alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/509e6a54631243af710000a0/pemilukada-jabar--semua-tentang-reike---teten-diluar--delete
PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)
PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

PDIP Berambisi Menangkan Rieke-Teten Seperti Jokowi-Ahok

Jakarta - Kemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta masih hangat dirasakan elite PDIP. Mereka berharap dengan cara yang sama, bisa sukses membawa Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki sukses di Pilgub Jabar.

PDIP memandang pasangan Rieke-Teten cukup komprehensif. "Di survei Rieke dan Teten kan bersaing ketat. Kita sudah menang di Pilgub DKI, kita ingin menang di Pilgub Jabar," kata koordinator pemenangan Pilkada Jabar sekaligus Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2102).

PDIP tentu harus bekerja keras karena tidak lagi berkoalisi dengan Gerindra. PDIP pun harus bergotong-royong untuk memenangkan Pilgub Jabar. Lagi-lagi, PDIP berharap bisa menggalang dana seperti Jokowi yang sukses dengan baju kotak-kotaknya.

"Kita bergotong-royong seperti di Jakarta. Publik bergerak beli baju kotak-kotak sendiri. Jadi kita membawa harapan baru bagi masyarakat Jabar. Keduanya kan disurvei cukup populer, bersih, berani, dan punya jaringan. Kami menargetkan menang di Jabar," tegas Maruarar.

Konsolidasi internal juga terus dilakukan sampai ke tingakt anak ranting. Kader PDIP di tingkat legislatif dan eksekutif juga dipastikan mensukseskan Rieke-Teten.

"Tentu juga sangat relawan yang ingin bergabung bahkan sebelum ini diputuskan. Cukup banyak komponen masyarakat Jabar dan seluruh masyarakat Jabar yang menyatakan dukungannya karena berharap mereka memenangkan pertarungan ini," katanya.

Lantas apa yang membuat PDIP yakin Rieke-Teten akan menang di Pilgub DKI. Apakah karakter Rieke-Teten ada kemiripan dengan Jokowi-Ahok yang sukses di Pilgub DKI?

"Saya pikir mereka sangat sederhana, sangat merakyat, bersih, tegas, dan santun. Mereka mempunyai motivasi yang kuat melakukan perubahan di Jabar. Mereka bersungguh-sunguh, track record yang ada sekarang bagaimana opini publik yang terbangun dari monitor kami sangat bagus di kalangan petani, nelayan, buruh, kalangan terpelajar, kelas menengah, pengusaha, birokrat, saya kira kombinasi yang sempurna," tegasnya.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/08/180920/2086407/10/pdip-berambisi-menangkan-rieke-teten-seperti-jokowi-ahok?9922032[/url]

PDIP Deklarasikan Rieke-Teten untuk Pilgub Jabar di Bandung

Jakarta - PDIP telah resmi menetapkan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menjadi pasangan Pilgub Jabar. PDIP pun akan mendeklarasikan Rieke-Teten di Bandung pada 10 November nanti.

"Menetapkan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung mandiri oleh PDI Perjuangan. Deklarasi resmi akan dilakukan di Bandung pada 10 November 2012," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dalam konferensi pers di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2012).

Tjahjo lantas menginstruksikan semua jajaran PDIP untuk merapatkan barisan. Dengan satu misi untuk memenangkan Rieke-Teten di Pilgub Jabar.

"Seluruh jajaran dan struktur partai berada di satu barisan perubahan untuk mengorganisir kekuatan rakyat Jawa Barat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi untuk menentukan pemimpinnya. Kita semua membutuhkan doa restu masyarakat Jabar," tegas Tjahjo.

Bersama Teten, Rieke optimis sukses di Pilgub Jabar. Rieke mengajak semua masyarakat Jabar berjuang bersama-sama untuk membuat perubahan.

"Kita bersama-sama rakyat Jabar untuk memenangkan Pilgub pada Januari 2013. Mudah-mudahan semua teman-teman bersatupadu kita berjuang bersama. Saya selaku kader menyebut Mas Teten ini banteng liar yang masuk kandang," kata Rieke, sebelumnya.

