alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/509c33c90c75b467540000dc/true-story-kisah-mengapa-arb-bertekad-bulat-jadi-presiden-2014-setelah-melihat-ini
[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini
[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini

Kelaparan di Yahukimo Jayawijaya Papua
youtube-thumbnail


Kunjungan ARB ke Yahukimo ...
youtube-thumbnail



Ical Berniat Jadi Presiden, Setelah Lihat Kelaparan Massal di Papua
Jum'at, 9 Nopember 20112- Pkl. 00:48 WIB

Kisaran, (Analisa). Keinginan Ir H Abu Rizal Bakrie untuk menjadi Presiden muncul, setelah dia menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) di Kabinet SBY JK, meskipun keinginan itu mendapat tantangan keras dari keluarga terutama orangtua, istri dan anak. "Keinginan itu muncul, setelah saya menjabat sebagai Menkokesra, namun tantangan dari keluarga cukup berat," ungkap Abu Rizal Bakrie saat bersilaturahmi dengan masyarakat Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan dan para karyawan PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Tbk Kisaran di Lapangan Sepakbola Bunut Kisaran, Kamis (8/11).

Padahal katanya, dia sejak kecil tidak memiliki cita-cita untuk mengambil posisi di pemerintahan, tetapi lebih memfokuskan sebagai insinyur dan pengusaha, serta memenuhi keinginan untuk berorganisasi. Namun, karena desakan Jusuf Kalla saat menjabat sebagai Wakil Presiden akhirnya dipercayakan sebagai Menko Perekonomian.

"Saya lebih senang berorganisasi," ungkapnya. Memenuhi keinginan itu, ada beberapa jabatan pimpinan organisasi yang diembannya mulai ikut mendirikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ketua Umum Kadin (1977-1979), Ketua Umum Persatuan Insinyur (1989-1994) serta puncaknya Ketua Umum Kadin selama dua periode (1993- 2003 dan Presiden Kadin Asean (1996-1998).

Kasus Kelaparan

Abu Rizal Bakrie atau dikenal dengan istilah ARB, setelah beberapa hari menjabat sebagai Menkokesra dihadapkan dengan kasus kelaparan massal yang menyedihkan di Yahukimo , daerah pegunungan Jayawijaya Provinsi Papua. "Disinilah muncul keinginan untuk memperbaiki kondisi itu dan rasa keinginan untuk menjadi presiden muncul," sebutnya sembari mengatakan ketika mengikuti konvensi Golkar akhirnya dirinya kalah dan Golkar menyatakan dukungan kepada Wiranto, namun tidak mampu juga duduk sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia ini. Situasi dari Papua itu, memaksa dia membentuk Tim Interdep dengan melaksanakan operasi terpadu di wilayah itu. "Saya bukan hanya mengirimkan bahan pangan, tetapi juga puluhan dokter, penyuluh pertanian,insinyur sipil, alat komunikasi radio dengan energy matahari, alat pertanian hingga kuda tunggangan," kenang ARB sembari mengatakan usai operasi itu mengajak Presiden SBY ke Papua sekaligus menutup operasi itu, meskipun banyak berbagai pihak menentang ajakannya itu.

Proses pematangan dia terus berlanjut dan akhirnya berhasil menduduki orang nomor satu di Partai Golkar. "Desakan kader-kader Golkar untuk mengingnkan saya sebagai presiden terus berlanjut yang dihasilkan melalui Rapimnas," sebut ARB sembari memohon do’a dan dukungan dari masyarakat Asahan agar terpilih nantinya sebagai presiden pada 2014 mendatang. Dia menyebutkan beberapa program yang menjadi sasaran. "Trilogi pembangunan yang dikembangnkan oleh Presiden Soeharto masih sangat relevan untuk relevan diterapkan," sebut ARB sembari menyebutkan yaitu pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan serta kemanan dan ketertiban dan ditambahkannya satu lagi nasionalisme Indonesia Baru.

