alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5085e3ac552acf940e000008/dari-1357-pengaduan-hakim-nakal-hanya-2-dipecat
Peringatan! 
Dari 1.357 Pengaduan Hakim Nakal, Hanya 2 Dipecat


inilah..com, Jakarta – Selama sembilan bulan terakhir, Komisi Yudisial (KY) telah menerima sebanyak 1.357 pengaduan tentang hakim bermasalah.

Dari, laporan masyarakat sejak Januari hingga September 2012 itu, KY telah memeriksa 153 hakim nakal. Dari 153 itu, sebanyak 18 hakim bermasalah dikenai sanksi tegas dan dua di antaranya direkomendasikan untuk dipecat.

“Rekomendasi disampaikan setelah melalui proses panjang di Majelis kehormatan Hakim.Pelaksanaan sidang majelis itu sudah empat kali," tambahnya.

Ia merinci, 18 hakim yang direkomendasikan KY terdiri dari 15 hakim Pengadilan Negeri (PN), sedangkan tiga hakim sisanya dari Pengadilan Tinggi (PT). Daerah dengan pengaduan terbanyak, lanjutnya, yakni dari tiga daerah besar di Jawa masing-masing DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Secara umum pelanggaran yang dilakukan hakim nakal itu sebagaimana dikemukakan menyangkut kode etik dan perilaku hakim. Dari sikap profesional seorang hakim, berperilaku adil serta masalah integritas hakim bersangkutan. [tjs]

sumber :http://nasional.inilah..com/read/detail/1918742/dari-1357-pengaduan-hakim-nakal-hanya-2-dipecat

waduh...emoticon-Bingungemoticon-Marahemoticon-Malucdemoticon-Turut Berdukaemoticon-Sorryemoticon-Ngacir2
gileeee...pertamaxxxxxx
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
payah kalau begitu mah.
Pengadilan kita kagak bakalan beres-beres juga. kalau hakimnya banyak yg "nakal' tapi kagak diberesin
oapa yang terjadi dngan hakim ini...?emoticon-Bingung (S)
yang ngadilin sm putuskan hakim jg gan, hari gini namanya hakim???sbelah kakinya ada di neraka gan, salah pijak kaki satunya(salah mengambil keputusan) dah semua anggota badannya di neraka.

apalagi namanya pengacara yang parlente, tau lah pasti klo ga kasus korupsi, apalah cepet, yang bener bs jd salah, yang salah bisa jd bener, kan pinter bisa mainkan pasal pembelaan.

ADUL= ada duit urusan lancar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Yudisial (KY) menerima laporan dari masyarakat terdapat 10 hakim yang mengkonsumsi narkoba. Hakim-hakim nakal tersebut tersebar di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

"Kita belum bisa publikasikan karena masih dalam tahap penyelidikan," kata Komisioner Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki, Rabu (17/10).

Suparman hanya menjelaskan, laporan tersebut datang dari istri dan selingkuhan para hakim nakal tersebut. Salah satu hakim yang termasuk dalam laporan yang diterima KY sepanjang 2011-2012 itu adalah hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Puji Wijayanto, yang diciduk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

"MA juga sudah turun periksa si Puji, karena waktu lewat, sehingga hasil tes urinnya negatif," kata Suparman.

Suparman mengaku prihatin dengan maraknya hakim yang mengkonsumsi narkoba. "Memalukan," katanya.

Berita Satu

JAKARTA: Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Asep Rahmat Fajar mengatakan sebanyak 153 hakim telah diperiksa selama periode Januari-September 2012.

"Pengaduan yang masuk 1.357 laporan, hakim yang diperiksa 153 orang," kata Asep, di Jakarta, Senin (22/10/2012).

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi sanksi sebanyak 18 buah, dimana dua diantaranya rekomendasi pemecatan.

Dari rekomendasi yang dikeluarkan, kata Asep, pihaknya bersama Mahkamah Agung (MA) telah melaksanakan sidang Majelis Kehormatan Hakim sebanayak empat kali.

Juru bicara KY ini mengungkapkan bahwa daerah dengan pengaduan terbanyak tetap di pegang DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Asep juga mengatakan bahwa prinsip kode etik yang terbanyak dilanggar adalah bersikap profesional, berperilaku adil, berintegritas tinggi.

Dia juga mengatakan bahwa dari 18 rekomendasi tersebut sebagian besar diberikan kepada hakim tingkat pertama mencapai 15 orang dan sisanya tiga hakim pengadilan tinggi.

Asep mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun lalu jumlah pengaduan dan tindaklanjut yang dilakukan cenderung meningkat.

"Tahun lalu (12 bulan) pengaduan 1.724 laporan, hakim yang diperiksa 81 orang, rekomendasi sanksi 16 buah, MKH empat kali," kata Asep.(Antara/msb)


BERITASATU.COM - "Kami tengah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah persidangan yang dipimpin Hakim Puji."

Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah menyelidiki sejumlah persidangan yang dipimpin oleh Hakim Puji Widjayanto. Hakim Puji diduga kerap mengonsumsi narkoba sebelum memulai sidang.

"Kami tengah melakukan penyelidikan terhadap sujumlah persidangan yang dipimpin Hakim Puji," kata Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto di Jakarta, Rabu (17/10).

Sebelumnya, Komisi Yudisial (KY) juga telah mendesak Mahkamah Agung (MA) untuk segera mencopot Hakim Puji dari Kejaksaan Negeri Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya, berdasarkan catatan KY, Puji telah berulang kali diperiksa terkait pelanggaran kode etik, sejak 2010.