Optimisme senada disampaikan Teten Masduki. Teten mengucapkan terimakasih secara khusus kepada PDIP yang mempercayainya maju Pilgub Jabar mendampingi Rieke. "Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak yang memberikan dukungan, kepada DPP PDIP, yang memberikan misi perubahan kepada masyarakat Jabar," kata Teten.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/08/165600/2086304/10/pdip-deklarasikan-rieke-teten-untuk-pilgub-jabar-di-bandung?nd771108bcj[/url]


PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

Bersama PDIP mari kita rebut kembali kejayaan seperti dulu emoticon-Angkat Beer
PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

PDIP Harap Jokowi Effect di DKI Jadi Rieke Effect di Jabar

Jakarta - PDI Perjuangan ingin kesuksesan di Pilgub DKI Jakarta terulang di Pilgub Jabar. Akankah 'Jokowi effect' sukses mengantar Rieke-Teten ke Gedung Sate?

"Kita tidak mau 'Jokowi effect' berhenti di Jakarta. Kita ingin nanti di Jabar ada 'Rieke effect' dan 'Teten effect' lahir di Jabar," kata Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait kepada detikcom, Kamis (8/11/2012).

Karena itu PDIP memutuskan mengusung Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki untuk Pilgub Jabar. Keduanya dinilai berkarakter seperti Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

"Kita memang memilih tokoh-tokoh yang seperti Jokowi, dalam arti tokoh yang mendapatkan dukungan publik, merakyat, bersih, dan membawa dukungan publik," ungkap Maruarar yang juga ketua tim pemenangan PDIP Jabar ini.

PDIP memang memasang target tinggi di Pilgub Jabar. Pasangan Rieke-Teten diharapkan mengulang sukses Jokowi-Ahok di Pilgub DKI. Meskipun dengan keterbatasan modal, lantaran PDIP maju Pilgub Jabar sendirian.

"(Modalnya) Kita bergotong-royong seperti di Jakarta. Publik bergerak beli baju kotak-kotak sendiri. Jadi kita membawa harapan baru bagi masyarakat Jabar. Keduanya kan disurvei cukup populer, bersih, berani, dan punya jaringan. Kami menargetkan menang di Jabar," tegasnya.

"Selama ini PDIP parameternya adalah ideologi. Yang paling penting ideologi harus diutamakan dengan program-program yang benar-benar pro rakyat yang ditawarkan tokoh yang memang dekat dan diterima rakyat," tandasnya.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/09/131021/2087131/10/pdip-harap-jokowi-effect-di-dki-jadi-rieke-effect-di-jabar?9911012[/url]

Kompak Berkemeja ala 'Jokowi', Rieke-Teten Daftarkan Diri ke KPU Jabar

Bandung, - Mengenakan kemeja kotak-kotak, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki mendaftarkan diri menjadi pasangan cagub dan cawagub Jawa Barat ke KPU Jabar. Rieke-Teten didampingi puluhan simpatisannya.

Pantauan detikcom di Kantor KPU Jabar di Jl Garut, Bandung, Rieke-Teten yang kompak mengenakan kemeja kotak-kotak , tiba pukul 10.20 WIB, Sabtu (10/11/2012).

Rieke tampak santai dengan melipat kedua lengan kemeja kotak-kotak warna merah-biru yang mirip dengan kemeja khas Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Rieke juga hanya menguncir santai rambutnya yang hitam panjang. Sementara Teten tampak lebih rapih.

Bersama mereka, puluhan simpatisan juga mengenakan kemeja kotak-kotak. Mereka long march dari Kantor DPD PDIP di Jl Laswi, Bandung. Para simpatisan ramai-ramai menyanyikan lagu Halo-halo Bandung.

Rieke juga didampingi sejumlah pengurus DPD PDIP Jabar. Tiba di Kantor KPU Jabar, Rieke-Teten disambut Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat.

"Ini kami sahkan pasangan calon pemimpin rakyat dari rakyat. Cuma ada dua-duanya ini," kata perwakilan simpatisan Rieke-Teten yang memantapkan diri sebagai pasangan PATEN ini.

"Mari kita melakukan pendaftaran," kata Yayat mengajak Rieke dan Teten yang berpenampilan santai tersebut ke Aula KPU Jabar.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/10/104923/2087972/10/kompak-berkemeja-ala-jokowi-rieke-teten-daftarkan-diri-ke-kpu-jabar?991101mainnews[/url]

Berbaju Kotak-kotak, Rieke Ngaku Diutus Jokowi

BANDUNG, KOMPAS.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki mengenakan kemeja kotak-kotak saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Sabtu (10/11/2012). Rieke mengaku mengenakan kemeja kotak-kotak karena diutus oleh Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta.

