alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5087f2b90a75b40d63000005/apa-solusi-dan-opini-agansolo-raya-didukung-yusril-kembali-jadi-daerah-istimewa
apa solusi dan opini agan,Solo Raya didukung Yusril kembali jadi daerah istimewa
Yusril Dorong Surakarta Dapat Status Istimewa lagi
JAKARTA--MICOM: Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra memastikan akan mendorong kembali status Provinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang sempat dibekukan oleh pemerintah Soekarno sejak 1946. Pengembalian status tersebut merupakan upaya dari reformulasi dari gagasan tata pemerintahan yang bersinggungan dengan kesultanan/kerajaan/keraton.

"Saya diberikan amanat oleh kesultanan-kesultanan untuk meneruskan perjuangan dalam menyejahterakan bangsa, tapi juga untuk menempatkan posisi yang sebenarnya dari kerajaan dan kesultanan yang ada dalam konteks NKRI," kata Yusril di Jakarta, Minggu (21/10).

Pada 28 Oktober, Yusril mengaku akan memberikan ceramah di depan keluarga Keraton Surakarta dan akan disusul dengan pertemuan yang lebih besar pada 1 Syuro. "Masalah Yogyakarta (sebagai Daerah Istimewa) kan selesai. Surakarta sesuatu yang pernah ada. Bukan mustahil bisa dihidupkan kembali, apalagi melihat perkembangan belakangan ini," kata Yusril.

Ia mengatakan, penguatan daerah melalui pengembalian fungsi-fungsi kerajaan akan membantu Indonesia menemukan formulasi bentuk bernegara tanpa harus mengganggu eksistensi. "Saya berpendapat, problem dalam bernegara ini bukan hanya praktis dalam hukum, ekonomi, dan politik. Kita harus mencari akar budaya kita sendiri, konsep dalam bernegara yang berakar dari budaya kita sendiri. Setelah UUD 1945 diamendemen, banyak yang tidak match dalam budaya masyarakat," kata Yusril.

Ia berpendapat, gagasan untuk mengembalikan status Surakarta tidak akan sama seperti Yogyakarta. "Kalau dihidupkan kembali, posisinya tidak sama dengan DIY. Untuk Surakarta itu yang pas menempatkan Pakubuwono sebagai kepala daerah noneksekutif. Jadi seperti raja-raja di Malaysia. Gubernur tetap dipilih oleh rakyat, tapi ada kepala daerahnya dengan kewenangan di bidang budaya. Saya pikir ini tidak akan mengganggu eksistensi NKRI," kata Yusril.

Keraton Surakarta sendiri sudah memastikan akan melakukan judicial review atas UU 10 Tahun 1950 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada November dalam upaya mendapatkan kembali status Provinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang sempat dibekukan oleh pemerintah Soekarno sejak 1946.

Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta, KPH Edy Wirabhumi mengatakan, dari telaah hukum yang sudah dilakukan pihak keraton dengan Yusril, ada peluang besar untuk mendapatkan kembali status DIS yang sempat dibekukan, hingga akhirnya Surakarta sementara menjadi karesidenan dan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Pada saat itu situasi kota Surakarta dinilai dalam keadaan darurat oleh Presiden Soekarno. (OX/OL-04)
Spoiler for sumber :


Keraton Surakarta Gugat UU Provinsi Jateng

PIHAK Keraton Surakarta memastikan akan mengajukan judicial review (uji materi) atas UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu akan dilayangkan pada November mendatang, dalam upaya untuk mendapatkan kembali status Provinsi Dae­rah Istimewa Surakarta (DIS) yang dibekukan pemerintahan Soekarno pada 1946.
“Saat ini kita sedang melakukan kajian hukum secara saksama atas berbagai peraturan perundangan dengan Prof Yusril Ihza Mahendra yang menjadi kuasa hukum kami,” ungkap Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta, KPH Edy Wirabhumi, kepada Media Indonesia di Surakarta, kemarin.
Menurutnya, dari telaahan hukum yang sudah dilakukan pihak keraton dengan Yusril, ada peluang untuk mendapatkan kembali status yang dibekukan itu. Karena pembekuan tersebut, Surakarta menjadi keresidenan dan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dilakukan Bung Karno ketika situasi Kota Surakarta dinilai dalam keadaan darurat pada 1946.
Suami Koes Moertijah itu menegaskan dari runutan sejarah, jaminan UU No 1 Tahun 1945 tentang Kedudukan Komite Nasional Daerah, dan kajian UUD 1945 terutama Pasal 18--meskipun sudah diamendemen pada 1999 dan 2.000--serta aturan lain yang mendukung, pihak keraton optimistis bisa mengembalikan eksistensi Daerah Istimewa Surakarta.
“Ini bukan semangat untuk pemekaran atau mengejar takhta dan jabatan. Kalau ­upaya pemekaran, mungkin malah kita akan gagal seperti yang banyak terjadi di sejumlah daerah. Namun, semua ini demi menjaga NKRI agar tidak semakin keropos. Kami yakin akan berhasil memperjuangkannya di MK,” ujar Wirabhumi.
Lebih lanjut disebutkan, sebelum menuju judicial review atas UU 10 Tahun 1950, keraton sudah membentuk Badan Persiapan Pengembalian Status DIS yang telah melakukan berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya ialah diskusi dengan berbagai eksponen dan elemen masyarakat, deklarasi DIS pada 2010 di Prambanan, Klaten, serta pembentukan koordinasi Pakasa (Paguyuban Kawula Keraton Surakarta) di enam kabupaten dan satu kota di eks Keresidenan Surakarta dan Ngawi.
Selain itu, mereka memberikan masukan kepada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), bersuara di forum internasional, dan berjuang lewat DPR.
Spoiler for sumber :






