alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a09aa31b7608813a000091/aher-figur-pemimpin-jabar-seperti-jokowi
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi
nasional - Senin, 12 November 2012 | 10:49 WIB
"Jawa Barat juga menginginkan gubernur seperti Jokowi, memiliki karakterristik yang tidak sok pejabat, lebih sederhana, dan ada keinginan untuk melayani rakyat, karena masyarakat Jawa Barat itu kan heterogen. Saya rasa sosok pemimpin seperti itu yang akan lebih dipilih," ujar Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Hamdi Muluk kepada inilah..com, di Jakarta, Senin (12/11/2012).

Hamdi yang juga warga Depok, Jawa Barat, secara pribadi juga mengharapkan figur pemimpin yang mumpuni. Calon Gubernur Jawa Barat petahana Ahmad Heryawan (Aher) cukup memiliki figur Jokowi, juga memiliki catatan keberhasilan dalam memimpin Jawa Barat selama empat tahun lebih.

"Ahmad Heryawan ada kemajuannya memimpin Jawa Barat, dia juga sosok pemimpin muda yang sederhana, dan religius," kata Hamdi.

Sayangnya keberhasilan pemerintahan Jawa Barat tidak dituai hasilnya oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, yang juga maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat kali ini.

"Karena keberhasilan pemerintah itu efeknya ke gubernurnya, bukan ke wakil gubernur. Jadi Dede Yusuf untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat incumbent, perlu berjuang lebih keras lagi, melakukan pendekatan lebih gencar lagi kepada kalangan masyarakat bawah," kata Hamdi.

Begitu pun dengan calon Gubernur Jawa Barat yang diusung tunggal oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, belum tentu akan mampu menuai sukses seperti rekannya, Jokowi, di Pilgub DKI Jawa Barat.

Meski menjadi satu-satunya calon gubernur wanita yang cantik, dan meniru gaya kampanye Jokowi dengan berkemeja motif kotak-kotak. Rieke yang juga anggota dewan dan artis sinetron populer, perlu menanamkan sosok kesederhanaannya dan kedekatannya dengan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh.

"Belum tentu Rieke bisa seperti Jokowi," ucap Hamdi.

Dengan karakter masyarakat yang heterogen yakni mayoritas masyarakat pedesaan dan sebagian sisanya masyarakat perkotaan, calon Gubernur Jawa Barat perlu berusaha lebih keras mendongkrak elektabilitasnya.

"Secara umum dengan heterogenitas itu, yakni masyarakat perkotaan dan pedesaan, terpelajar dan tidak, melek informasi dan tidak. Jawa Barat lebih sulit ditaklukkan," kata Hamdi.

Code:
http://nasion[B]al.inilah.co[/B]m/read/detail/1925750/aher-figur-pemimpin-jabar-seperti-jokowi

komen: saya setuju dengan pendapat Bapak Prof.Dr. Hamdi Muluk, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, perkiraan Professor rata-rata mendekati .... BENAR emoticon-Rate 5 Star

Ahmad Heryawan Dapat Doktor Honoris Causa
"Pihak Youngsan University telah melaporkan bahwa saya menerima gelar itu," kata Heryawan
Senin, 14 November 2011, 15:03
VIVAnews - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan menerima gelar Doktor Honoris Causa Bidang Manajemen Pemerintahan dari Youngsan University Korea Selatan. Sebenarnya, pemberian gelar tersebut telah diproses sejak setahun lalu.
"Pihak Youngsan University, salah satu universitas di Korea Selatan telah melaporkan bahwa saya menerima gelar itu,” kata Heryawan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar Tentang Penyampaian Pengantar Nota Keuangan RAPBD Provinsi Jabar Tahun 2012 di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin 14 November 2011.
Dalam rilis yang diterima VIVAnews, Heryawan mengatakan, Youngsan University telah melihat perkembangan Provinsi Jawa Barat sejak 2008 hingga awal 2011. Kemudian proses pemberian dan penilaian gelar sepenuhnya dilakukan Youngsan University. “Pihak Youngsan University melihat dan menilai ada paparan soal Provinsi Jabar. Kemudian mereka membandingkan kondisi Jabar sejak 2008 sampai awal 2011. Kalau soal gelar, kami tidak pernah mengajukan namun mereka yang meminta kepada kita untuk gelar ini."
Heryawan mengungkapkan, salah satu alasan pemberian gelar adalah perkembangan pembangunan infrastruktur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan pendidikan, yang dinilai semakin membaik. “Sejumlah catatan penilaian adalah perbaikan perubahan infrastruktur seperti jalan di Jabar bagian selatan. Perkembangan UKM juga tak luput dari sorotan. UKM dinilai maju. Dunia pendidikan berupa partisipasi SMA juga masuk penilaian,” katanya. (eh)
sumber http://nasional.news.viva.co.id/news...-honoris-causa
emoticon-Recommended Seller

