alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5087321e0975b43b19000005/10-miliarder-indonesia-2012-versi-forbes-sumber-kekayaan-utama-batubara-amp-sawit
10 Miliarder Indonesia 2012 versi Forbes, Sumber Kekayaan Utama Batubara & Sawit
10 Miliarder Indonesia 2012 versi Forbes, Sumber Kekayaan Utama Batubara & Sawit

Ini, 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes
Rabu, 24 Oktober 2012 | 02:06 WIBl

TEMPO.CO, Jakarta- Majalah ekonomi Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di seluruh dunia, Forbes 400. Dalam daftar tersebut, terselip 10 nama miliarder asal Indonesia yang menduduki peringkat 146 hingga 764.Dalam daftar Forbes 400 yang dirilis pada Jumat, 19 Oktober 2012, peringkat teratas miliarder asal Indonesia ditempati oleh dua bersaudara bos Grup Djarum, Robert dan Michael Hartono. Dalam perhitungan yang dilakukan pada Maret 2012, Robert dan Michael memiliki aset masing-masing US$ 6,5 miliar dan US$ 6,3 miliar. Keduanya pun bertahan sebagai jawara miliarder Indonesia.

Di posisi 10 besar pun muncul nama-nama baru diantaranya bos Trans Corp, Chairul Tanjung; pemilik Indorama, Sri Prakash Lohia; dan bos Harum Energy, Kiki Barki. Namun ada juga konglomerat yang harus terlempar dari urutan 10 besar seperti bos Grup Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja; pemilik Salim Grup, Anthony Salim; bos Sampoerna. Putra Sampoerna; dan pemilik pabrik rokok Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo.

Berikut daftar 10 besar miliarder Indonesia 2012 versi Forbes.

1. Robert Budi Hartono
Posisi di Forbes : 146
Aset 2011 : US$ 14 miliar (gabungan dengan Michael Hartono)
Aset 2012 : US$ 6,5 miliar
Posisi 2011 : 1
Sumber kekayaan : bank (Bank Central Asia, pabrik rokok (Djarum)

2. Michael Hartono
Posisi di Forbes : 157
Aset 2011 : US$ 14 miliar (gabungan dengan Robert Budi Hartono)
Aset 2012: US$ 6,3 miliar
Posisi 2011 : 1
Sumber kekayaan : bank (Bank Central Asia, pabrik rokok (Djarum)

3. Martua Sitorus
Posisi di Forbes : 377
Aset 2011 : US$ 2,7 miliar
Aset 2012: US$ 3 miliar
Posisi 2011 : 7
Sumber kekayaan : minyak sawit (Wilmar)

4. Dato Low Tuck Kwong
Posisi di Forbes : 304
Aset 2011 : US4 3,7 miliar
Aset 2012 : US$ 3,6 miliar
Posisi 2011 : 4
Sumber kekayaan : batubara (Bayan Resources)

5. Sukanto Tanoto
Posisi di Forbes : 418
Aset 2011 : US$ 2,8 miliar
Aset 2012: US$ 2,8 miliar
Posisi 2011 : 6
Sumber kekayaan : sawit, kertas (Raja Garuda Mas, Asia Pulp and Paper)

6. Peter Sondakh
Posisi di Forbes : 464
Aset 2011 : US$ 2,6 miliar
Aset : US$ 2,6 miliar
Posisi 2011 : 8
Sumber kekayaan : perusahaan investasi (Grup Rajawali)

7. Achmad Hamami & family
Posisi di Forbes : 578
Aset 2011 : US$ 2,2 miliar
Aset 2012 : US$ 2,2 miliar
Posisi 2011 : 10
Sumber kekayaan : alat berat (Trakindo Utama)

8. Sri Prakash Lohia
Posisi di Forbes : 634
Aset 2011 : US$ 1,7 miliar
Aset 2012 : US$ 2 miliar
Posisi 2011 : 13
Sumber kekayaan : tekstil dan plastik (Indorama)

9. Chairul Tanjung
Posisi di Forbes : 634
Aset 2011 : US$ 2,1 miliar
Aset 2012 : US$ 2 miliar
Posisi 2011 : 11
Sumber kekayaan : media dan ritel

10. Kiki Barki
Posisi di Forbes : 764
Aset 2011 : US$ 1,3 miliar
Aset 2012: US$ 1,7 miliar
Posisi 2011 : 17
Sumber kekayaan : batubara (Harum Energy)
http://www.tempo.co/read/news/2012/1...2-Versi-Forbes