Dalam pembangunan ekonomi, dia akan berusaha untuk mendongkrak agar pemerintah lebih memberi ruang bagi kebjakan sosioekonomi yang langsung terasa dalam kehidupan rakyat di unit pemerintahan terkecil seperti desa dan kecamatan. "Kebijakan Kredit untuk Rakyat (KUR) dan PNPM Mandiri, harus tetap menjadi sebuah prioritas," sebut ARB yang juga menyebutkan beberapa program lainnya guna meningkatkan perekonomian masyarakat termasuk pendidikan dan kesehatan. Bupati Asahan dan Ketua DPRD Asahan didampingi T Johnson menyatakan, siap mendukung dan memenangkan H Abu Rizal bakrir di Pilpres 2014 nanti. "Asahan siap mendukung dan memenangkan Abu Rizal Bakrie sebagai Presiden periode 20142019 nanti," sebut kedua tokoh itu.
http://www.analisadaily.com/news/rea.../#.UJwpY_kehNQ

[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini

[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini

[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini
Yahukimo adalah sebuah kabupaten terpencil, berada di atas pegunungan di kawasan puncak Jayawijaya Papua. Untuk bisa sampai ke daerah ini, hanya mungkin bisa dijangkau oleh pesawat kecil, seperti banyak wilayah umumnya di Papua. Pada musim kemarau seperti sekarang ini, terkadang membuat papen ubi di wilayah itu gagal panen, padahal itu makanan pokok mereka. Kondisi alam yang terpencil, dan sulit, serta mahalnya biaya transportasi ke wilayah itu, mengakibatkan bantuan untuk penduduk setempat memang sering terlambat. Pada tahun 2009 lalu, kasus kelaparan diwilayah itu menyebabkan tewasnya penduduk sampai 92 jiwa


Situasi medan dan topografi yang sulit, terpencil, di wilayah pegunungan, sering menjadi penyebab utama kelaparan dan kemiskinan di wilayah Papua hingga saat ini ...

Pegununangan Yahukimo yang terpencil diatas gunung ..
youtube-thumbnail


Potret kemiskinan umumnya di Papua
[youtube]OQzk7r_xAX0&feature=fvwrel[/youtube]

Topografi alam yang sulit, hanya Pilot2 asing yang berani terbang ke wilayah itu
youtube-thumbnail


------------------------------

Kasus-kasus kelaparan di negeri ini, terutama pada musim kemarau dan paceklik seperti saat ini, sudah biasa terjadi di tanah air. Wilayah-wilayah langganan kelaparan itu, seperti NTT, NTB, wilayah-wilayah di perbatasan RI, pulau Madura (terutama yang kepulauannya), Jawa Timur bagian Selatan, Gunung Kidul, Wonogiri dan Pacitan (tempat asal SBY) dan di Papua serta Maluku, sebenarnya Pemerintah telah memiliki petanya dengan lengkap. Kasus-kasus kelaparan kerapkali terulang di wilayah-wilayah rawan pangan itu bila musim kemarau tiba atau saat terjadi bencana alam. Masalahnya tinggal satu, apakah aparat Pemerintah sendiri yang ditugaskan untuk itu, seperti Menko Kesra (yang kini dijabat menteri asal Golkar itu), Kementerian Sosial, Bappenas, Badan penaggulangan bencana ... mereka itu punya planning yang jelas dan pendanaan yang cukup untuk mengantisipasinya, atau tidak? Atau dananya ada, tapi habis di korupsi? masalah kemiskinan dan kelaparan itu memerlukan 'action' yang cepat dan terencana rapi, bukan malahan untuk dipolitisasi demi konsumsi menghadapi Pemilu atau Pilpres. Orang miskin dan kelaparan kok tega-teganya di politisir! Terlalu!
Quote:
Tas Plastik dan Pendekatan Kesra untuk Papua
Ini kisah sewaktu saya menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini
bersama warga Yahukimo

Banyak daerah yang telah saya kunjungi dan banyak pengalaman yang saya dapat dari kunjungan itu. Namun, ada satu kunjungan ke daerah yang sangat saya ingat dan memberikan pengalaman tak terlupakan pada diri saya. Daerah itu adalah Yahukimo. Yahukimo adalah daerah di Provinsi Papua yang ditetapkan sebagai kabupaten pada 11 Desember 2003. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya. Nama Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna.

