alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5086a132532acf8d05000014/banjir-jakarta-warga-kampung-pulo-keberatan-pindah-ke-rusun
(Banjir Jakarta) Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun
Quote:
sumber

Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Senin, 22 Oktober 2012

(Banjir Jakarta) Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun
Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak, Jawa Barat, Minggu malam, mengakibatkan volume air di Kali Ciliwung meningkat. Seperti biasa, daerah Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, pun tergenang luapan air kali tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjadi daerah langganan banjir tidak membuat warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tergiur untuk pindah. Jika ditanya, hampir seluruh warga setempat menolak untuk pindah dari kampung yang kerap disebut kampung banjir tersebut.

"Kurang setuju saja. Kurang cocoklah kalo ke rumah susun, enggak nyaman aja kayaknya," ujar Mut (49), warga RT 03 RW 03, Kampung Pulo, Senin (22/10/2012).

Menurut wanita yang telah tinggal di Kampung Pulo seumur hidupnya itu, beragam bayangan ketidaknyamanan menghantui benaknya jika ia beserta keluarga tinggal di rumah susun. Mulai mengubah pola kehidupan, bahaya kebakaran, hingga kebocoran instalasi saluran air.

Hal senada diungkapkan Dewi (27). Menurut ibu tiga anak itu, ia sebenarnya sudah tak tahan dengan banjir yang terus-terusan melanda kampung kelahirannya. Namun, dengan tegas ia menolak untuk direlokasi ke rumah susun, sesuai dengan program gubernur-wakil gubernur DKI terpilih.

"Kita kan punya anak kecil, ribet. (Bagus) kalau kita dapat yang bawah, nah kalau kita dapat yang atas? Mending tinggal di sini ajalah," ujarnya.

Bagi warga lain, Nurdi (52), pada dasarnya, ia mengikuti saja apa program dari pemerintah. Namun, warga RT 04 RW 03, Kampung Pulo, yang berkediaman persis di pinggir Kali Ciliwung tersebut ragu bisa beraktivitas dengan nyaman seandainya pindah ke rumah susun.

"Saya kan jahit tiap hari, langganan sudah banyak. Belum terbayang aja kalau pindah ke rumah susun. Tapi, asal ada perubahan sajalah," ujarnya.

Jadi, apa langkah ibu atau bapak agar terhindar dari musibah banjir yang terjadi tiap tahun? Hampir semuanya kompak menjawab, "Pasrah dan memilih bertahan di lantai dua rumah."

Hingga kapan? Semuanya pun tak tahu pasti.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...indah.ke.Rusun


belum mulai hujan saja, ada wilayah di Jakarta yang tergenang banjir dari banjir kiriman sampai setinggi pinggang, masalah banjir di Jakarta memang memerlukan usaha semua pihak untuk mengatasinya, gan. emoticon-Embarrassment


Lihat Kampung Pulo, Jokowi Menghela Napas Panjang
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 23 Oktober 2012 | 18:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut saat melihat kawasan Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Jokowi terus menyusuri Kampung Pulo yang menjadi langganan banjir di Jakarta.

Ia juga menyempatkan diri untuk meninjau bantaran Kali Ciliwung itu bersama dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo. Saat ditanya hasil peninjauan sementara menyusuri Kampung Pulo, Jokowi menghela napas panjangnya.

"Jakarta ini belum hujan saja sudah banjir sehingga diperlukan solusi," kata Jokowi di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Terkait banjir yang menerjang Kampung Pulo, Jokowi bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Yang paling penting itu selamat semuanya, banjir, dan tidak ada banjirnya itu," katanya.

Apakah solusi yang akan diberikan oleh orang nomor satu di Ibu Kota itu terhadap permasalahan banjir di Kampung Pulo? Jokowi mengatakan akan mengandalkan keahliannya berkomunikasi bersama warga.

"Solusinya seperti apa, ya nanti akan saya tanya ke masyarakat, apakah maunya kampung deret atau maunya rusun. Apakah enggak mau dipindah, tetapi diapakan dan sebagainya," kata Jokowi.

Ia juga mengatakan baru akan bermusyawarah dengan warga untuk mengatasi permasalahan banjir yang selalu datang menerjang kampung mereka.