"Supaya berlanjut dari DKI Jakarta, maka kita pakai baju kotak-kotak. Semoga saja berlanjut di Jabar. Pakaian yang saya pakai ini adalah utusan dari pak Jokowi. Siapa yang mau protes, silakan menghadap sama pak Jokowi," tegas Rieke kepada wartawan di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Sabtu, (10/11/2012).

Secara terang-terangan, Rieke dan Teten menyatakan maju sebagai cagub Jabar, keduanya tidak mempunyai modal. Menurutnya, baju kotak-kotak lah yang menjadi modal andalannya.

"Kita tidak punya modal, baju kotak-kotak inilah sebetulnya modal kita," tegas Rieke.

Pasangan ini mempunyai visi misi Jawa Barat baru dan bersih bersama Rieke dan Teten. Dengan semangatnya, mereka berdua meneriakkan akan membangun Jawa Barat lebih baik. "Saya bersama kang Teten, ingin membawa Jabar terbebas dari kebodohan dan kemiskinan," tandas Rieke diamini Teten.

Sebelumnya diberitakan, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang diusung PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki alias Paten, mendaftarkan diri di Kantor KPU Jawa Barat, Sabtu (10/11/2012). Rieke dan Teten tampak kompak berkemeja kotak-kotak dan celana jins.

Mereka mendaftarkan diri dengan didampingi Plt Ketua DPD PDI-P Jabar TB Hasanudin. TB sendiri mengenakan baju adat Sunda pangsi hitam-hitam. Rombongan Paten juga diiringi kesenian Sisingaan. Rombongan berangkat dari kantor DPD PDIP Jabar di Jalan Pelajar Pejuang yang hanya berjarak 1 kilometer dari Kantor KPU Jawa Barat dengan berjalan kaki.

Seperti diketahui, PDI-P resmi mencalonkan pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat. Keputusan itu diambil setelah pasangan tersebut langsung mendapat restu dari Ketua Umum PDI-P, Rabu (7/11/2012). Pasangan ini diharapkan mampu menarik banyak suara dari rakyat Jawa Barat.

http://regional.kompas.com/read/2012....Diutus.Jokowi
emoticon-Belo kok belum di stiki momod...emoticon-Bingung (S)
Ngaku 'Miskin', Rieke-Teten Andalkan Mesin Politik PDIP

Bandung - Pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki atau disebut PATEN ngaku 'miskin' dalam menghadapi Pilgub Jabar 2013. Mereka tak punya uang melimpah atau modal besar untuk kampanye nanti.

"Kami harus jujur, harus sampaikan ini. Kami orang yang tak punya uang, tak punya modal finansial (besar)," ujar Rieke di sela Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP Jabar di Bandung Convention Center (BCC), Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (9/11/2012).

Yang akan jadi andalannya memenangkan pilgub bersama Teten Masduki adalah mesin partai. Sebab PDIP dinilai punya kader dan simpatisan dengan militansi tinggi.

Suara dari mesin politik itu diyakini akan mengantar PATEN meraih kursi Jabar I dan Jabar II. Apalagi mesin politik PDIP juga akan bekerja menggalang dukungan dari masyarakat.

"Di luar sana ada yang bilang calon PDIP tak punya uang, tak akan menang. Mereka boleh mengatakan demikian," ucapnya.

"Tapi kami punya modal luar biasa, punya kekuatan luar biasa. Saya berada di partai yang punya ideologis dan banyak orang-orang yang mau bekerja keras," jelas Rieke.

Ia lalu mengungkap hal lain yang akan jadi andalannya pada pilgub nanti. "Kami berdua jujur saja hanya punya militansi, komitmen, ketulusan, dan cinta kasih buat rakyat, tidak lebih," cetusnya.

"Kami bukan orang yang ingin membeli suara atau memperdagangkan suara rakyat. Kami berdua anak muda yang akan memperjuangkan rakyat," tandas Rieke.

[url]http://bandung.detik..com/read/2012/11/09/190614/2087689/486/ngaku-miskin-rieke-teten-andalkan-mesin-politik-pdip[/url]

Nggak Punya Modal, Rieke-Teten Kampanye Pakai Kemeja Warisan Jokowi

Bandung, - Pasangan cagub Jabar Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki kompak memakai kemeja kotak-kotak ala Jokowi. Rupanya Rieke-Teten akan menggunakan kemeja kotak-kotak khas Jokowi tersebut untuk kampanye di Pilgub Jabar.

