alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a085e51d7608d771000074/dahlan-iskan-roti-sosis-nogosari-setelah-radiasi
Dahlan Iskan: Roti, Sosis, Nogosari Setelah Radiasi
Reff : [url]http://finance.detik..com/read/2012/11/12/080658/2088779/4/dahlan-iskan-roti-sosis-nogosari-setelah-radiasi?991101mainnews[/url]

Jakarta - Program menanam sorgum itu, rasanya, seperti baru diputuskan “kemarin”. Makanya seperti tiba-tiba ketika Sabtu lalu saya sudah diminta untuk melakukan panen pertama.

Waktu begitu cepat berlalu. Pantaslah orang yang tidak biasa kerja cepat begitu mudah digilas oleh waktu.

Memang, seperti dikatakan Direktur Utama PTPN XII, Singgih Irwan Basri, anak buahnya langsung action dua hari setelah keputusan. Mereka pilih lahan 7,5 ha di Banyuwangi. Lahan yang marjinal. Lahan yang tidak bisa ditanami padi. Lima jenis benih sorgum pun segera ditanam di situ.

Inilah ujicoba untuk menentukan sorgum jenis apa yang paling cocok untuk iklim dan tanah di Indonesia. Hasilnya akan menentukan jenis mana yang akan ditanam secara besar-besaran mulai Februari nanti.

Mengapa sorgum?

Sorgumlah yang akan bisa mengurangi impor gandum kita yang mencapai 7 juta ton per tahun itu. Kita ini tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Iklim kita yang dua musim tidak cocok untuk tanaman empat musim. Padahal kita kian doyan mie dan roti. Akibatnya kita harus terus-menerus impor gandum secara besar-besaran dari negara seperti Amerika Serikat.

Kita yang miskin terus menghidupi petani negara maju. Angka impor itu akan naik terus seiring dengan kegemaran kita makan mie dan roti yang terus meningkat.

Impor daging bisa saja akan berakhir kalau kita mau meningkatkan produksi ternak. Negara kita cocok untuk peternakan. Tinggal mau atau tidak mau. Demikian juga, kita bisa mengakhiri impor beras kalau kita mau meningkatkan produksi kita. Tapi kita tidak akan bisa mengakhiri impor gandum. Kita tidak bisa menanamnya. Kita hanya bisa menyeruput mie dan melahap rotinya!

Harapan baru muncul ketika para ahli sorgum berkumpul di Kementerian Ristek empat bulan yang lalu. Saya dan Menteri Ristek Gusti Muhammad Hatta mengajak para ahli itu berdialog. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi impor gandum yang begitu besar. Muncullah kesimpulan bahwa sorgumlah yang bisa diandalkan.

Salah satu ahli sorgum waktu itu, Prof Dr Sungkono, sampai berlinang terharu ketika kemudian diputuskan bahwa BUMN akan menggalakkan sorgum. Secara besar-besaran. Apalagi BUMN memiliki lahan yang luas yang belum semuanya bisa dimanfaatkan. Terutama lahan yang tidak bisa untuk tanaman padi, sawit, karet, teh, dan kopi.

Sang profesor sangat gembira karena ahli lulusan IPB itu merasa tidak sia-sia. Ketekunannya mendalami sorgum sejak muda sampai menjadi profesor akan sangat berarti.

Dari hasil panen perdana Sabtu lalu jelaslah bahwa setidaknya dua jenis sorgum sangat baik hasilnya. “Satu untaian bisa mencapai 1 ons. Ini melebihi yang tertera di literatur yang menyebutkan satu untaian hanya 0,5 ons,” ujar Irwan Basri Dirut PTPN XII.

Dua benih unggul itu belum punya nama. Untuk sementara disebut Citayam (karena dibenihkan di desa Citayam) dan Numbu B. Jenis-jenis lain hanya menghasilkan separo dari itu.

Yang hebat, benih Citayam dan Numbu B adalah hasil mutasi genetik yang dilakukan oleh para ahli kita sendiri di Batan. Penyilangan-penyilangan genetiknya dilakukan melalui proses radiasi sinar gamma. Yakni melalui radiasi nuklir Co-60. Ahli-ahli di Batan mencari gen-gen terunggul untuk disilang dan dijadikan benih yang terbaik.