"Oleh sebab itu, saya baru akan bertanya kepada masyarakat pengennya itu yang seperti apa? Pengennya dicari solusi seperti apa? Saya enggak berani menentukan sebelum berbicara ke masyarakat. Mungkin nanti ya sehari sampai dua hari saya mau ketemu dengan suasana yang tidak seperti ini," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyatakan tidak akan terburu-buru untuk memutuskan apakah di Kampung Pulo akan dibangun kampung deret atau tidak.

"Intinya sih ya ke sana, ke kampung deret. Tapi, saya mau tanya ke masyarakat dulu tidak mau tergesa-gesa," ujar Jokowi.

Jokowi tiba di Kampung Pulo sekitar pukul 15.30 WIB. Jokowi datang dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo, Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati.

Jokowi datang disambut sangat antusias oleh warga setempat. Jokowi pun tak sungkan melayani permintaan salaman dari warga. Selain itu, Jokowi juga sempat memberikan 23 karung beras dan secara simbolik diserahkan kepada Ketua RW setempat.

http://megapolitan.kompas.com/read/2....Napas.Panjang
Jokowi Naik Getek di Kali Ciliwung
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 23 Oktober 2012 | 19:46 WIB

(Banjir Jakarta) Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa, (23/10/2012). Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Ery Basworo; Kepala Dinas Perumahan DKI, Novizal; dan Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat menjenguk Kampung Pulo, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyempatkan diri untuk menyusuri Kali Ciliwung. Tanpa sungkan, Jokowi naik getek melihat kondisi kali utama di Jakarta tersebut.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dengan lengan panjang yang digulung naik getek bersama kepala dinas yang ikut mendampinginginya, salah satunya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo. Warga tampak menonton Jokowi dari pinggiran Kali Ciliwung.

Pada kesempatan itu, Jokowi membahas tentang pelebaran sungai, yang idealnya selebar 35 meter. Untuk anggaran pelebaran sungai, kata Jokowi, itu dari Kementerian PU. Pemprov DKI hanya membiayai nonteknis dan dialog bersama warga.

"Yang saya sampaikan tadi, nonteknisnya plus dialog-dialog kepada warga tadi. Termasuk mengajak warga, menyadarkan warga, itu proses non teknis yang harus kita lakukan. Kemudian kalau sudah, baru berbicara. Misalnya kampung deret dari APBD. Rusun berarti dari Kemenpera. Jurusnya banyak sekali," kata Jokowi di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2012).

Selain itu, Jokowi juga meminta Ery untuk membersihkan sampah-sampah yang menyumbat selokan kecil dan Kali Ciliwung.

"Tadi memanggil Dinas PU untuk membersihkan semuanya. Selokan kecil, selokan besar," kata Jokowi seusai menyusuri Kali Ciliwung.

Jokowi menginstruksikan kepada Kepala Dinas PU agar pembersihan itu dilaksanakan dalam tenggang waktu dua sampai tiga hari ke depan.

"Dalam sehari, dua hari, tiga hari ini harus dibersihkan. Yang kayak di Pademangan itu kan langsung dibersihkan," katanya.

Selain itu, Jokowi juga berjanji untuk menunjukkan kepada warga bagaimana membuat sanitasi yang baik untuk sebuah kampung.

"Nanti saya tunjukkan bagaimana membuat micro library. Bagaimana membuat area hijau, membuat formula septic tank, membuat sanitasi yang baik untuk sebuah kampung," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo mengatakan akan mempertahankan lebar Kali Ciliwung sekitar 35 sampai 50 meter.

"Kali Ciliwung miliknya Pemerintah Pusat. Dia mensyaratkan sekitar 50 atau 35 meter lebarnya. Itu yang harus dipertahankan. Karena apapun yang kita lakukan, kalau tidak cukup lebar akan terus menggenangi atau membanjiri. Sedikit saja pasti banjir. Apalagi daerah Kampung Pulo ini adalah daerah cekung. Jadi, kalau banjir sedikit saja sudah tergenang," kata Ery.

http://megapolitan.kompas.com/read/2....Kali.Ciliwung

gubernur DKI yang baru seminggu dilantik meninjau ke lokasi banjir gan. emoticon-Malu (S)
Jokowi Ajukan Tiga Proposal ke Warga Kampung Pulo
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 23 Oktober 2012 | 19:09 WIB

(Banjir Jakarta) Warga Kampung Pulo Keberatan Pindah ke Rusun
Warga beraktivitas di tengah banjir yang merendam kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/2/2012). Hujan deras yang melanda Bogor sejak Minggu menyebabkan Sungai Ciliwung meluap dan merendam ratusan rumah warga yang ada di pinggiran sungai ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mengajukan tiga konsep terkait penyelesaian masalah banjir yang sering menerjang Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Nanti akan ada upgrading kampung, ada kampung deret, dan ada rusun. Macam-macam jurusnya. Kira-kira itu nanti yang akan kita tawarkan ke masyarakat," kata Jokowi di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Oleh karena itu, kata Jokowi, diperlukannya penataan kampung. Pembangunan kota, kata dia, dimulai dari penataan kampung.