"Iya kita memang semalam bertemu dengan Jokowi. Asalnya kita mau pakai baju putih-putih, tapi sudah banyak juga. Jadi kata Jokowi pakai baju kotak-kotak saja. Ini warisan dari Jokowi, sisa yang kemarin," Rieke saat ditanya alasan dia dan Teten mengenakan kemeja khas Jokowi saat mendaftarkan diri menjadi cagub-cawagub Jabar.

Hal ini disampaikan Rieke kepada wartawan di Kantor KPU Jabar di Jl Garut, Bandung, Sabtu (10/1/2012).

Rieke pun tak sekedar mengenakan kemeja warisan Jokowi. Ia juga ingin membawa semangat yang sama dengan yang diserukan Jokowi yang sukses di Pilgub DKI Jakarta. Rieke berharap bisa sukses di Pilgub Jabar, meski dengan modal seadanya.

"Ini juga simbol spirit. Artinya kita memiliki spirit yang sama untuk melawan politik uang seperti Jokowi. Lagi pula kita nggak punya modal," kata Rieke.

Teten Masduki pun lantas menimpali ucapan Rieke. Aktivis antikorupsi ini pun mengaku menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masyarakat Jabar.

"Ini saya kayak anak muda, ini ngepas. Jadi ini memang dikasih apa adanya. Karena kita nggak punya duit, nggak punya modal ya ngaku aja. Karena kita akan membawa spirit perubahan yang sama dengan Jokowi," tutur Teten.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/10/114705/2087998/10/nggak-punya-modal-rieke-teten-kampanye-pakai-kemeja-warisan-jokowi?9922022[/url]

Setelah 'Sedekah', Rieke-Teten Diarak dengan Sisingaan

Pasangan cagub Jawa Barat (Jabar) saling unjuk gigi di hari terakhir pendaftaran ke KPU Jabar. Usai mendaftarkan diri sebagai pasangan cagub Jabar yang diusung PDIP, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki sempat diarah sisingaan sebelum mendeklarasikan relawan pendukung mereka.

Peristiwa unik ini terlihat saat Rieke dan Teten tiba di Gedung Indonesia Menggugat di Jl Perintis Kemerdekaan nomor 5, Bandung, Sabtu (10/11/2012). Rieke dan Teten langsung diarak dengan sisingaan beberapa meter memasuki gedung bersejarah tersebut, setelah memasukkan beberapa koin uang Rp 100.

Rieke dan Teten yang mengenakan kemeja kotak-kotak khas Jokowi pun tak malu berjoget khas Jabar. Sontak seluruh pendukungnya tertawa.

Koin Rp 100 tersebut dimasukkan Rieke ke dalam gelas bekas air mineral yang disodorkan oleh komunitas Kelompok Suara Trotoar Bandung yang menggelar pertunjukan kesenian di depan Gedung Indonesia Menggugat.

Pertunjukan ini sendiri diadakan mereka bukan tanpa kepentingan. Komunitas yang memposisikan dirinya sebagai kelas menengah ke bawah ini sengaja hadir untuk menyampaikan harapannya kepada Rieke-Teten yang akan maju di Pilgub Jabar.

"Apakah Teten ini serius menjadi pemimpin, apakah berpihak kepada rakyat, memperhatikan perburuhan, anak jalanan, pengemis, pertanian, permasalahan TKI dan TKW yang belum diselesaikan?," kata koordinator pengisi acara, Daus Sapujagad.

Daus mengatakan aksi pertunjukan ini mencontohkan ekspresi penderitaan rakyat. Menggambarkan bagaimana susahnya rakyat mengumpulkan receh, waktu, dan tenaga untuk kelangsungan hidupnya.

"Pada pemilihan gubernur tahun depan mereka tidak akan menggunakan hak pilih ke calon gubernur manapun. Karena rakyat sudah kecewa dan hanya bisa menitipkan doa saja karena bagi rakyat pemilihan gubernur hanya membuang dana dan manfaatnya tidak terasa," katanya apatis.

[url]http://news.detik..com/read/2012/11/10/154042/2088153/10/setelah-sedekah-rieke-teten-diarak-dengan-sisingaan?9922022[/url]
Quote:Mengenal Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki

Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari

Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari (lahir di Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974; umur 38 tahun) adalah seorang penulis buku, pembawa acara, pemain sinetron Indonesia, dan anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P.

