alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000017003759/sate-ulat-sagu-ekstrem-tapi-disukai
Smile 
Sate Ulat Sagu, Ekstrem Tapi Disukai
Sate Ulat Sagu, Ekstrem Tapi DisukaiSelain Papeda, sate ulat sagu adalah makanan lain yang populer dan bisa Anda temui di Raja Ampat, Papua Barat. Sate ini berasal pohon sagu yang dipotong, kemudian batangnya dibiarkan membusuk. Batang yang membusuk tersebut akan memunculkan ulat-ulat. Untuk mengambilnya, batang sagu dibongkar atau dibuka. Setelah itu, ulat sagu ditusuk seperti sate lalu dibakar hingga matang. Ulat sagu yang mengkerut setelah dibakar ini meninggalkan rasa gurih di lidah karena proteinnya lumer dalam tubuh ulat tersebut setelah di bakar. Bagian kepalanya yang renyah mengingatkan kita akan rasa kulit ari jagung yang dibakar. Secara umum, sate ulat sagu rasanya manis, asin dan keras di luar lunak di dalam.

Sate ulat sagu mempunyai cerita historis yang cukupSate Ulat Sagu, Ekstrem Tapi Disukai panjang. Telah ratusan tahun orang Papua yang mendiami dataran yang bernama New Guinea ini telah mengkonsumsi ulat sagu. Beberapa kelompok masyarakat di Papua, mengolah ulat sagu dengan cara yang agak berbeda. Ulat sagu dimasukkan kedalam sagu yang akan dibakar sebagai sisinya, sebagaimana kacang hijau dalam onde-onde atau abon dalam lemper atau gula merah di dalam klepon. Selain rasanya yang lezat, makanan ini bisa menjadi suplemen untuk meningkatkan kesehatan. Kadar proteinnya yang tinggi serta tidak mengandung kolesterol serta lemak dapat menjadi penambah tenaga.

Kandungan gizi sate ulat sagu cukup berlimpah. Kandungan proteinnya sekitar 9,34 persen, asam aspartat 1,84 persen, asam glutaman 2, 27 persen, tirosin 1,87 persen, lisin 1,97 persen dan methionin 1,07 persen. Sate ulat sagu banyak dikonsumsi saat acara adat, dan kini dikembangkan kembali agar makin dikenal oleh dunia luar melalui wisatawan-wisatawan yang berlibur ke Raja Ampat.

Sate Ulat Sagu, Ekstrem Tapi DisukaiPopularitas ulat sagu semakin menanjak setelah baru-baru ini ada penelitian tentang ulat sagu yang menang di International Conference of Young Scientist ke-19 di Belanda belum lama ini. Dari hasil penelitian itu, ternyata ulat sagu dapat menjadi makanan alternatif yang bermanfaat bagi tubuh. Dengan memanfaatkan ulat sagu dalam bentuk aneka makanan yang lebih familiar seperti keripik, bakso, bakwan, spagetti hingga sandwich. Ulat sagu juga bisa menjadi alternatif makanan pengganti saat harga telur naik.

Nah, jika anda ingin mencicipi sate ulat sagu, datangkah setiap bulan Oktober ke Raja Ampat. Pada saat itu diselenggaralan Festival Raja Ampat yang akan menyajikan bermacam-macam kuliner khas Papua. Kita bisa leluasa mencicipi aneka hidangan khas pulau ini. Selain sate ulat sagu, masih ada Papeda, cacing laut goreng, ikan sup kuning dan masih banyak lagi. Sementara itu, lokasi wisata alam yang wajib Anda kungjungi sembari mencicipi kuliner Raja Ampat adalah Cross wreck, Tanjung Kri dan desa Yenwaupnor. Selamat berlibur!

sumber : panduanwisata.com

Mangkor Kodon Homestay Raja Ampat