alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5089c3662c75b4ab42000000/malam-takbiran-ala-fpi-di-bandung-fpi-rusak-masjid-jamaah-ahmadiyah
Thumbs down 
[Malam Takbiran Ala FPI di Bandung] FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah
Malam Takbiran, FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah
nasional - Jumat, 26 Oktober 2012 | 04:47 WIB


inilah..com, Jakarta - Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI), merusak Masjid An Nasir, milik jamaah Ahmadiyah, di Jalan Sapari, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (25/10/2012) malam.

Aksi pengrusakan berawal saat sekitar pukul 22.00 WIB, puluhan massa FPI datang ke Masjid An Nasir, dan meminta agar jamaah Ahmadiyah menghentikan kegiatannya. Namun karena merasa permintaannya tidak digubris, akhirnya massa FPI terpancing emosinya, hingga merusak jendela dan pintu gerbang Masjid An-Nasir.

FPI juga sempat mengepung sekitar masjid, sehingga jamaah Ahmadiyah yang ada di dalam masjid tidak bisa keluar. Beruntung petugas dari Polrestabes Bandung dan Polsek Astana Anyar mampu dengan cepat tiba di lokasi.

Setelah bernegosiasi, akhirnya massa FPI mau meninggalkan lokasi, dan jamaah Ahmadiyah berhasil dievakuasi dari masjid dengan aman. Untuk mencegah agar aksi ini tidak meluas, sebanyak satu pleton Dalmas dari Polrestabes Bandung masih melakukan penjagaan di Masjid An Nasir.[bay]

[url=http://nasional.inilah..com/read/detail/1920040/malam-takbiran-fpi-rusak-masjid-jamaah-ahmadiyah]SUMBER[/url]

Anggota FPI Rusak Masjid Ahmadiyah saat Takbiran
Jumat, 26 Oktober 2012 04:00 WIB

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) merusak Masjid An-Nasir, milik jamaah Ahmadiyah, di Jalan Sapari, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/10).

Massa merusak jendela dan pintu gerbang masjid. Mereka juga mengepung jamaah yang ada di dalam masjid. Sekitar lima jamaah Ahmadiyah tak bisa keluar.

Laskar FPI mengancam jemaat Ahmadiyah untuk untuk menghentikan segala kegiatannya. Beruntung, perusakan tidak meluas setelah petugas dari Polrestabes Bandung dan Polsek Astana Anyar tiba di lokasi.

Setelah melakukan negoisasi dengan pihak kepolisian, Laskar FPI akhirnya meninggalkan masjid. Namun, polisi tidak menahan satu pun anggota FPI.

Sementara itu, jamaah Ahmadiyah yang berada di dalam masjid berhasil dievakuasi. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, satu peleton pasukan Dalmas Polrestabes Bandung bersiaga di depan Masjid An-nasir. (Irwan Gumilar/****)

SUMBER

Jelas2 ada aksi perusakan oleh anggota FPI tapi tidak ada anggota FPI yang ditahan polisi. Kalau demonstran mahasiswa kok langsung ditahan polisi, kenapa ya? emoticon-Malu

Para pom2girls FPI menghalalkan aksi perusakan: emoticon-Malu
Quote:Original Posted By kizarusan
semuanya harus kita bedah secara komperhensif, tidak boleh sepoton-potong seperti ini. TS nya adalah orang Anti FPI..


Quote:Original Posted By lex.divina
dasar dungu, meskipun masjid tapi kalo cuman buat jadi tempat nyembah kaum penista ya jelas aja dihancurin [Malam Takbiran Ala FPI di Bandung] FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah

silahkan search pake keyword masjid dhirar biar diskusinya kliatan lebih berbobot, menarik, dan tidak sok tahu [Malam Takbiran Ala FPI di Bandung] FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah


Pertanyaan ane untuk ente yang menghalalkan aksi perusakan:
Apakah diperbolehkan melakukan aksi perusakan terhadap tempat ibadah / bangunan / properti tanpa seijin pemilik dan surat perintah eksekusi pengadilan?

