alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a88042db924865070000df/karena-tidak-efektif-aturan-jarak-tempuh-motor-sulit-diterapkan
Ngakak 
Karena Tidak Efektif, Aturan Jarak Tempuh Motor Sulit Diterapkan
Minggu, 18/11/2012 12:12 WIB


Jakarta - Pembatasan jarak tempuh kendaraan motor roda dua setiap 200 Km di Indonesia akan sulit diterapkan. Kesulitan ini gara-gara tidak jelas mekanisme dari aturan tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh mantan Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Djoko Saturi. Dia menilai penggunaan sepeda motor akan sulit diawasi jika mekanismenya tidak tepat.

"Saya melihat aturan pembatasan ini sulit diterapkan jika mekanismenya tidak jelas," tegas Djoko ketika dimintai tanggapan, Minggu (18/11/2012).

Menurut Djoko, pemotor yang hendak jalan jauhu sulit dipantau. Misalnya saat musim mudik tiba. Dalam hal ini apakah polisi punya kekuatan untuk memantau setiap laju kendaraan motor. Seperti saat arus mudik dari Jakarta hendak ke Yogyakarta atau Semarang, yang harus dihentikan ketika melampaui jarak tempuh 200 Km.

"Kalau orang-orang pulang dari Jakarta ke Jogja, Semarang, dan berhenti setiap 200 km, sepertinya tidak bisa. Pelaksanaan bisa atau tidak?. Apakah pelaksaaan ini bisa berjalan lebih baik. Bagaimana (polisi) cara memantaunya," tanya Djoko.

Oleh karena ini, Djoko menilai kalau tujuannya untuk menekan angka kecelakaan motor sepertinya tidak efektif. Pasalnya pengendara akan tetap menghadapi perjalan jauh dengan persiapan matang.

"Tidak akan berjalan efektif. Membatasi penggunaan motor itu susah ya. Tidak bisa dibatasi," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya wacana pemberlakuan pembatasan jarak tempuh perjalanan roda tiga untuk menekan kecelakaan kendaraan motor.



[url]http://oto.detik..com/read/2012/11/18/121229/2093552/1208/karena-tidak-efektif-aturan-jarak-tempuh-motor-sulit-diterapkan?991101mainnews[/url]





Komenya :

Yang komen mantan Sekjen , lho gan.

Karena Tidak Efektif, Aturan Jarak Tempuh Motor Sulit Diterapkan
ya iyalah.....

buat motor yang speedometer manual mekanis pake kabel gigi nanas roda depan, tinggal dicabut doang, jalan ampe sejuta km pun masih aja 0 km emoticon-Ngakak

itu masalah safety, hanyalah kembali kediri masing-2 pengendara saja.

Dihimbau kayak apa juga sepertinya pada masa bodoh ama keselamatan diri sendiri, lha wong pake helm aja males emoticon-Frown

Jangankan 200km, 400km aja dijabanin asal bisa cepat-2 ampe tujuan dalam waktu sehari.

Polri dalam hal ini dirjenlantaas pun kurang pro aktif dalam mengedukasi pengendara dalam hal safety baik lisan maupun tulisan, kaunatitas maupun kualitas.

Sangat minim sekali.

Lha wong SIM nembak tanpa ujian juga bisa bawa mobil & motor kejalan raya.

Belum lagi masalah mental dan emosi kerap terlibat dilapangan, yang menjadi ajang pelampiasan kemarahan meski hanya singgungan kecil sepele.

Kebut2an dijalan umum ?

itu kelakuan org-2 macan ompong, sok jagoan dijalan raya, tapi giliran ditantang untuk masuk kelas pemula 110cc aja banyak alasan gak punya modal, gak punya duit, sayang pake motor pribadi, males cari sponsor, bermental pasti kalah sebelum ngetrek, bla bla bla.

yah pada akhirnya cuman jadi katak dalam "tempurung" dengan kata lain trek hafalannya sendiri.

Ketemu Hendriansyah ama Harlan Fadillah aja udah pingsan emoticon-siul: