alexa-tracking

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000017000407/5-jenderal-legendaris-sahabat-jurnalis
5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
alhamdulillah jadi HT ane yang ke #4
5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
terima kasih untuk mimin, momod dan para kaskuser sekalian
emoticon-I Love Kaskus

Tindakan Letkol Robert Simanjuntak menyiksa wartawan saat liputan pesawat Hawk 200 yang jatuh, mendapat kecaman di mana-mana. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono berkali-kali menyampaikan permintaan maaf. Laksamana Agus juga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini.
Sejatinya, wartawan dan TNI memang bagian tak terpisahkan. Sejak perang kemerdekaan, wartawan mendampingi TNI dalam berbagai front. Karena itu pula berita kemerdekaan Republik Indonesia bisa tersiar di seluruh dunia.
Wartawan mendampingi TNI saat negara yang masih muda dilanda pemberontakan. Saat operasi lintas udara di Timor Timur dan operasi di Aceh.
Beberapa jenderal TNI pun dikenal sangat dekat dengan wartawan. Mereka sadar, TNI dan wartawan adalah sahabat.

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
1. Jenderal Ahmad Yani
Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani dikenal dekat dengan wartawan. Semenjak masih berpangkat Kolonel, Yani sudah bergaul akrab dengan wartawan. Bulan Maret 1958, Yani memimpin operasi 17 Agustus untuk merebut Sumatera Barat dari pemberontak PRRI.
Yani mengajak beberapa wartawan untuk meliput operasi militer itu. Dia sempat khawatir saat seorang wartawan tanpa pengawalan masuk ke daerah yang masih belum dikuasai TNI. Istimewanya lagi saat meliput, Yani menyamakan posisi wartawan dengan jabatan perwira menengah. Artinya wartawan mendapat hak sama seperti seorang Mayor.
Dalam memoarnya, wartawan senior TVRI Hendro Subroto yang meliput penggalian jenazah dari Lubang Buaya, sangat berduka cita mengetahui Yani menjadi salah satu korban G30S.
"Saya tidak dapat membayangkan bahwa bagaimana mungkin, Pak Yani yang selalu menyapa dan bersikap ramah terhadap wartawan gugur dalam keadaan begini," kata Hendro seperti tertulis dalam buku Hendro Subroto, Perjalanan Seorang Wartawan Perang terbitan Pustaka Sinar Harapan.

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
2. Letjen Sarwo Edhie Wibowo
Semenjak masih menjadi Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, sangat dekat dengan wartawan. Sarwo Edhie tak segan bertukar pikiran dengan para wartawan. Salah satunya adalah Ramelan, wartawan senior Berita Yudha.
Sarwo pernah menujuk para wartawan dan berujar. "Jika saya berbuat kesalahan, mereka yang akan meluruskan saya," kata ayah Ani Yudhoyono ini.
Wartawan senior TVRI Hendro Subroto punya cerita khusus soal Sarwo Edhie. Hal ini ditulis dalam buku Hendro Subroto, Perjalanan Seorang Wartawan Perang terbitan Pustaka Sinar Harapan.
Ketika itu Hendro meliput pemberantasan PKI di kawasan Gunung Merapi, Jawa Tengah bersama RPKAD. Saat itu Sarwo melihat Hendro hanya membawa ransel. "Hen, mengapa kamu tidak membawa senjata?" tanya Sarwo.
Sarwo kemudian membuka sabuknya yang tertambat pistol makarov 9X18 mm, tiga magasen dan sebuah pisau komando. Dengan nada kebapakan dia berkata pada Hendro. "Kamu jangan sembrono. Pakai ini," kata Sarwo.
Hubungan Sarwo Edhie dengan wartawan terus berjalan baik. Hingga Sarwo menjadi Panglima Kodam Cendrawasih dan kemudian pensiun dengan pangkat Letnan Jenderal.

