alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a9a05fdb92483366000016/di-memasuki-era-bumn-multinational-corporation
[DI] Memasuki Era BUMN Multinational Corporation
Senin, 19 November 2012
Manufacturing Hope 52

Telah lahir : BUMN Multinational Corporation.
Tanggal lahir : 12 November 2012.
Nama bayi : PT Semen Gresik (Persero) Tbk.

Maka, PT Semen Gresik yang sebentar lagi bernama PT Semen Indonesia itu resmi menjadi perusahaan BUMN pertama yang berstatus multinasional. Hari itu Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto menandatangani perjanjian pembelian sebuah pabrik semen di Vietnam.

Nama pabrik semen itu, Thang Long (berarti: Naga Terbang), sangat terkenal di Vietnam. Thang Long termasuk salah satu pabrik semen terbesar dan termodern di sana. Kapasitasnya 2,3 juta ton, lebih besar daripada pabrik semen Baturaja di Sumsel. Mesin-mesinnya buatan Eropa dan masih tergolong baru: mulai
beroperasi tahun 2008.

Dengan pembelian itu, PT Semen Gresik yang baru saja menggeser posisi Siam Cement (Thailand) sebagai pabrik semen terbesar di Asia Tenggara kian kukuh di depan. Dua bulan lalu, dengan mulai beroperasinya Unit 4 Tuban dan Unit 5 Tonasa, PT Semen Gresik memang sudah menggeser posisi Siam Cement sebagai yang terbesar di ASEAN. Kini dengan membeli pabrik semen di Vietnam itu, posisi
nomor satu Semen Gresik kian tidak terkejar. Apalagi grup ini masih berencana membangun pabrik baru di Rembang dan menambah pabrik baru di Padang.

Duta Besar Vietnam untuk Indonesia yang hadir dalam acara di Kementerian BUMN itu menyebut perkimpoian PT Semen Gresik dan Thang Long itu sebagai langkah memperkukuh ASEAN. Juga sebagai wujud komitmen dua kepala negara untuk meningkatkan hubungan ekonomi dua negara.

Saya menambahkan sedikit humor: perkimpoian itu mengulangi peristiwa hampir seribu tahun lalu. Yakni ketika raja Majapahit mengawini putri Champa. Lokasi pabrik semen Thang Long itu memang dekat ibu kota Hanoi, tapi salah satu unitnya berada di dekat kota kecil Champa.

Vu Van Thian, CEO grup perusahaan yang membawahkan pabrik semen itu, merasa cocok kimpoi dengan Semen Gresik. Meski lidah Vietnamnya begitu sulit mengucapkan kata “Semen Gresik” atau kata “Dwi Soetjipto”, rangkulannya yang erat saat perjanjian itu ditandatangani menunjukkan kesungguhannya dalam
berpartner.

Saya sangat iba melihat begitu susahnya Vu Van Thian mengucapkan kata-kata yang khas Indonesia dalam sambutannya. Karena itu, saya minta padanya agar dicarikan nama Vietnam untuk Dwi Soetjipto. Ini biasa dilakukan oleh orang-orang di Tiongkok untuk memudahkan memanggil nama-nama partner mereka. Nama Dahlan Iskan, misalnya, tidak dikenal di antara teman-teman saya di Tiongkok. Mereka memberi nama saya: Yu Shi Gan.

Saya juga berpesan kepada Vu Vi Tho (nama Vietnam untuk Dwi Soetjipto) agar membuka restoran Indonesia kecil-kecilan di dekat pabrik itu. Setidaknya agar bisa membuat orang-orang Vietnam mulai terbiasa menikmati rendang, kepala ikan, nasi goreng, atau sejumlah makanan Indonesia lain yang punya potensi menginternasional. Ini juga bermaksud menyeimbangkan agar jangan hanya kita yang mendadak menyukai pho (baca: fe), mi Vietnam yang tiba-tiba menyebar ke setiap mal besar kita itu.