Dengan hasil Banyuwangi ini, BUMN sudah memanfaatkan temuan dan fasilitas yang ada di Batan. Yakni benih sorgum dan proses pembuatan radio isotop untuk kedokteran nuklir. Kerjasama yang erat antara Batan (Ristek) dan PT Batantekno (BUMN) ternyata bisa membuat temuan-temuan dan fasilitas yang ada di Batan menjadi komoditi yang secara komersial sangat menguntungkan negara.

Berkat fasilitas yang ada di Batan, Dirut Batantekno Yudi Utomo Imardjoko bisa mengaplikasikan temuan termodernnya untuk memproduksi radio isotop yang sekarang mulai berproses untuk menguasai pasar Asia.

Beda dengan padi, sekali tanam sorgum ini bisa untuk tiga kali panen. Begitu panen pertama, batangnya dipotong sampai pangkalnya. Lalu akan tumbuh batang sorgum lagi. Tiga bulan kemudian sudah bisa dipanen lagi. “Kami akan lihat berapa hasil panen dari ratoon pertama. Lalu akan kami tunggu lagi ratoon yang kedua,” ujar Irwan.

Dengan demikian sebelum penanaman besar-besaran Februari nanti, hasil panen ratoon pertama pun sudah bisa diketahui.

Citayam dan Numbu B masih punya kelebihan lain. Batangnya tinggi dan besar. Ketika saya menyelusup ke dalam kebun yang siap panen itu, tidak bisa disangkal: ternyata tubuh saya ini pendek. Batang sorgum itu hampir 2 meter. Dengan batang yang tinggi, makanan ternak dari batang itu bisa lebih banyak. Demikian juga niranya.

Batang sorgum tersebut bisa menghasilkan nira sebagaimana tebu. Hanya saja nira sorgum cuma bisa dipakai untuk gula cair. Tidak bisa untuk gula kristal.

Maka sekali tanam sorgum kita bisa mendapat tepungnya, niranya, dan makanan ternaknya.

Itulah sebabnya dalam panen perdana tersebut Dirut PT Berdikari (Persero) Librato El Arif ikut hadir. Berdikarilah yang akan menjadi pembeli seluruh makanan ternak tersebut. Ini karena PT Berdikari mendapat tugas untuk fokus mengembangkan ternak secara besar-besaran. Tidak boleh lagi mengerjakan bisnis yang lain. Bisnis lamanya seperti meubel dan asuransi harus dilepas.

Tapi PT Berdikari kelihatannya harus gigit jari. Jauh-jauh datang ke Banyuwangi dia tidak akan kebagian makanan ternak itu. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, yang kini lagi mengembangkan ternak sapi rakyat secara massal, minta agar makanan ternak itu untuk pengembangan sapi di Banyuwangi sendiri. Tentu saya mendukung permintaan Pak Bupati ini. Saya lihat beliau sangat serius dalam mengembangkan sapi di sana.

Banyuwangi berubah drastis di tangan bupati yang masih sangat muda ini (38 tahun). Semua tahu hambatan utama pengembangan ternak adalah makanan ternak yang kian mahal. Dengan kebun sorgum yang mencapai ribuan hektar di Banyuwangi, sumber makanan ternak itu akan teratasi.

Secara nasional hasilnya sama saja. Sapi itu datang dari Banyuwangi atau dari Sumatera tidak ada bedanya. Yang penting bisa mengurangi impor sapi yang sangat besar itu.

Dan lagi, sorgum juga akan ditanam secara massal di Sulawesi oleh PTPN XIV dan oleh Berdikari sendiri. Lahan peternakan PT Berdikari di Sulsel yang mencapai 6.000 ha sudah diputuskan juga harus ditanami sorgum dalam skala yang besar.

Tahun depan adalah tahun pembuktian. BUMN harus menanam sorgum hingga mencapai 15.000 ha. Ini bukan kerja sembarangan. Hanya kemauan yang keras yang akan bisa mewujudkannya.

BUMN bertekad akan mewujudkan keyakinan bahwa kita ini mampu melakukan apa saja asal kita mau. Kita sering tidak bisa melakukan sesuatu bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau!

Ibu-ibu dari PTPN XII pun punya kemauan yang keras. Sabtu lalu itu, untuk suguhan para tamu di Banyuwangi itu ibu-ibu membuat berbagai macam kue yang semuanya menggunakan bahan berupa tepung sorgum: roti, sosis, nogosari…. Saya coba memakan semuanya. Saya rasakan enaknya.

