alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a6ff52516ea10556000116/perdebatkan-gelar-insinyur-11-anggota-dpr-ke-jerman
Sedih 
Perdebatkan Gelar Insinyur, 11 Anggota DPR ke Jerman
JAKARTA - Baru saja Badan Kehormatan (BK) DPR menyatakan akan melakukan pengkajian ulang terhadap mekanisme kunjungan kerja (kunker) keluar negeri. Kembali, 11 anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR malah melakukan kunker ke luar negeri.

Tak tangung-tanggung, kali ini tujuan kunker mereka ke Jerman. Di negara panser tersebut, 11 anggota Baleg hanya melakukan study banding terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keinsinyuran.

"Kami ke Jerman untuk study banding UU Keinsinyuran. Dari 17 sampai 23 November. Dipimpin Sunardi Ayub," kata Ketua Baleg, Ignatius Mulyono, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (16/11/2012).

Kata dia, alasan utama dilakukanya kunker tersebut karena selama ini Indonesia belum memiliki dasar kompetensi yang jelas terkait dengan keinsinyuran.

"Karena insinyur Indonesia saat ini belum memiliki UU. Karena belum memiliki dasar kompetensi keinsinyuran oleh pihak asing tidak ditempatkan sepadan dengan insinyur luar negeri," tuturnya.

Selain itu, sambung Ignatius, Indonesia juga harus memiliki pakem yang jelas terkait dengan jenjang dari sarjana teknik ke gelar insinyur.

"Karena lususan Perguruan Tinggi itu S1 Sarjana Teknik itu perlu meningkat bisa disebut sebagai insinyur harus ada pendidikan dan pelatihan uji kompetensi. Jerman punya UU tentang itu. Yang sudah punya UU Keinsinyuran," terangnya.

Selama melakukan kunker ke Jerman, para wakil rakyat yang terhormat tersebut akan mendatangi beberapa tempat, diantaranya adalah kampus-kampus yang fokus memberikan pelajaran Teknik serta organisasi keinsinyuran disana.

"Kita bertemu lima lembaga. Lembaga dewan keinsiyuran, Perguruan Tinggi teknik. Kita juga akan mendatangi organisasi insiyur Jerman kalau di Indonesia Persatuan Insiyur Indonesia. Terakhir kita menemui lembaga-lembaga yang menggunakan keinsyiran," pungkasnya.

Sebelumnya, pada 3 September lalu, 22 anggota Baleg melakukan kunker ke Denmark dan Turki terkait perdebatan logo PMI.


http://news.okezone.com/read/2012/11...-dpr-ke-jerman

sekalian aja bawa anak bini..emoticon-Najis
horeeeee jalan jalan lagi.. emoticon-Malu (S) ayo siapa lagi yang belum, bntr lagi pemilu loh.. emoticon-Malu (S)

studi banding sebenrnya ok ok aja.. masalahnya org org gak bertanggung jawab ini gak membawa hasil apa apa buat diterapkan disini.. emoticon-Najis emoticon-Najis

Thumbs up 

Masyarakat Indonesia di Jerman Tolak Kunker DPR


Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR RI ke Jerman tampaknya akan kembali menuai protes keras dari berbagai kalangan.
 
Selain penolakan yang berasal dari dalam negeri, kunker 11 anggota Badan Legislasi (Baleg) juga mendapatkan penolakan dari luar negeri terutama mayarakat Indonesia di Jerman. Mereka yang tergabung Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman serta Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul ulama (NU) dan Watch Indonesia di Jerman menyatakan penolakanya.
 
"Merujuk pada tuntutan PPI Berlin/Jerman dan PCI NU Jerman atas kunjungan kerja DPR RI komisi I ke Jerman pada April 2012 lalu yang belum terpenuhi dan untuk mengantisipasi rencana Kunjungan Kerja ini, maka PPI Berlin, PCI NU Jerman dan Watch Indonesia menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut," kata Ketua PCI NU Jerman, Suratno melalui rilisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/11/2012).
 
