alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/509ef8e6e674b4383500002e/indonesia-bisa-kehilangan-rp-13-triliun-karena-sabut-kelapa
Indonesia Bisa Kehilangan Rp 13 Triliun karena Sabut Kelapa
Indonesia Bisa Kehilangan Rp 13 Triliun karena Sabut Kelapa

Seorang pekerja mengumpulkan sabut kelapa untuk selanjutnya dibawa ke industri pengolahan sabut kelapa. Teknologi pengolahan sabut kelapa kini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk teknologi untuk BiTumMan, atau media tanam untuk kegiatan revegetasi lahan pasca tambang.
Foto: IST

TRIBUNNEWS.COM -Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) memperkirakan, Indonesia kehilangan potensi pendapatan dari sabut kelapa mencapai Rp13 triliun per tahun.

Angka ini diperoleh dari perhitungan jumlah produksi buah kelapa Indonesai yang mencapai 15 miliar butir per tahun, dan baru dapat diolah sekitar 480 juta butir atau 3,2 persen per tahun. 

Setiap butir sabut kelapa rata-rata menghasilkan serat sabut kelapa atau dalam perdagangan internasional disebut coco fiber sebanyak 0,15 kilogram, dan serbuk sabut kelapa atau coco peat sebanyak 0,39 kilogram.

Harga penjualan coco fiber di pasar dalam negeri berkisar Rp 2.000 - Rp 2.500 per kilogram, dan coco peat berkisar Rp 1.000 - Rp 1.500 per kilogram.  

Demikian diungkapkan Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan AISKI, Ady Indra Pawennari, usai melakukan pertemuan dengan beberapa importir coco fiber dan coco peat asal China, Singapura, dan Malaysia di Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (10/11/2012).  

"Ini fakta yang sangat memprihatinkan. Kita kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp13 triliun per tahun dari sabut kelapa yang dibakar dan dibuang oleh masyarakt. Semua ini terjadi karena ketidakberdayaan dan kurangnya pengetahuan mereka, akan manfaat sabut kelapa. Karena itu, pemerintah harus bergerak dan AISKI siap diajak kerjasama," ujarnya.  

Menurut Ady, sabut kelapa pada sebagian masyarakat pesisir Indonesia adalah sampah yang harus dimusnahkan, dibuang dan dibakar pada saat musim kemarau. Namun demikian, di tangan orang-orang kreatif, sabut kelapa yang tidak berguna tersebut dapat diolah menjadi bahan industri yang bernilai ekonomi tinggi.  

"Di negara-negara maju, coco fiber banyak digunakan sebagai pengganti busa dan bahan sintetis lainnya. Misalnya, untuk bahan baku industri spring bed, matras, sofa, bantal, jok mobil, karpet dan tali. Sementara coco peat lebih banyak digunakan sebagai media tanam pengganti tanah dan pupuk organik," jelasnya.  

Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa, Indonesia sebetulnya merupakan pasar potensial untuk penjualan produk berbahan baku sabut kelapa, seperti penggunaan coco fiber pada spring bed, kasur, bantal, sofa, jok motor, dan tali. Sedangkan coco peat dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura.  

Berdasarkan catatan AISKI, Indonesia walaupun merupakan negara penghasil buah kelapa terbesar di dunia, namun belum banyak berperan dalam pangsa pasar ekspor raw material sabut kelapa untuk kebutuhan dunia. Indonesia hanya mampu memasok sabut kelapa sekitar 10 persen dari kebutuhan dunia. Sementara Srilanka dan India memasok di atas 40 persen.

Sumber: Tribun
wow sabut juga mahal banget bisa seharga 13T
Bukan cuma sabut kelapa kita kehilangan potensi pendapatan. Di sektor lain banyak. Kalau mau gampang, lihat aja penggilingan singkong - Tapioka di Sentul. Itu masyarakat dari jaman baheula kerja dengan teknologi jaman baheula padahal dideket situ kan bejibun balai-balai penelitian pemerintah, dari deptan sampai kampus.
Quote:Original Posted By 0915burhanuddin
wow sabut juga mahal banget bisa seharga 13T


13T dari 15 milyar butir kelapa pertahunnya...

sayang banget 13 T kalo sampe kebuang sia2...yg "diatas" sibuk mempertahankan posisi aja sih emoticon-Mewek
salah satu bukti kurang perhatian pemerintah
Pemerintah harus bergerak dan AISKI siap diajak kerjasama

enak sekali ya kedengarannya

katanya profitnya 13 trilliun

kalau memang sebesar itu tidak ada yang menunggu bergerak pasti pada rebutan
ada permintaan buat produk turunan sabut kelapa enggak bos?? soalnya, kalau enggak ada permintaan yang berlebih, sama aja nurunin harga produk itu di market...
Sabut kelapa kalo dikampung ane mah buat suluh, atau dijadikan bahan bakar pawon, alias kompor tanpa minyak, hehehehe...







Spoiler for Jangan Dibuka Ya:
wah wah wah ada peluang usaha baru ini emoticon-Kaskus Banget
selalu telat, dulu dibuang, sekarang disayang...
Byak jalan menuju sukses yach...salah stunya dengan sabut kelapa....
walah buat kompor2in pemerintah aja ya atau gimana? menurut teman2 itu sabut kelapa udah dari dulu ada pemainnya sendiri mulai dari turunannya sampai buat alat pembakaran. nah, skrg masuk fiber....

kalau dari teman2 kasus ada yang tahu lebih detail di lapangan dan pasar, mohon infonya ya teman2...
banyak tuh om di forum ukm, ada kaskuser yang siap beli sabut kelapa dari kita.. kalo ane ada modal seh pengen usaha sabut kelapa ini jg.. cmn lum kuat beli mesinya
klo pemerintah ga mau jalan
saatnya para enterpreneur muda bergerak
gw pernah liat usaha ini di wilayah wates (yogyakarta)
emoticon-I Love Indonesia
wow potensial bet ini klo mw djadiin usaha emoticon-Belo
bisa jadi lahan bisnis baru ni gan emoticon-I Love Indonesia (S)