Pendidikan

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Sastra Belanda Universitas Indonesia[1] dan S-1 Filsafat STF Driyakara, Jakarta[2] , Rieke pun meneruskan pendidikannya. Meski sibuk dengan segala kegiatan 'keartisan', Rieke berhasil menyelesaikan pendidikan S-2nya di jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat diterbitkan oleh Galang Press

Karier

Dunia Hiburan


Rieke mulai dikenal publik lewat iklan Kondom Sutra dengan ucapan Meong. Selain itu ia juga dikenal lewat perannya sebagai Oneng yang "o'on" lewat sitkom Bajaj Bajuri. Selain itu Rieke juga dikenal sebagai pembawa acara dalam acara Good Morning dan penulis buku. Salah satu judul bukunya adalah Renungan Kloset.

Selain sinetron, Rieke juga menjajal teater. Rieke ikut pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' garapan Putu Wijaya[4]. Ingin mencoba hal baru, Rieke pun merambah ke layar lebar. Rieke memulai debutnya di layar lebar sebagai Dwi, perempuan yang dipoligami dalam film Berbagi Suami. Ketagihan main film, Rieke bermain dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem[5] yang kemudian judulnya diubah menjadi erempuan Punya Cerita.

Kegiatan sosial dan politik

Rieke aktif dalam kegiatan politik, bahkan pernah menduduki jabatan wakil sekretaris jendral DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar[6]. Rieke kemudian mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri.[7]

Rieke adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Di Dewan Perwakilan Rakyat, Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).[8] [9]

Rieke Dyah Pitaloka juga mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama "Yayasan Pitaloka" yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Kehidupan pribadi

Rieke Diah Pitaloka menikah dengan dosen filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian pada hari Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat[10]. Pernikahan ini menimbulkan kontroversi karena tunangan Rieke sejak 11 Januari 2002, sutradara Exel J Permadi merasa dirinya dan Rieke belum resmi putus[11].

Tanggal 9 Januari 2011, tepat sehari setelah ulang tahun Rieke yang ke 38, ia melahirkan kembar laki-lakinya yaitu Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika melalui operasi Caesar. Sebelumnya pasangan ini telah memiliki seorang anak laki-laki yang lahir tahun 2009, Sagara Kawani Hadiasyah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Rieke_Diah_Pitaloka


Teten Masduki

Teten Masduki (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963; umur 49 tahun) adalah seorang aktivis Indonesia.

Secara fisik, penampilan Teten Masduki biasa saja. Namun ia mudah dikenali karena kepalanya yang botak. Meski “kumis jenderal” menempel di atas bibirnya, tidak ada kesan galak pada dirinya. Tapi kalau “berhadapan” dengan tindak penyelewengan uang rakyat dan negaranya, ia sangat garang. Jenderal pun dilibasnya.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang ia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis “profesi” ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar ia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

Tapi setamat dari SMA, ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas. “Mulai saat itu saya terjun di dunia aktivis. Setelah lulus saya direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia,” tuturnya.

Ketika bekerja di divisi perburuhan YLBHI, ia berkawan dengan buruh. Hal yang sangat mengesankannya. “Luar biasa dan berkesan, perlawanan yang mereka lakukan tidak pernah henti,” ujarnya.

Kalau akhirnya Teten aktif di Indonesia Corruption Watch sebagai ketua badan pekerja, itu karena “Saya geram saja melihat korupsi yang ada. Padahal, kita ini kaya raya tapi hutan kita habis, sumber daya alam kita habis, utang kita menumpuk tapi enggak menyisakan apa-apa selain rakyatnya yang miskin,” ucapnya. Sudah puluhan kasus ikut dia tangani, antara lain kasus korupsi di Bank Dunia, Pertamina, Bulog, lalu PU, jalan tol, pajak.

Sebagai aktivis yang kerap berhadapan orang-orang yang diduga terlibat kasus korupsi, Teten kerap mendapat tekanan. Bahkan, pernah diancam akan diburu sampai ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, ia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik. “Ya, ini dagelan saja,” komentarnya, ringan.

Ada pula pengusaha, yang datanya masuk dalam daftar ICW, menawarkan fasilitas kendaraan dan lain-lain, asalkan datanya tidak diumumkan. Tentu saja ICW menolak.

Teten suka humor. Ketika ribut-ribut soal fasilitas mesin cuci untuk anggota DPR, di zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid, Teten bersama staf ICW menghadiahkan lima papan penggilas cucian kepada DPR.

