alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5089560e1ad719ab6800000b/wisata-kuliner--datang-gak-diundang-pulang-perut-kenyang
♥♥♥ Wisata Kuliner ♥♥♥ Datang Gak Diundang, Pulang Perut Kenyang
Spoiler for buka:


MULAI DARI TRADISI HINGGA MENJADI AJANG WISATA KULINER

Datang,Salaman, Basa-Basi, Duduk, Makan, Kenyang, dan Pulang


Ada yang unik di Trenggalek, tepatnya di kecamatan Durenan. Durenan adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. Kota Durenan ini terletak persis di tengah-tengah antara jalan raya yang menghubungkan kota Trenggalek dengan Tulungagung. Terletak 17 km dari Trenggalek, dan 17 km dari Tulungagung. Gampang sekali menjangkau kota Durenan. Anda bisa naik bus atau angkutan umum lainnya dari Trenggalek maupun Tulungagung.

Durenan ini terkenal dengan kota santri dan terdapat pondok pesantren yang cukup dikenal. Asal kata Durenan ini menurut sejarahnya berasal kata dari duren atau durian. Entah, mungkin jaman dulu kita bisa menemukan dengan mudah durian ini tumbuh di Durenan... Hehe.. Mungkin...

Di Durenan, lebaran ketupat selalu menjadi tradisi yang lebih meriah dan ramai dibandingkan dengan lebaran Idul Fitri 1 Syawal. Lebaran ketupat - orang Jawa sering menyebutnya dengan lebaran syawal, syawalan atau kupatan - merupakan tradisi turun-temurun yang hingga sekarang masih dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Durenan, Trenggalek. Bahkan, Lebaran Ketupat Durenan ini menjadi salah satu objek pariwisata kuliner, religi, dan hiburan pada saat idul fitri.

Berikut ini sejarah lahirnya tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek, saya kutip dari website Pariwisata Trenggalek:

Tradisi Hari Raya Ketupat di Kecamatan Durenan berawal dari kebiasaan seorang ulama setempat yang hidup sekitar abad XIX. Saat itu, setelah melaksanakan Sholat Ied, seperti tradisi pada umumnya, warga Durenan saling bersilaturahmi. Lepas tanggal 1 Syawal, mereka melaksanakan puasa sunah selama enam hari, yaitu tanggal 2 sampai 7 Syawal. Usai puasa sunah tersebut pada hari ketujuh, mereka mengadakan perayaan ketupat atau lazim disebut dengan "Bada Ketupat atau Kupatan".

Dalam perayaan tersebut, para ulama setempat mengadakan silaturahmi ke Trenggalek untuk menghadap Bupati yang saat itu lazim dipanggil "Ndoro Kanjeng". Pada saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi Penguasa Trenggalek bahwa Ndoro Kanjeng mengadakan semacam Open House pada Hari Raya Idul Fitri ke-tujuh. Konon sebagai oleh-oleh dari Durenan, para tamu mempersembahkan ketupat kepada Ndoro Kanjeng.

Tradisi ini terus berlanjut sampai sekarang dan dari tahun ke tahun pelaksanaannya semakin meriah. Semua tamu, baik sudah kenal atau belum, akan memperoleh hidangan ketupat setiap bersilaturahmi ke rumah-rumah warga Durenan.

Lebaran ketupat ini dilaksanakan setiap hari ke-delapan di bulan syawal. Lebaran ketupat ini merupakan wujud apresiasi masyarakat Durenan setelah mereka berhasil menunaikan puasa sunnah enam hari selama bulan Syawal. Mereka menjalankan puasa Syawal mulai dari tanggal 2 Syawal hingga tanggal 7 Syawal. Nah, pada 8 Syawal diadakan lebaran ketupat. Kurang lebih ada delapan desa yang merayakan lebaran ketupat ini di Durenan. Masing-masing adalah desa Durenan, Kendalrejo, Semarum, Pakis, Sumbergayam, Ngadisuko, Pandean, dan Kamulan.

Pada saat lebaran ketupat, siapa saja yang datang dan bertamu ke Durenan akan disambut dengan aneka makanan dengan sajian ketupat. Ketupat yang disajikan bagi para tamu itu biasanya dihidangkan lengkap beserta sayur dan lauk-pauknya. Sayur bisa berupa opor ayam, dan sayur lodeh. Sayur lodeh yang umumnya disajikan berupa lodeh nangka maupun lodeh kacang panjang, bisa juga lodeh jenis lain. Tinggal pilih saja.