\
Kurang kerjaan ni org...cari popularitas doang buat nyalon RI-1, biar dpt dukungan...emoticon-Ngakak..emoticon-Ngakak
ane kok blm pernah denger Solo pernah jadi daerah istimewa.....???
lg pula kalo istimewa, keistimewaannya apa ?? kraton ??
trus kalo cirebon minta istimewa jg gimana ?

aya2 wae si yusril emoticon-Hammer
politikus dah kartu mati yg coba2 cari perhatian publik emoticon-Embarrassment

banyak yang skeptik ya..Keraton Surakarta itu merupakan Keraajaan PERTAMA yang menyatakan mendukung NKRI. Maklumat PB XII tanggal 1 Sep 1945, padahal beliau waktu itu masih 20 tahun dan belum baru sebulan diangkat menajdi raja. Sejarah banyak yang ditutup2i. Lebih jelasnya simak video ini
[URL="http://www.indonesianfilmcenter.com/pages/filmbox/filmbox.php?bid=4293 "]Keraton Surakarta pendukung pertama NKRI[/URL]

Surakarta bersama Jogjakarta merupakan Dua Daerah Istimewa saat NKRI terbentuk
Quote:Original Posted By sopyanfight
Yusril Dorong Surakarta Dapat Status Istimewa lagi
JAKARTA--MICOM: Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra memastikan akan mendorong kembali status Provinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang sempat dibekukan oleh pemerintah Soekarno sejak 1946. Pengembalian status tersebut merupakan upaya dari reformulasi dari gagasan tata pemerintahan yang bersinggungan dengan kesultanan/kerajaan/keraton.

"Saya diberikan amanat oleh kesultanan-kesultanan untuk meneruskan perjuangan dalam menyejahterakan bangsa, tapi juga untuk menempatkan posisi yang sebenarnya dari kerajaan dan kesultanan yang ada dalam konteks NKRI," kata Yusril di Jakarta, Minggu (21/10).

Pada 28 Oktober, Yusril mengaku akan memberikan ceramah di depan keluarga Keraton Surakarta dan akan disusul dengan pertemuan yang lebih besar pada 1 Syuro. "Masalah Yogyakarta (sebagai Daerah Istimewa) kan selesai. Surakarta sesuatu yang pernah ada. Bukan mustahil bisa dihidupkan kembali, apalagi melihat perkembangan belakangan ini," kata Yusril.

Ia mengatakan, penguatan daerah melalui pengembalian fungsi-fungsi kerajaan akan membantu Indonesia menemukan formulasi bentuk bernegara tanpa harus mengganggu eksistensi. "Saya berpendapat, problem dalam bernegara ini bukan hanya praktis dalam hukum, ekonomi, dan politik. Kita harus mencari akar budaya kita sendiri, konsep dalam bernegara yang berakar dari budaya kita sendiri. Setelah UUD 1945 diamendemen, banyak yang tidak match dalam budaya masyarakat," kata Yusril.

Ia berpendapat, gagasan untuk mengembalikan status Surakarta tidak akan sama seperti Yogyakarta. "Kalau dihidupkan kembali, posisinya tidak sama dengan DIY. Untuk Surakarta itu yang pas menempatkan Pakubuwono sebagai kepala daerah noneksekutif. Jadi seperti raja-raja di Malaysia. Gubernur tetap dipilih oleh rakyat, tapi ada kepala daerahnya dengan kewenangan di bidang budaya. Saya pikir ini tidak akan mengganggu eksistensi NKRI," kata Yusril.