Quote:
Sawit & Batu Bara, Sumber Harta Orang Kaya RI
abtu, 4 Desember 2010, 00:08 Hadi Suprapto

VIVAnews - Forbes kembali merilis daftar kekayaan orang-orang super kaya Indonesia. Sebanyak 40 warga Indonesia memiliki kekayaan sebanyak US$71 miliar atau Rp640 triliun. Menariknya, sekitar 16 orang atau 40 persen dari mereka mengumpulkan kekayaan dari sumber daya alam, terutama batu bara dan kelapa sawit. Total nilainya mencapai US$12 miliar. "Peningkatan harga saham dan komoditas menjadi salah satu pendongkrak kekayaan mereka," tulis Forbes. Forbes menghitung penghasilan menggunakan nilai saham per 15 November dan nilai tukar saat itu. Perusahaan swasta dinilai dengan membandingkan dengan perusahaan BUMN yang setara. Daftar orang kaya versi Forbes ini merefleksikan kekayaan keluarga, bukan harta individu.

Dari hasil perhitungan Forbes, sejumlah nama besar masuk jajaran taipan kaya yang mendapatkan berkah dari kekayaan sumber alam Indonesia. Sebagian dari mereka malah sudah lama berkecimpung di bisnis komoditas, baik kelapa sawit dan batu bara. Berikut beberapa di antara mereka. Eka Tjipta Widjaja, taipan gaek berusia 87, merupakan salah satu pengusaha yang menikmati keuntungan dari lonjakan kelapa sawit. Bisnisnya dikendalikan melalui PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) dengan produk andalan minyak goreng Filma. SMART memiliki perkebunan sawit terluas, lebih dari 320 ribu hektar. Eka Tjipta berhasil menempati peringkat ketiga orang terkaya Indonesia dengan total US$6 miliar. Kekayaan ini melambung dari tahun sebelumnya yang hanya US$3,6 miliar. Namun, kekayaan Eka Tjipta sebenarnya tidak hanya dari kelapa sawit. Bisnis pengusaha yang besar di zaman Orde Baru ini menggurita dari bubur kertas, properti, hingga ke perbankan. Eka Tjipta mengendalikan usahanya melalui empat grup, yaitu Asia Pulp & Paper Group, PT Sinar Mas Multi Artha Tbk, Asia Food & Properties Limited, dan SMART.

Kelapa sawit juga telah membuat Martua Sitorus kaya raya. Melalui bendera Wilmar International, Martua berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar US$3,2 miliar. Sehingga berhasil menduduki peringkat keempat. Perkebunan kelapa sawit terbentang di Sumatera dan Kalimantan dengan luas lahan 210 ribu hektar. Pria keturunan Batak ini memilih mengendalikan bisnisnya dari Singapura dengan produk andalan minyak goreng Sania.

Bos Grup Salim, Anthoni Salim, juga salah satu taipan yang merasakan gurihnya minyak sawit alias CPO. Salim memiliki lahan sawit melalui Indo Agri Bdan PT PP London Sumatra Tbk. Produknya yang paling terkenal adalah Bimoli. Kekayaan sebesar US$3 miliar menempatkan Anthoni pada peringkat kelima. Kekayaan ini sebenarnya tidak murni dari kelapa sawit. Salim lebih banyak mendapat keuntungan dari mi instan Indomie.

Putera Sampoerna juga mencoba keberuntungan di sektor ini. Melalui Sampoerna Agro yang dikendalikan anaknya, Michael Sampoerna, ia menguasai sejumlah kebun kelapa sawit. Meski gaung taipan, yang kaya dari penjualan perusahaan rokoknya, itu belum terlihat, Putera Sampoerna telah memiliki kekayaan US$2,3 miliar dan menempatkan pada peringkat kesembilan.

Aburizal Bakrie juga mendapat keuntungan dari kelapa sawit dan batu bara. Bisnis batu bara dikelola melalui PT Bumi Resources Tbk sedangkan kelapa sawitnya melalui PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Keluarga Bakrie kini memiliki kekayaan US$2,10 miliar dan menduduki peringkat 10. Setelah Aburizal menjadi pejabat pemerintah dan masuk dunia politik, saudaranya, Nirwan D. Bakrie, yang mengelola bisnis keluarga.

Nama baru yang menikmati keuntungan dari hasil tambang batu bara adalah Kiki Barki. Pendatang baru di deretan orang terkaya Indonesia ini mengendalikan perusahaannya melalui PT Harum Energy Tbk.