Di desa tersebut saat hari raya kupatan, setiap rumah memang menyediakan makanan 'gratis' berupa ketupat. Nah, semua makanan tersebut pada dasarnya disajikan 'gratis' untuk para tamu, tak perduli tamu yang datang itu dikenal maupun tidak dikenal. Pokoknya tamu-tamu itu berhak dan bahkan wajib diberikan 'sajian makanan gratis' berupa ketupat dan aneka sayurnya itu. Mak nyus deh!!!

Kalau dulu orang yang datang kebanyakan dikenal, sekarang kebalikannya. Banyak sekali orang yang tak dikenal datang ke Durenan, Trenggalek. Mereka datang hanya untuk mencicipi sajian makanan 'gratis' yang dihidangkan secara cuma-cuma untuk para tamu.

Para tamu yang datang kebanyakan dari kabupaten di sekitar Trenggalek. Mereka datang dari Kabupaten Kediri, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, atau bahkan dari Surabaya, dan kabupaten maupun propinsi lain. Ini bisa dilihat dari variasi plat nomer kendaraan yang menyerbu Trenggalek.

Akibatnya bisa ditebak, setiap hari raya lebaran ketupat ini kota Durenan penuh sesak dengan para pendatang dari luar kota. Puluhan ribu orang datang berduyun-duyun dengan kendaraan charteran, mobil, bus, dan yang lebih banyak lagi mereka yang bersepeda motor.

Tak pelak, setiap hari raya lebaran ketupat di Durenan, polisi lalu lintas dan pengguna jalan yang kena imbasnya. Jalan raya selebar 10 meter dan sepanjang daerah yang merayakan lebaran ketupat di Durenan itu penuh dengan kendaraan, baik yang datang menuju Durenan maupun kendaraan yang sedang parkir. Jalur yang menghubungkan kota Trenggalek dengan Tulungagung menjadi lumpuh seketika saat lebaran ketupat. Hiks...

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

ini gan masakan nya...

Spoiler for ini gan masakannya:



Note :
buat temen temen kaskus traveller yang pernah berkunjung ke trenggalek beberapa waktu yang lalu pasti sudah pernah mampir makan nasi lodho nah di daerah tersebut tradisi itu berada.



.

.
satenya bikin menggoda tuh kayax enak emoticon-Bingung (S)
Enak banget neh makannya
Ijin mencicipi guuns emoticon-Big Grin
Ceritain tentang nasi lodho-nya gan.... skalian sama foto2nya. soalnya pernah dengar tentang nasi lodho, dan di jkt ada yg jual nasi lodho... tp apa itu benar yang dimaksud nasi lodho khas trenggalek?
Quote:Original Posted By batmanhadir
Ceritain tentang nasi lodho-nya gan.... skalian sama foto2nya. soalnya pernah dengar tentang nasi lodho, dan di jkt ada yg jual nasi lodho... tp apa itu benar yang dimaksud nasi lodho khas trenggalek?


beda banget bos... coba tanyakan ke penjual di jakarta apakah ayamnya dipanggang dulu trus digulai gt..yang jelas bisa diadu dech bumbunya...

yg beda yah bumbunya itu...alias kuahnya...enaaaakkk gilaaaa... emoticon-Kiss

kalo agan mau bisa dikirim ke jakarta pake kereta... cuma minimum juga harus banyak hehehe...minimal 20 ekor @75.000

jd kita kirim sore..ntar paginya bisa diambil di stasiun..

tapi harus segera dimakan hari itu juga..jangan sampai besok...


.tapi kalo mau tester pesen 5 ekor dl boleh lah.. diluar ongkir yah...

ada gak yahhh yg mau ke trenggalek ntarr


mayan loooh... seminggu setelah lebaran hari pertama..datang ajah ke desa ini dijamin macet total tal tal..asal masuk rumah basa basi..makan dech... emoticon-I Love Indonesia (S)
mantep bgt tuh makanannya gan..!!
sate ama lontong perpaduan yg serasi emoticon-Matabelo

Kalo udah ngomongin kuliner di sluruh indo pengen nyicipi satu2
Jadi pengen wisata kuliner kemana2 hehe