Cerita dari Yahukimo ini berawal di bulan November 2005. Saat itu terjadi bencana kelaparan yang menimpa sekitar 70.000 dari 200.000 penduduk Yahukimo. Bancana ini terjadi akibat gagal panen tanaman umbi-umbian. Akibatnya, pada kurun waktu 11-17 November 2005 tercatat ada 55 orang meninggal dunia akibat bencana kelaparan yang melanda 17 distrik. Sebagai Menko Kesra saat itu, saya mewakili pemerintah dan mendapat tugas memimpin penanggulangan bencana tersebut. Saya segera terbang ke Yahukimo, yang sedemikian terpencil. Yahukimo berada di puncak pegunungan. Medannya cukup berat. Ke sana hampir tidak mungkin melalui jalur darat. Maka kita harus lewat udara dengan menggunakan pesawat terbang dan dilanjutkan dengan helikopter.

Untuk melanjutkan perjalanan dengan helikopter tidak mudah, sebab kita juga harus menunggu awan naik. Saya ingat, ketika itu kami baru saja mendarat dan mau naik helikopter, tapi awan tiba-tiba turun. Tidak ada pilihan lain, saya dan rombongan menunggu sampai awan naik kembali. Sekitar tiga jam saya manunggu. Sesampainya di pemukiman penduduk, saya melihat kondisi warga Yahukimo sangat memprihatinkan. Di zaman modern ini mereka masih hidup seperti di Zaman Batu. Lalu saya lihat apa bahan makanan yang mereka tanam dan makan. Ternyata di sana mereka menanam ubi yang kecil, besarnya cuma seukuran ibu jari orang dewasa. Ubi ini juga tidak tahan cuaca sehingga sering gagal panen. Ditambah lagi, mereka tidak pandai bertani. Inilah yang menyebabkan mereka kelaparan.

Lalu saya putuskan untuk mencari bibit ubi yang bagus. Saya pergi ke Wamena yang berjarak 20 km dari Yahukimo. Di Wamena, ada bibit ubi yang cukup bagus dan tahan cuaca. Saya bawa bibit itu ke Yahukimo. Saya juga bawa pacul dan alat pertanian. Bersama tim, kami ajari mereka bertani, bercocok tanam yang baik. Percaya atau tidak, itulah untuk pertama kalinya mereka mengenal pacul dan alat pertanian modern. Biasanya, seperti manusia zaman batu, mereka bertani dan menggali tanah dengan kayu. Saat saya ajari mereka pakai pacul, mereka senang sekali. Saya juga mengajarkan mereka gaya hidup sehat. Saya minta Ibu Mutia Hatta, Menteri Pemberdayaan Perempuan yang berada dalam lingkup koordinasi saya, mengajari mereka gosok gigi. Awalnya mereka sempat bingung apa itu gosok gigi. Mereka juga saya ajari bagaimana memasak air, bagaimana mandi, pakai sabun, dan lain sebagainya.

Ke puncak gunung itu, saya juga membawa dokter, penyuluh, dan lainnya untuk menangani berbagai masalah kesehatan. Warga Yahukimo berhak divaksin, mereka berhak hidup sehat. Anak-anak yang baru lulus jadi dokter, yang umurnya baru 22 sampai 23 tahun, saya minta ditugaskan ke sana.

pengenalan alat pertanian

Semua perlengkapan, baik alat pertanian, bibit, dokter, penyuluh, dan lain-lain kita terbangkan. Dalam enam bulan, ada sekitar 800 kali penerbangan ke Yahukimo. Setelah kami lakukan penanganan di sana, saya minta Bapak Presiden untuk langsung datang ke sana. Saya katakan pada Beliau, “Bapak harus melihat rakyat Bapak di sana.” Saat itu orang-orang tidak setuju. Mereka menilai terlalu berbahaya jika presiden datang langsung ke daerah yang begitu terpencil. Hal itu memang cukup beralasan, mengingat gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih sangat kuat. Selain itu letak geografisnya juga berbahaya. Beliau harus pakai helikopter dan kalau dilempar batu saja helikopter itu bisa jatuh. Belum lagi, lokasi pendaratan hanyalah suatu pelataran, medannya sangat terbuka. Jadi kalau ada yang menembak dari atas tidak bisa apa-apa, tidak bisa lari ke mana-mana. Kalau saya waktu itu santai saja. Saya tidak memikirkan hal-hal seperti itu. Saya fokus membantu mereka. Di sana saya hanya memakai baju putih tanpa rompi anti peluru, tanpa protektor. Jika ada yang memanah, ya mati. Saya hanya yakin Allah SWT masih melindungi saya.