"Baik dengan rusun, kampung deret, maupun upgrading kampung. Semuanya akan dilakukan, tapi lewat proses-proses dialog dengan masyarakat. Tidak langsung mutus-mutusin," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan itu melalui proses dialog bersama masyarakat.

"Segera dimulai dengan masyarakat. Perlu proses lah. Mungkin enggak sekali, dua kali, tiga kali ketemu. Saya aja pas di Solo itu bisa 54 kali ketemu," kata Jokowi.

Jokowi menyebut peninjauannya ke Kampung Pulo kali ini sudah mulai masuk ke dalam proses partisipasi dengan publik.

"Ini mulai proses partisipasi publiknya, nanti realisasi kalau sudah ketemu jurusnya, ya langsung saja. Januari-Februari dimulai. Tapi jangan top down lah. Kombinasi bottom up dan top down," katanya.

Sementara untuk alternatif upgrading kampung, Jokowi mengatakan, harus dapat mengkombinasikan solusi tersebut. Sehingga solusi tersebut bisa bermanfaat bagi semuanya.

"Nanti kalau sudah ada gambar-gambarnya selesai, baru saya bawa ke masyarakat, ada alternatif ini itu. Mana yang dipilih gitu lho, tidak langsung. Ini kombinasi top down dan bottom up," ujarnya.

Sementara untuk normalisasi Kali Ciliwung yang saat ini mengalami penyempitan merupakan kewenangan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya melaksanakan proses nonteknis dan mengajak dialog warga.

"Saat ini, Kementerian PU sudah siap untuk melakukan normalisasi Kali Ciliwung. Namun harus ada dialog dengan warga terlebih dahulu," ujar Jokowi.

Jokowi tiba di Kampung Pulo sekitar pukul 15.30 WIB. Jokowi datang dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo, Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati.

Jokowi datang disambut sangat antusias oleh warga setempat. Jokowi pun tak sungkan-sungkan untuk melayani permintaan salaman dari para warga. Selain itu, Jokowi juga sempat memberikan sebanyak 23 karung beras, dan secara simbolik diserahkan kepada Ketua RW setempat.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...a.Kampung.Pulo

Quote:
Oleh karena itu, kata Jokowi, diperlukannya penataan kampung. Pembangunan kota, kata dia, dimulai dari penataan kampung.

"Baik dengan rusun, kampung deret, maupun upgrading kampung. Semuanya akan dilakukan, tapi lewat proses-proses dialog dengan masyarakat. Tidak langsung mutus-mutusin," ujarnya.


gubernur DKI yang baru dilantik seminggu ini kayaknya punya beberapa pendekatan yang layak diperhitungkan dalam usaha mengatasi permasalahan banjir menahun di Jakarta gan. emoticon-Malu
gw kagak nyangka, ternyata jokowi punya banyak ide untuk atasi masalah banjir jakarta.
sekarang tinggal warga kampung setempat, mau kagak pake ide pak jokowi.
lebih baik mereka mikir yang bener, jangan egois pokoknya nggak mau pindah.
persepsinya kalo tinggal di rusun ngga enak. persepsi mengalahkan fakta di lapangan. ya udah, pas banjir suruh mereka ngungsi dolo ksana dan dibayar! pengen tau, mereka bakalan kebetahan dsana apa ngga
warganya aja buang sampah di sungaiemoticon-Ngakak
Warga Kampung Pulo Tolak Direlokasi Jokowi
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 23 Oktober 2012 | 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah dikunjungi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, warga Kampung Pulo tetap menolak untuk direlokasi. Mereka juga menolak untuk dipindahkan ke rumah susun.

