alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016978671/besok-rabu-17-10-2012-wartawan-akan-demo-atas-penganiayaan-yang-dilakukan-tni-au
Besok (Rabu, 17/10/2012) Wartawan Akan Demo Atas Penganiayaan yang dilakukan TNI AU
Pekanbaru (ANTARA News) - Seluruh organisasi wartawan di Riau mulai dari PWI, Aliansi Jurnalistik Independent (AJI), Ikatan Jurnalistik Televisi (IJTi) dan Solidaritas Wartawan (Sowat) serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) akan mengggelar aksi demonstrasi mengecam tindak kekerasan oktum TNI AU.

"Seluruh organisasi wartawan di Riau akan menggelar aksi demonstrasi besok (Rabu 17/10)," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, H Dheni Kurnia di Pekanbaru, Selasa.

Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran ini adalah buntut dari aksi kekerasan berupa tindak penganiayaan sejumlah oknum TNU AU terhadap beberapa wartawan yang tengah melakukan peliputan jatuhnya pesawat Hawk 200 di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, selasa pagi.

Aksi demonstrasi ini bermaksud agar kejadian serupa berupa penganiayaan terhadap wartawan tidak kembali terulang, kata Dheni.

Dikabarkan, seluruh awak media yang ada di Riau khususnya di Pekanbaru akan turut ambil bagian pada aksi mengecam tindak kekerasan oleh oknum TNI ini.

Tindak penganiayaan oleh oknum TNI dialami oleh sebanyak tujuh wartawan di Riau.

Tujuh wartawan tersebut diantaranya Didik Herwanto, fotografer Riaupos (Jawapos Grup), Fakhri Rubianto, reporter Riau Televisi, Rian FB Anggoro (pewarta kantor berita ANTARA), Ari (TV One, Irwansyah (reporter RTV) serta Andika (fotografer Vokal) dan terakhir Nasyuha Nasution (pewarta Pekanbaru Tribun).

Tidak hanya penganiayaan, sejumlah oknum TNI yang berjaga-jaga di lokasi insiden pesawat jatuh juga merampas beberapa kamera milik pewarta foto yang tengah bertugas. (FZR)





(Sumber: [url]http://www.antaranews.com/berita/339026/seluruh-organisasi-kewartawanan-akan-demo-antikekerasan)
[/url]




Sejumlah organisasi wartawan seperi PJI Riau, PWI dan Sowat mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan puluhan oknum TNI AU terhadap wartawan dan warga saat mengambil foto pesawat jatuh di Desa Pandau Jaya, tadi pagi.

Riauterkini-PEKANBARU- Sejumlah organisasi wartawan mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan puluhan oknum Provost TNI AU terhadap sejumlah wartawan foto, kameramen televisi dan warga yang mengambil foto pesawat jatuh, Selasa (16/10/12).

Sejumlah wartawan foto dan kameramen televisi yang menjadi sasaran pemukulan dan perampasan kemera antara lain, Didik (Riau Pos), Ryan Fb Anggoro (LKBN Antara), Ari Nadem (Tv-One), dan Robi (RTv). Selain wartawan, dua mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga ditinju oknum anggota TNI AU karena kedapatan mengambil foto bangkai pesawat Hawk 200 yang jatuh di samping rumah warga.

“Kami sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum petugas TNI-AU. Selain dipukul kamera serta kaset ditahan (disita) milik wartawan foto dan kameramen. Padahal insiden jatuhnya pesawat Hawk 200 terjadi di pemukiman warga yg sdh pasti adalah areal publik,” tukas Tony Hidayat, Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Kordinator Daerah (Korda) Riau kepada riauterkini.com melalui telepon genggamnya.

Tony menambahkan, tindakan arogansi aparat TNI AU ini sebagai bukti bahwa masih banyak pihak-pihak yang belum memahami fungsi dan tugas-tugas wartawan. Padahal dalam menjalani tugas-tugas jurnalistik wartawan itu dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Penugasan sama diungkapkan Syahnan Rangkuti, Koordinator Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat). Syahnan malah tengah mengumpulkan bahan-bahan dan saksi-saksi aksi kekerasan terhadap sejumlah wartawan foto dan kameramen yang dilakukan oleh oknum TNI AU ini.

“Setelah data-data dikumpulkan kita akan laporkan kasus kekerasan ini kepada Panglima TNI,” katanya.