(ang/ang)

Semakin Optimis untuk memulai usaha... Semangattttttttttttt
harus diwaspadai juga hama dari sorgum, sebagai antisipasi kerugian,

moga-moga berhasil pak, untuk kejayaan Indonesia raya, kelihatannya makin banyak orang-orang yang benar untuk membangun bangsa , contohlah Jokowi dan Ahok, utamakan diri kita bersih dari korupsi dan transparan emoticon-I Love Indonesia (S)

Jangan cuma berwacana, bersumbangsihlah bagi negara dengan ikut mengkampanyekan anti korupsi.

Hukum mati para koruptor !!! , fatwa haram bagi koruptor !!!
klau benar Sorgum bisa ditanam di lahan kering dan tandus brarti mirip Jarak Pagar (Jathropa).
Berarti bisa di PETAKAN lahan yg subur untuk tanaman pokok (padi, ketela, jagung, sayuran, dll) dan lahan yg tandus untuk tanaman pokok jenis Sorgum dan Jathropa (energi) untuk biodiesel. emoticon-Smilie

btw Sorgum bisa untuk di lahan gambut gak ya ? kan hingga kini area pembukaan gambut 1 juta ha di Kalteng masih terlantar tuh emoticon-Embarrassment
Heran yah, kalau berita bagus kok pada ga komen ya? hmmm... Atau jangan2...
Quote:Original Posted By kesepian311
Heran yah, kalau berita bagus kok pada ga komen ya? hmmm... Atau jangan2...


Kalau berita jelek = PENCITRAAN

Kalau berita bagus = Sudah seharusnya jadi menteri ya begitu

Susah memang jadi orang yang bagus itu, banyak yang iri!
{ARA ANGGOTA DPR DPR YG UDAH MENJADI TERSANGKA PIDANA PEMERASAN MANA PAK CIT?


Dahlan Iskan: Roti, Sosis, Nogosari Setelah Radiasi
klo msh ada yg bilang ini pencitraan DI bener2 emoticon-Cape d...
harus di rinso ulang otak2 yg picik mikirin pencitraan trus
Memang enak kalau orang pemerintahan pinter nulis. Apa yg jadi tujuannya rakyat bisa memahami. Gak seperti pucuk pimpinan seperti gak jelas mo kemananya.

Apalagi kalau melek teknologi macem Pak Ahok, ngeliat pemerintah enak gak ada rasa di zolimi oleh pemerintah. Apalagi kalau semua anggota DPR isa nulis kan enak rakyat tau mau di bawa kemana.
Ayo pada komen dong biar kaskuser yang lain juga pada tau. Gimana ya bisa ngrubah kebiasaan buruk orang yang selalu pesimistis menjadi optimistis? Kenapa kalau berita bagus kok sepi yang komen? Tapi ketika ada berita yang ecek2 atau menyudutkan orang lain justru rame... Ada apa dengan negeriku...?

Ketika ada orang yang berniat membesarkan bangsa ini justru dicaci, di sudutkan. Rasanya memang bener tu judul film : alangkah lucunya negeri ini...
Quote:Original Posted By Uthe18
klau benar Sorgum bisa ditanam di lahan kering dan tandus brarti mirip Jarak Pagar (Jathropa).
Berarti bisa di PETAKAN lahan yg subur untuk tanaman pokok (padi, ketela, jagung, sayuran, dll) dan lahan yg tandus untuk tanaman pokok jenis Sorgum dan Jathropa (energi) untuk biodiesel. emoticon-Smilie

btw Sorgum bisa untuk di lahan gambut gak ya ? kan hingga kini area pembukaan gambut 1 juta ha di Kalteng masih terlantar tuh emoticon-Embarrassment


Bisalah..Koordinasi aja sama kementan...minta aja datanya ke wamentan... Doi kan orang statistik... emoticon-Big Grin

Eh bentar, ini pencitraan ya? ga mungkin kan indonesia punya berita bagus ? emoticon-Ngakak
/sarcasm
Quote:Original Posted By kesepian311
Ayo pada komen dong biar kaskuser yang lain juga pada tau. Gimana ya bisa ngrubah kebiasaan buruk orang yang selalu pesimistis menjadi optimistis? Kenapa kalau berita bagus kok sepi yang komen? Tapi ketika ada berita yang ecek2 atau menyudutkan orang lain justru rame... Ada apa dengan negeriku...?

Ketika ada orang yang berniat membesarkan bangsa ini justru dicaci, di sudutkan. Rasanya memang bener tu judul film : alangkah lucunya negeri ini...