Kiki yang kini berusia 71 tahun mengoleksi kekayaan senilai US$1,7 miliar, dan menduduki peringkat ke-11. Melalui bisnisnya di industri tambang batu bara, Kiki sukses membawa Harum Energy mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Oktober 2010. Saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 500 juta saham pada harga Rp5.200 per unit, perseroan mampu meraup dana segar Rp1,04 triliun. Harum Energy yang merupakan perusahaan grup Tanito Coal itu kini masuk salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Edwin Soeryadjaya juga berhasil mengumpulkan kekayaan dari batu bara. Melalui Adaro Energy, Edwin berhasil mengumpulkan kekayaan US$1,6 miliar dan berada pada peringkat ke-13. Kepemilikan di Adaro tidak secara langsung, melainkan melalui perusahaan ekuitas pribadi, Saratoga Capital. Lewat Saratoga juga, Edwin mengendalikan perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Infrastruktur Menara Bersama.
http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...ya-karena-alam


Kaya Raya dari Batubara Berapa Buat Negara?

-----------------------

Kaya dari menyedot kekayaan alam Indonesia yang menurut konstitusi adalah hak rakyat. Asal pajaknya mereka bayar secara jujur, kagak apa-apa. Tapi kalau mereka masih suka beklerjasama dengan Gayus cs, itumah namanya pengkianatan atas kekayaan negeri ini
ijin nyimax.....emoticon-Coolcool


http://fbsbandung.blogspot.com/
kalau mau terjun di bisnis tapi tetap jujur bagus itu, hindari kkn yang merugikan rakyat
semoga ane bisa menduduki posisi beliau nantinya emoticon-Peluk
Yang bikin ngenes cuma satu....
Gaji di tempat konglomerat di atas kecil banget...
Tanya aja ama teman agan yang kerja di wilmar, djarum dan trans tv
Akhirnya (kalau boleh disebut demikian, sebab sebetulnya belum akan berakhir sih), para konglomerat ini meniru jurus-jurus kolonial negeri-negeri besar yang menyedot kekayaan alam Indonesia.

Bisa nggak sih ya, kalau enterpreneurship para konglomerat pribumi ini dikembangkan bukan dari mengeruk kekayaan alam?
Benar gan, ane dah pernah kerja di dua perusahaan yang agan sebutkan. Gaji-nya bikin ngenes, masih lebih mending diperkebunan milik PMA. Bonusnya itu bikin nggak tahan ane..

Quote:Original Posted By DeepSubmerge
Yang bikin ngenes cuma satu....
Gaji di tempat konglomerat di atas kecil banget...
Tanya aja ama teman agan yang kerja di wilmar, djarum dan trans tv


komen koplak dari TSemoticon-Ngakak

sebagai pengusaha kalo diajak kerjasama yang menguntungkan, WHY not?

ntah kalo gak mau kerjasama, ehh malah dipersulit, menurut TS bagusan gimana, kerja sama ato gak?emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Forbes ga ngitung pajak sekalian nih.. Apalagi pajak yg gak dibayar2 kerjasama ama Gayus dulu.
640 TRILIUN...???
itu duit banyaknya bagaimana ya?

tapi rata2 orang diatas adalah kroni-kroni SOEHARTO zaman ORBA DULU, ane gak bangga dengan kekayaan yang mereka mereka miliki, kekayaan didapat dari NEPOTISME dengan PENGUASA saat itu.. ini lah indonesia, negeri yang sangat ramah, ramah terhadap PENGUASA yang menghisap kekayaan negeri ini. celakanya ane baru amati itu orang terkaya adalah orang dari PERUSAHAAN DJARUM, yang notabene PERUSAHAAN ROKOK, ane mirisnya dari setiap SEN uang yang mereka dapat, adalah hasil pengrusakan mereka terhadap paru-paru manusia Indonesia.

well hell, emoticon-Cape d... (S)

Quote:Original Posted By julianirani
10 Miliarder Indonesia 2012 versi Forbes, Sumber Kekayaan Utama Batubara & Sawit

Ini, 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes
Rabu, 24 Oktober 2012 | 02:06 WIBl

TEMPO.CO, Jakarta- Majalah ekonomi Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di seluruh dunia, Forbes 400. Dalam daftar tersebut, terselip 10 nama miliarder asal Indonesia yang menduduki peringkat 146 hingga 764.Dalam daftar Forbes 400 yang dirilis pada Jumat, 19 Oktober 2012, peringkat teratas miliarder asal Indonesia ditempati oleh dua bersaudara bos Grup Djarum, Robert dan Michael Hartono. Dalam perhitungan yang dilakukan pada Maret 2012, Robert dan Michael memiliki aset masing-masing US$ 6,5 miliar dan US$ 6,3 miliar. Keduanya pun bertahan sebagai jawara miliarder Indonesia.

