alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/509df96a2775b4d019000108/gila-wacana-pemilihan-pemilukada-melalui-drpd-rakyat-tidak-boleh-terlibat
[GILA!!!] WACANA PEMILIHAN PEMILUKADA MELALUI DRPD, RAKYAT TIDAK BOLEH TERLIBAT!!!!
Quote: PEMBERITAHUAN DARURAT UNTUK SEMUA WARGA NEGARA INDONESIA YANG MENGINGINKAN/MERINDUKAN/MENGHARAPKAN MODEL KEPEMIMPINAN DI DAERAHNYA (PROVINSI/KOTAMADYA/KABUPATEN) MASING-MASING AGAR BISA MENDAPATKAN SEPERTI JOKOWI-AHOK yang jujur, cerdas, transparan, terbuka, amanah, mengabdi dan melayani masyarakat, sopan, beradab, adil, tegas dan terjaga integritasnya serta berani sesuai dengan konteksnya sebagai Gubernur/Wakil Gubernur yang memiliki vivi-misi berorientasi ke KEADILAN UNTUK RAKYAT. Pemberitahuan darurat ini dapat disebar-luaskan oleh setiap orang agar dapat diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia dimana pun berada terkait dengan adanya pertanyaan wartawan kepada JOKOWI usai acara diskusi di LEMHANAS (Lembaga Pertahanan Nasional) mengenai : WACANA ATAU KEMUNGKINAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH YANG NANTINYA TIDAK LAGI DIPILIH LANGSUNG OLEH RAKYAT MELALUI PEMILUKADA, TAPI DIPILIH OLEH DPRD MASING-MASING DAERAH — DENGAN ALASAN UNTUK MENGHEMAT BIAYA POLITIK

(Sumber : Tribunnews.com, 08/10/2012).

Ada beberapa Tanggapan dari teman2 yang saya quote dari sini

Quote:

CATATAN PENTING :
1. SUDAH TERBUKTI bahwa selama lebih dari 32 tahun rakyat Kota Jakarta dipaksa atas nama Undang-Undang/Kebijakan yang mengharuskan Pemilihan Pemimpin Kepala Daerah/Gubernur dilakukan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) MAKA SELAMA ITU PULA RAKYAT KOTA JAKARTA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN SEORANG PEMIMPIN/GUBERNUR YANG BERKUALITAS DAN BERMUTU dan tidak seperti yang bisa didapatkan pada proses pemilihan langsung oleh rakyat Kota Jakarta saat sekarang ini. Contoh : TERPILIHNYA JOKOWI-AHOK SEBAGAI PEMIMPIN KEPALA DAERAH DKI JAKARTA YANG BISA DILIHAT DAN DIUJI KUALITAS MAUPUN MUTUNYA SEBAGAI PEMIMPIN ;

2. JIKA ALASANNYA UNTUK MENGHEMAT BIAYA POLITIK maka bisa dibuat skala perbandingan yang sangat rasional dan sangat masuk akal mengenai akibat-akibat kerugian yang harus ditanggung selama lebih dari 32 tahun oleh rakyat Kota Jakarta yang disebabkan oleh dimunculkannya figur-figur/tokoh-tokoh Pemimpin Kepala Daerah yang tidak berkualitas dan tidak bermutu, dengan cara-cara politik yang juga tidak berkualitas dan tidak bermutu, melalui Sidang Paripurna DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan atas nama Undang-Undang (kebijakan politik) yang juga tidak berkualitas dan tidak bermutu — patut diduga bahwa selama masa lebih dari 32 tahun itu rakyat Kota Jakarta sudah mengalami kerugian yang sangat luar biasa hingga tidak dapat lagi dinilai dengan nilai-nilai ekonomis semata KARENA KERUGIAN AKIBAT ULAH DAN PERILAKU PEMIMPIN YANG TIDAK BERKUALITAS DAN TIDAK BERMUTU ITU merambah ke berbagai aspek/dimensi kehidupan manusia meliputi : aspek kesejahteraan ekonomi rakyat, keadilan (sosial/politik/ekonomi), kesejahteraan hak-hak sebagai warga negara, pengayoman dan perlindungan hak-hak asasi manusia, hak kesejahteraan lingkungan hidup yang layak bagi warga masyarakat, hak untuk hidup dan mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaaan, dlsb., dlsb., dlsb.;

3. Dengan demikian, wacana untuk menggunakan kembali cara pemilihan Kepala Daerah yang dilakukan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) atau yang tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, patut diduga hanya akan memutar kembali jarum sejarah pemilihan Kepala Daerah yang tidak berkualitas dan tidak bermutu, yang dapat merugikan hak-hak warga negara Indonesia dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupannya, dan patut diduga bahwa wacana seperti itu hanya pantas dimunculkan oleh orang-orang (atau gerombolan-gerombolan) dengan gejala sakit jiwa oleh karena dorongan rasa takut dengan fenomena kemunculan PEMIMPIN-PEMIMPIN BERKUALITAS DAN BERMUTU SEPERTI JOKOWI-AHOK DI TIAP-TIAP DAERAH.

Terima Kasih.
Tertanda :
Inisiatif Warga Kota Jakarta untuk Keadilan Rakyat dan Pemimpin Berkualitas



SEMOGA CUMA WACANA DAN JGN SAMPE TERJADI!
cuma wacana kog gan,nggak masalah yang penting pilihanya dprdnya sama pilihan rakyat.kan juga bisa menghemat biaya
Gw setuju Gubernur dipilih lagi oleh DPRD. Betul karena itu menghemat biaya politik.

TAPI... dengan pengecualian:

Untuk Gubernur DKI Jakarta, harus tetap dipilih langsung oleh publik, karena DKI adalah daerah khusus dimana pemerintahan dibawahnya tidak dipilih oleh publik, jadi keputusan gubernur merupakan keputusan "tertinggi" di daerah itu.

Untuk Gubernur DI Yogyakarta, harus tetap dipegang oleh Hamengkubuwono / Paku Alam dan mekanisme penurunannya mengikuti tata cara Keraton.
Quote:Original Posted By adi_jayanto
Gw setuju Gubernur dipilih lagi oleh DPRD. Betul karena itu menghemat biaya politik.

TAPI... dengan pengecualian:

Untuk Gubernur DKI Jakarta, harus tetap dipilih langsung oleh publik, karena DKI adalah daerah khusus dimana pemerintahan dibawahnya tidak dipilih oleh publik, jadi keputusan gubernur merupakan keputusan "tertinggi" di daerah itu.

Untuk Gubernur DI Yogyakarta, harus tetap dipegang oleh Hamengkubuwono dan mekanisme penurunannya mengikuti tata cara Keraton.


KLo anggota DPRD nya isinya orang2 abis keluar rumah sakit jiwa gimana gan? emoticon-Matabelo

3 tahun lalu Sakit jiwa, kini jadi ketua DPRD
kalo pilkada langsung kan susah om

mereka yg udah keluar banyak duit belum tentu menang pilkada

kalah sama kandidat kere yg dicintai rakyat
tetap lebi bagus dr rakyat

wacana itu keluar kan sejak jokowi menang

krn jagoan dpr di dki kalah

sehingga pada ketakutan ga bisa dpt setoran ,proyek dan mark up lagi kalo gubernurnya bukan org mereka.

mknya kluar wacana itu

klo itu bener2 dijadikan kenyataan, sumpah ga ada harapan lg buat indonesia dah