Dengan kemampuan PT Semen Gresik, terutama di bidang engineering-nya, pabrik di Vietnam itu bisa terus diperbesar dan diperbesar. Bahkan bisa jadi merembet ke negara-negara tetangga Vietnam.

Di samping PT Semen Gresik, tahun depan PT Timah (Persero) Tbk di bawah Dirut Sukrisno juga mengikuti jejak Vu Vi Tho. PT Timah baru saja selesai melakukan langkah cerdasnya: mengusahakan penguasaan tambang timah (bauksit) di Myanmar. Maka, mulai tahun depan, PT Timah sudah beroperasi di Myanmar.

Ini juga menunjukkan bahwa tidak hanya perusahaan asing yang bisa menambang di Indonesia, tapi perusahaan Indonesia juga bisa menambang di luar negeri. PT Timah yang mengalami kesulitan menghadapi penjarahan tambangnya di Bangka Belitung memang harus berpikir keras dan tidak mudah menyerah. Penegak hukum betul-betul tidak bisa diandalkan untuk pengamanan aset PT Timah di Babel.

Bagaimana bisa, produksi timah gelap dari lahan PT Timah lebih besar dari produksi PT Timah sendiri. Ini mirip dengan tidak berfungsinya penegak hukum di Sumsel yang membiarkan terjadinya pencurian minyak mentah Pertamina secara masif, terbuka, terang-terangan, di mana-mana, dengan menggunakan teknologi kelas berat.

Di tengah persoalan dalam negeri yang berat itu, PT Timah tetap harus mengambil peran sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian juga PT Antam (Persero) Tbk. Harus mempercepat langkahnya untuk membangun pabrik alumina di Kalbar. Tahun depan PT Inalum di Sumut sudah kembali ke tangan pemerintah Indonesia. Siapa yang akan menjadi pemasok bahan baku untuk Inalum” Selama 40 tahun di tangan Jepang, tentu Jepanglah yang memikirkan pasokan untuk Inalum. Tapi, begitu kembali ke pemerintah Indonesia, harus ada yang menggantikannya. Kebetulan, Antam sudah berencana membangun pusat peleburan alumina di Kalbar.

Di samping Semen Gresik dan PT Timah, beberapa BUMN besar juga didorong untuk terus mengembangkan sayap. Kalau dulu kita dikenal sebagai suka menjual BUMN, kini berubah total: giliran BUMN yang beli, beli, beli.

Dulu, setelah krisis, negara kita memang miskin dan lemah. Menggaji pegawai negeri saja hampir-hampir tidak mampu. Pemerintah di waktu itu memilih menjual beberapa BUMN. Itulah yang menimbulkan kesan jual, jual, jual.

Tapi, kejadian di masa lalu itu tidak perlu terus-menerus disesali. Kita tidak boleh terlalu larut dalam penyesalan. Apa yang telah terjadi di masa lalu harus jadi pendorong semangat untuk memperbaiki masa depan. Yang penting, kita tidak lagi mengulangi cara jual, jual, jual itu.

Tahun depan PT Telkom (Persero ) Tbk juga mulai “membeli”. PT Telkom melakukan ekspansi ke luar negeri: Timor Leste. Selama ini telekomunikasi Timor Leste dikuasai perusahaan Portugal. Tahun depan PT Telkom mulai beroperasi di Timor Leste. Tekad direksi Telkom tidak kecil: menguasai pasar telekomunikasi negara tetangga itu.

PT Telkom, sebagaimana dikemukakan Dirutnya, Arief Yahya, punya kemampuan untuk itu. Kemampuan manajerial, peralatan, maupun pendanaan. Telkom yang kemampuan keuangannya melonjak tahun ini juga sedang menyiapkan langkah ke beberapa negara tetangga, namun belum perlu disebut di sini.

Dua bank besar kita (Bank Mandiri dan BRI) sebenarnya juga sangat mampu beli, beli, beli. Namun, di dunia perbankan aturannya amat ketat. Cabang Bank Mandiri di Singapura, misalnya, tetap masih dilarang menjadi bank umum yang bergerak ke ritel. Padahal, bank-bank milik Singapura di Indonesia begitu
bebasnya.