PPI, PCI NU, serta Watch Indonesia berpendapat sebaiknya para anggota dewan tersebut lebih memfokuskan diri pada masalah-masalah di tanah air terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR. Pasalnya, wakil rakyat di parlemen tersebut sedang mendapatkan sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak.
 
"Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang akan mereka studi bandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait di dalam-negeri," paparnya.
 
Menurut Suratno, seharusnya para pejabat negara terutama DPR harus mampu melakukan penghematan anggaran.
 
"Hendaknya mereka memiliki sense of crises ditengah keterpurukan ekonomi bangsa dengan melakukan penghematan anggaran. Kegiatan kunjungan kerja ke luar negeri merupakan bentuk pemborosan anggaran karena selama ini belum teruji efektivitas dan manfaatnya," ungkapnya.
 
Kata dia, pihaknya menuntut adanya transparansi atas kunker, berupa tujuan, biaya perjalanan, akomodasi, jadwal, materi-materi yang di bicarakan dan partner kerja di tempat tujuan.
 
Selain itu, masyarakat Indonesia di Jerman juga menuntut adanya publikasi hasil konkret dari kunker ke luar negeri yang selama ini dilakukan oleh DPR. Terutama dalam konteks kunjungan ke Jerman pada April 2012 lalu.
 
"Hal tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan," tegasnya.
dolan thok, nambah2in anggaran aja!
emoticon-Hammer2
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..
Indoensia memang harus banyak belajar dengan negera lain, secara Indonesia masih bobrok
Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan.


Komentar TERBODOH yang pernah gw baca. Yang bener itu Rakyat dulu yang setuju baru wakilnya baru bisa menyatakan setuju. Bukan DPR yang bilang setuju trus rakyat setuju.

Yang penting bukan gelar bang, tapi isi.

BUKAN BUNGKUS TAPI ISI.
Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
emang banyak kok insinyur Indonesia si doel tuh emoticon-Wink
ada juga jagoan elu, yang katanya ahli lulusan jerman juga kok emoticon-Malu (S)
sama si NARA kan insinyur perbatuan, jalan dan FREEMAN
BOLD: masak sih ciyuuss??? cuman elu kok yang dongo emoticon-Ngacir
UU Keinsiyuran dan keprofesian lain sangat dibutuhkan. Supaya jelas aturan mainnya dan menjaga masyarakat sebagai pemakai jasa dari kerugian akibat praktek2 profesi yang ilegal.

Studi banding menurut saya ok-ok saja. Selama jelas agenda, target dan hasilnya bisa direview oleh masyarakat dan komunitas profesi terkait.

Kalau hanya sebagai ajang memperbanyak cap di paspor, mending nama legislatif tersebeut dimasukkan daftar hitam untuk pemilu 2014.
Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..


iyaa DPR mewakilkan jalan-jalan ke luar negri bagi rakyatnya yg ga mampu jalan2 emoticon-Big Grin
emang serba di wakilkan ama DPR:
- Kekayaan sudah terwakilkan
- Kemewahan sudah terwakilkan
- Makan enak sudah terwakilkan
- Jalan2 ke luar negri sudah terwakilkan
Quote:Original Posted By Tigadesign


Komentar TERBODOH yang pernah gw baca. Yang bener itu Rakyat dulu yang setuju baru wakilnya baru bisa menyatakan setuju. Bukan DPR yang bilang setuju trus rakyat setuju.

Yang penting bukan gelar bang, tapi isi.

BUKAN BUNGKUS TAPI ISI.


yah.. warisan budaya feodal bang..
masih bangga dengan title dan gelar yang panjang-panjang..

tp bukannya insinyur itu sebenarnya memang gelar profesi yah emoticon-Bingung (S)
dari asal kata enginering dalam bahasa jerman..
kayak pak Habibie itu dulu seinget ane ada gelar Ing. di depan namanya emoticon-Matabelo

Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..


hello, wake up dude are you blind or something?

yang di jerman aja gak pada setuju apa lg di sini?

atau jgn2 rakyat yg dimaksud itu ente yah
Quote:Original Posted By Tigadesign


Komentar TERBODOH yang pernah gw baca. Yang bener itu Rakyat dulu yang setuju baru wakilnya baru bisa menyatakan setuju. Bukan DPR yang bilang setuju trus rakyat setuju.

