentang perjodohan dirinya, vanny hanya bisa terdiam kaku. begitu juga vannya mendengar omongan orang tua mereka, vannya harus diam karena harus menurut apa kata orang tua.

malam harinya, vannya mengajak vanny jalan jalan, kekota dengan berjalan kaki, memang tidak terlalu jauh dari rumah vany ke kota cukup berjalan kaki selama 30 menit, lagi pula udara pegungan sangatlah bersih tidak ada polusi seperti di kota.

vannya selalu bergumam di dalam hatinya kenapa harus di jodohkan dengan wanita rumahan, begitu juga vanny tidak menyukai vannya yang dingin dan sifatnya bikin vanny eneg. vanny berjalan di belakang vannya, saat di kota, vanya melihat ke wajah vanny, teryata vanny sangat senang terlihat dari raut wajahnya, selama ini vanny hanya melihat dari televisi soal dunia luar kini ia merasakan langsung. vannya mulai kewalahan, mengikuti vanny seperti layang layang putus kesana kemari, membeli makanan di luar, melihat sesuatu yang aneh dan hanya bisa ia lihat di televisi. hingga karena senangnya vanny hendak di tabrak oleh mobil vanya dengan sigap menarik tangan vanny.

"lo punya mata gak sih, lo hampir saja mati konyol, kalo mau yebrang lihat kiri kanan" vannya marah
"tapi... tapi.." vanny menundukan wajahnya
"tapi tapi apa hah!!!!!, kalo kamu kenapa napa gw juga yang repot" dengan nada tinggi vanya saking kesalnya
"maaf..." tiba tiba vanny meneteskan air mata

melihat air mata yang mulai berjatuhan, vannya langsung kalangkabut, dan berhenti.

"jangan di ulangin lagi ya vanny plase jangan nangis" vanya dengan nada lembut
"iya... janji yah gak marah marah lagi" ujar vanny sambil melihat wajah vannya
"janji" walau dalam hati vannya gak janji

vanny dengan polosnya tersenyum lagi, vannya pun memberikan ice cream, vanny sangat senang sekali, setelah habis ice creamnya vanny minta ice cream lagi, lama lama emosi vannya meledak lagi, dan vanny terkejut, vannya terdiam lagi, ingat akan janjinya, vanny mengembungkan kedua pipinya, sambil menatap tajam vannya.vannya pun mengajak vanny pulang dan membelikan ice cream lagi, kini vanny berjalan di depan vannya, sambil menari nari kegirangan, telah melihat dunia luar, tiba tiba vanny terjatuh.

"mata kamu kemana sih hah, jatuh kan, makanya biasa aja dong jangan pake acara nari nari muter muter keq di sinetron aja" vannya marah lagi
"..............." vanny terdiam sambil memegang betisnya
"sini berdri " vannya sambil mengulurkan tanganya

tiba tiba vanny menepis uluran tangan vannya, dan berdiri sendiri dengan pipi di kembungin, vannya memulai langkah duluan, vannya pun menoleh kebelakang dan melihat vanny berjalan pincang. lalu vannya berbalik ke vanny, vannya jongkok di depan vanny, vanny heran posisi itu buat apa.

"udah jangan bengong entar kaki kamu tu bengkak, sini aq gendong sampai ke rumah" ujar deva dengan nada marah
"......iya... maaf..." teryata vanya perduli dengan vany, gumam vanny

lalu vannya berjalan sambil menggendong vanny di belakang vanny memeluk tubuh vanya karena kalo gak d peluk akan jatuh, tangan kanan vanya menjaga ke seimbangan tubuh vanny yang ia gendong belakang, dengan sambil membawa 2 sendal vanny. di jalan vanny melihat ke langit malam yang di taburi bintang bintang. vanny belum pernah di perlakukan seperti ini oleh seorang laki laki, entah kenapa perasaan aneh ini muncul dalam tubuh vanny rasa yaman dan terjaga. walau vannya galak tapi sebenarnya dia perduli akan ke adaan vanny, perjalanan ini tidak lah mudah bagi vannya karena jalannya menanjak, vannya terus berusaha agar tidak terjatuh, karena jika terjatuh vanny akan tertawakan dirinya sebagai laki laki yang lemah. tapi teryata keadaan berkehendak lain, kaki vannya sudah gemetaran, tiba tiba mereka berdua terjatuh tergulung ke ladang rumput. saat mereka duduk saling berpandangan tiba tiba mereka berdua tertawa, saling meledek tapi beberapa saat kemudian mereka terdiam dengan wajah memerah.

vannya pun berdiri, dan memeriksa kaki vanny yang sudah mulai membengkak. mereka pun memutuskan untuk istirahat sambil melihat bintang di langit, tiba tiba vanny degan polosnya menyendarkan kepalanya ke pundak vannya. vanya pun terdiam.

"vannya tau gak, ada legenda mengatakan bahwa jika kita melihat bintang jatuh, kita langsung panjatkan doa kepada tuhan, dan doa kita akan terkabul" vanny dengan nada pelan
"tapi itu hanya legenda" ujar vanya dengan nada datar

tiba tiba ada sebuah bintang jatuh, dan vanny memejamkan matanya,
"tuhan aku harap laki laki yang telah engkau antarkan ini adalah laki laki yang baik dari yang terbaik yang pernah engkau ciptakan, amin" vanny berdoa
vanya menoleh ke arah vanny saat vanny memejamkan matanya, entah kenapa rasa jantung vannya berdetak dengan kencang, melihat vanny apa ini yang di sebut cinta, tapi vannya terus diam saja menolak semua rasanya.

setelah itu vannya menggendong vanny lagi, hingga tiba di rumah, vanny langsung di obati oleh pembantunya dan dokter keluarga di rumah vanny. saat dalam ke adaan di bawah sinar lampu baru terlihat, banyak lecet di tubuh vannya, karena terjatuh sambil memeluk vanny, untuk melindungi vanny, darah di kepala vannya pun terlihat, begitu juga kaki vannya yang melepuh.

vanny pun langsung memegang erat tangan vannya dan bilang "maaf" vannya pun tersenyum. tiba tiba kepala vannya berkunang - kunang dan vannya jatuh pingsan.

"teryata anak kita saling menjaga" ujar papa vanny
"sekarang bagai mana kapan kita tentukan hari perjodohan mereka?" ayah vannya bertanya
"secepatnya teman ku" papa vanny tersenyum

mereka pun tertawa bersama....


bersambung......................

lho bersambungemoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By stratocruiser
lho bersambungemoticon-Bingung (S)


iya gan bersambung emoticon-Smilie sehari1 kali ya
Quote:Original Posted By devanya2


iya gan bersambung emoticon-Smilie sehari1 kali ya


iya ane baca dulu sistemoticon-Kiss (S)
panjang........ emoticon-Thinking

mending buat di t4nya aja sist emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By pali
panjang........ emoticon-Thinking

mending buat di t4nya aja sist emoticon-Embarrassment


tempatya di mana kk bisa kasih tau ?

Ts yang bagus

Wah kyknya agan punya bakat nulis novel,,,
gk jenuh baca ceritanya. emoticon-Wink

My Story [Gate OF Solomon (Solomon Tor) Part 2]

Di belakang rumah vanny terdapat rumah besar yang sudah tidak di diami lagi, menurut cerita turun temurun dalam keluarga disana ada sesuatu yang janggal, dimana rumah itu seperti pintu ke dunia lain, dan di tinggalkan,tenttu vannya juga mengetahui cerita tersebut, karena vannya tidak percaya akan hall yang tahayul tersebut, saat pagi hari vannya menuju ke arah rumah tersebut.

terlihat banyak kertas mantra di tempel di tembok dan pintu, dimana berpungsi sebagai mantra penyegel, vannya menyalakan sebatang rokok, malboro merah. tidak lama vannya di kagetkan oleh vanny.

"hayo!!!!!!!! ngapain disini ?" ujar vanny
"aku penasaran dengan rumah ini" vannya dengan nada serius
"kata papa, rumah ini tidak boleh di masuki dengan cara apapun, kecuali aku di dampingi oleh orang yang memiliki kekuatan sihir seperti kamu" vanny tersenyum
"aku datang kesini karena mendengar cerita dari papa ku, tentang rumah tua milik keluarga kamu vanny, aku hendak mencoba membuka gerbang dunia lain dari rumah ini" vannya lagi lagi dengan nada serius
"aku ikut!!!!!!!!" vanny tersenyum
"terserah tapi ingat jangan jauh dari ku" ujar vannya

vannya mulai mengambil dahan kering dan mulai menggaris pentagram berdia meter 5 meter, vannya dan vanny masuk ke dalam lingkaran itu.

"ingat apapun yang terjadi vanny jangan keluar dari lingkaran ini ok" vannya memperingatkan vanny
"yup" vanny tersenyum

suasana menjadi sangat hening, angin berhembus dengan sepoy sepoy, menerpa tubuh mereka, suasana yang tenang tapi di balik itu memiliki aura mistik yang sangat kuat.

"O Götter und Göttinnen im Himmel, ich vanny vanya und Ihr Schutz wird geöffnet, die Tore des Himmels 7 und 7 Pforten der Hölle zu betteln, um alle die unschuldigen Kreaturen entscheiden, schützen uns mit deiner Kraft, öffnet es!!!! !"

vannya membaca mantra dalam bahasa jerman,tidak lama, seolah olah waktu terhenti, rumah tersebut terlihat menjadi rapi dan berbeda dengan sebelumnya, tidak ada kertas mantra pun melekat, terdengar suara dentang bell jam kuno.

