alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a235132d75b45a1e000066/mahfud-md-bp-migas-bubar-sejak-putusan-mk-dibacakan
Inspiratif 
Mahfud MD: BP Migas Bubar sejak Putusan MK Dibacakan
Mahfud MD: BP Migas Bubar sejak Putusan MK Dibacakan

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) bubar sejak majelis hakim membacakan putusan pengujian UU nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Sejak pukul 11.00 WIB, Selasa (13/11/2012) bubar dan seluruh fungsi regulasinya berpindah ke Kementerian ESDM," kata Mahfud, di Jakarta, Selasa.

Untuk urusan kontrak yang sedang berlangsung dan dibuat dengan BP Migas, kata Mahfud, berlaku sampai habis masa kontraknya. "Atau berlaku sampai diadakan perjanjian baru," kata Mahfud.

Seperti diketahui, MK memutuskan pasal yang mengatur tugas dan fungsi Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang diatur dalam UU nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki hukum mengikat.

"Fungsi dan tugas Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan oleh Pemerintah, c.q. Kementerian terkait, sampai diundangkannya Undang-Undang yang baru yang mengatur hal tersebut," kata Ketua Majelis Hakim mahfud MD, saat membacakan putusan pengujian UU Migas di Jakarta, Selasa.

MK menyatakan frasa "dengan Badan Pelaksana" dalam Pasal 11 ayat (1), frasa "melalui Badan Pelaksana" dalam Pasal 20 ayat (3), frasa "berdasarkan pertimbangan dari Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 21 ayat (1), frasa "Badan Pelaksana dan" dalam Pasal 49 UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

"Seluruh hal yang berkait dengan Badan Pelaksana dalam Penjelasan UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," lanjut Mahfud.

MK juga menyatakan Pasal 1 angka 23, Pasal 4 ayat (3), Pasal 41 ayat (2), Pasal 44, Pasal 45, Pasal 48 ayat (1), Pasal 59 huruf a, Pasal 61, dan Pasal 63 UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Pembubaran BP Migas Picu Monopoli Migas

Pembubaran Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas) dinilai berbahaya lantaran berpotensi menciptakan kembali monopoli dalam pengelolaan minyak dan gas di Indonesia. Dampaknya dinilai akan seperti sebelum reformasi.

"Peleburan kembali sektor hulu dan hilir menjadi berbahaya yang kemudian kembali satu bodi," kata Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Effendi Simbolon di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2012 .

Hal itu dikatakan Effendi ketika dimintai tanggapan keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa BP Migas yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki hukum mengikat. Fungsi dan tugas Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan oleh pemerintah sampai dibuatnya UU yang baru.

Effendi menilai sudah benar adannya pemisahan antara pengelolaan di hulu dengan hilir. Menurut dia, selama ini memang ada keinginan kuat dari pihak-pihak tertentu agar tidak ada pemisahan atau pengelolaan minyak dan gas kembali di monopoli oleh Pertamina.

"Ada pihak-pihak yang merasa kepentingannya dirugikan. Bagaimana pun mereka yang sudah nyaman mengontrol dari A sampai Z ternyata harus dipilah (melalui UU Migas)," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Jadi, Anda curiga ada kepentingan proyek dari putusan itu?, "Pasti ada. Memang yang ngajuin (uji materil) bukan orang? Yang mengajukan kan pihak," jawab Effendi.

sumber : LINK

komentar : apa benar selama ini bp migas berpangku pada fihak asing? emoticon-Berduka (S)
Ya sudah kalo memang bubar ya bubar.


Saya kira BP itu Berita dan Politik , In. emoticon-Embarrassment
Ternyata bukan. emoticon-Big Grin
bagus deh kalo dibubarin,logis aja,kalo udah ada kementerian ESDM ngapain harus ada BP migas segala. Liat aja blok2 migas penting, semuanya dikuasai asing.Semoga Kementerian ESDM ini jauh2lah dari politisasi supaya benar2 bekerja sesuai amanat UUD (bumi, tanah, air dipergunakan sebesar2nya utk kemakmuran rakyat. Orang tak perlu tahu seluk beluk perminyakan dan ekonomi level master utk ngerti,kenapa kita punya BUMN migas dan sumber minyak di negeri sendiri tapi tidak bisa memakmuran rakyat? dan kita berhak memonopoli minyak dari perut bumi kita sendiri melalui perusahaan milik negara yg bergerak maju emoticon-I Love Indonesia (S)

goodbye chevron,conoco,total,exxon silahkan pulang kampung lo semu penjajah!
gw demen ma kinerja MK pimpinan pak mahfud MD

beliau jeli dalam memutuskan perkara


BP MIGAS isinya sekumpulan orang emoticon-Tai:

