alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5086508d552acf9231000011/korupsi-di-kanwil-kemenag-diduga-rugikan-negara-rp-1-miliar
Thumbs down 
Korupsi di Kanwil Kemenag Diduga Rugikan Negara Rp 1 Miliar
Dugaan korupsi dengan modus perjalanan dinas fiktif menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar lebih mengguncang Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa pejabat dan bendahara kini sedang diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

"Ada beberapa kasus yang jika diakumulasikan nilai kerugian negara Rp 1 miliar lebih. Satu kasus diantaranya transportasi (perjalanan dinas) fiktif," kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati NTT, Jemmy N Tirayudi, S.H, ketika dikonfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2012).

Ia menjelaskan, Tim Penyidik Kejati NTT kini sedang menangani kasus dugaan korupsi tersebut. Uang negara yang diduga telah disalahgunakan senilai Rp 1 miliar lebih. Modus operandi kasus yang terjadi tahun 2010 lalu, lanjut Jemmy, perjalanan dinas fiktif dan sejumlah kegiatan fiktif lainnya di lingkungan Kanwil Agama NTT.

Dikatakannya, dugaan korupsi tersebut sudah diendus aparat Kejati NTT beberapa waktu lalu. Setelah melalui proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) secara intensif, akhirnya kasus tersebut ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan.

Penyidikan kasus itu, kata Jemmy, berdasarkan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, tanggal 10 Oktober 2010, Nomor: Prin- 227/P.3/Fd.1/10/2012) tentang melakukan penyidikan terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi pada Kanwil Kementerian Agama NTT Tahun Anggaran (TA) 2010.

Atas dasar itu, lanjut Jemmy, mulai Senin (15/10/2012) pagi, Tim Penyidik Kejati NTT memeriksa beberapa oknum pegawai Kanwil Kementerian Agama NTT yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Adapun tim penyidik yang menangani kasus itu, kata Jemmy, yakni Yoni E Malaka, S.H, Marthin T Suluh, S.H dan Henderina Malo, S.H.

Hingga Selasa (16/10/2012), demikian Jemmy, sedikitnya empat sampai lima oknum pegawai Kanwil kementerian Agama NTT telah diperiksa. Tiga oknum yang dimintai keterangan pagi kemarin, yaitu Arnold Bria Sae, salah satu pegawai Kantor Kementrian Agama Kabupaten Belu. Arnold Bria, diperiksa penyidik Henderina Malo, S.H.

Berikutnya, Herman Mada, mantan Pejabat Sementara Kepala Bidang Pendidikan Agama Katolik (Pendakat) Kanwil Kementerian Agama NTT, dan Sega Fransiskus, mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama NTT.

Jemmy juga membenarkan, baru kali ini penyidik Kejati NTT mengendus kasus dugaan korupsi yang terjadi pada institusi yang membidangi urusan agama tersebut. Mengingat penanganan kasus ini sudah pada tahap penyidikan, lanjut dia, maka pihaknya akan meningkatkan intensitas pemeriksaan. Targetnya pada akhir tahun 2012 nanti, kasus tersebut sudah tuntas.

"Pemeriksaan kasus ini sudah dimulai Senin (15/10/2012). Kami menargetkan sampai akhir tahun 2012 nanti, kasus ini sudah tuntas," tegas Jemmy.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, sejak proses pulbaket hingga kasusnya ditingkatkan ke penyidikan, tim penyidik kejati NTT sudah memanggil dan mengambil keterangan sejumlah pegawai pada lingkungan Kanwil Kementerian Agama NTT.

Beberapa pejabat yang telah dimintai keterangan, yakni Anton Nggaarua (Kepala Sub Bagian Urusan Personalia/Kasubag UP), Yosefina Neonbeni (Kasubag Keuangan), Agus Moa Minggu, Gregorius Huler (staf Bagian Keuangan), dan Piet Mela (mantan Kasi Bimas Katolik Kantor Kementeian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan) dan beberapa oknum pegawai lainnya.

Jemmy menambahkan, selama tahun 2012 ini, Kejati NTT bersama seluruh kejaksaan di kabupaten di daerah ini menangani 18 kasus dugaan korupsi pada sejumlah daerah di NTT. Jumlah kasus tersebut kemungkinan bertambah pada hari-hari mendatang.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Domu Sihite, S.H, M.H ketika dimintai komentarnya tentang penanganan kasus tersebut mengatakan, kasus dugaan korupsi pada Kanwil Kementerian Agama NTT sedang berjalan. Karena itu, biarkan semuanya berproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Penanganan kasus hukum ini hal biasa di kejaksaan. Saat ini penyidik sedang bekerja menangani kasus itu. Biarkan semuanya berjalan," ujar Sihite, sembari berjalan menuju ruang kerjanya, Selasa pagi kemarin

http://www.tribunnews.com/


Spoiler for komentar:
dari agama mereka melakukan korupsi.
yang artinya mereka memanfaatkan agama dalam melakukan kejahatan.
kalau masih di bela artinya . . . silakan jawab sendiri emoticon-Malu (S)