Quote:Original Posted By aoikunieda
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi
Deddy Mizwar Tak Punya Alasan Tolak Aher
Selasa, 13 November 2012 15:53 WIB
BANDUNG — Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat Deddy Mizwar sama sekali tidak memiliki ambisi kekuasaan di balik keputusannya terjun ke arena Pilgub Jabar 2013. Menurut aktor senior ini, menjadi pemimpin justru mendudukkan diri menjadi pelayan rakyat.

“Pemimpin itu kan pelayan rakyat, bukan untuk gagah-gagahan. Hidup pemimpin hanya didedikasikan untuk mengabdi. Nah, kalau dipercaya rakyat nantinya, kami justru menjadi pelayan,” tandasnya kepada sejumlah wartawan di Bandung, kemarin.

Deddy, aktor yang terkenal dengan peran Nagabonar ini, menambahkan bahwa ajang pemilihan kepala daerah adalah peristiwa politik yang unik. Betapa tidak, katanya, para calon kepala daerah bersaing untuk menjadi pelayan rakyat. Karena itu pula, tandas Deddy, dalam Pilgub Jabar tidak pada tempatnya saling memojokkan. “Siapapun yang dipercaya nantinya kan untuk melayani rakyat,” tegasnya.

Ditanya wartawan soal latarbelakang menerima pinangan Cagub Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher, sutradara sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ ini menjelaskan, dirinya menilai Cagub-nya adalah sosok antikorupsi. Deddy menambahkan, Aher juga figur pekerja keras. Dan yang utama Aher telah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Jabar. “Jadi, gak ada alasan untuk menolak Aher,” tuturnya.
sumber http://www.harianterbit.com/2012/11/...an-tolak-aher/
koment TS= Bang "Jack" Deddy Mizwar emang cool emoticon-Add Friend (S)



Kumpulan Berita pro Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar , CEKIDOT JURAGAN !!! emoticon-I Love Indonesia (S)

Thumbs up 

ironis, aher memang berprestasi, cuma sayang kalah populer dibanding artis dan ga laku di media.
Yg ane kagum tahun ini beliau berhasil membangun 18.000 ruang kelas baru (RKB) emoticon-Matabelo
mudah2an banyak aher lain di Indonesia emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Ah masaa?
kayaknya beda deh gan,
Ahmad Heryawan justru mandeg,
malah Jabar kok jadi semrawut gini ya emoticon-Frown

Thumbs down 
sekarang kaskus mulai dipenuhi oleh para pendukung yang baru mulai belajar internet

wih TS kayaknya orang setipe dengan AHER ya,, yang anti JIL jelas dong dukung Do'i wkwkwkw
ane mah g akan milih partai agamis sampai kapanpun.
Jangan suka disama-samain ah gan nanti jadi beban loh buat beliau emoticon-Malu (S)
klu dari pic TSnya gw liat mukanye muka pencitraan , ada maunya aja klu turun emoticon-Najis
kok banyak rebutan pengen di samain kaya jokowi,
kenapa ga ada yg mau d samain kaya foke ??
foke kan jga hebad, lulusan jerman, ahli di bidang tata kota..
luar biasa
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi

Jokowi gak pernah lebay seperti foto di atas emoticon-Ngakak



kemareeeeeeeen sebelum Jokowi menang,simpatisan PKS dkk bilang Jokowi ngga bisa sholat,ortunya kafir dll

sekaraaaaaaaang setelah menang....calon PKS dibilang kaya JOKOWI
keliatan kan kualitasnya???
Quote:Original Posted By celeng.boneng
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi

Jokowi gak pernah lebay seperti foto di atas emoticon-Ngakak




wajah tak bisa menipu, mukanye udh ketauan buusuknye.. ye...emoticon-Najis

Quote:Original Posted By celeng.boneng
Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi

Jokowi gak pernah lebay seperti foto di atas emoticon-Ngakak





kok malah kaya kuli panggul di priok???
demi jabatan mau aja ya disuruh ngapain jugaemoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By Geblekpisan
kok banyak rebutan pengen di samain kaya jokowi,
kenapa ga ada yg mau d samain kaya foke ??
foke kan jga hebad, lulusan jerman, ahli di bidang tata kota..
luar biasa


mau hebatnya kaya apa...PEMENANGNYA ya JOKOWI
PECUNdangnya ya FOKE

ga ada yg mau disamain sama PECUNdang
perutnya aje dutt.... ketauan banyaken makan banding kerje,, udh gk ush sok2an gtu dah,, dari perutmu udh tauw juga,
Quote:Original Posted By doniprisma
ironis, aher memang berprestasi, cuma sayang kalah populer dibanding artis dan ga laku di media.
Yg ane kagum tahun ini beliau berhasil membangun 18.000 ruang kelas baru (RKB) emoticon-Matabelo
mudah2an banyak aher lain di Indonesia emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)


Setuju, peningkatan anggaran infrastruktur Jabar cukup signifikan. Tahun 2008 cuma 300 Miliar saat Ahmad Heryawan jadi Gubernur, di tahun 2010 mencapai 1 Trilyun.emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By Geblekpisan
kok banyak rebutan pengen di samain kaya jokowi,
kenapa ga ada yg mau d samain kaya foke ??
foke kan jga hebad, lulusan jerman, ahli di bidang tata kota..
luar biasa


Kumisnya itu gan.... Mana tahan... bikin geli-geli gimana gituemoticon-Malu (S)

Kang Aher sangat memperhatikan bidang pendidikan

Quote:Original Posted By doniprisma
ironis, aher memang berprestasi, cuma sayang kalah populer dibanding artis dan ga laku di media.
Yg ane kagum tahun ini beliau berhasil membangun 18.000 ruang kelas baru (RKB) emoticon-Matabelo
mudah2an banyak aher lain di Indonesia emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)

wow, banyak banget nih pembangunan kelas di jaman Kang Aher emoticon-Matabelo , 18.000 biji emoticon-Matabelo . Kang Aher sangat memperhatikan bidang pendidikan emoticon-Recommended Seller

Quote:Original Posted By gantengnyatahta

Kesemrawutan Kota Bandung silahkan tanyakan pada Walikota Bandung , Juragan emoticon-Smilie

Kondisi Kota Bandung Disoal Berbagai Kalangan

Oleh: Evi Damayanti
Jabar - Selasa, 17 Juli 2012 | 23:05 WIB
inilah..com, Bandung - Gerah dengan kondisi Kota Bandung yang dianggap semrawut, Bandung Institute menggelar diskusi publik dengan tajuk 'Problematika serta Tantangan Kota Bandung di Masa yang Akan Datang' di caf Clio, Jalan WR Supratman, Selasa (17/7/2012).

Dalam acara dihadiri pakar, LBH, mahasiswa, Dewan Pemerhati Kehutan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) serta salah anggota Komisi V DPR RI, hampir semuanya menyayangkan situasi dan kondisi tata Kota Bandung saat ini yang mereka nilai banyak masalah dan tak kunjung selesai.

