alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5085edfa5a2acfc76b00000a/muhaimin-iskandar-kampus-di-indonesia-ketinggalan-zaman-bisanya-hasilkan-penganggur
Muhaimin Iskandar: Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman, Bisanya hasilkan Penganggur
Muhaimin Iskandar: Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman, Bisanya hasilkan Penganggur
Menakertrans, Muhaimin Iskandar

Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman
Selasa, 23 Oktober 2012 00:05 WIB

Jumlah sarjana yang menganggur di Indonesiaterus meningkat dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, awal tahun 2006 jumlah sarjana yang belum bekerja mencapai 385.400 orang. Tahun 2011 jumlahnya diperkirakan telah melebihi angka satu juta orang. Hal ini mengingat setiap tahunnyaIndonesiamemproduksi sekitar 300.000 sarjana dari sekitar 2.900 perguruan tinggi. “Jumlahnya mungkin sudah sekitar 11,78 persen dari total angka pengangguran di Indonesia,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) A Muhaimin Iskandar, di Jakarta.

Menurut Muhaimin, kondisi ini sangat ironi. Pasalnya, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan paling tinggi dibandingkan sektor-sektor lain, yakni 20 persen dari total anggaran APBN. “Tetapi istilah pengangguran intelektual masih kerap kita dengar, bahkan cenderung terus meningkat,” ujarnya.

Dibandingkan dengan zaman orde baru, ketika Menteri Pendidikan Fuad Hasan menerapkan sistem link and match, kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Dulu, jumlah pengangguran tinggi karena Indonesia kurang orang-orang yang terdidik, tetapi sekarang jumlah pendidikan tinggi semakin banyak, pengangguran juga semakin tinggi. Dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura, masih terlalu jauh. “Karena itu kampus semestinya harus kembali ke basic, yakni mendidik mahasiswa untuk memiliki keterampilan di luar kemampuan utamanya sebagai intelektual. Sehingga ketika lulus nanti, mereka siap memasuki dunia kerja,” kata Muhaimin.

Menakertrans melihat, perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada sekarang masih kurang memberi ruang kepada mahasiswa untuk memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Kampus masih cenderung mencetak mahasiswa yang memiliki intelektual tinggi, tetapi sulit diserap oleh pasar kerja. Sementara yang diperlukan dunia kerja tidak hanya intelektual tinggi, tetapi juga keterampilan praktis. “Jadi tolong kampus dijadikan tempat pencetak sarjana-sarjana pintar dan tenaga kerja yang siap pakai. Dengan demikian, kampus tidak lagi menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran di Indonesia,” ujarnya.
http://www.tribunnews.com/2012/10/23...inggalan-zaman

Quote:
"Tak Bisa Bahasa Inggris, Kok Jadi Menteri"
Itulah kritikan Wakil Ketua DPD La Ode Ida terhadap Muhaimin yang diplot jadi Menaker.
Senin, 19 Oktober 2009, 15:11

VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah, La Ode Ida, menilai 50 persen nama-nama yang muncul untuk mengisi kabinet pemerintahan SBY-Boediono tidak sesuai kompetensi. Bahkan ada menteri yang tak bisa berbahasa Inggris, ditaruh sebagai menteri yang juga mengurusi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. "Pos ini harus diisi orang yang bisa bahasa Inggris. Calonnya tidak bisa bahasa Inggris," kata La Ode dalam diskusi di Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin 19 Oktober 2009.

Helmy Faisal, yang mendapat posisi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal juga dikritik. Helmy dinilai La Ode tidak tepat mengisi pos tersebut. "Indonesia Timur menanti gebrakan dari kementerian ini. Sejak awal ada, tidak ada gebrakan. Dia (Helmy) tidak tepat," katanya. Kemudian, Djoko Kirmanto dan Sudi Silalahi juga tidak layak lagi menjadi menteri karena usia dan problem kesehatan. "Harusnya pensiun saja," ujar La Ode.

Selain mereka, La Ode berpendapat Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Perekonomian), Agung Laksono (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat), Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia), Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika) dan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan) juga tidak tepat menjabat bidang menteri yang disiapkan untuk mereka. Harusnya posisi menteri "Tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan departemen dan kementerian tersebut," ujar La Ode.
http://politik.news.viva.co.id/news/..._jadi_menteri_



-------------------------

Muhaimin Iskandar: Kampus di Indonesia Ketinggalan Zaman, Bisanya hasilkan Penganggur

Sekiranya para sarjana itu punya TOEFL atau IELTS bagus atau sejenisnya, serta bisa nyerocos bahasa Inggris saja, maka bekerja di luar negeri sebagai TKI Skill, cukup luas lowongannya di negeri asing. Masalahnya, mereka payah bahasa inggrisnmya, seperti juga halnya Pak menteri satu ini, yang bisa diangkat jadi menteri padahal kagak bisa bahasa inggris ... emoticon-Big Grin
sama kayak situ kan ?
gak diterima kerja dimana2
modal congor bisa jadi politisi
jilat pantat demokrat
jadi deh mentri

emoticon-Cape d... (S)
Lah berarti dia gak becus kan jadi menteri?
Gak bisa menyediakan lapangan kerja yg cukup
Kok malah nyalahin kampus emoticon-Cape d...
Si imin ini punya keahlian apa sih? emoticon-Bingung (S) selain 'mbacot' tentunya
ane ga masalah sama dia bisa bahasa inggris atau tidak, itu bisa diatasi dengan penerjemah. Cuma, apa keputusan-keputusan yang beliau ambil sebagai menteri itu tepat untuk mengurangi pengganguran di Indonesia?

untuk kompetensi, mungkin orang-orang di PJTKI sudah "harap maklum" dengan beliau. Bukan karena ga bisa bahasa Inggrisnya, tapi... yah you know lah...

