alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a47fc72c75b4b95300007d/teroris--pengangguran-gubernur-sulbar-minta-teroris-di-kampungnya-ditangkap
Hepi 
[Teroris = Pengangguran] Gubernur Sulbar Minta Teroris di Kampungnya Ditangkap
Gubernur Sulbar Minta Teroris di Kampungnya Ditangkap
Penulis : Kontributor Polewali, Junaedi | Kamis, 15 November 2012 | 11:13 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Disebut-sebut kampung halamannya, Kecamatan Mambi, Mamasa, menjadi salah satu sarang teroris di tanah air, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh kebakaran jenggot. Anwar meminta aparat Polda Sulselbar menangkap siapa saja warga di Kecamatan Mamba yang diduga teroris.

Pernyataan Anwar itu terkait dengan ditangkapnya seorang pemuda bernama Awaluddin, tersangka pelempar bom ke arah Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada acara Golkar di depan Monumen Mandala, Makassar, Minggu (12/11/2012) lalu. Belakangan diketahui Awaluddin berasal dari Kecamatan Mambi, Mamasa, Sulbar.

Gubernur mengakui, Awaluddin memang adalah pemuda dari kampung halamannya. Namun yang bersangkutan sudah tiga tahun terakhir tak pernah pulang kampung. Ayahnya sudah lama meninggal, dan di Mambi, Awaluddin hanya punya ibu dan beberapa saudaranya.

Anwar menduga teroris di Kecamatan Mambi, memiliki jaringan di Poso. Menurutnya, saat kerusuhan berlangsung di Poso, Mambi pada tahun 2000-an silam juga pernah dilanda kerusuhan.

Anwar yang dicegat wartawan usia membuka Pekan Kemah Budaya Nasional di lapangan Pancasila, Polewali Mandar, Senin (12/11) sore tadi, menyatakan pihaknya telah meminta bantuan polisi menelusuri secara mendalam siapa saja pemuda di desanya yang terlibat jaringan teroris. Jika ada, Anwar, para terduga harus agar segera ditangkap.

Menurutnya, pengangguran menjadi sumber masuknya pengaruh teroris di kalangan generasi muda. Untuk itu, menurut Anwar, sejak tiga tahun lalu pihaknya telah mendata para pemuda pengangguran untuk diberi pekerjaan, termasuk melacak anak-anak putus sekolah agar bisa dikembalikan ke sekolah.

Dia juga menegaskan tidak akan pernah menolerir segala bentuk tindakan terorisme. Untuk itu, gubenur menyatakan mendukung penuh langkah kepolisian untuk meneliti dan menelusuri secara mendalam adanya dugaan jaringan teroris yang berkembang di Sulawesi Barat.

SUMBER

Pengangguran memang rawan dicuci otak jadi teroris. emoticon-Malu (S)
Jadi teringat thread lama ane. emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By citox

TERDUGA TERORIS: Bayu Minta Maaf Pada Warga Solo
Kamis, 06/9/2012 14:01 | Wahyu Kurniawan/JIBI/Bisnis | Dilihat: 223 Kali


JAKARTA–Salah seorang pelaku teror di Solo yang ditangkap hidup-hidup oleh Densus 88, Bayu Setiyono alias Bayu Setiawan, menyampaikan permintaan maaf kepada segenap warga Kota Solo dan mengaku menyesal ikut terlibat dalam aksi-aksi teror dengan kedua rekan lainnya.

“Saya meminta maaf kepada segenap warga Kota Solo karena melakukan kesalahan ini. Saya ucapkan ini dari hati saya dan tidak ada tekanan dari pihak manapun termasuk kepolisian,” kata Bayu saat menyampaikan testimoni di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Bayu mengakui turut berperan dalam aksi teror itu, dia bertugas sebagai pengintai dan mencari sasaran sebelum Farhan dan Misbah melaksanakan eksekusinya. Ia bergabung pada 2008 bersama salah seorang pelaku bernama Sigit Qordowi.