"Kalau relokasi enggak mungkin. Rumah susun juga enggak mungkin. Sebab, dari zaman baheula, zamannya Sutiyoso, sampai sekarang warga akan menolak," kata Faisal, Ketua RW 03, di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Faisal yang merupakan warga Betawi asli juga menolak jika rumahnya digusur.

"Kalau kami, warga Betawi, tahu persis kali itu dulu segimana. Bukit Duri lebih, di Pulo juga lebih. Nah, kelebihannya itu, yang dasarnya kali jadi kali," ujarnya.

Sementara terkait kunjungan Jokowi ke Kampung Pulo, Faisal amat mengapresiasinya. Sebab, kata Faisal, gubernur sebelum Jokowi belum pernah memberikan perhatiannya kepada warga di wilayah langganan banjir itu.

"Kunjungan seperti ini ya bagus. Berdialog dengan warga sendiri bagus. Kalau yang dulu, enggak," katanya.

Ia pun mengatakan akan terus berkoordinasi dengan gubernur untuk penyelesaian masalah banjir ini.

"Ya, musyawarah dengan warga. Enak kan yang musyawarah. Tanpa musyawarah enggak bakal terjadi," ujar Faisal.

Ia kembali menegaskan bahwa warga Kampung Pulo pun menolak untuk dipindah ke rumah susun.

"Rusun yang ada saja tidak terpakai. Contoh di Kebon Manggis, Pondok Kopi. Enggak nyata kan. Kalau di sini kenapa, sentral bisnis. Jadi, warga di sini kebanyakan pedagang dan pekerja di Pasar Jatinegara," kata Faisal.

Sementara itu, saat ditanya mengenai jadwal dialog bersama gubernur, Faisal mengatakan semuanya tergantung jadwal Jokowi.

"Tergantung beliau saja, program beliau bagaimana. Tapi, sudah dijadwalkan," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sudah berjanji akan mengajak warga Kampung Pulo berdialog untuk menemukan solusi yang akan digunakan untuk mengentaskan permasalahan banjir di kawasan tersebut.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...elokasi.Jokowi

Quote:
Sementara terkait kunjungan Jokowi ke Kampung Pulo, Faisal amat mengapresiasinya. Sebab, kata Faisal, gubernur sebelum Jokowi belum pernah memberikan perhatiannya kepada warga di wilayah langganan banjir itu.

"Kunjungan seperti ini ya bagus. Berdialog dengan warga sendiri bagus. Kalau yang dulu, enggak," katanya.


selamat deh buat yang nyoblos bapak ini waktu pilkada barusan, kayaknya gubernur DKI yang baru ini boleh juga, gan. emoticon-Malu (S)

semoga beliau ini dapat selalu mempertahankan kinerjanya dalam mengatasi berbagai masalah di DKI Jakarta. emoticon-Peace
mau bagaimana solusinya klo didialogin ama warga ane yakin hasilnya juga bakalan muasin semua pihak.
jadi kagag asal bikin program sedang warganya aja kagag setuju.
lanjut terus pak joko
Gw sedikit bingung sama jokowi, kok yang turun terus gubernurnya, itu walikota kerjanya ngapain ya

Bukan maksudnya gak suka sama jokowi, saya mendukung malah. Tapi ya itu, kok kayaknya yang kerja hanya jokowi, walikotanya antah berantah
Quote:Original Posted By kambingoranye
Gw sedikit bingung sama jokowi, kok yang turun terus gubernurnya, itu walikota kerjanya ngapain ya

Bukan maksudnya gak suka sama jokowi, saya mendukung malah. Tapi ya itu, kok kayaknya yang kerja hanya jokowi, walikotanya antah berantah


bisa jadi bagi para pejabat sebelumya pemandangan seperti ini sudah biasa banget gan, jadi cukup dengar laporan sambil mengurus proyek lain yang lebih penting, lalu ambil keputusan sepihak tanpa berunding dengan warga masyarakat. emoticon-Embarrassment

sehingga gaya pendekatan "wong ndeso" bapak Jokowi ini jadi terlihat mencolok di kota megapolitan Jakarta, tapi siapa tahu kerumitan masalah Jakarta justru suatu waktu akan bisa sedikit teratasi dengan "gaya ndeso" ini, gan. emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By kambingoranye
Gw sedikit bingung sama jokowi, kok yang turun terus gubernurnya, itu walikota kerjanya ngapain ya