Indonesia negara hukum, bukan negara bar bar.
emoticon-Malu

Dalam kasus ini ada 3 pihak yang sama2 melakukan kesalahan:
  1. Pihak jemaah ahmadiyah hendak melakukan kegiatan yang melanggar larangan dari pemerintah
  2. Pihak FPI yang melangkahi hukum dengan merusak tempat ibadah milik jamaah ahmadiyah
  3. Pihak polisi yang membiarkan terjadinya tindakan melanggar larangan dan hukum baik dari jemaah ahmadiyah dan gerombolan FPI


Ini perkataan orang yang terpelajar: emoticon-Malu
Jumat, 26 Oktober 2012, 11:03 WIB
Aher Kecam Aksi FPI Rusak Masjid Ahmadiyah


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan orang yang berasal dari Front Pembela Islam (FPI) merusak Masjid An Nasir milik jamaah ahmadiyah di Astana Anyar, Kota Bandung, Jumat (26/10) dini hari. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan aksi kekerasan tersebut tidak dibenarkan.

"Hukum kita berlaku semenjak negeri ini didirikan. Dan yang namanya kekerasan tidak boleh atau sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh siapapun kepada pihak lain," kata Ahmad Heryawan di Bandung.

Ditemui usai menjadi imam dan khatib pada Shalat Idul Adha di Lapangan Gasibu Bandung, Heryawan menuturkan apabila ada tindak kekerasan seperti pengrusakan masjid milik jamaah Ahmadiyah tersebut harus diselesaikan dengan jalan musyawarah atau secara hukum.

"Kalau ada hal-hal apapun yang terjadi di masyarakat, selesaikan secara musyawarah atau hukum, jangan secara kekerasan. Tentu kalau urusan kekerasan ya sudah, itu urusannya urusan hukum, tinggal nanti kita serahkan kepada para penegak hukum untuk menyelesaikan itu," kata dia.

http://www.republika.co.id/berita/na...sjid-ahmadiyah

Respon senior thd FPI: emoticon-Malu

Quote:Original Posted By d-ice
dasar dungu, makanya bedain antara ibadah sama kekerasan

apa kekerasan udah menjadi ibadah mereka [FPI] ??

pajang nih di pejwan
Malam Takbiran Ala FPI... Ngerusak masjid emoticon-Ngakak
walau yg di rusak masjid ahmadiyah,,apa salahnya sih takbiran dengan damai,,2-3 hari kemudian ngerusuh kan bisa emoticon-Stick Out Tongue
besok - besok pas ada rampok ngerampok rumah orang, polisi nya bakalan nyuruh perampok pulang setelah puas dan pemilik rumah akan di ungsikan ke tempat yang aman emoticon-Cape d... (S)

btw biarpun ahmadiyah, tapi yang di rusak kan itu masjid, dosa kagak tuh ngerusak tempat ibadah sendiri yang sama ?
bukannya berkurban malah ngerusuh
ada2 aja deh FPI emoticon-Najis
Quote:Original Posted By snowonsummer
besok - besok pas ada rampok ngerampok rumah orang, polisi nya bakalan nyuruh perampok pulang setelah puas dan pemilik rumah akan di ungsikan ke tempat yang aman emoticon-Cape d... (S)

btw biarpun ahmadiyah, tapi yang di rusak kan itu masjid, dosa kagak tuh ngerusak tempat ibadah sendiri yang sama ?

Udah ditangkap polisi, gan. Dan aksi FPI mendapat kecaman. emoticon-Malu

Rusak masjid Ahmadiyah, 1 anggota FPI ditangkap
Senin, 29 Oktober 2012 − 04:33 WIB


Sindonews.com – Satreskrim Polrestabes Bandung tetapkan satu orang tersangka pengrusakan terhadap Masjid An Nasir 1948 pada malam takbiran Idul Adha, Kamis 25 Oktober lalu.

Tersangka berinisial MAA alias U ini sudah ditahan sejak Minggu 28 Oktober. Sebelumnya polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk terhadap U.

“Iya betul dia sudah kami tahan sejak hari ini (Minggu),” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko saat dihubungi wartawan Minggu 28 Oktober.