Di posisi 10 besar pun muncul nama-nama baru diantaranya bos Trans Corp, Chairul Tanjung; pemilik Indorama, Sri Prakash Lohia; dan bos Harum Energy, Kiki Barki. Namun ada juga konglomerat yang harus terlempar dari urutan 10 besar seperti bos Grup Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja; pemilik Salim Grup, Anthony Salim; bos Sampoerna. Putra Sampoerna; dan pemilik pabrik rokok Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo.

Berikut daftar 10 besar miliarder Indonesia 2012 versi Forbes.

1. Robert Budi Hartono
Posisi di Forbes : 146
Aset 2011 : US$ 14 miliar (gabungan dengan Michael Hartono)
Aset 2012 : US$ 6,5 miliar
Posisi 2011 : 1
Sumber kekayaan : bank (Bank Central Asia, pabrik rokok (Djarum)

2. Michael Hartono
Posisi di Forbes : 157
Aset 2011 : US$ 14 miliar (gabungan dengan Robert Budi Hartono)
Aset 2012: US$ 6,3 miliar
Posisi 2011 : 1
Sumber kekayaan : bank (Bank Central Asia, pabrik rokok (Djarum)

3. Martua Sitorus
Posisi di Forbes : 377
Aset 2011 : US$ 2,7 miliar
Aset 2012: US$ 3 miliar
Posisi 2011 : 7
Sumber kekayaan : minyak sawit (Wilmar)

4. Dato Low Tuck Kwong
Posisi di Forbes : 304
Aset 2011 : US4 3,7 miliar
Aset 2012 : US$ 3,6 miliar
Posisi 2011 : 4
Sumber kekayaan : batubara (Bayan Resources)

5. Sukanto Tanoto
Posisi di Forbes : 418
Aset 2011 : US$ 2,8 miliar
Aset 2012: US$ 2,8 miliar
Posisi 2011 : 6
Sumber kekayaan : sawit, kertas (Raja Garuda Mas, Asia Pulp and Paper)

6. Peter Sondakh
Posisi di Forbes : 464
Aset 2011 : US$ 2,6 miliar
Aset : US$ 2,6 miliar
Posisi 2011 : 8
Sumber kekayaan : perusahaan investasi (Grup Rajawali)

7. Achmad Hamami & family
Posisi di Forbes : 578
Aset 2011 : US$ 2,2 miliar
Aset 2012 : US$ 2,2 miliar
Posisi 2011 : 10
Sumber kekayaan : alat berat (Trakindo Utama)

8. Sri Prakash Lohia
Posisi di Forbes : 634
Aset 2011 : US$ 1,7 miliar
Aset 2012 : US$ 2 miliar
Posisi 2011 : 13
Sumber kekayaan : tekstil dan plastik (Indorama)

9. Chairul Tanjung
Posisi di Forbes : 634
Aset 2011 : US$ 2,1 miliar
Aset 2012 : US$ 2 miliar
Posisi 2011 : 11
Sumber kekayaan : media dan ritel

10. Kiki Barki
Posisi di Forbes : 764
Aset 2011 : US$ 1,3 miliar
Aset 2012: US$ 1,7 miliar
Posisi 2011 : 17
Sumber kekayaan : batubara (Harum Energy)
http://www.tempo.co/read/news/2012/1...2-Versi-Forbes



Kaya Raya dari Batubara Berapa Buat Negara?

-----------------------

Kaya dari menyedot kekayaan alam Indonesia yang menurut konstitusi adalah hak rakyat. Asal pajaknya mereka bayar secara jujur, kagak apa-apa. Tapi kalau mereka masih suka beklerjasama dengan Gayus cs, itumah namanya pengkianatan atas kekayaan negeri ini


nice info gan...ane interest di bidang tambang nich...jadi semangat ngegarap tambang, hehe...
ane urutan ke 11 loh gan emoticon-Malu
wah, kapan ya ane masuk jajaran 10 Miliarder versi Forbes? Bisa pasti gan, selama ada usaha...
Orde boleh berubah ... tetapi konglomerat yang menghisapkekayaan alam negeri ini, orang tetep aja yang itu-itu saja. Hanya regenerasinya saja!