Bukan maksudnya gak suka sama jokowi, saya mendukung malah. Tapi ya itu, kok kayaknya yang kerja hanya jokowi, walikotanya antah berantah


walikota jakarta kan ditunjuk gubernur.... sifatnya jadi kayak penghubung doang, tapi masalahnya, karena sistem birokrasi di jakarta, dan gaya pemerintahan Pak Jokowi yang seperti itu, walikota perannya baru akan kelihatan nanti, karena biar bagaimanapun, gubernur baru ini lebih suka melihat sendiri kondisi lapangan daripada sekedar menerima laporan bawahannya saja.
Syukurlah di negeri ini masih ada figur pemimpin yang mau turun ke lapangan melihat dan mendengar aspirasi masyarakatnya.

Mudah-mudahan dedikasinya kepada masyarakat mendapatkan kelancaran.
saran gue biar warga gak ngeyel dikasih opsi : 10 orang pertama yang setuju akan dapat hunian gratis.
10-50 biaya murah.
50-100 biaya diskon sekian persen
dst

ntar tinggal bbrp yg ngeyel kan jadi gak enak kalo tetap ngotot tinggal ditanah bukan hak dia.
Quote:Original Posted By Nightforce13


walikota jakarta kan ditunjuk gubernur.... sifatnya jadi kayak penghubung doang, tapi masalahnya, karena sistem birokrasi di jakarta, dan gaya pemerintahan Pak Jokowi yang seperti itu, walikota perannya baru akan kelihatan nanti, karena biar bagaimanapun, gubernur baru ini lebih suka melihat sendiri kondisi lapangan daripada sekedar menerima laporan bawahannya saja.


Masalahnya laporan dari bawahannya ngga sesuai dengan fakta yang ada dilapangan gan... Ente coba simak berita sidaknya Mas Joko ke kantor2 kecamatan... Faktanya mereka tu banyak yang cuma makan gaji buta gan...
JOKOWI LANJUTKAN....
tiap orang punya opini masing2 ya gan mungkin karena udah jadi tanah kelahirannya jadi warga sana ga pengen pindah, menurut ane demi kebaikan warga di sama juga, mending pindah deh, karena kerugiannya bakal lebih banyak kalo warga masi ngotot tinggaldi kampung tersebut cmiiw emoticon-I Love Indonesia (S)
warganya klo susah diatur repot juga ntar jadinya emoticon-Cape d... (S)
POINT NYA YA CUMA INI .............

Quote:Original Posted By M0squit0

"Solusinya seperti apa, ya nanti akan saya tanya ke masyarakat, apakah maunya kampung deret atau maunya rusun. Apakah enggak mau dipindah, tetapi diapakan dan sebagainya," kata Jokowi.

Ia juga mengatakan baru akan bermusyawarah dengan warga untuk mengatasi permasalahan banjir yang selalu datang menerjang kampung mereka.

"Oleh sebab itu, saya baru akan bertanya kepada masyarakat pengennya itu yang seperti apa? Pengennya dicari solusi seperti apa? Saya enggak berani menentukan sebelum berbicara ke masyarakat. Mungkin nanti ya sehari sampai dua hari saya mau ketemu dengan suasana yang tidak seperti ini," kata Jokowi.
http://megapolitan.kompas.com/read/2....Napas.Panjang


wakwakakwakwka..... langsung ke rakyat.... koalisi rakyat....

yang duduk-duduk di kebon sirih jangan banyak bacot ya, kalian bukan wakil saya (rakyat), wong pak joko aja langsung ngomong ke kami (rakyat),
warga nya kok ya guoblok ndak mau di relokasi ...

dah susah2 dicariin solusi malah seneng nya kebanjiran ..
Quote:Original Posted By valentinovsky
POINT NYA YA CUMA INI .............



wakwakakwakwka..... langsung ke rakyat.... koalisi rakyat....

yang duduk-duduk di kebon sirih jangan banyak bacot ya, kalian bukan wakil saya (rakyat), wong pak joko aja langsung ngomong ke kami (rakyat),


Setuju bro... malah kritik2 jangan banyak jalan2, sendirinya suka jalan2 ke luar negeri.

PEMILU 2014 ANE GOLPUT !!!
pinter nih jokowi, warga disuruh milih, tar kalo udha milih terus direalisasikan gk mau jalanin kan malu sendiriemoticon-Cendol (S)

ayo banjir macet, ada faktor human nya loh...
×