"vannya, vanny takut" vanny gemetar
"apa yang kamu lihat ?" vannya bertanya
"kematian" vanny dengan nada penuh ketakutan
"teryata benar disini adalah gerbang akhirat, tapi kenapa aku tidak melihat ya kenapa vanny bisa melihat" gumam vannya

tidak lama vannya memperhatikan mata vanny, dan vannya sangat terkejut melihat mata vanny, mata vanny berubah sebelah kanan menjadi sangat merah.

"vanny dengar aku,kenapa dengan mata mu??" ujar vannya khawatir
"tidak tau rasanya sangat panas sekali" vanny memegang matanya
"coba kamu tutup mata kanan kamu dan buka mata kiri kamu dan apa yang kamu lihat?" vannya dengan nada khawatir
"aku melihat kita seperti pertama ketemu disini" ujar vanny
"coba kamu tutup mata kiri kamu dan buka mata kanan kamu sekarang apa yang kamu lihat?" vannya sangat ingin tau
"aku melihat 7 gerbang yang dindingnya terbuat dari emas, berlian dan sangat indah, sedangkan di bawahnya terdapat 7 pintu yang sangat menyeramkan terbuat dari benulang manusia" vanny dengan nada gemetar
"kau teryata memiliki Eyes of gabriel, vanny sekarang tenangkan diri mu dan pejamkan mata mu aku akan menghentikan spell ini" vannya mencoba menenangkan vanny
"baik" vanny memejamkan matanya

vannya mulai membaca mantra, lingkaran tersebut mulai menyala berwarna biru di kelilingi dengan mantra mantra yang tertulis dengan sendirinya
"Götter und Göttinnen im Himmel, der es auf das Leben des Himmels und der Erde beherrscht, bitte ich Sie um Ihre Stärke zu verleihen, um die sieben Tore der Hölle und 7 Tore des Himmels, jetzt schließen!!!!" setelah selesai vannya pun terdiam.

vanny pun terjatuh pingsan ke tanah, vannya menceritakan tentang kejadian ini dengan orang tua vannya dan vanny. bahwa vanny memiliki eyes of gabriel. ayah vannya dan vanny pun mulai menyegel rumah tersebut dengan api 7 rasa, agar tidak ada mahluk jahat mengetahui tentang ke beradaan tersebut.

beberapa saat kemudian vanny pun terbangun, dari pingsannya, vanny melihat vannya, dan vanny menangis , vanny kira telah terjadi hall yang tidak di inginkan. pertunangan mereka pun di laksanakan dengan segera, vanny di bawa oleh vannya ke jepang, disana mereka bersekolah, vanny sekolah di sebuah sekolah wanita terkenal d jepang, sedangkan vannya kuliah.

mereka tinggal satu rumah, dan hanya memiliki 1 kamar, dan 1 tempat tidur. vannya pun kesal dengan rumah yang akan mereka tempati, ke esokan harinya vanny membangunkan vannya, vanny teryata memasak sarapan pagi, dengan seragam sekolah vanny terlihat sangat cantik sekali, membuat vannya menjadi salah tingkah.

"gimana enak gak masakan vanny?" vanny dengan nada cemas
"e enak banget koq" padahal rasanya gak enak tapi vannya tersenyum

jam sudah menunjukan jam 6:30 mereka pun berangkat bersama, vannya pun mengatar vanny hingga gerbang sekolahnya.
"ingat jangan kemana mana, tunggu aku di lobi sekolah, tunggu aku disana jangan kemana mana kalo udah pulang sekolah mengerti?" vannya dengan nada seram
"i..ii..iya" vanny menundukan kepalanya
"jangan pake menangis" vannya menggerutu
"enggak koq, aku akan nunggu vannya pulang kuliah di sekolah yah" vanny tersenyum
"iya tunggu aja, kalo ada apa apa kamu bisa telp aku, kamu kan gak bisa membaca hurup kanji" ujar vannya
"jangan menghina!!!!!!!!, gini gini aku menguasai 3 bahasa termasuk bhasa jepang hiragana, takakana dan romanji" vanny mengembungkan pipinya
"bagus lah kalo begitu, aku berangkat ke kampus dulu" ujar vannya
"hati hati di jalan" vanny melambaikan tangannya

tidak di sadari orang orang di sekitar vanny memperhatikan vanny, dan wajah vanny menjadi merah padam.

terimakasih

Quote:Original Posted By megabuanagroup
Wah kyknya agan punya bakat nulis novel,,,
gk jenuh baca ceritanya. emoticon-Wink


terimakasih banyak

eh busyet baca dulu dah

terimakasih

Quote:Original Posted By reiiiiiiiiii...
eh busyet baca dulu dah


terimakasih udah mau baca emoticon-Smilie