“Bandung itu punya banyak ahli atau pakar tata kota, semisal ITB. Tapi kenapa masalah kota Bandung ini sulit dipecahkan. Kalau seperti terlihat pemerintah melakukan pembiaran, kami juga sadari ini semua tanggungjawab kita bersama. Makanya Bandung Institute menggelar acara ini, nanti setelah semua gagasan atau ide disampaikan akan kami dokumentasikan untuk kemudian kami tawarkan sebagai kontrak politik kepada kepala daerah,” jelas Ketua Bandung Institute, Zainal Muttaqin.

“Bandung ini kota jasa, kreatif, cyber, atau apa. Saya lihat kepentingan mereka bermodal kuat (Kapitalis) yang mampu mengguncang pemerintah agar membuat kebijakan, namun hal itu tak bisa disalahkan karena anggaran memang minim. Hanya saja seharusnya pemerintah itu menjadi wasit bukan penerima saja, karena yang dirugikan selain masyarakat, ya pemerintah sendiri,” tambah Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad, Caroline Paskarina. Ia pun mempertanyakan saat ini Kota Bandung dibawa kemana.

Hal senada anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana yang mengaku heran dengan APBD Kota Bandung sebesar Rp3,4 triliun yang 40% digunakan untuk gaji pegawai dan 50% untuk hibab dan bansos. Tapi, dari APBD itu, Kota Bandung tak mampu membangun fasilitas umum yang lebih baik dan selalu harus menunggu pusat.

“Kenapa harus nunggu pusat, PAD dari hiburan, kuliner bagaimana?. Masa untuk bangun tol di kota saja menunggu pusat. Pusat pun memang sudah menganggarkan kendati kecil namun kebijakan dari lokal tidak jelas sehingga sulit untuk direalisasikan misal TMB, sarana dan prasarananya sampai sekarang tidak beres-beres. Bagaimana pusat mau bantu kalau begitu,” ujar Yudi.

Sosiologi perkotaan Budi Radjab berharap diskusi ini mampu menggugah semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki Kota Bandung. "Bagaimana masyarakat memperbaiki kesemrawutan Kota Bandung terutama tentang situasi kondisi ketidaknyaman, kotor, kurang tunjukan estika dana lainnya. Ini juga bukan hanya untuk kalangan terbatas saja namun bisa mendorong ke masyarakat lain yang lebih luas guna membenahi kota,” jelas Budi.[ang
sumber http://www.inilahjabar.com/read/deta...bagai-kalangan


Quote:Original Posted By ngedick
Karena Jabar luas kadang orang ga bisa bedain mana kerjaan Pemprov mana kerjaan Pemda/Pemkot. Pemda amburadul Propinsi disalahin.
Kalo jalanan yg dikelola Propinsi selama ama Aher sih bagus2 dibandung sebelum dia...tapi kalo yg lain belum tau juga. Yg ane rasain cuma itu.
dari foto kelihatan banget pencitraan emoticon-Najis

Cool 
Kang Aher: Pemimipin Harus siap dikritik dan dicaci

Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi
Para pegawai negeri sipil di Jawa Barat diminta tetap netral dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar yang akan digelar 24 Februari 2013. Netralitas diperlukan guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"PNS harus tetap profesional, proporsional, netral, dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegas Heryawan dalam acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pilgub Jabar di Bandung, Kamis (25/10/2012).

Pada acara yang dihadiri 200 pejabat eselon 2,3, dan 4 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah se-Jabar ini, Heryawan menjamin bahwa layanan publik harus tetap berjalan lancar. Ia menjamin, Pemilukada tidak boleh mengganggu kelancaran pelayanan publik.

Ia mengajak agar para PNS untuk sama-sama membangun kedewasaan dalam berpolitik. "PNS tetap punya hak pilih, tapi tetap ada di dada masing-masing saja," paparnya.