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
3. Mayjen KKO Ali Sadikin
Mayjen KKO Ali Sadikin dekat dengan wartawan. Dia menganggap wartawan adalah mitra yang bisa mengkoreksi penyimpangan di masyarakat. Ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Bang Ali makin dekat dengan dunia pers dan wartawan.
Jika ada berita buruk, Bang Ali langsung memanggil anak buahnya yang bersangkutan. Misal ada berita soal transportasi buruk. Bang Ali akan langsung memanggil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Sarapan Bang Ali sehari-hari adalah membaca surat kabar dan membuat kliping koran soal berita seputar dirinya dan pemerintahan DKI Jakarta.
Wartawan pun menyukai gaya Bang Ali yang keras dan blak-blakkan. istilah wartawan, pasti 'nge-lead'.

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
4. Jenderal Soedirman
Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dari belantara hutan saat Belanda melancarakan agresi militer ke II tanggal 19 Desember 1948. Saat perang gerilya berakhir tahun 1949, Presiden Soekarno memerintahkan Letkol Seharto menjemput Jenderal Soedirman.
Wartawan legendaris Rosihan Anwar dan fotografer Frans Mendur juga ikut menjemput Soedirman. Bertiga dengan Soeharto, mereka naik sepeda dan berjalan kaki puluhan kilometer untuk menemui Soedirman di persembunyannya.
"Saudara Rosihan adalah wartawan pertama yang menemui saya setelah gerilya," sambut Soedirman.
Ada cerita lain juga soal Soedirman dan media. Setelah agresi militer Belanda II, Soedirman dan Soekarno tidak akur. Ketika kembali ke Yogya, untuk mencairkan suasana, Soekarno memeluk Soedirman. Tapi tak ada fotografer yang mengabadikan peristiwa itu.
Maka untuk kebutuhan media dan perjuangan, Pak Dirman menurut saja dikerjai. Dia pun kembali berpelukan dengan Soekarno.

5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis
5. Komodor Udara Adisutjipto
Komodor Udara Agustinus Adisutjipto dikenal dekat dengan wartawan. Sebuah foto tua milik TNI AU melukiskan pendiri TNI AU dengan wartawan.
Ketika itu TNI AU dan wartawan sama-sama mengobarkan semangat rakyat membela kemerdekaan. TNI AU terbang mengelilingi Jawa dengan pesawat bercat merah putih.
Tanggal 9 November 1945 Harian Umum Kedaulatan Rakyat menulis soal pembukaan sekolah penerbang di Yogya. Inilah awal dari sekolah penerbang TNI AU.
"Dioetarakan dengan pimpinan Hadisoetjipto akan diadakan pelajaran� terbang di Jogjakarta dan Malang," demikian kutipan itu
NB : Pangkat Komodor bukan setingkat jendral. Beliau mendapat pangkat Marsekal Muda setelah gugur dalam tugas (anumerta).
http://www.merdeka.com/peristiwa/5-j...-jurnalis.html
sayang gak ada yang nimpuk ane emoticon-Cendol (S)
emoticon-Mewek
emoticon-I Love Kaskus
nAGA BONAR Kok ga masuk ya bang ?? emoticon-Malu (S)
wartawan sekarang sudah kebanyakan jadi wartawan infotaiment beritanya emoticon-Embarrassment
KASKUS Ads
hal yang gak akan terjadi klo dua-duanya paham akan tugas masing2..

bapak letkol jangan emosi buta walaupun keadaan saat itu genting

wartawan juga harus nurut klo dikasih tau sama yang berkepentingan..jangan mentang2 pers tapi grasak grusuk..