Wijonarko menuturkan, tersangka ditahan karena dianggap telah melanggar pasal 170 KUHPidana mengenai kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Tersangka bisa saja bertambah. Soalnya kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini,” katanya.

Untuk melangkah lebih jauh, kini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi yang berseteru, baik dari pihak Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya dan Jemaah Ahmadiyah yang saat itu berada di dalam masjid.

Seperti diketahui, puluhan orang dari FPI Bandung Raya, rusak kaca Masjid An Nasir, Gang H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kamis 25 Oktober 2012. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB. Perusakan kaca masjid yang selama ini digunakan oleh jemaah Ahmadiyah ini dilakukan massa lantaran adanya aktivitas dari jemaah di dalam masjid.

“Kami baru pulang sweeping miras, dan pulang lewat sana (masjid). Ternyata di sana ada kegiatan, dan waktu masuk masih ada simbol Ahmadiyah,” jelas U saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat 26 Oktober 2012 dini hari.

Sekitar pukul 23.00 WIB insiden perusakan yang di klaim U sebagai aksi personalnya ini terjadi tanpa melibatkan rekan-rekan FPI lainnya.

"Saya bergerak sendiri menghancurkan kaca masjid, semua laskar pada diam. Saya marah kepada Ahmadiyah," tegas U.

Akibat aksi pengrusakan, jemaat Ahmadiyah di Masjid An Nasir tidak bisa melaksanakan ibadah salat Id dan menyembelih hewan kurban.

http://daerah.sindonews.com/read/201...-fpi-ditangkap

FPI terancam bakal jadi ormas ilegal di Jabar. emoticon-Malu


FPI Terancam Dihapus Dari Daftar Ormas di Jabar

Jabar - Minggu, 28 Oktober 2012 | 19:30 WIB


inilah..com, Bandung - Aksi perusakan Masjid An Nasir yang merupakan tempat ibadah jemaat Ahmadiyah oleh sejumlah oknum Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis (26/10/2012) malam, berbuntut. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun cukup geram dengan insiden tersebut.

"Dengan terjadinya tragedi tersebut, wewenang pemerintah provinsi Jabar hanya sampai dengan penghapusan dari daftar ormas di Jabar. Namun jika untuk pembubabaran ormas atau aliran, itu wewenang pusat," kata Heryawan saat ditemui wartawan usai memperingati hari sumpah pemuda di halaman Gedung Sate Kota Bandung, Minggu (28/10/2012).

Heryawan mengatakan, hal tersebut (penghapusan ormas) harus dimulai dari teguran, sampai dengan tiga kali. "Jika pengrusakan atau kekerasan tersebut tetap dilakukan oleh FPI, pemprov Jabar hanya mempunyai wewenang sampai dengan penghapusan," ujarnya.

Teguran tersebut bukan berlaku hanya untuk FPI saja, lanjutnya, melainkan berlaku juga bagi Ahmadiyah. "Maka dari itu, jika terjadi kesalahan, jangan sampai main hukum sendiri," cetusnya.

Dia mengharapkan semua pihak mantaati hukum yang berlaku. "Jika ada kesalahan yang melanggar hukum, silahkan lapor pada pihak yang berwajib," tambahnya.

Pasca tragedi perusakan masjid jemaat Ahmadiyah tersebut, Pemprov Jabar belum memberikan surat teguran kepada kedua pihak, baik Ahmadiyah maupun FPI. "Jika teguran itu diperlukan, kita akan melakukan surat teguran kepada FPI dan termasuk Ahmadiyah," tegasnya.[ang]

http://www.inilahjabar.com/read/deta...ormas-di-jabar

Sampai dikecam juga oleh ormas yang lain. emoticon-Malu

Sejumlah Ormas Islam di Bandung Kecam Penyerangan FPI ke Ahmadiyah
Sabtu, 27 Oktober 2012 19:00 wib

BANDUNG - Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI) prihatin dengan penyerangan massa Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya terhadap masjid Jamaah Ahmadiyah, Masjid An Nasir, di Gang H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kamis 25 Oktober lalu.