“Peran saya pengintai survei dan sasaran, target ditentukan Farhan, sekali lagi saya minta maaf. Saya pulang 2008, nisab kegiatan fai dan jihad ini pertama kali ikuti Sigit Qordowi, saya menegakkan nahi mungkar, cari kerjaan sulit,” katanya.

Seperti diberitakan, Bayu ditangkap Densus 88 di rumah mertuanya di Karang Anyar, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012). Bayu diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror di Solo. Di saat bersamaan Densus 88 juga menggerebek dua terduga teroris, Muchsin dan Farhan di Solo. Keduanya tewas ditembak karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

SUMBER

Ternyata oh ternyata, penyebab utamanya karena si Bayu pengangguran. emoticon-Malu

Video testimoni Bayu. emoticon-Malu
youtube-thumbnail
pengangguran, makan susah, duit nggak ada, jadi mending ke surga.. emoticon-Big Grin
Jumat, 28 September 2012 09:42:50
Teroris bodoh soal agama

Terorisme beberapa kali menyasar Indonesia. Ancaman bom menghantui tempat hiburan malam, kantor perwakilan asing, gedung pemerintahan, hingga rumah-rumah ibadah. Dulu ada jaringan Dr Azahari dan Noordin Mohamad Top, dua gembong teroris asal Indonesia.

Kini muncul teroris-teroris muda berusia belasan tahun yang baru-baru ini digerebek di Kota Solo, Jawa Tengah. Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdhatul Ulama) sekaligus Ketua Dewan Penasihat BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Said Aqil Siradj menegaskan kelompok radikal bakal terus bermunculan karena banyak faktor.

"Paling dominan faktor pengangguran, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan pemahaman agama keliru," katanya kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com, Rabu (26/9), dalam perjalanan semobil menuju sebuah stasiun televisi. Berikut penuturannya.

Terorisme masih berkembang, apakah deradikalisasi gagal?

Bukan begitu. Kelompok radikal akan selalu ada di setiap agama, Islam, Kristen, Katolik, apalagi Yahudi. Faktornya banyak, paling dominan pengangguran, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan pemahaman agama keliru. Satu faktor lagi adalah balas dendam. Di sini yang saya tanggapi adalah faktor pemahaman keliru. Kalau soal kemiskinan itu urusan pemerintah.

Jadi mereka (teroris) mengira dengan membunuh non-muslim itu jihad. Kemudian orang non-muslim atau setiap orang tidak melaksanakan hukum Islam dianggap thogut, halal darahnya. Itu bukan barang baru. Dulu Sayidina Ali, kita semua tahu siapa dia, remaja pertama masuk Islam, menantu Rasulullah, sahabat paling intelek, termasuk sahabat diberitahu pasti masuk surga, dialah penakluk kota khaibar, dibunuh dalam upaya perdamaian dengan Muawwiyah.

Orang-orang Khawariz menggelar rapat, tidak ada hukum selain hukum Allah, barang siapa tidak menjalankan hukum Allah adalah kafir. Maka Ali yang mengupayakan damai disebut kafir. Padahal hukum-hukum itu hasil rapat manusia, rapat orang-orang, kalau sekarang DPR. Orang-orang ini dari partai Khawariz awalnya pendukung Sayidina Ali. Lalu ketika ditanya apakah Khawariz ini kafir atau bukan, Sayidina Ali mengatakan mereka orang Islam tapi 'baghau alaina', memberontak kepada kita.

Jadi itulah asal kata bughot, dari kata Sayidina Ali, baghau alaina, kemudian menjadi kata thoghut alias membangkang atau gerakan separatis. Jadi kelompok radikal, ekstrem teroris, atau pembangkang selalu ada sampai sekarang. Pada abad ke-16, antara Katolik dan Protestan terjadi pembunuhan dengan jumlah paling besar ketika munculnya Protestan. Kebetulan sekarang eranya orang Islam, kebetulan di Indonesia.

Bagaimana di Indonesia?

