alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a3332e552acfe549000124/ola-pernah-minta-bantuan-arthalyta
Ola Pernah Minta Bantuan Arthalyta
TEMPO.CO, Jakarta - Untuk memuluskan langkah meminta grasi, ternyata terpidana narkoba Meirika Franola alias Ola pernah minta bantuan kepada Artalytha Suryani, narapidana kasus penyuap jaksa. Hal itu disampaikan Dharmawati Dareho, terpidana kasus suap anggota DPR Abdul Hadi Djamal. Dharmawati mengaku mendengar Ola menyatakan minta bantuan Artalyta. Ola bertemu dengan Artalyta di penjara wanita di Tangerang.

"Artalyta orang kuat," kata Dharmawati menirukan perkataan Ola. Saat itu mereka sama-sama mendekam di penjara wanita Tangerang. Dharmawati menyampaikan kesaksiannya saat dia hadir dalam acara Indonesia Lawyer Club yang digelar TV One, Selasa, 13 November 2012.

Dharmawati mengungkapkan hal tersebut karena dia sedih bandar narkoba seperti Ola bisa mendapatkan grasi dari Presiden. "Saya miris, sedih melihat itu," ujarnya lagi.

Kehidupan Ola di penjara, menurut Dharmawati, tak seperti yang dikira orang bahwa Ola sedih dan rapuh menghadapi hukuman mati. "Dia itu perempuan yang kuat. Dia tak pernah terhanyut perasaannya meskipun sudah 10 tahun di penjara. Hebat."

Dharmawati menilai Presiden pasti salah mendapat masukan soal perilaku Ola. "Ola itu di penjara seperti jenderal. Dia berkuasa dan banyak duit," katanya. Dharmawati kenal dengan Ola karena dia cukup akrab. Bahkan, mereka sering beribadah bersama di gereja penjara.

Sampai berita ini diturunkan, Arthalyta tak dapat dimintai komentar. Adapun pengacara Ola, Farhat Abbas, tak memberikan komentar soal ini. Farhat hadir dalam acara yang sama dan mendengar tuduhan Dharmawati inil

Dharmawati gerah setelah dia tahu Ola mendapatkan grasi. Apalagi Istana seolah tutup mata dengan perilaku Ola. Sampai-sampai Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud menyebut pembisik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dipengaruhi mafia narkoba sehingga dia memberikan grasi kepada gembong narkoba Ola. "Ini sekarang sudah berpengaruh ke lingkaran Istana," ujar Mahfud usai seminar bersama IKA UII di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis lalu, 8 November 2012. (Baca: Mahfud Tantang Sudi Silalahi)

Pernyataan Mahfud itu didasari penjelasan Ketua LSM Gerakan Nasional Anti-Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat. "Betul apa yang dikatakan Henry Yoso. Ada yang menghubungi hakimnya, ada yang ke Mahkamah Agung (MA), kejaksaan, dan macam-macam," ujar Mahfud, Kamis lalu.

Spoiler for tergyuncyang:


ane tergyuncyang Gan emoticon-Angkat Beer

http://www.tempo.co/read/news/2012/1...tuan-Arthalyta
trit diclose, ya buat lagi emoticon-Big Grin
diclose lagi ya buat lagi emoticon-Big Grin
belum ada yang komen, kasihan, dikonein deh akh
tambah lagilah picnya,jadi penasaran juga
Quote:Original Posted By gendulJR
trit diclose, ya buat lagi emoticon-Big Grin
diclose lagi ya buat lagi emoticon-Big Grin


mafia narkoba udah sampai mempengaruhi kaskus.... emoticon-Hammer

ane mantau dl ya gan... sekalian bantu up biar ga tenggelamemoticon-I Love Kaskus (S)
Quote:Original Posted By gendulJR
TEMPO.CO, Jakarta - Untuk memuluskan langkah meminta grasi, ternyata terpidana narkoba Meirika Franola alias Ola pernah minta bantuan kepada Artalytha Suryani, narapidana kasus penyuap jaksa. Hal itu disampaikan Dharmawati Dareho, terpidana kasus suap anggota DPR Abdul Hadi Djamal. Dharmawati mengaku mendengar Ola menyatakan minta bantuan Artalyta. Ola bertemu dengan Artalyta di penjara wanita di Tangerang.