Teten tetap bertahan hidup di jalur ini. “Saya tetap dapat bertahan hidup dengan istri dan anak saya, dan bisa survive dengan hidup yang layak,” kata suami Suzana Ramadhani ini.

Biodata Teten Masduki

Nama:Teten Masduki
Lahir:Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963
Agama:Islam
Istri:Suzana Ramadhani
Anak:Nisrina
Ayah:Masduki
Ibu:Ena Hindasyah

Pendidikan:

Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

Karier:

Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990)
Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI; 1990-2000)
Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993)
Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998)
Ketua Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (1998-2008)
Anggota Ombudsman Nasional (2000 – sekarang)
Sekretaris Jenderal Transparency International chapter Indonesia (2009-sekarang)

Penghargaan:

Suardi Tasrif Award 1999
Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

http://id.wikipedia.org/wiki/Teten_Masduki
gaya ngomong rieke mirip ahokemoticon-Cendol (S)

tapi soal kepandaian kyknya lebih bagus ahok,agak jauhlahemoticon-Ngakak

met sukses aja deh,selalu ngomong jujur tp skill pas2an gak jamin sukses..tp ya met sukses aja..emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By Carter.P

PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)


ntu tulisannya salah gan emoticon-Ngakak PIDP
Quote:Original Posted By Carter.P
PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

PDIP Berambisi Menangkan Rieke-Teten Seperti Jokowi-Ahok

Jakarta - Kemenangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta masih hangat dirasakan elite PDIP. Mereka berharap dengan cara yang sama, bisa sukses membawa Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki sukses di Pilgub Jabar.

PDIP memandang pasangan Rieke-Teten cukup komprehensif. "Di survei Rieke dan Teten kan bersaing ketat. Kita sudah menang di Pilgub DKI, kita ingin menang di Pilgub Jabar," kata koordinator pemenangan Pilkada Jabar sekaligus Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2102).

PDIP tentu harus bekerja keras karena tidak lagi berkoalisi dengan Gerindra. PDIP pun harus bergotong-royong untuk memenangkan Pilgub Jabar. Lagi-lagi, PDIP berharap bisa menggalang dana seperti Jokowi yang sukses dengan baju kotak-kotaknya.

"Kita bergotong-royong seperti di Jakarta. Publik bergerak beli baju kotak-kotak sendiri. Jadi kita membawa harapan baru bagi masyarakat Jabar. Keduanya kan disurvei cukup populer, bersih, berani, dan punya jaringan. Kami menargetkan menang di Jabar," tegas Maruarar.

Konsolidasi internal juga terus dilakukan sampai ke tingakt anak ranting. Kader PDIP di tingkat legislatif dan eksekutif juga dipastikan mensukseskan Rieke-Teten.

"Tentu juga sangat relawan yang ingin bergabung bahkan sebelum ini diputuskan. Cukup banyak komponen masyarakat Jabar dan seluruh masyarakat Jabar yang menyatakan dukungannya karena berharap mereka memenangkan pertarungan ini," katanya.

Lantas apa yang membuat PDIP yakin Rieke-Teten akan menang di Pilgub DKI. Apakah karakter Rieke-Teten ada kemiripan dengan Jokowi-Ahok yang sukses di Pilgub DKI?

"Saya pikir mereka sangat sederhana, sangat merakyat, bersih, tegas, dan santun. Mereka mempunyai motivasi yang kuat melakukan perubahan di Jabar. Mereka bersungguh-sunguh, track record yang ada sekarang bagaimana opini publik yang terbangun dari monitor kami sangat bagus di kalangan petani, nelayan, buruh, kalangan terpelajar, kelas menengah, pengusaha, birokrat, saya kira kombinasi yang sempurna," tegasnya.

[URL=http://news.detik..com/read/2012/11/08/180920/2086407/10/pdip-berambisi-menangkan-rieke-teten-seperti-jokowi-ahok?9922032]http://news.detik..com/read/2012/11/...i-ahok?9922032[/URL]

PDIP Deklarasikan Rieke-Teten untuk Pilgub Jabar di Bandung

Jakarta - PDIP telah resmi menetapkan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menjadi pasangan Pilgub Jabar. PDIP pun akan mendeklarasikan Rieke-Teten di Bandung pada 10 November nanti.

"Menetapkan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung mandiri oleh PDI Perjuangan. Deklarasi resmi akan dilakukan di Bandung pada 10 November 2012," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dalam konferensi pers di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2012).