Protes dan pengecaman terhadap aksi pemukulan terhadap wartawan itu juga dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Riau. Dalam siaran pers yang diterima riauterkini.com, setidaknya ada 6 item tuntutan PWI Riau.

Pertama, PWI mengecam keras upaya upaya penghalang-halangan yang dilakukan anggota TNI AU di lapangan terhadap sejumlah wartawan, baik media cetak, online, radio dan televisi yang sedang bertugas mendapatkan informasi dan gambar di sekitar lokasi kejadian. Tindakan tersebut bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers di Indonesia, dan UU No.18 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kedua, PWI Mengecam keras tindakan represif anggota TNI AU di lapangan kepada sejumlah wartawan yang berujung pada pemukulan dan perampasan kamera foto dan kamera video dari tangan wartawan yang sedang bertugas.

Ketiga, meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian moril dan materil yang dialami wartawan, korban tindakan represif anggota TNI AU di lapangan.

Keempat, meminta kepada Komandan Lanud Pekanbaru menindak keras anggota TNI AU yang melakukan penganiayaan terhadap para wartawan yang sedang bertugas mendapatkan informasi di lapangan.

Kelima, mendukung setiap usaha hukum yang diambil oleh wartawan dan media tempatnya bekerja atas pemukulan yang dialami. Dan untuk ini PWI Cabang Riau siap mengadvokasi proses hukum tersebut melalui Lembaga Bantuan Hukum PWI Cabang Riau.

Keenam, melaporkan tindakan penganiayaan aparatur TNI AU ini kepada Dewan Pers untuk dapat ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi.*** (son)



[url]http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=52011
[/url]
Mantep gan... Setujuuu.... Semoga keadilan bisa ditegakkan....

Ane bukan mau berpihak pada wartawan...
Tapi koq seenaknya aja TNI AU menganiaya Wartawan seperti di tayangan Televisi....
Gimana kalo oknum itu diserahkan ke rakyat untuk digebukin aja ya gan???

Hehehee...
salut dah sama bapak2 yang hantamin tuh wartawan membabi buta di depan puluhan anak2 SD...

Komnas Perlindungan anak gimana niemoticon-Ngacir
Tegakkan keadilan , tolak ke kerasan. emoticon-Metal:
weleh...yang gini ini "Percontohan" buat anak sekolahan, makanya ngga heran pada tawuran semua emoticon-Big Grin.
Kemaren pada bacot hentikan kekerasan/tawuran eh sekarang malah dicontohin emoticon-Big Grin
Bandel sih wartawannya, "kebebasan pers" lu gak berlaku tuh emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
ane cuma bisa bilang, seharusnya sih gak perlu dilakukan di depan anak2
kejadian kek gitu bisa jadi melekat terus dipikirannya
jadi imagenya kok TNI kejam ya, katanya melindungi rakyat
beda sama yg diajarin guru di sekolahnya
kasihan
wartawannya kebablasan juga sih... tkp dah di tutup terpal masih buka buka aja...
makanya kalo datang ke tkp jgan kesiangan...., kena bogem deh... itu pelajaran sekalian buat anak2 sd kalo udah dilarang jangan nekat... :P
sry, kebebasan pers di mata TNI itu cmn omong kosong belaka emoticon-Big Grin

cmn berlaku buat aparat kepolisian, kalo bwt TNI sory2 aj yee,...emoticon-Big Grin, emangnya elu dan elu2 yg dukung wartawan bakal di garis paling depan klo negara ini di serang? atau elu yg tiap hari harus patroli udara darat dan air buat ngamanin wilayah negara ini? hajar aj pak...emoticon-Big Grin

kalo gw liad videonya emang wartawannya yg nantangin, modal kamera gayanya udah nyolot petantang petenteng mau nantangin TNI gitu...emoticon-Ngakak
kirain demonya di bunderan HI dari jam 6 pagi gituh nonstopemoticon-Nohope
sukur2 ngerahin jutaan massa...

lagi males ngantoremoticon-Big Grin
yah udah wartawan bikin "black campaign" aja terhadap TNI AU... sorot terus jenderal-jenderal TNI AU...