"Artalyta orang kuat," kata Dharmawati menirukan perkataan Ola. Saat itu mereka sama-sama mendekam di penjara wanita Tangerang. Dharmawati menyampaikan kesaksiannya saat dia hadir dalam acara Indonesia Lawyer Club yang digelar TV One, Selasa, 13 November 2012.

Dharmawati mengungkapkan hal tersebut karena dia sedih bandar narkoba seperti Ola bisa mendapatkan grasi dari Presiden. "Saya miris, sedih melihat itu," ujarnya lagi.

Kehidupan Ola di penjara, menurut Dharmawati, tak seperti yang dikira orang bahwa Ola sedih dan rapuh menghadapi hukuman mati. "Dia itu perempuan yang kuat. Dia tak pernah terhanyut perasaannya meskipun sudah 10 tahun di penjara. Hebat."

Dharmawati menilai Presiden pasti salah mendapat masukan soal perilaku Ola. "Ola itu di penjara seperti jenderal. Dia berkuasa dan banyak duit," katanya. Dharmawati kenal dengan Ola karena dia cukup akrab. Bahkan, mereka sering beribadah bersama di gereja penjara.

Sampai berita ini diturunkan, Arthalyta tak dapat dimintai komentar. Adapun pengacara Ola, Farhat Abbas, tak memberikan komentar soal ini. Farhat hadir dalam acara yang sama dan mendengar tuduhan Dharmawati inil

Dharmawati gerah setelah dia tahu Ola mendapatkan grasi. Apalagi Istana seolah tutup mata dengan perilaku Ola. Sampai-sampai Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud menyebut pembisik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dipengaruhi mafia narkoba sehingga dia memberikan grasi kepada gembong narkoba Ola. "Ini sekarang sudah berpengaruh ke lingkaran Istana," ujar Mahfud usai seminar bersama IKA UII di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis lalu, 8 November 2012. (Baca: Mahfud Tantang Sudi Silalahi)

Pernyataan Mahfud itu didasari penjelasan Ketua LSM Gerakan Nasional Anti-Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat. "Betul apa yang dikatakan Henry Yoso. Ada yang menghubungi hakimnya, ada yang ke Mahkamah Agung (MA), kejaksaan, dan macam-macam," ujar Mahfud, Kamis lalu.

Spoiler for tergyuncyang:


ane tergyuncyang Gan emoticon-Angkat Beer

http://www.tempo.co/read/news/2012/1...tuan-Arthalyta

ane heran dgn pemerintahan si beye emoticon-Bingung (S)
makin ke 2014 makin letoy / ga jelas
mgk skg saatnya ngumpulin duit emoticon-Ngakak
sebelum nonton ILC saya mikir masah sih mafia narkoba masuk lingkaran istana, tapi setelah terkuak di ILC hmmm missing link nya disana ternyata..masuk akal juga..hmmmmemoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Hasil nonton ILC, sinopsis :

1. Hotman = biadab tanpa etika
2. Farhat = bajingan tanpa etika, ngikut2 cara Hotman
3. Ruhut = ketahuan bodohnya, omong kosong asal keras (penggembira no 1)
4. Elsa Syarief = munafiq, pembela narkoba juga
5. Menhumkam = bicara lembut dan jago bohong
6. Ketua GRANAT = pemberani, punya integritas dan prinsip
7. Fraksi PPP dari DPR = analisa tajam disertai bukti
8. Mahmud = intuitisi tajam, tahu ada mafia narkoba di istana tanpa perlu ke istana
9. Fraksi Golkar dari DPR = jago ngulang2 apa yang semua orang sudah tahu (penggembira no 2)

Dst, cape gw ketiknya ehuehueheu

KESIMPULAN :

MAFIA NARKOBA EKSIS DI ISTANA

TANPA HUKUMAN MATI TERHADAP OLA, MAKA SELAMANYA WAJAH ISTANA TERCORENG
sama gan, ane juga kaget dan galau denger grasi nya
ane gak kaget kok
kalo penjahat kelas kakap itu koneksinya berjimbreng

Inspiratif 

Quote:Original Posted By gendulJR
trit diclose, ya buat lagi emoticon-Big Grin
diclose lagi ya buat lagi emoticon-Big Grin



Ngomong-ngomong kenapa thread ente yang sebelumnya di CLOSE (link dibawah) ?


http://www.kaskus.co.id/thread/50a32...tuan-arthalyta



emoticon-I Love Indonesia
×