Keraton Surakarta sendiri sudah memastikan akan melakukan judicial review atas UU 10 Tahun 1950 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada November dalam upaya mendapatkan kembali status Provinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang sempat dibekukan oleh pemerintah Soekarno sejak 1946.

Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta, KPH Edy Wirabhumi mengatakan, dari telaah hukum yang sudah dilakukan pihak keraton dengan Yusril, ada peluang besar untuk mendapatkan kembali status DIS yang sempat dibekukan, hingga akhirnya Surakarta sementara menjadi karesidenan dan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Pada saat itu situasi kota Surakarta dinilai dalam keadaan darurat oleh Presiden Soekarno. (OX/OL-04)
Spoiler for sumber :


Keraton Surakarta Gugat UU Provinsi Jateng

PIHAK Keraton Surakarta memastikan akan mengajukan judicial review (uji materi) atas UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan itu akan dilayangkan pada November mendatang, dalam upaya untuk mendapatkan kembali status Provinsi Dae­rah Istimewa Surakarta (DIS) yang dibekukan pemerintahan Soekarno pada 1946.
“Saat ini kita sedang melakukan kajian hukum secara saksama atas berbagai peraturan perundangan dengan Prof Yusril Ihza Mahendra yang menjadi kuasa hukum kami,” ungkap Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta, KPH Edy Wirabhumi, kepada Media Indonesia di Surakarta, kemarin.
Menurutnya, dari telaahan hukum yang sudah dilakukan pihak keraton dengan Yusril, ada peluang untuk mendapatkan kembali status yang dibekukan itu. Karena pembekuan tersebut, Surakarta menjadi keresidenan dan bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Hal itu dilakukan Bung Karno ketika situasi Kota Surakarta dinilai dalam keadaan darurat pada 1946.
Suami Koes Moertijah itu menegaskan dari runutan sejarah, jaminan UU No 1 Tahun 1945 tentang Kedudukan Komite Nasional Daerah, dan kajian UUD 1945 terutama Pasal 18--meskipun sudah diamendemen pada 1999 dan 2.000--serta aturan lain yang mendukung, pihak keraton optimistis bisa mengembalikan eksistensi Daerah Istimewa Surakarta.
“Ini bukan semangat untuk pemekaran atau mengejar takhta dan jabatan. Kalau ­upaya pemekaran, mungkin malah kita akan gagal seperti yang banyak terjadi di sejumlah daerah. Namun, semua ini demi menjaga NKRI agar tidak semakin keropos. Kami yakin akan berhasil memperjuangkannya di MK,” ujar Wirabhumi.
Lebih lanjut disebutkan, sebelum menuju judicial review atas UU 10 Tahun 1950, keraton sudah membentuk Badan Persiapan Pengembalian Status DIS yang telah melakukan berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya ialah diskusi dengan berbagai eksponen dan elemen masyarakat, deklarasi DIS pada 2010 di Prambanan, Klaten, serta pembentukan koordinasi Pakasa (Paguyuban Kawula Keraton Surakarta) di enam kabupaten dan satu kota di eks Keresidenan Surakarta dan Ngawi.
Selain itu, mereka memberikan masukan kepada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), bersuara di forum internasional, dan berjuang lewat DPR.
Spoiler for sumber :






\


Maaf bkn brmaksud sara,,,sejak mas jokowi tmpil di kancah politik pilkada DKI,,kok slalu daerah ini yg di urusin,,apa g ada daerah laen yg d indonesia yg harus di pikirkan untk d sejahterakan sprti pulau trluar.daerah prbatasan..apa gunanya banyak daerah ''istimewa''kalau hasilnya cm bullshiit..
aku bingung mau memberi komentar apa gan
aku dukung saja dah emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By rare99
banyak yang skeptik ya..Keraton Surakarta itu merupakan Keraajaan PERTAMA yang menyatakan mendukung NKRI. Maklumat PB XII tanggal 1 Sep 1945, padahal beliau waktu itu masih 20 tahun dan belum baru sebulan diangkat menajdi raja. Sejarah banyak yang ditutup2i. Lebih jelasnya simak video ini
[URL="http://www.indonesianfilmcenter.com/pages/filmbox/filmbox.php?bid=4293 "]Keraton Surakarta pendukung pertama NKRI[/URL]

Surakarta bersama Jogjakarta merupakan Dua Daerah Istimewa saat NKRI terbentuk


adalah benar apa yg agan ini sampaikan, menurut saya mending ga' usah dijadikan Daerah Istimewa (toh dah istimewa di Hati Wong SOLO). nanti malah bikin menjadikan kecemburuan teritorial ke propinsi2 yg lain.
sekedar info nih smua presiden yg menjabat di Indonesia pasti "sowan" ke Kraton solo lho.
Apa iya akan bisa?