Masalah pengangguran di Indonesia itu tinggi, alasannya sederhana gan. Orang mau buka usaha di Indonesia itu sulit. Banyak faktor-faktor tak tertulis yang menghambat orang mau buka usaha di Indonesia.

Sekarang sarjana banyak, tapi kalo perusahaan yang dibuka di Indonesia sedikit ya, cuma yang terbaik aja yang bisa masuk. Yang rata-rata ya menganggur...

Makanya, harus di export ke negeri korea, taiwan, hongkong, sukur-sukur ke timur tengah sono emoticon-Hammer

Peringatan! 

kampus yang disalahin...
gw rasa, mahasiswanya juga salahin aja krna bnyk mahasiswa yg gk kreatif. kuliahnya cuma ngejar cepet2 lulus n dpt gelar tpi gk punya keterampilan. udh gtu kerjanya milih2 krna gengsi..
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By b4djul

-------------------------

Sekiranya para sarjana itu punya TOEFL atau IELTS bagus atau sejenisnya, serta bisa nyerocos bahasa Inggris saja, maka bekerja di luar negeri sebagai TKI Skill, cukup luas lowongannya di negeri asing. Masalahnya, mereka payah bahasa inggrisnmya, seperti juga halnya Pak menteri satu ini, yang bisa diangkat jadi menteri padahal kagak bisa bahasa inggris ... emoticon-Big Grin


lho, masih mending ini gak bisa inggris jd menteri doang, lah pernah gak bisa inggris, ijazah SMA doang bisa naek jd Presiden kok emoticon-Malu

Tapi memang bener sih, mending Kampus dan Sekolah Kejuruan itu menambahkan ilmu enterpreneurship sebagai pelajaran WAJIB agar menumbuhkan semangat wirausaha biar ketika mereka lulus, mencari kerja adalah PILIHAN AKHIR yg dihindari mereka ketika gagal dlm ber wirausaha emoticon-Smilie
imin.. imin..
arahin noh congor lu ke kuping m.nuh,sesama penjilat pantat kok saling protes
bukannya itu kerjaan ini orang yah.
sama aja dia ngaku ga bisa kerja dan ga tau kerjanya apaan
kali ini ane jadi mikir juga ucapan si Imin....ada benernya juga ya
ah omdo.. emoticon-Najis

pejabat tu bisanya berkoar koar soal masalah ini masalah itu.. emoticon-Najis emoticon-Najis

gak pernah ada yg berkoar koar solusinya..
mungkin perlu ditumbuhkan jiwa wiraswasta dikalangan mahasiswa.
sampe saat ini image kerja adalah berangkat pagi pulang petang kerja ikut orang.
yang marah marah merasa tersungging ya... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By baaay
Lah berarti dia gak becus kan jadi menteri?
Gak bisa menyediakan lapangan kerja yg cukup
Kok malah nyalahin kampus emoticon-Cape d...


betul...kenapa harus kampusnya yang disalahkan??
kenapa gak pemerintahnya aja yang disalahkan karena lapangan pekerjaan yang sedikit?
sekarang tuch yang diutamakan kedekatan, kalo kaya gitu terus kapan indonesia maju
perasaan mayoritas menteri saling menyalahkan kementrian yang lain kalo ada masalah.....
ooo..begitu ya pak...trus apa tindak lanjut dari anda selaku mentri tenaga kerja???selain hina menghina ya tentunya..btw PKB namanya besar karena Alm.Gus Dur..
anda cuma mendompleng nama baiknya saja..emoticon-Cape d... (S)
waaaaaoooowwwwww,,,, bacooootttnyaaaa.... penjilaaatttt... pengkhianaaaaaaatttt...........imin taaaeeeeekkkkkkk
Padahal kalo nih congor kodok cerdas.Kenapa ga koordinasi sama BKPM, menkeu agar mempermudah iklim investasi yg berimbas perluasan lapangan kerja. Koordinasi lagi sama Mendiknas soal kurikulum perkuliahan yg harusnya mengajarkan wiraswasta sejak kuliah.

itupun kalo menteri2nya ngerti apa yg harus dilakuin.

keknya ngga sama sekali. emoticon-Big Grin
asal nguap aja kampus d salahin.... sistem pendidikan nya cak muhaimin ... kritik dari kalangan ente sndiri ... kampus d indonesia itu kbanyakn teori kyak ente bisanya ngmng kgk ada realisasi... yg bagus gimana cak