Yang kita bicarakan ini agak panjang. Dulu ada namanya Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), kemudian ada Negara Islam Indonesia (NII). Setelah DI/TII dipimpin Kartosoewirjo menyerah, masih ada orang tidak mau menyerah, namanya Ajengan Masduki dan Pak Maman di Garut, Jawa Barat. Ada juga bergerak diam-diam bikin pesantren, misalnya Panji Gumilang dan Muhammad Said.

Setelah itu lahirlah NII, termasuk Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar, semula mereka ini lari ke Malaysia. Di sana mereka bikin pesantren Johor. Amrozi, Ali Ghufron, dan Mukhlas pergi ke Malaysia, mulanya utuk bekerja di kebun sawit. Niatnya semula hanya bekerja seperti teman-teman di daerah, semua bekerja di Malaysia. Kemudian mereka ketemu Abu Bakar Ba'asyir, masuk pesantren, digembleng sampai ke Afghanistan, lalu jadi teroris.

Kebanyak teroris sekarang anak muda, ulama pantas disalahkan?

Mereka itu (ulama atau kiai), ada teroris atau tidak, ada bom atau tidak, tetap mengajar di masyarakat. Mereka mengajar akhlak ke masyarakat sekitar. Sekarang, mana ada kiai ngajari santrinya ngebom.

Tapi banyak ulama dengan ilmu pas-pasan sudah berani mengajar?

Yang mempunyai hak menyebarkan agama adalah ahli fiqih. Tolong yang bukan ahlinya jangan ikut campur, bicara agama, nanti tambah berantakan. Jangan masuk wilayah yang kamu tidak mengerti. Mata, mulut, semua akan dimintai pertanggungjawaban.

Anda melihat terorisme di Indonesia meningkat?

Meningkat karena pengangguran, kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.

http://m.merdeka.com/khas/teroris-bo...-siradj-1.html

Kemiskinan dan Kesenjangan Picu Terorisme

Rabu, 28 September 2011 05:00 wib


JAKARTA - Pemerintah didesak untuk fokus dalam menggulirkan program yang dapat mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi. Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan menjadi masalah sosial yang memicu terorisme di Tanah Air.

Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan terjadi ketika penguasa justru mengeluarkan kebijakan yang memunculkannya di tengah masyarakat. Semua mempunyai potensi yang tinggi bagi munculnya terorisme. Himpitan ekonomi memudahkan orang menerima ilusi-ilusi semu yang bisa sangat merugikan, ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jawa Tengah, Poppy Dharsono di Jakarta, Selasa (27/9).

Menurut dia, terorisme tumbuh karena situasi kondisi tertentu. Pelaku teror sangat mungkin digerakkan lebih satu motif. Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat menjadi pemicu maraknya terorisme di Tanah Air.

Selain kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan, pelaku teror sangat mungkin digerakkan motif radikalisme agama, pelanggaran harkat kemanusiaan atau perlakuan diskriminasi, negara nondemokrasi atau kesukuan dan nasionalisme (separatisme). Oleh karena itu, harus dikenali penyebab terorisme untuk mendapatkan pencegahannya atau solusi yang mujarab.

Menyangkut bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jl Arif Rahman Hakim No 49 Kepunton, Solo, Minggu (25/9), dia menyebut hal itu sebagai sebuah peristiwa kekerasan yang kembali terulang. "Perbuatan terkutuk yang tidak bisa dibenarkan agama apa pun karena pelaku beraksi saat ibadah di dalam gereja yang dipenuhi jemaat. MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun menyebutnya sebagai kejahatan kemanusian yang tidak ada hubungannya dengan agama tertentu,” tuturnya.
(Adam Prawira/Koran SI/abe)

http://news.okezone.com/read/2011/09...07853/redirect
bener kata koh ahok, klo bnyak org kaya mana mau mereka bunuh diri dan diprovokatorin emoticon-Big Grin

kuncinya ekonomi
pendidikan jg penting kali ya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By yshs2
bener kata koh ahok, klo bnyak org kaya mana mau mereka bunuh diri dan diprovokatorin emoticon-Big Grin

kuncinya ekonomi
pendidikan jg penting kali ya emoticon-Big Grin

Makanya Ahok kemarin menekan sekolah2 agar menerima siswa yang miskin juga supaya mereka mendapat pendidikan layak. emoticon-Malu (S)
pantas saja tampang teroris yang dibekuk aparat itu menampakkan kondisi otak yang memprihatinkan alias gampang disetir emoticon-Big Grin
Melarat, tampang seadanya tapi sok suci

