alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/508915d80a75b4b03f000004/inikah-muka-kepolisian-amp-penegak-hukum-ri-sun-an-dan-ang-ho-disiksa-polisi-diperas
Kesel 
Sun An dan Ang Ho, Disiksa Polisi Diperas Jaksa
JAKARTA, KOMPAS.com — "Suami saya sosok yang baik. Dia enggak mungkin melakukan pembunuhan. Anak saya masih kecil. Kita minta keadilan," kata Sumiyati, istri Ang Ho (34).

"Saya minta suami saya dibebaskan. Suami saya tidak berbuat salah. Sampai sekarang otak pelaku enggak tertangkap," timpal Sia Kim Tui, istri Sun An (51).

Hal itu dikatakan keduanya seusai bertemu dengan Albert Hasibuan, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), di Jakarta, Selasa (23/10/2012), untuk mengadukan kasus yang dialami suami mereka. Keduanya datang didampingi oleh aktivis Kontras Usman Hamid dan pengacara keduanya, Edwin Partogi.

Sun An dan Ang Ho telah divonis seumur hidup oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan dengan sangkaan sebagai auktor intelektualis pembunuhan pengusaha Kho Wie To (34) dan istrinya, Lim Chi Chi alias Dora Halim (30), di Kelurahan Durian, Medan Timur, Medan, pada 29 Maret 2011. Kho Wie To dan Dora Halim ditembak mati di rumahnya oleh kawanan pembunuh.

Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni penjara selama 20 tahun. Putusan keduanya lalu dikuatkan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan. Keduanya lalu ditahan di Rutan Klas I Medan.

Disiksa

Edwin mengungkapkan, berdasarkan pengakuan Sun An dan Ang Ho, keduanya disiksa selama pemeriksaan polisi agar mau mengaku sebagai otak pelaku. Siksaan itu antara lain tangan dan kaki diikat, mata ditutup dengan plakban, muka ditutup dengan karung, dan tubuh ditelentangkan di lantai. Setelah itu, wajah terus disiram air.

"Selama menjadi tahanan di Polresta Medan, hampir setiap hari selama kurang lebih dua minggu, Sun An mengalami penyiksaan fisik maupun psikis. Setiap tengah malam Sun An dibawa ke suatu ruangan. Di sana dia menjadi bulan-bulanan kepolisian, mulai dari pemukulan, penendangan, sundutan rokok," terangnya.

Setelah disiksa, lanjut Edwin, keduanya dipaksa menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah disusun kepolisian. BAP itu yang menjadi dasar majelis hakim untuk menjatuhkan vonis. Padahal, di persidangan keduanya mencabut BAP lantaran tidak sesuai dengan yang dijelaskan ketika pemeriksaan.

Hingga kini, lanjut Edwin, polisi belum berhasil menangkap eksekutor pembunuhan tersebut. Menurut pembantu korban, eksekutor berjumlah empat orang.

Diperas

Menurut Sia Kim, suaminya sempat dimintai uang oleh jaksa senilai Rp 1 miliar agar kasusnya tidak jalan. Ketika itu, berkas perkara telah tiga kali dikembalikan jaksa peneliti ke kepolisian untuk dilengkapi.

"Suami saya enggak mau kasih. Jaksa terus nyatakan berkas P21 (berkas perkara lengkap)," kata Sia Kim dengan kesal. Selama penanganan di kepolisian, Sun An juga telah mengeluarkan uang hingga Rp 80 juta.

sumber: http://regional.kompas.com/read/2012....Diperas.Jaksa

Hukum di Indonesia sudah memasuki tingkat Memprihatinkan! emoticon-Cape d... (S)
Bagaimana ini Pak Kapolri??