Begitu juga di Malaysia. Begitu banyak larangan untuk bank kita di sana. Padahal, bank-bank Malaysia di Indonesia menikmati longgarnya aturan kita.

Saya yakin, kalau mendapat perlakuan yang sama di Singapura dan Malaysia, Bank Mandiri, BRI, dan juga BNI bisa segera jadi jagoan kita di Asia Tenggara.

Tahun depan memang akan menjadi tahun politik. Dunia politik akan bergejolak. Tapi, BUMN tidak boleh terpengaruh, apalagi terseret dan larut ke dalamnya.

Di tahun depan yang bakal kian panas itu, BUMN harus tetap berada di jalur moto ini: kerja, kerja, kerja! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Quote:
Bagus Pak, sudah saatnya perusahaan & BUMN Indonesia ekspansi di tingkat Asia Tenggara. Sukses terus pak! emoticon-Cendol (S)


sumber: Koran Jawa Pos Senin, 19 Nov 2012
atau di : dahlaniskan.wordpress.com
Semoga BUMN-BUMN Indonesia yang lain segera menyusul langkah Telkom & Semen Gresik. Harus kerja lebih cepat emoticon-Smilie
Aku salut buat PT.Semen Gresiknya.

Bukan buat yang lain.
Quote:Original Posted By cocoi
Semoga BUMN-BUMN Indonesia yang lain segera menyusul langkah Telkom & Semen Gresik. Harus kerja lebih cepat emoticon-Smilie


PLN juga sebenarnya BISA kok, asal dah SELESAI membunuh PLT yg salah minum dan menghabisi semua PLTD maka tinggal bikin PLTG/PLTU/PLTN dideket2 perbatasan (Papua dan Timles) trus memasok kesana emoticon-Big Grin

Gimana coba klau kita yg memasok MAYORITAS listrik ke negara mereka ?
klau mereka macem2 tinggal ancem KURANGI pasokan dah berkuasa banget emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Khoontol
Aku salut buat PT.Semen Gresiknya.

Bukan buat yang lain.


Bener itu. Management Semen Gresik itu bagus. Low Profile tapi kinerja tinggi... emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By Uthe18


PLN juga sebenarnya BISA kok, asal dah SELESAI membunuh PLT yg salah minum dan menghabisi semua PLTD maka tinggal bikin PLTG/PLTU/PLTN dideket2 perbatasan (Papua dan Timles) trus memasok kesana emoticon-Big Grin

Gimana coba klau kita yg memasok MAYORITAS listrik ke negara mereka ?
klau mereka macem2 tinggal ancem KURANGI pasokan dah berkuasa banget emoticon-Ngakak


mantap gan, semestinya kita bisa jual air PDAM ke mereka emoticon-Big Grin
Heuheu... Padahal awak baru mau posting, awak tinggal maen poker bentar udah muncul beritanya... emoticon-Sorry

Semoga BUMN kita tambah jayaa...
semua kekayaan alam (SDA) adalah milik negara, bukan milik pemerintah, parpol, ato cecunguk tikus, bukan pula milik bangsa..t asing..

denger2 minyak bumi indon mw di jual lagi.. emoticon-Cape d... (S)

dasar tikus tol-ol, pejabat+alumni perguruan tinggi tol-ol.. emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By Uthe18


PLN juga sebenarnya BISA kok, asal dah SELESAI membunuh PLT yg salah minum dan menghabisi semua PLTD maka tinggal bikin PLTG/PLTU/PLTN dideket2 perbatasan (Papua dan Timles) trus memasok kesana emoticon-Big Grin

Gimana coba klau kita yg memasok MAYORITAS listrik ke negara mereka ?
klau mereka macem2 tinggal ancem KURANGI pasokan dah berkuasa banget emoticon-Ngakak


Lanjutkan emoticon-Embarrassment
Saatnya BUMN go regional... Internasional kalo perlu emoticon-I Love Indonesia (S)