Ditawarin

Uang, perawan sama surga

Hasilnya

Duaaaaaaarrrrrrr........Mledug deh emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By Lumineuses
Melarat, tampang seadanya tapi sok suci

Ditawarin

Uang, perawan sama surga

Hasilnya

Duaaaaaaarrrrrrr........Mledug deh emoticon-Embarrassment


ngakak saya baca nya
obsesi mau jadi bomberman tapi gak kesampean
Quote:Original Posted By Lumineuses
Melarat, tampang seadanya tapi sok suci

Ditawarin

Uang, perawan sama surga

Hasilnya

Duaaaaaaarrrrrrr........Mledug deh emoticon-Embarrassment


yang dapat duit bayaran dari klien pesanan ya orang2 yang diatasnya, alias yang nyuruh emoticon-Big Grin. sudah bukan rahasia umum kok kalau bom2 bunuh diri itu cuman persaingan bisnis emoticon-Big Grin. logislah mana ada jihad yang di bom cafe, restoran, hotel, intinya tempat wisata semua, tempat cari duit emoticon-Ngakak (S)

kalau nyerang pesaing bisnis secara langsung bisa kena hukum, makanya dibentuklah divisi jihaders karena lebih diterima di masyarakat emoticon-Big Grin
moga2 dari sini indonesia bisa semakin baik
tinggal masalah korupsi dan Dewan Pungli Rakyat, pungli dari polkis....

what? emang bener kok
Quote:Original Posted By ph34r
moga2 dari sini indonesia bisa semakin baik
tinggal masalah korupsi dan Dewan Pungli Rakyat, pungli dari polkis....

what? emang bener kok


Semoga saja, gan. Semoga. emoticon-Malu (S)
Nice info gan emoticon-thumbsup
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:Original Posted By Private.Indo
yang dapat duit bayaran dari klien pesanan ya orang2 yang diatasnya, alias yang nyuruh emoticon-Big Grin. sudah bukan rahasia umum kok kalau bom2 bunuh diri itu cuman persaingan bisnis emoticon-Big Grin. logislah mana ada jihad yang di bom cafe, restoran, hotel, intinya tempat wisata semua, tempat cari duit emoticon-Ngakak (S)

kalau nyerang pesaing bisnis secara langsung bisa kena hukum, makanya dibentuklah divisi jihaders karena lebih diterima di masyarakat emoticon-Big Grin


Kok rata2 cafe, resto, hotel yang western2 yak,
sepertinya ini persaingan antara pebisnis nasi bungkus dengan pebisnis kuliner barat.


emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By widya poetra
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi



Kok rata2 cafe, resto, hotel yang western2 yak,
sepertinya ini persaingan antara pebisnis nasi bungkus dengan pebisnis kuliner barat.


emoticon-Ngacir

tetapi anehnya ada seorang petinggi suatu organisasi yang mengkafir2 dan mengharamkan western mendapat bayaran dollar dari perusahaan asu yang jadi kliennya
mayan neh buat nambah informasi emoticon-Toast

ane bantu emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star aja deh
Quote:Original Posted By mr.iy

tetapi anehnya ada seorang petinggi suatu organisasi yang mengkafir2 dan mengharamkan western mendapat bayaran dollar dari perusahaan asu yang jadi kliennya

Munarman mah sudah lupa sejak dapat Green Benjamin dari Freeport dan Indocopper. emoticon-Malu (S)
gimana bsa di tangkap secara pinteran dia dari pda kita yg ada nanti kita malah di bom lg emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By citox

Munarman mah sudah lupa sejak dapat Green Benjamin dari Freeport dan Indocopper. emoticon-Malu (S)


maklum jadi munafik kelas berat karena keenakan makan uang kafir yang dia haram2kan selama ini