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[url]www.noteonestore.com[/url]
Sudah menjadi rahasia umum,korban salah tangkep juga biasa disiksa supaya ngaku dan supaya cepet beres tugas mereka emoticon-Najis (S)
ya lakukan aja sesuka nya.nanti klo udah ada yg di petrus kan satu-persatu keparat polshit baru tau.mending duit 1 m buat bayar pembunuh bayaran buat menghilangkan 1 per satu yg nyiksa.krn hukum sudah tidak mampu menghukum yg bersalah jadi last chance STREET JUSTICE.
Mending visum lalu tuntut balik
jangan jangan polisi pelaku pembunuhannya................
Quote:Original Posted By sotoy.loe21
jangan jangan polisi pelaku pembunuhannya................


seharusnya polisi ga boleh menuduh dgn membabi buta!
jelas2 ini bertentangan dgn kewajiban seorang penegak hukum!

Ketika hukum bisa dijual belikan???

emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
bikin hitman aja..ato semacam ninja assassin..
sapa mau daftar?

ketik reg hitman
kirim ke 6288

sapa tahu ntar ketemu the rain
udah sering denger ane kisah beginian, ngobrol sama supir angkot, nolongin orang malah dia jadi tersangka emoticon-Najis

ane udah ga percaya sama yang namanya polisi dan dept yang ada dinegara ini.

negara cuma mentingin orang kaya, pajak, jual kekayaan alam, dan proyek.
udah lah ngapain dibahas2..
semua udah di atur sama yang kuasa

Kumpulan Film Indonesia yang Mendunia 1990-2012

Tips agar Pasangan LDR tetap awet
Semua ada prosesnya. Mari kita hormati saja proses yang berlaku/
Biarkan orang berkata apa,yang penting kita luruskan mana yg benar dan salah
emoticon-Ngacir
Hukum berlaku bagi orang miskin, nggak punya koneksi atau untuk bahan perasan
Pak Kapolri? Hampir tidak ada yg bisa dipercaya di "Manajemen" Pemerintahan. :P
ini yang kasus suami istri ditembak itu kan?

kata nya karena lelang kapalemoticon-Najis (S)

ampun dah di negeri ini, pantesan aja orang berduitnya(konglomerat) pada milih tinggal di singapura/hongkong...
nice inpo gan
ane jg dah sering ngeliat yang begini, bahkan kawan ane dari status saksi jadi tersangka, itu karena ulah polisi juga
Gimana rakyat hrs percaya dengan penegak hukum ya gan?
Polisi ga bisa dipercaya & cenderung memeras rakyat, jaksa koruspsi, hakim korupsi, hampir semua element Penegak hukum ga benar & ga menjalankan kewajibannya dengan benar!
sungguh miris.emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)

hukum di indonesia uda cacat!emoticon-Berduka (S)emoticon-Cape d... (S)

Ngakak 

Quote:Original Posted By noteONE

Hukum di Indonesia sudah memasuki tingkat Memprihatinkan! emoticon-Cape d... (S)
Bagaimana ini Pak Kapolri??



lah koq malah nanya yg gak bisa dipercaya emoticon-Ngakak (S)

bagemana seh luh emoticon-Cape d... (S)

========================
Quote:Original Posted By bigguns
nice inpo gan


nais inpoh matamu cok
ini sudah sangat buruk sekali gan
masalah seperti ini yang harus di tindak lanjuti oleh pemerintah
jangan termakan dengan kasus kasus lain.
Edwin mengungkapkan, berdasarkan pengakuan Sun An dan Ang Ho, keduanya disiksa selama pemeriksaan polisi agar mau mengaku sebagai otak pelaku. Siksaan itu antara lain tangan dan kaki diikat, mata ditutup dengan plakban, muka ditutup dengan karung, dan tubuh ditelentangkan di lantai. Setelah itu, wajah terus disiram air.

Itu niru tehnik penyiksaan di penjara Guantanamo gan....menimbulkan efek tenggelam pada si korban penyiksaan.Kalo urusan menyiksa tahanan plokis kita emang maju pesat , sampe niru dari Guantanamo.Tapi urusan bersih diri....hancur dah lembaga yg satu ini.emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)