emang sengaja di tutup-tutupi biar gak ketahuan kalo TNI AU gak pernah merawat pesawat milik mereka...
kerahasiaan kemiliteran harusnya ada. kog ini di publikasikan.
kejar aja korupsi di riau.
Quote:Original Posted By kitmoders
ane cuma bisa bilang, seharusnya sih gak perlu dilakukan di depan anak2
kejadian kek gitu bisa jadi melekat terus dipikirannya
jadi imagenya kok TNI kejam ya, katanya melindungi rakyat
beda sama yg diajarin guru di sekolahnya
kasihan


iya gan mestinya jangan contoin hal2 buruk di depan anak2, termasuk nyolong puing2 besi buat dijual & nerobos perimeter TKP emoticon-linux
Quote:Original Posted By Pongasi
sry, kebebasan pers di mata TNI itu cmn omong kosong belaka emoticon-Big Grin

cmn berlaku buat aparat kepolisian, kalo bwt TNI sory2 aj yee,...emoticon-Big Grin, emangnya elu dan elu2 yg dukung wartawan bakal di garis paling depan klo negara ini di serang? atau elu yg tiap hari harus patroli udara darat dan air buat ngamanin wilayah negara ini? hajar aj pak...emoticon-Big Grin

kalo gw liad videonya emang wartawannya yg nantangin, modal kamera gayanya udah nyolot petantang petenteng mau nantangin TNI gitu...emoticon-Ngakak


setuju gan lagi ada musibah koq ya difoto-foto,perlu dikasih emoticon-Bata (S) itu wartawannya biar kapok.....akwakwka br kena bogem mentah aja mewek2 itu belum kena timah panas
kalau pesawat jatuh kan memang dirahasiakan bahkan setelah ketemu kadang langsung dihancurkan agar data-data di dalamnya tidak bocor ke luar
Seharusnya dikeluarkan duLu aturan yang jelas kalau memang peralatan miLiter tidak boLeh diLiput ketika terjadi accident...
Kalau perlu dibuatkan undang-undangnya biar jelas semua...
Karena seringkali wartawan menganggap itu haknya untuk meliput sedangkan pihak TNI menganggap hal itu tidak boLeh...
Multitafsir seperti itu membuat terjadinya gesekan di lapangan....

Nantinya kalau undang-undang sudah jelas kan kalau salah satu melanggar bisa ditindak melalui jalur hukum bukan asal tendang...

di televisi luar,
nampaknya wajar jika suatu kecelakaan diliput bahkan pernah melihat jika korbannya diwawancara secara ekskLusif sehingga tidak menjadi tanda tanya umum penyebab kecelakaanya...
Pun ketika pengamanan TKP, aparat tidak bertindak represif.

Bukannya ane membela wartawan,
tapi tindakan asal tendang dan pukul sudah seharusnya dihilangkan oleh siapapun dan aparat seharusnya mempunyai tingkat kecerdasan emosional yang lebih dibanding masyarakat umum.
Namanya saja "aparat" kalau biasa-biasa saja si bukan aparat lagi...

Semoga kedamaian di bumi Indonesia...
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By AddIgonjbg
weleh...yang gini ini "Percontohan" buat anak sekolahan, makanya ngga heran pada tawuran semua emoticon-Big Grin.
Kemaren pada bacot hentikan kekerasan/tawuran eh sekarang malah dicontohin emoticon-Big Grin



Suay gan....

Ntar anak2 bisa mencontoh berkelahi ala TNI AU seperti smack down aja... hehe

Lebay wartawan bgt kek anak kecil.. mewek aj.. emoticon-Big Grin
belindung di balik UU kebebasan apalah itu nmanya jadi sok jagoan emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By SupermicroX9
kirain demonya di bunderan HI dari jam 6 pagi gituh nonstopemoticon-Nohope
sukur2 ngerahin jutaan massa...

lagi males ngantoremoticon-Big Grin


ada2 aja agan nih... kesempatan libur karna ada demo ya gan? emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak v
Quote:Original Posted By Pongasi
sry, kebebasan pers di mata TNI itu cmn omong kosong belaka emoticon-Big Grin

cmn berlaku buat aparat kepolisian, kalo bwt TNI sory2 aj yee,...emoticon-Big Grin, emangnya elu dan elu2 yg dukung wartawan bakal di garis paling depan klo negara ini di serang? atau elu yg tiap hari harus patroli udara darat dan air buat ngamanin wilayah negara ini? hajar aj pak...emoticon-Big Grin

kalo gw liad videonya emang wartawannya yg nantangin, modal kamera gayanya udah nyolot petantang petenteng mau nantangin TNI gitu...emoticon-Ngakak


Mantab nih analisa om Pong.... emoticon-Big Grin
Beidewei om Pong udah ditungguin di trit sebelah ___ emoticon-Ngacir