Ketua FSOI, Syaiful Abdullah, menyatakan selama ini Kota Bandung dikenal sebagai kota pluralis, sebagai rumah bersama umat beragama. Namun, pada malam takbiran lalu anggota FPI menghancurkan kaca dan merusak gerbang masjid. Pengrusakan terjadi pada malam takbiran Idul Adha, ketika orang sedang berzikir, istigfar, dan takbir serta bersiap-siap melaksanakan salat ied dan menyembelih hewat kurban.

“Kami merasa prihatin bahwa Bandung sebagai kota agamis, rumah bersama umat Islam. Bandung juga kota pluralis karena di sini umat Islam hidup bersama bergandengan dengan umat lain untuk menjaga kondusivitas bersama. Lalu terusik dengan kejadian yang menimpa Ahmadiyah, yang (secara keyakinan) mungkin berbeda dengan kita,” kata Syaiful, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/10/2012).

FSOI yang diikuti tokoh agama dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dewan Masjid Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Serikat Islam (SI), dan organisasi keagamaan lainnya awalnya meyakini bahwa Bandung sebagai kota toleransi di mana perbedaan keyakinan bisa hidup bersama dan saling menghormati.

Kata Syaiful, perbedaan adalah keniscayaan. Yang perlu disikapi dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi dan sikap saling menghormati. “Bisa enggak yang beda itu saling menghormati? Itu perlu pencerahan agar yang beda bisa toleransi. Dan saya yakin di Bandung bisa. Tapi hari ini terjadi (pengrusakan masjid Ahmadiyah),” sesalnya.

Dia khawatir, dengan kejadian pengrusakan terhadap masjid Ahmadiyah malah akan membuat Bandung bergolak, hingga dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan. Maka dia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali di Bandung. Memang antara Islam dan Ahmadiyah memiliki sejumlah perbedaan, terutama dari segi fikih.

Di sisi lain, perbedaan tidak hanya dimiliki Ahmadiyah saja, tetapi di kelompok Islam sendiri ada perbedaan. Misalnya, perbedaan yang ada di kalangan NU dan Muhamadiyah, atau di kalangan Ahlusunah Waljamaah dengan muslim Syiah.


Lanjut Syaiful, namun perbedaan yang ada di Ahmadiyah tersebut tentunya tidak harus disikapi dengan kekerasan. Dia berharap, meski berbeda tetap ada upaya bergandengan tangan lewat dialog yang mengedepankan nalar dan toleransi.

Yang diharapkan untuk Bandung agamis mari kita bergandengan tangan, mari diskusi. Saya juga sering komunikasi dengan Syiah, di mana bedanya di mana samanya. Saya pernah ikut salat di kedutaan Iran Jakarta, saya Islam anda Islam ya sudah berarti my brother. Bisa engga saling menghormati itulah yang indah dari Bhineka Tunggal Ika di Indonesia ini,” tuturnya.

Dia berharap ada upaya dialog, misalnya dimediasi pemerintah, dalam hal ini Pemkot Bandung. Dalam pertemuan itu dilihat unsur-unsur perbedaannya, lalu dilakukan kompromi. Dalam dialog tersebut, akan ketemu misalnya bagaimana mungkin melarang orang salat atau ibadah. Secara nalar saja, sambungnya, jelas bahwa melarang orang beribadah adalah pelanggaran terhadap hak kebebasan beribadah. “Bagaimana berkumpul bersama di rumah Tuhan kok dilarang?” katanya.

Di masa lalu, Bandung sudah mampu menunjukan pluralisme di mana perbedaan tumbuh dan hidup bersama. Bahkan, tuturnya, Masjid An Nasir yang kemarin dirusak sebenarnya bukan masjid baru, tetapi sudah berdiri sejak 1948.

“Waktu itu masjid itu megah, berdiri di daerah yang damai. Jadi jangan seperti kejadian di tempat lain yang ujungnya hanya kesedihan dan merugikan semua pihak. Maka perlu kerja sama semua pihak supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
(hol)

http://bandung.okezone.com/read/2012...09970/redirect
wakil Tuhan ga mungkinlah ditangkep gan, kuwalat ntar emoticon-Ngakak

[Malam Takbiran Ala FPI di Bandung] FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah
Haug haug ... kuaiiiing! kuaiiiing!
fpi piaraan polisi....sesama muslim koq kelakuannya seperti iblis yah???
Quote:Original Posted By snowonsummer


btw biarpun ahmadiyah, tapi yang di rusak kan itu masjid, dosa kagak tuh ngerusak tempat ibadah sendiri yang sama ?