Tjahjo lantas menginstruksikan semua jajaran PDIP untuk merapatkan barisan. Dengan satu misi untuk memenangkan Rieke-Teten di Pilgub Jabar.

"Seluruh jajaran dan struktur partai berada di satu barisan perubahan untuk mengorganisir kekuatan rakyat Jawa Barat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi untuk menentukan pemimpinnya. Kita semua membutuhkan doa restu masyarakat Jabar," tegas Tjahjo.

Bersama Teten, Rieke optimis sukses di Pilgub Jabar. Rieke mengajak semua masyarakat Jabar berjuang bersama-sama untuk membuat perubahan.

"Kita bersama-sama rakyat Jabar untuk memenangkan Pilgub pada Januari 2013. Mudah-mudahan semua teman-teman bersatupadu kita berjuang bersama. Saya selaku kader menyebut Mas Teten ini banteng liar yang masuk kandang," kata Rieke, sebelumnya.

Optimisme senada disampaikan Teten Masduki. Teten mengucapkan terimakasih secara khusus kepada PDIP yang mempercayainya maju Pilgub Jabar mendampingi Rieke. "Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak yang memberikan dukungan, kepada DPP PDIP, yang memberikan misi perubahan kepada masyarakat Jabar," kata Teten.

[URL=http://news.detik..com/read/2012/11/08/165600/2086304/10/pdip-deklarasikan-rieke-teten-untuk-pilgub-jabar-di-bandung?nd771108bcj]http://news.detik..com/read/2012/11/...ng?nd771108bcj[/URL]


PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

Bersama PDIP mari kita rebut kembali kejayaan seperti dulu emoticon-Angkat Beer


PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)


PDIP gan bukan PIDP...
bisa kena sambil bata bu mega

PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

mosok nulis partainya aja salah...emoticon-Nohope

VISI MISI

Mana VIsi misinya?

ane masih belum klop nih mau milih siapa, bisa2 golput lagi
kita liat aja kelanjutannya gimana,
ane mah lebih condong ke incumben yg menang he he he..
tapi maju terus dah buat PATEN.

Inspiratif 

duhh makin parah aja PDIP. sudah ada kutu loncat Jokowi yang tidak amanah di Solo. sekarang artis kutu loncat yang pernah membintangi Iklan kondom sutra.

Rieke Oneng
PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)
"Dukung saya menjadi the next kutu loncat"
Bukannya rieke ini anggota DPR ya? emoticon-Bingung (S)

pasangan cagub krisis identitas, ga punya jatidiri, bisanya cuma ngekor,.....

pasti kebijakan2nya ga jauh dari ekor mengekor, miskin inovasi...
PIDP PEMILUKADA Jabar : Semua Tentang Reike - Teten (Diluar = Delete)

Partai Baru Bernama PIDP keh keh keh keh..

Ah pelanggaran Hak cipta nih.. nebeng tenar, gak punya ide, naik angkot pencitraan, sehari-hari juga gak naik angkot.. ngaku miskin segala lagih.. tunjukin kartu keterangan warga miskin dari Rt dong kalo emang miskin..

Tiap liat Rieke inget Oneng.. bloon dan Oon gitu..

Ngarep menang dengan kemeja kotak ala Jokowi.. beda dong ah..
kita harapkan pemimpin yang bersih dan jujur, dari pada yang pandai dan mengaku ahli, tau-tau kabur bawa lari uang.

Lebih baik teten dan reike daripada yang lain emoticon-I Love Indonesia (S)

Hukum Mati para Koruptor !!!
PIDP partai apan yahemoticon-Bingung (S)
PDIP sama aja kaya parpol2 busuk laennya
parpol punya pengaruh ke mayoritas? mimpiiiii emoticon-Ngakak
apapun cara markettingnya, yang gw liat tetep track recordnya.
mudah2an yang laen punya pemikiran yang sama emoticon-Matabelo
Lepas dengan segala keadaannya pimpinan yang kemaren udah menorehkan prestasi yang seabreg,untuk yang ini kok kayaknya masih meragukan

Semoga pemilih punya cukup nalar untuk menggunakan haknya
baju kotak2.. sama kayak pakde jokowi emoticon-Big Grin
udah jadi seragam pilkada PDIP nih
Moga Jabar bisa mendapatkan Pemimpin yang baik buat Warganya.