yang jatuh tuh pesawat tempur..pasti bawa senjata..ntr klo meledak trus kena korban sipil..TNI lagi yang disalahin emoticon-Cape d... (S)...
5 Jenderal legendaris sahabat jurnalis

nambahin satu lagi gan,,
Jenderal sahabat wartawan emoticon-Blue Guy Peace
Jenderal yg dekat ma wartawan ?
coba aja ingat2 para pejabat ORBA tyg dekat ma Wartawan, kan rata2 mereka para pengsiunan Jenderal emoticon-Smilie
Ada Sutiyoso, Moerdiono, Hari Sabarno, Rudini, Sudomo, dll emoticon-Smilie
Mereka berlima memang patut menjadi panutan.
Bukan saja untuk anggota TNI, tapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
Orang Besar lahir dari Jiwa yang JuJur emoticon-Smilie
Quote:


eh goblok! bacot lu asal jadi...lu yang doyan nonton dan baca infotainment ya jelas lu bilang begitu. emoticon-fuck
Quote:


wartawan sekarang pada lebay,,
rak mutu kabeh..
untung baru di cekek doank
Quote:


betul sok-sok meliput tanpa memikirkan apa yg sedang terjadi, nanya2 seenak udel tanpa memikirkan perasaan orang yg kena musibah, mampus aja lu wartawan, gw seneng bgt kemaren digebukin tentara tu wartawan.
Quote:


Quote:


lu lihat sendiri bagaimana reaksi tuh para jendral dan panglima tni begitu tahu ada kasus wartawan di gebukin. tau lu kenapa sampai begitu????

pasti gak tau karena otak lu pada kopong, gak tau bahwa tanpa wartawan dan media, ini bangsa akan nyusrukkkk bakal kaya somalia, negara gagal!

itu jendral dan presiden aja tahu bahwa kekuatan wartawan itu adalah kekuatan rakyat, wartawan adalah suara dan mata rakyat!

kalau lu lu pada yang taunya cuma wartawan gosip, karena emang itu tontontan dan isi pengetahuan elu, ya itu derita elu njing!
Quote:


emangnya kebebasan wartawan tanpa batas ya njing emoticon-Tai:
itu kadang wartawan jg suka nyolot kalo dikasih omong baik2,,
masih aja ngotot,,
TNI bukan banci, kalo g bisa dikasih tau baik2, ya dibina
maaf gan ane neubi ini cuman nanya, itu Bapak Bapak jendral kok yang lama lama banget dimana di masa itu kebebasan pers sangat dikekang, apa bukannya mereka bisa friendly sama wartawan, karena wartawan jaman segitu g berani nyolot kalau nyari info, n tau batasnya karena takut sama sangsinya????? gimana menurut om TS
Quote:


Eh goblok yg bilang wartawan gosip siap? Mata rakyat dr mana, mata mu itu sowek. belum tau busuknya wartawan g usah ngoceh lu gembel.
saya jadi inget pas liputan bencana

si reporter malah nanya

"gimana perasaan ibu setelah kehilangan harta benda dan keluarga akibat kejadian ini"

ga merapi dan aceh,pertanyaan itu pasti keluar dari reporter atau wartawan emoticon-Big Grin
enak juga eksploitasi kesedihan orang lain #menjual emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


emoticon-Cape d... (S) naga bonar masih ngubur si bujang yang kena tembak belanda noh

Ahmad Yani dan Sarwo Edhi kemungkinan deket sama wartawan Berita Yudha, korannya ABRI emoticon-Big Grin
Quote:


menurut ane wartawan jaman segitu emang sih dikekang ama pemerintah dan dibatasi geraknya tapi itu tidak membuat mereka gentar gan, banyak berita2 yang memuat kebobrokan pemerintah cuman nggak di publikasikan takut di ciduk
Mayjen KKO Ali Sadikin Ganteng ya emoticon-Kiss

mungkin wartawan Jaman dulu gak terlalu ngeyel kyk wartawan jaman sekarang
jujur, ane segan banget sm para wartawan2 jaman dulu, berita-berita yang mereka sajikan emoticon-2 Jempol
Quote:


suka yaa sist??itu masih ada kerabat ama ane emoticon-Hammer2
Quote:


iye gan , suka banget, muka'nya berkharisma, berwibawa, ente mirip kagak sm beliau? emoticon-Kiss