BP MIGAS itu tercipta hasil undang2 migas yg di cetus IMF , NEOLIBERAL dan KAPITALIS

ga paercaya ?

browsing google , tanya pakar migas , M qurtubi
Quote:Original Posted By bevedeef
bagus deh kalo dibubarin,logis aja,kalo udah ada kementerian ESDM ngapain harus ada BP migas segala. Liat aja blok2 migas penting, semuanya dikuasai asing.Semoga Kementerian ESDM ini jauh2lah dari politisasi supaya benar2 bekerja sesuai amanat UUD (bumi, tanah, air dipergunakan sebesar2nya utk kemakmuran rakyat. Orang tak perlu tahu seluk beluk perminyakan dan ekonomi level master utk ngerti,kenapa kita punya BUMN migas dan sumber minyak di negeri sendiri tapi tidak bisa memakmuran rakyat? dan kita berhak memonopoli minyak dari perut bumi kita sendiri melalui perusahaan milik negara yg bergerak maju emoticon-I Love Indonesia (S)

goodbye chevron,conoco,total,exxon silahkan pulang kampung lo semu penjajah!


@red
Hati2, jangan sampe nafsu gede tenaga kurang ya emoticon-Malu (S)
udah bener si MD ini kok.. emoticon-I Love Indonesia (S)
Wah wah... banyak yg akan kebakaran jenggot tuh.. berkurang lahan basah...
Quote:Original Posted By bevedeef
bagus deh kalo dibubarin,logis aja,kalo udah ada kementerian ESDM ngapain harus ada BP migas segala. Liat aja blok2 migas penting, semuanya dikuasai asing.Semoga Kementerian ESDM ini jauh2lah dari politisasi supaya benar2 bekerja sesuai amanat UUD (bumi, tanah, air dipergunakan sebesar2nya utk kemakmuran rakyat. Orang tak perlu tahu seluk beluk perminyakan dan ekonomi level master utk ngerti,kenapa kita punya BUMN migas dan sumber minyak di negeri sendiri tapi tidak bisa memakmuran rakyat? dan kita berhak memonopoli minyak dari perut bumi kita sendiri melalui perusahaan milik negara yg bergerak maju emoticon-I Love Indonesia (S)

goodbye chevron,conoco,total,exxon silahkan pulang kampung lo semu penjajah!


setuju gan, memang mereka sendiri berkartel dan oligopoli dalam menguasai pasar minyak di dunia.

Hukum mati para koruptor !!
Quote:Original Posted By Graft


@red
Hati2, jangan sampe nafsu gede tenaga kurang ya emoticon-Malu (S)


makanya ada kementerian BUMN yg juga mengawasi gan,Pertamina diprivatisasi biar lebih profesional tapi diawasi juga oleh Kementerian ESDM dan memberikan porsi migas yg besar utk BUMN,editorial media Indonesia juga udah membahas,70% lebih migas kita dikuasai perusahaan asing,hanya 20% yg dikuasai Pertamina, dan selebihnya konsorsium. Dengan kewenangan langsung dari pemerintah ane harap secara bertahap kita bisa menguasai SDA penting ini seluruhnya utk negara yg dipergunakan seluruhnya utk kemakmuran rakyat.

Usul utk Kementerian ESDM supaya bekerja sama juga dengan BPK dan KPK utk mengawal transparansi pengelolaan migas.

Buat KPK dan MK,mantap! emoticon-Cendol (S)
yang di jadiin Judicial review kan UU Migas 2001/2002 tuh....,seharusnya yang diributkan pasal dalam UU tersebut..,,tapi kesannya yang muncul kuat... ini cuma masalah mengelola kontrak yang ditangani oleh BP MIGAS,,,PERTAMINA merasa menjadi BUMN kelas II...katanya sih...,,atau karena PERTAMINA merasa terbelenggu dengan adanya BP MIGAS..,,,yang ngawasi PERTAMNA ???
BP MIGAS kan kalo ga salah buatan dipemerintahan pak beye, dan tujuannya juga kurang efisien, emoticon-Smilie salut buat pak MD

lho kok bubar bp migas?

bagaimana dengan nasib calon pegawai yang baru-baru ini mengikuti seleksi rekrutment oleh experd? apakah dicancel yaa....emoticon-Sorry
jangankan calon karyawan, untuk karyawan yang lama aja statusnya galau...

oya kenapa trit 'ALL ABOUT BP MIGAS" dikaskus ini invalid ya...??
×