Untuk meyakinkan Presiden, saya tempuh berbagai cara. Bahkan di suatu sidang kabinet saya tidak malu-malu membawa tas plastik. Tas itu berisi contoh ubi Yahukimo dan bibit ubi pengganti, saya tenteng-tentang saja sampai banyak teman sesama menteri yang tertawa geli. Saya cuek saja. Akhirnya Presiden memutuskan berkunjung langsung ke Yahukimo. Saat itu mereka sudah bisa menggunakan cara-cara bertani dan bercocok tanam modern yang telah kami ajarkan sebelumnya. Ubi yang saat saya pertama kali datang hanya sebesar ibu jari, saat kunjungan Presiden sudah sebesar paha, bahkan lebih besar dari paha saya.

Selain soal pangan, penanganan Yahukimo ternyata juga bisa membantu menyelesaikan persoalan integrasi nasional. Saat berada di sana dan menyelami permasalahan yang ada, saya semakin memahami dan meyakini bahwa pemberontakan OPM terjadi karena kesejahteraan masyarakat di sana begitu rendahnya. Akibatnya, mereka lalu memilih opsi disintegrasi. Karena itu saya memberikan saran kepada Bapak Presiden dan meminta izin agar persoalan ancaman disintegrasi di Papua jangan lagi ditangani dengan pendekatan keamanan. Tidak lagi dengan cara perang, menembak, dan sebagainya. Karena, jika itu yang dilakukan, masalahnya tidak selesai dan diplomasi kita di internasional akan runtuh. Masyarakat internasional akan semakin mendukung OPM dan menyalahkan kita. Sebagai gantinya, saya menyarankan supaya upaya penyelesaian Papua dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan rakyat. Beliau setuju dan lalu memerintahkan saya menggunakan pendekatan Kesra. Saya dan jajaran di bawah koordinasi saya, kemudian mengimplementasikannya.

[TRUE STORY] Kisah Mengapa ARB Bertekad Bulat jadi Presiden 2014, setelah Melihat ini
panen bersama bapak presiden, ubi baru sebesar paha

Saya tunjuk Sdr. Rizal Mallarangeng, staf khusus saya, untuk jadi ketua tim. Sempat datang protes dari orang kementerian. Mereka bilang tidak bisa Rizal sebab yang memimpin harus pegawai negeri. Saya tanya, “Mana peraturan yang menyatakan bahwa harus pegawai negeri?” Mereka bilang, “Tidak ada, Pak, hanya konvensi.” Lalu saya katakan, “Kalau tidak ada peraturannya, berarti boleh.” Saya tunjuk Rizal dan saya taruh dia di sana selama empat bulan. Kami mendirikan rumah-rumah untuk rakyat di seluruh wilayah pegunungan tengah. Saya juga membuka kebun untuk mereka bercocok tanam, membangun pembangkit listrik bertenaga matahari dan air.

Pendekatan Kesra ini tidak sia-sia. Akhirnya banyak anggota OPM yang kembali dan bersumpah setia untuk kembali ke pangkuan RI. Saya peluk mereka yang baru keluar dari dari hutan. Mereka berikan senjata-senjata mereka pada kami. Beberapa kali saya memimpin dan menghadiri acara penyerahan diri dan sumpah setia itu. Bahkan, sampai di daerah perbatasan Papua Nugini juga ada penyerahan senjata. Saat itu, beberapa panglima menyerah, hingga tinggal dua saja panglima OPM yang belum menyerah.