Di mana saja....yang namanya anggota PEMUJA BUDAYA ARAB ini cara beribadahnya memang dengan cara MERUSAK, MEMBANTAI, MEMBAKAR, BOM BUNUH DIRI, dll.
Maka bisa dipastikan bila para anggota PEMUJA BUDAYA ARAB ini pasti ber-IQ JONGKOK tetapi MUNAFIK bin BARBAR.



Quote:Original Posted By citox
Malam Takbiran, FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah
nasional - Jumat, 26 Oktober 2012 | 04:47 WIB


inilah..com, Jakarta - Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI), merusak Masjid An Nasir, milik jamaah Ahmadiyah, di Jalan Sapari, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (25/10/2012) malam.

Aksi pengrusakan berawal saat sekitar pukul 22.00 WIB, puluhan massa FPI datang ke Masjid An Nasir, dan meminta agar jamaah Ahmadiyah menghentikan kegiatannya. Namun karena merasa permintaannya tidak digubris, akhirnya massa FPI terpancing emosinya, hingga merusak jendela dan pintu gerbang Masjid An-Nasir.

FPI juga sempat mengepung sekitar masjid, sehingga jamaah Ahmadiyah yang ada di dalam masjid tidak bisa keluar. Beruntung petugas dari Polrestabes Bandung dan Polsek Astana Anyar mampu dengan cepat tiba di lokasi.

Setelah bernegosiasi, akhirnya massa FPI mau meninggalkan lokasi, dan jamaah Ahmadiyah berhasil dievakuasi dari masjid dengan aman. Untuk mencegah agar aksi ini tidak meluas, sebanyak satu pleton Dalmas dari Polrestabes Bandung masih melakukan penjagaan di Masjid An Nasir.[bay]

[url=http://nasional.inilah..com/read/detail/1920040/malam-takbiran-fpi-rusak-masjid-jamaah-ahmadiyah]SUMBER[/url]

Anggota FPI Rusak Masjid Ahmadiyah saat Takbiran
Jumat, 26 Oktober 2012 04:00 WIB

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) merusak Masjid An-Nasir, milik jamaah Ahmadiyah, di Jalan Sapari, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/10).

Massa merusak jendela dan pintu gerbang masjid. Mereka juga mengepung jamaah yang ada di dalam masjid. Sekitar lima jamaah Ahmadiyah tak bisa keluar.

Laskar FPI mengancam jemaat Ahmadiyah untuk untuk menghentikan segala kegiatannya. Beruntung, perusakan tidak meluas setelah petugas dari Polrestabes Bandung dan Polsek Astana Anyar tiba di lokasi.

Setelah melakukan negoisasi dengan pihak kepolisian, Laskar FPI akhirnya meninggalkan masjid. Namun, polisi tidak menahan satu pun anggota FPI.

Sementara itu, jamaah Ahmadiyah yang berada di dalam masjid berhasil dievakuasi. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, satu peleton pasukan Dalmas Polrestabes Bandung bersiaga di depan Masjid An-nasir. (Irwan Gumilar/****)

SUMBER

Jelas2 ada aksi perusakan oleh anggota FPI tapi tidak ada anggota FPI yang ditahan polisi. Kalau demonstran mahasiswa kok langsung ditahan polisi, kenapa ya? emoticon-Malu



jangan ngarepin polisi deh
udah muak juga ane liat polisi
sengaja dibiarkan aja nih ormas emoticon-Najis (S)
wah . ini masih bingung nyyari cara tuk stop tindakan anarkis nya gmn
Ajaklah orang masuk surga dengan kelembutan dan kebaikan, bagaimana bisa anda mengajak orang masuk suga dengan lambaian pedang, sweeping dan batu
aparat kok takut sama ormas..emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

udah tahu ngerusak gak ada yang ditangkap..,padahal termasuk kegiatan yang meresahkan masyarakat emoticon-Cape d... (S)
bikin ulah lagi nih ormas celeng emoticon-fuck2