Untuk itu, Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Aher ini mengimbau PNS fokus bekerja seperti biasanya. Kecuali desk pilkada 20 orang dan staf KPU 30 orang yang memang bertugas untuk mengurus kelancara Pemilukada.

Kang Aher berharap nantinya akan terpilih gubernur dari calon yang terbaik buat Jabar. Ia berharap, mudah-mudahan tidak ada penyakit demokrasi di Jabar. Penyakit demokrasi itu seseorang terpilih dengan suara terbanyak, tapi dia bukan yang terbaik. Ini bisa terjadi kalau pilihan bukan berdasar rasionalitas.

Di tengah kebebasan pendapat dan era pers bebas, lanjut Kang Aher, pemimpin harus siap dikritik dan dicaci. "Siapa yang kuat dicaci-maki silakan jadi kepala daerah," tambahnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Jabar Yayat Hidayat menjelaskan, saat ini tahapan Pilgub masih proses verifikasi bagi calon perorangan hingga 3 November 2012. Tanggal 4-11 November baru pendaftaran paket calon Gubernur/Wakil Gubernur yang diusung partai politik.
sumber http://regional.kompas.com/read/2012...S.Harus.Netral
Kang Aher emang TOP dan Mantap

emoticon-2 Jempol emoticon-Rate 5 Star
ijin nyimak aja gan...
smoga yang terbaik buat JABAR

Thumbs up 
Deddy Mizwar: Kang Aher Orang Baik karena itu Saya Mau Dampingi Beliau

Aher, Figur Pemimpin Jabar seperti Jokowi
11 November 2012
Majunya Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) pendamping Ahmad Heryawan, ternyata mendapat dorongan lebih dari kawan seperjuangan Deddy Mizwar, yakni Didi Petet.
Ikut mendampingi saat pasangan Aher dan Deddy Mizwar mendaftar ke KPU, Didi mengatakan bahwa Deddy sebelumnya meminta masukan untuk maju menjadi cawagub Aher.
"Saya bilang, kamu sudah saatnya membangun Jabar, dan mengabdi di Jabar," kata Didi Petet di Kantor KPU Jabar, Sabtu (10/11/2012).
Deddy mengatakan, ia berubah pikiran dan memutuskan untuk menerima pinangan Aher pada 4 November 2012.
"Sejak tanggal 4 saya sudah menetapkan dan meneguhkan hati untuk maju bersama Kang Aher," ucap Deddy.
Calon gubernur Jabar Ahmad Heryawan menuturkan, dipilihnya Deddy Mizwar bukan karena artis dan memiliki popularitas, tapi karena dia budayawan dan seniman besar.
"Dia layak menjadi pendamping saya. Dia juga akan membawa perubahan dengan menjaga jalannya pembangunan di Jabar," tutur Aher.
Deddy merasa terhormat bisa mendampingi Aher. Ia mengaku siap membantu Aher, jika terpilih sebagai wakil gubernur. Dalam pandangan Deddy, Pilgub Jabar adalah peristiwa budaya. Rakyat hanya menitipkan kekuasaan. Jika rakyat menghendaki titipannya diambil, ia siap mengembalikannya.
"Saya ingin melakukan pengabdian yang lain. Saya melihat Kang Aher orang baik, makanya saya mau mendampingi Kang Aher," ungkap Deddy.
Sebelumnya, saat menggelar sarapan pagi bersama sejumlah jurnalis di sebuah rumah makan di Jalan Riau, Deddy mengaku tidak ada paksaan dari pihak mana pun untuk mendampingi Heryawan.
"Saya mempertimbangkan ingin mengabdi pada masyarakat. Saya ingin membantu membangun Jawa Barat menjadi provinsi yang lebih baik lagi," ujar aktor senior yang namanya tenar antara lain lewat film Naga Bonar. (*)
sumber http://www.tribunnews.com/2012/11/11...medium=twitter

Komen Ane: Saya Setuju dengan pendapat Pak Deddy Mizwar
emoticon-I Love Indonesia