Saat itu bisa dikatakan sayap militer OPM sudah bisa diatasi, tinggal sayap diplomasinya. Untuk sayap diplomasi waktu itu ada Nicolas Youwe, 85 tahun, salah satu pendiri OPM yang masih hidup dan tinggal di negeri Belanda. Saya kirim orang menemui dia dan meminta dia datang ke Indonesia. Saya juga mengusulkan supaya Bapak Presiden menemui dia. Akhirnya Nicolas jadi Warga Negara Indonesia (WNI). Setelah jadi WNI dia mengatakan ke anggota jaringannya di luar negeri dan dunia internasional bahwa OPM sudah selesai. Cerita dari Yahukimo ini mengajarkan kepada kita bahwa pendekatan entrepreneur bisa diterapkan di mana saja, termasuk di pemerintahan. Pendekatan entrepreneur tidaklah cuma untuk bisnis. Pendekatan entrepreneur adalah pendekatan out of the box, pendekatan dengan metoda berfikir besar, think big; tahu permasalahannya, tahu apa yang dikerjakan dan yang akan dicapai.
http://icalbakrie.com/?p=582
Lantas gw mesti bilang wow sambil jilat pantat ARB ???




Ga usah jauh" ke Papua, noh Sidoarjo masih jadi polemik ...
Yang ngebor sapa, yg bayar ganti rugi sapa ...

Fak lah buat ARB beserta pendukungnya ... emoticon-fuckemoticon-fuckemoticon-fuck
ada kacung penjilat kakinya ical emoticon-Ngakak (S)
sampe segitunya. udah buta sama duit ga tau aaselinya ical kek gimana emoticon-norose
Halah biar prusahaan bekeri menginvasi sono baru tau rasa. Kayak sidoarjo lagi dahemoticon-Cape d...
buset dah ARB. makasih udah memikirkan saudara kita di papua. yg penting yg di siduarjo jgn lupa XD
yeee..mata ente kemane aje selama ini......
yg deket di sidoarjo aja merem,
apalagi yg jauh di papua...emoticon-Hammer
plis deh pak
menangani kelaparan kan ga harus jadi presiden untuk menanganinya
monggo silahkan d tangani dlu smua org kelaparan d indo, baru ente dpet suara buat jd presiden
mari semua yg anggap dirinya jago main poker dan sudah bosan main di facebook skrg disini pakai uang asli...min deposit 25rb sudah dapat main
aman&terpercaya;..buruan di jamin asikkk dan enak.....thx before..enjoyyy dahhhh



[SPOILER= "do not open"]"TKP"[/SPOILER]
kalau penderitaan di lumpur lapindo gimana gan ? Rumah tanah harta benda <<< minta pendapatnya donk TS emoticon-Big Grin


kasian alam terus yg di jadikan kambing hitam , padahal alam gak minta di bor tuh emoticon-Ngakak
ah elah,, daguman belagak sok2 peduli ama rakyat kecil emoticon-Ngakak (S)



ts bego ! emoticon-Big Grin
kepedulian sementara tuk membungkus nafsu harta dan kekuasaan
Lah lu kasih aja tuh 1 triliun duit ente ke papua...

minimal lu di -recognize ama orang2...krn perbuatan baik lu.

apa mau nebus utang2 di lapindo?
Quote:Original Posted By AkuCintaNanea


masalah kemiskinan dan kelaparan itu memerlukan 'action' yang cepat dan terencana rapi, bukan malahan untuk dipolitisasi demi konsumsi menghadapi Pemilu atau Pilpres. Orang miskin dan kelaparan kok tega-teganya di politisir! Terlalu![/i]


Ehm... TS nya perlu diberi kaca yang besar ni.. emoticon-Big Grin
Btw dulu waktu arb jadi menteri ngapain aja?
cuma bertengkar aja dengan Sri Mulyani demi perusahaannya ya? emoticon-Big Grin
Huahahaha... haha... emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
ini trit lucu amat emoticon-Ngakak

bisa aja TS bikin joke ARB terharu ama kemiskinan, hahaha... emoticon-Ngakak

salah kamar nih, harusnya masuk forum jokes emoticon-Big Grin
Kalo Kemaren ada Pasukan nasi Bungkus Sekarang ada

Pasukan Dagu emoticon-Ngakak

Pasukan Lumpur emoticon-Ngakak
bukannya karena melihat pengungsi lumpur lapindo makan nasi bungkus basi ?
bahh thread iklan arbemoticon-Busa



arb mau jadi presiden biar kerugian lapindo semua ditanggung apbn ganemoticon-Mad (S)
wew ngga di media ngga di sini jualan ARB. nanti WC2014 iklan isinya ARB semua emoticon-Busa: emoticon-Busa:
ngetrit ginian ada bayarannya ya? boleh dong ngikut emoticon-Big Grin