Posted by bangsepcrazy
Aksi Perusakan Versi Polisi:
Jumat, 26/10/2012 04:35 WIB
Polisi: FPI Spontan Merusak Masjid Ahmadiyah Bandung
Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Aksi perusakan dilakukan oknum Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya terhadap kaca Masjid An Nasir terjadi spontan. Masjid tersebut selama ini dikenal tempat jemaat Ahmadiyah Bandung.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (26/10/2012) dini hari.

"Perusakan itu dilakukan secara spontan," kata Dadang.

Apa pemicunya? "Karena mungkin tadi ada sikap dari pihak Ahmadiyah yang menyinggung pihak FPI," jelas Dadang.

Menurut Dadang, sekitar 20 massa FPI Bandung Raya mendatangi Masjid An Nasir, Jalan Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (25/10/2012) malam. Di dalam masjid, kata Dadang, ada sejumlah jemaat Ahmadiyah.

"Anggota polisi sudah mengetahui kedatangan FPI. Mereka ingin Ahmadiyah mematuhi peraturan Gubernur Jabar soal tidak adanya aktivitas Ahmadiyah. Selanjutnya, perwakilan FPI dan Ahmadiyah dibawa ke Polsek Astanaanyar untuk bernegosiasi," ucap Dadang.

Namun, lanjut dia, saat kedua belah pihak berunding di Polsek Astanaanyar, ternyata pihak FPI yang berada di masjid melakukan perusakan. Sebuah kaca jendela di lantai satu pecah dihancurkan.

Gubernur Jawa Barat, mengeluarkan Pergub Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelarangan Aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Barat pada Maret 2011. Pergub ini sebagai tindak lanjut SKB 3 Menteri (Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri) No Kep-033/A/JA/6/2008 dan No 199/2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut Anggota dan atau Anggota Pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia dan Warga Masyarakat
(bbn/ern)

[url]http://bandung.detik..com/read/2012/10/26/043407/2073423/486/polisi-fpi-spontan-merusak-masjid-ahmadiyah-bandung[/url]

Menurut polisi, aksi perusakan itu dilakukan oleh oknum FPI yang berada di masjid, bukan pihak FPI yang sedang berunding di polsek.

emoticon-Malu

Coba dibandingkan dengan yang di bawah ini:

Pembenaran Aksi Perusakan dari pihak FPI:

Jumat, 26/10/2012 04:48 WIB
FPI Rusak Kaca Jendela Masjid Ahmadiyah Usai Sweeping Miras
Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Massa Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya berdalih perusakan Masjid An Nasir, Jalan Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Kamis (25/10/2012) malam, tidak direncanakan. Mereka kesal karena saat pulang usai sweeping minuman keras, melihat ada aktivitas jemaat Ahmadiyah di masjid tersebut.

"Awalnya tujuan kami bukan ke Ahmadiyah. Usai sweeping miras, kita pulang lewat sana. Ternyata ada kegiatan (berkumpul). Saat masuk (masjid), terlihat simbol Ahmadiyah yang masih dipajang. Itu 'kan dilarang," kata Wali Laskar FPI Bandung Raya Muhammad Asep Abdurahman, alias Utep saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat (26/10/2012), sekitar pukul 02.00 WIB.

Di dalam masjid, seingat Utep ada 10 orang diduga jemaat Ahmadiyah terdiri dari delapan pria dan dua wanita. Menurut Utep, suasana masjid memang tak terdengar kumandang takbiran Idul Adha. Ia pun menanyakan kepada salah satu pria yang mengaku sebagai mubaligh di masjid tersebut.

"Saya tanya, mubaligh apa. Ia menjawab mubaligh buat kegiatan besok (hari ini pemotongan hewan kurban). Nah, berarti kalau begitu ada kegiatan. Ahmadiyah 'kan dilarang," terang Utep yang mengenakan atribut FPI.