Yang penting bukan gelar bang, tapi isi.

BUKAN BUNGKUS TAPI ISI.

Komentar terjahat tentang ane yang pernah gua baca. Ane kan gak bilang
DPR yang bilang setuju trus rakyat setuju. Jadi alurnya gini gan:
rakyat berpendapat SETUJU -> DPR membahas -> DPR menyetujui.
Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..


Kunker boleh aja, tapi melihat hasil yang sudah2 gue lebih memilih menggugat Kunker ini, biasanya cuma jalan2 doang gak jelas. siap siap saja kalau memang benerah gak ada hasilnya. CATAT

yang warna merah : NICE JOKES... emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
yang bold: ciyuuusss? miapah?? elu gmn? pengecualian??



Quote:Original Posted By kizarusan

Komentar terjahat tentang ane yang pernah gua baca. Ane kan gak bilang
DPR yang bilang setuju trus rakyat setuju. Jadi alurnya gini gan:
rakyat berpendapat SETUJU -> DPR membahas -> DPR menyetujui.


mau tanya yg di bold , beritanya mana klo rakyat yg berpendapat setuju, (menyetujui) DPR ke jerman emoticon-Bingung (S)

rakyat mana nih gan ,, ada beritanya ??
ane doain selamat sampe tujuan, dan kagak usah balik lagi ke tanah air. emoticon-Mad (S)
Quote:Original Posted By kizarusan
wajarlah kalau menurut ane, Indonesia ini dasar UU insinyur nya masih kurang jadi kita mesti belajar dari luar negeri...Apalagi di luar negeri lulusan nya sdh mendapatkan pendidikan dan pelatihan uji kompetensi.
DPR melakukan kunker ini untuk kemajuan bangsa. Tapi agan malah menghujatnya.

DPR itu wakil rakyat, kalau DPR setuju itu berarti rakyat juga setuju .
agan gak usah memprovokasi lagi. Kaskuser disini sudah pada cerdas gan..

Ya kaskuser udah pada cerdas ente yang goblog, makanya mau aja diboongin DPR. Ane setuju kalau kunkernya pake duit sendiri dan dibawah 50 juta. Ini dah ngabisisn trilyunan hasilnya nol. Emang ga bisa pake teknologi ye??? GAPTEK BANGET DPR
Quote:Original Posted By pejuang24
UU Keinsiyuran dan keprofesian lain sangat dibutuhkan. Supaya jelas aturan mainnya dan menjaga masyarakat sebagai pemakai jasa dari kerugian akibat praktek2 profesi yang ilegal.

Studi banding menurut saya ok-ok saja. Selama jelas agenda, target dan hasilnya bisa direview oleh masyarakat dan komunitas profesi terkait.

Kalau hanya sebagai ajang memperbanyak cap di paspor, mending nama legislatif tersebeut dimasukkan daftar hitam untuk pemilu 2014.


"Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang akan mereka studi bandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait di dalam-negeri," paparnya.
 
Menurut Suratno, seharusnya para pejabat negara terutama DPR harus mampu melakukan penghematan anggaran.
 
"Hendaknya mereka memiliki sense of crises ditengah keterpurukan ekonomi bangsa dengan melakukan penghematan anggaran. Kegiatan kunjungan kerja ke luar negeri merupakan bentuk pemborosan anggaran karena selama ini belum teruji efektivitas dan manfaatnya," ungkapnya.


"aku rasa udah jelas gan...!! Mereka ini kepingin jlan2 aja!!emoticon-Najis

itung2 nga pa2 asal jgn bw kluarga aj.
yang penting jalan2 dulu,Gan...