Sebagaimana diketahui, Hakim Puji Widjayanto tertangkap basah tengah menggelar pesta narkoba jenis sabu dan ekstasi oleh jajaran BNN di Illigals Hotel & Club, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, kemarin. Hakim itu diketahui berpesta narkoba bersama sejumlah rekannya, yang satu di antaranya diketahui sebagai pengacara.

Penangkapan Puji sendiri berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya hakim nakal. Atas laporan tersebut, BNN akhirnya berhasil meringkus Puji yang tengah teler mengonsumsi narkoba.

SEMARANG, KOMPAS.com — Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Juliana Mandalena Marpaung, yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap, telah membebaskan 5 dari 7 terdakwa dalam kasus dugaan korupsi yang ditanganinya. Kartini bersama seorang hakim Tipikor Pontianak, yaitu Heru Kusbandono, dan seorang pengusaha bernama Sri Dartuti, ditangkap KPK di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/8/2012). Sri diduga adik dari Ketua DPRD Kabupaten Grobogan yang saat ini kasusnya tengah ditangani Kartini.

Berdasarkan data Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini merupakan hakim yang turut melepaskan 5 dari 7 terdakwa dalam kasus dugaan korupsi. Kelima perkara tersebut ditangani secara bersama-sama oleh Hakim Lilik Nuraini, Asmadinata, dan Kartini. Hakim Lilik saat ini sudah dipindahkan ke Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara.

Terdakwa pertama yang dibebaskan Kartini adalah Yanuelva Etlian alias Eva. Eva jadi terdakwa pembobolan Bank Jateng dan Bank Jateng Syariah Semarang tahun 2011 senilai Rp 39 miliar. Dalam putusan sela pada 29 Februari 2012, ketiga hakim itu menyatakan dakwaan dari Kejaksaan Negeri Semarang cacat. Karena itu, majelis hakim meminta Eva dikeluarkan dari tahanan. Setelah Kejaksaan Negeri mengajukan perlawanan dan meminta kasus tersebut dilanjutkan, Eva justru sudah menghilang dan belum diketahui keberadaannya. Kasus itu masih berlanjut meski terdakwa tidak pernah hadir di persidangan.

Terdakwa lain yang lolos dari jeratan hukum dalam perkara yang ditangani Kartini yakni mantan Bupati Kendal, Hendy Boedoro, dan seorang pengusaha bernama Suyatno. Keduanya jadi terdakwa kasus suap sebesar Rp 13,5 miliar. Pada kasus tersebut Suyatno dianggap tidak terbukti melakukan penyuapan pada pembangunan gedung Pemerintah Kabupaten Kendal tahun 2004 sehingga ia bebas murni pada 8 Maret lalu.

Pada 21 Maret lalu, mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, juga terbebas dari tuntunan hukuman 10 tahun penjara oleh jaksa dari Kejati Jateng. Untung dinilai hakim Tipikor, yang antara lain beranggotakan Kartini, tidak bersalah pada perkara dugaan korupsi kasda Kabupaten Sragen sebesar Rp 11,2 miliar. Dua terdakwa lain dalam kasus yang sama sudah dijatuhi vonis.

Ketukan palu Kartini juga telah membebaskan Teguh Tri, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat pemancar RRI Purwokerto sebesar Rp 4,85 miliar. Hakim Kartini beralasan, Teguh telah diadili dalam perkara yang sama oleh Pengadilan Negeri Purwokerto sehingga tidak dapat diadili di Pengadilan Tipikor dengan kasus yang sama.

Terakhir, Kartini juga menjadi majelis hakim yang membebaskan mantan Bupati Kendal, Hendy Boedoro. Hendy didakwa telah menerima suap senilai Rp 4,99 miliar dari Heru Djatmiko. Pada persidangan 15 Juni 2012, Heru dinyatakan tidak terbukti melakukan penyuapan sehingga terbebas dari jeratan hukum.

Wakil Ketua PN Semarang Ifa Sudewi menyayangkan peristiwa penangkapan hakim KM oleh KPK. Ia mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan peristiwa yang mencoreng citra Pengadilan Tipikor tersebut. "Saya sangat menyayangkan. Saat kejadian, saya langsung lemas, nangis dan sangat sedih. Usaha kami dalam membersihkan Pengadilan Tipikor tidak berbuah hasil. Saya pikir mereka sudah takut dengan adanya pemeriksaan dari MA kemarin. Tapi ternyata mereka berani bertindak seperti itu," katanya

kumpulan cerita hakim laknat
Komisi Yudisial , si *man supa*man juga cuma lips service aja, tindakan tegasnya tidak ada apalagi preventifnya,
sesama keparat di larang saling mendahului, begitu ceritanya emoticon-I Love Indonesia (S)

nggak heran lembaga peradilan Indonesia tetap jadi sarang keparat, karena korupsi berjamaah dan ber KKN untuk memanipulasi hukum emoticon-I Love Indonesia (S)

Hukum Mati Para Koruptor
Berapa persenkah 2 orang dari 1.357 hakim bermasalah yang ditindak tersebut?

Bagaimana hal ini tidak membuat rakyat kian muak dan bahkan malas melihat wajah mereka yang diharapkan dapat memberikan keadilan bagi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai sengketa.

Makanya tidak mengheran lagi, sekarang masyarakat cenderung bertindak sendiri demi kepuasan bathiniah dalam mencari keadilan di republik ini.
setorannya kuat mungkin ke penyidik gan....emoticon-Najis