Polisi mengetahui kedatangan sekitar 20 massa FPI, akhirnya menengahi. Lalu membawa tiga perwakilan Ahmadiyah serta sejumlah pengurus FPI bernegosiasi di Polsek Astananyar yang berlokasi sekitar 500 meter dari Masjid An Nasir. FPI mendesak jemaat Ahmadiyah membuat pernyataan tidak beraktivitas selamanya.

Beberapa jam bernegosiasi, sambung Utep, pihak Ahmadiyah tak menggubrisnya. Sikap itu membuat massa FPI naik pitam.

"Kami kasih waktu limabelas menit untuk membuat penyataan. Ternyata (pihak Ahmadiyah) tidak mau. Karena dari polsek itu (hasilnya) buntu, kita kembali ke lokasi (masjid) untuk menghancurkan," paparnya.

Sekira pukul 23.00 WIB, insiden perusakan tak terhindarkan. Utep mengklaim aksi perusakan tidak melibatkan rekan-rekannya.

"Saya bergerak sendiri menghancurkan kaca masjid, laskar pada diam. Saya kesulut amarah sama pihak Ahmadiyah," ungkap Utep.

Utep dan massa FPI lainnya bersikukuh meminta tidak ada aktivitas yang dilakukan jemaat Ahmadiyah di Masjid An Nasir, termasuk kurban. "Ini harga mati," ancam Utep.

(bbn/ern)

[url]http://bandung.detik..com/read/2012/10/26/044854/2073425/486/fpi-rusak-kaca-jendela-masjid-ahmadiyah-usai-sweeping-miras[/url]

Dua berita di atas sampai dengan terjadinya perundingan di polsek masih sama.

Tapi yang membedakan adalah oknum FPI yang melakukan perusakan:
1. versi polisi: pelaku perusakan adalah oknum FPI di Masjid yang tidak ikut perundingan.
2. versi FPI: pelaku perusakan adalah pihak FPI yang ikut perundingan.


Kenapa keterangan dari pihak FPI tidak sinkron dengan polisi ya?

Apakah polisi berusaha untuk berdalih bahwa mereka tidak bisa mencegah aksi perusakan tersebut pada saat usai perundingan?

emoticon-Malu
ga pada solat ya gan... emoticon-Malu (S) jam 6 masi pada kaskusan brati umat seblah.. udah pasti benci fpi dan bela ahmadiyah emoticon-Malu (S)
FPI lagi FPI lagi.....polisi kok gak berani ambil tindakan
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:Original Posted By citox
Kenapa keterangan dari pihak FPI tidak sinkron dengan polisi ya?

Wah,
bisa2 polisi dimarahin BIN nih tidak menyinkronkan diri dengan FPI. emoticon-Ngakak (S)

[Malam Takbiran Ala FPI di Bandung] FPI Rusak Masjid Jamaah Ahmadiyah
Jemaat Ahmadiyah Indonesia Cabang Cisalada Tempo Doeloe (1950-an)

Lihat poto diatas di tahun lawas kok rasanya damai-2 aja tu, kaga ada ribut-2 saling bengkolang fentung-2 an.
Bahkan istilah kopar kapir thogal thogel juga belum lama mengindonesia perasaaan.
Sejak kapan ya ? siapa biangnya?
padahal orang indonesia begitu toleran aslinya, bisa dilihat dari banyaknya situs keagamaan di tanah air ... WHY?? emoticon-Bingung (S)
Coba sekali2 FPI datangnya sendiri jangan rame2 emoticon-Ngakak... selama FPI dihina, dihujat, dicaci maki di forum kaskus.. gag ada satupun tanggapan dari para angota FPI yang ane perhatiin berarti :


Anggota FPI pada gag pernah dan gag tahu kaskus alias gag punya OTAK dan gag pake OTAK cuma bisa ngancurin dan menindas orang lemah.. emoticon-Mewek

Bubarin ajalah FPI, anggota ya juga gag pada mikir dikasih nasi bungkus aja mau buat ngancurin Masjid dsb... emoticon-Ngakak
Makhluk2 FPI buodong

Masjid kok dirusak, emang salah masjidnya yah?

Goblok2

Ah elahhhh
×