Ya gitu, budaya menghargai orang lain di sini sudah hilang... emoticon-Berduka (S)
Digantikan dengan budaya sampah "terus gw harus bilang wow" dll emoticon-Najis (S)
maju terus pak dahlan, yg penting kerja nyata buat bangsa, n ga setor duit ke partaiemoticon-Malu (S)
ditunggu kabar panen rayanya di tahun depanemoticon-Embarrassment
satu satunya calon presiden kita yang paling bagus emoticon-Big Grin ehehehe
Quote:Original Posted By trioda
satu satunya calon presiden kita yang paling bagus emoticon-Big Grin ehehehe


Mana ada partai yang mau ngusung gan... Orang ga dapet jatah untung... emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By robert789


Kalau berita jelek = PENCITRAAN

Kalau berita bagus = Sudah seharusnya jadi menteri ya begitu

Susah memang jadi orang yang bagus itu, banyak yang iri!


terus berita bagusnya apa?
gua ga nemu... apa emang ga ada emoticon-Big Grin

sorgum itu ga ada apa2nya ama kenyataan pahit dibawah ini

Quote:http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/12/10/16/mbzqfw-ironis-ketahanan-pangan-masih-berbasis-impor

tapi ya kita doakan saja...nih menteri kan baru se-umur jagung emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By fienka


terus berita bagusnya apa?
gua ga nemu... apa emang ga ada emoticon-Big Grin

sorgum itu ga ada apa2nya ama kenyataan pahit dibawah ini



tapi ya kita doakan saja...nih menteri kan baru se-umur jagung emoticon-Big Grin


Banyak, ente cari aja kalo niatemoticon-Embarrassment

Sorgum itu salah satu instrumen alternatif aja buat gantiin impor gandum emoticon-Embarrassment

Kalo beberapa impor emang kenapa sih ? Ga semua harus swasembada kan? Ga semua cocok ditanam diindonesia lho.
Quote:Original Posted By Graft


Bisalah..Koordinasi aja sama kementan...minta aja datanya ke wamentan... Doi kan orang statistik... emoticon-Big Grin

Eh bentar, ini pencitraan ya? ga mungkin kan indonesia punya berita bagus ? emoticon-Ngakak
/sarcasm
emoticon-Najis (S)


DALEM bener sindirannya kang emoticon-Ngakak (S)

tapi emang bener sih, klau ada berita bagus gw liat diberbagai thread pasti SEPI banget, tapi klau ada berita buruk... dalam waktu 1 jam aja bisa jadi HT emoticon-Embarrassment
baik jumlah postingannya maupun jumlah threadnya (repost) emoticon-Nohope

bener kata KAMUS MEDIA, "The GOOD News is a BAD News, The BAD News is a GOOD News" emoticon-Gila
Quote:Original Posted By robert789


Kalau berita jelek = PENCITRAAN

Kalau berita bagus = Sudah seharusnya jadi menteri ya begitu

Susah memang jadi orang yang bagus itu, banyak yang iri!


sorry bos, ngga smua orang yg kek gt karena iri. kritis itu penting untuk terciptanya penyempurnaan terus-menerus. kalo berita bagus ya buat apa dikritisi... masalah pencitraan? well, skali lg gw ingetin, ngga semua orang nganggep itu pencitraan. What the F*ck is Pencitraan??

terus terang kalo si dahlan kerja begini gw apresiasi lah ma kerjaannya. tinggal nungguin kabarnya si beras nih, kapan yah bisa swasembada (lagi)...??

Dahlan Iskan: Roti, Sosis, Nogosari Setelah Radiasi
Terlepas dari segala kontroversinya, inilah yang ane suka dari DI : dia mengangkat nama2 orang yang hebat, dan membuat kita tau bahwa masih ada orang2 yang berjuang nyata untuk Indonesia, bukan cuma bisa kritik dan selalu berpikiran negatif aja.
dalam satu artikel ini, DI udah mengajak media untuk menyoroti:

Singgih Irwan Basri yang disebut cepat eksekusi program dalam 2 hari
Menristek Gusti Muhammad Hatta
Prof Dr Sungkono si ahli sorghum
Yudi Utomo Imardjoko dirut Batan
Librato El Arif dirut BUMn yang disebut lagi fokus ternak sapi
Abdullah Azwar Anas bupati muda banyuwangi

bisa jadi ini orang berprestasi yang gak pernah disorot media, karena mayoritas media kita fokusnya ke berita negatif mulu
contoh aja, menkoimfo dengan segala kontroversinya dan dijelek2in sering banget disebut. nah ini menristek baru kali ini namanya ane denger.