Bagaimana dengan Cirebon, dan beberapa tempat lain di Indonesia yang masih punya sultan?
gak perlu daerah istimewa gan,
cukup jadi propinsi aja!

emoticon-2 Jempol

setuju gan... tapi formatnya jangan kek jogja, kek malaysia aja... jadi keraton jadi pemimpin non eksekutif aja. gubernur tetep dipilih langsung.
kalau sejarahnya dulu kan DIS (daerah istimewa surakarta) dibubarkan karena pemberontakan tan malaka yang membunuhi patih-patih yang membawahi kabupaten-kabupaten.
Nah mandat itu akan dikembalikan kalau keadaan sudah normal.

Masyarakat SUBOSUKA WONOSRATEN pasti mendukung emoticon-Big Grin

btw bendera Merah Putih itu katanya benderanya Keraton SOLO lho... CMIIW
ane orang solo tapi ngapain Solo jadi Daerah Istimewa, ntar yang nikmatin juga orang2 keraton (yang gak concern ama keraton sendiri emoticon-Hammer2 )




Quote:Original Posted By celeng.boneng
gak perlu daerah istimewa gan,
cukup jadi propinsi aja!

emoticon-2 Jempol



kalau Judivical Review gak berhasil baru ajukan pemekaran gan emoticon-Big Grin kabarnya eks karesidenan madiun mau di ajak tuh emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Apa untungnya sih ???Yusril masih sakit hati ya sm SBY emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By yodotucu
Apa untungnya sih ???Yusril masih sakit hati ya sm SBY emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)


yang ngajuin kraton surakartanya kok, mereka menggandeng Yusril. Gitu.

Sudah sejak lama sih sebenarnya. Mungkin sekarang naik lagi, karena momennya pas dengan momen jokowi dan UUK DIY. emoticon-Big Grin

kalau yg ane suka sebenernya yang dinasti Mangkunegara nya, terutama Mangkunegara I / RM Said / Pangeran Sambernyawa. Yang SPIRIT nya selalu dikenang sampai sekarang. Dan juga beliau telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
sekalian ikut nitip link yah gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin hehe
PANGERAN SAMBERNYAWA a.k.a Raden Mas SAID a.k.a MANGKUNEGARA
ane sebagai warga klaten setuju dibentuk DIS, supaya pembangunan semakin pesat di subosuka wonosratenemoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By p0n6ky
ane orang solo tapi ngapain Solo jadi Daerah Istimewa, ntar yang nikmatin juga orang2 keraton (yang gak concern ama keraton sendiri emoticon-Hammer2 )






coba agan pikir... SOLO dah padat untuk pengembangan kotanya. Bandara dimana? Karanganyar Colomadu, industri di karanganyar sama boyolali, pusat perdagangan mau bergeser ke sukoharjo. Nanti kalau mau bikin pabrik EsEmKa kan nyari tempanya di wilayah SOLORAYA kan?
Nah ini kan mau nyatuin lagi dengan Konsep yang tepat. makanya minta pendapat pakar hukum tata negara.
Konsep transportasi JOKOWI juga dah mengarah ke SOLORAYA. Secara historis dan emosional SUBOSUKA WONOSRATEN merasa memiliki Surakarta gan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
nda usahlah, iki pencitraan sesaat. menumpang populeritas jokowi, nebeng sekalian. cukup 3 saja deh biar anak guwe ga pusing emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By mayela08
nda usahlah, iki pencitraan sesaat. menumpang populeritas jokowi, nebeng sekalian. cukup 3 saja deh biar anak guwe ga pusing emoticon-Ngakak


coba agan googling wacana ini udah lama jauh sebelum jokowi maju ke jakarta... saat jokowi masih menjabat Walikota SOLO periode pertama. terutama Saat jokowi berhasil memasukkan SOLO sebagai anggota kota warisan dunia emoticon-Smilie

Daripada buat ibukota Jateng ya to gan emoticon-Smilie
hati2 gan itu alat politik buat 2014, lagian tiada angin hujan bisa2 ngomong gitu, dan ane yakin warga solo gk terpengaruh mslh politik
dan yg lebih lagi nnti bakalan banyak daerah yang mau dijadikan daerah istimewa emoticon-Big Grin