alexa-tracking

Golkar;propaganda hitam tak pengaruhi pilihan rakyat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016969758/golkarpropaganda-hitam-tak-pengaruhi-pilihan-rakyat
Peringatan! 
Golkar;propaganda hitam tak pengaruhi pilihan rakyat
JAKARTA - Hasil survei Saiful Mujani Research Centre (SMRC) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang baru saja dipublikasikan, lagi-lagi menaruh tiga partai besar, yaitu Partai Golkar (PG), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) diperingkat teratas, dengan peringkat PG sebagai jawara disusul oleh PDIP dan PD.
 
Menurut politikus Golkar Poempida Hidayatulloh, hasil ini tercermin kepada hasil Pilgub DKI Jakarta 2012 kemarin dan hasil kedua badan survei di atas, tentunya dapat diambil kesimpulan, bahwa propaganda hitam yang dulu banyak dijadikan permainan politik untuk menjatuhkan lawan tidak banyak berarti.
 
Poempida mencontohkan, pasangan baru Jokowi dan Ahok. Pasangan tersebut merupakan korban berbagai propaganda hitam yang entah disengaja atau pun tidak ditujukan kepada mereka, malah memberikan tambahan simpati, sehingga keduanya memenangkan Pilgub DKI 2012. Belakangan ini pun banyak yang bermanuver yang sama, salah satunya dengan melakukan pengumuman kasus korupsi berdasarkan basis kepartaian sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam berapa waktu yang lalu.
 
"Lagi-lagi manuver tersebut nampak tidak banyak mengubah peta dukungan politik kepada partai sesuai dengan hasil survei SMRC dan LSI," kata Poempida kepada okezone dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/10/2012).
 
Sejak beberapa bulan terakhir ini, kata dia, peta hasil survei cenderung untuk konsisten, terlepas dari berbagai isu politik yang berkembang. Apa makna yang terkandung dari apa yang terpancar dari ulasan-ulasan diatas? "Satu hal yang pasti adalah bahwa masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam berdemokrasi dan cenderung untuk mengikuti proses politik yang berlangsung," imbuhnya.
 
Poempida menjelaskan, jika kita masuk ke kalangan masyarakat menengah ke bawah, berbagai isu politik yang berkembang, sering ditemukan basis informasi yang relevan yang melekat di benak masyarakat. Menurutnya, “melek politik”-nya masyarakat Indonesia, kini tidak boleh dianggap sepele. Hasil survei SMRC dan LSI pun menunjukkan tingkat swinging voters yang cenderung terus bertambah.
 
"Bagi masyarakat yang berada dalam kategori ini, akan cenderung untuk “wait and see”, sambil menyimak, siapa yang kemudian muncul dengan program dan kinerja yang paling baik," tegasnya.
 
Bagi dia, meningkatnya jumlah swinging voters ini akan memberikan suatu kejutan di Pemilu 2014 mendatang. "Ini tentunya merupakan cemeti bagi semua Parpol yang akan berlomba di Pemilu 2014 untuk lebih mengutamakan basis-basis figur yang kredibel, program-program dan hasil kerja parpol yang memang terasa oleh masyarakat. Jelas bukan berbasis propaganda hitam," pungkasnya.

(cns) Sumber : http://news.okezone.com/read/2012/10...pilihan-rakyat

Coba anda lihat data dari ICW GOLKAR diurutan keberapa?..emoticon-Ngakak
paling tar yang bakalan meningkat peminatnya adalah partai golput,
dah pada eneg ama partai2 lama yg isinya koruptor semua.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis data terbaru mengenai tren korupsi di Indonesia sepanjang semester I 2012. Hasilnya, kader Partai Golkar menempati urutan pertama untuk pelaku korupsi yang berlatar belakang partai politik. Sementara itu, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan menempati posisi kedua dan ketiga.

ICW mencatat, terdapat 44 kader partai politik yang terjerat kasus korupsi sepanjang Januari hingga Juni 2012. Sebanyak 21 orang berasal dari kalangan atau mantan anggota dewan, baik di pusat maupun di daerah. Kemudian 21 orang dari kepala daerah atau mantan serta dua orang pengurus partai.

"Sepanjang semester I 2012, kader Partai Golkar paling banyak terjerat kasus korupsi. Yaitu sebanyak 13 kader. Sementara di posisi kedua Partai Demokrat dengan delapan kader dan disusul PDI Perjuangan dengan tujuh kader," kata peneliti Divisi Investigasi ICW, Tama S Langkun, di Jakarta, Kamis (4/10).

Di tempat selanjutnya, tambah dia, ada Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak enam kader, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak tiga kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak dua kader, Partai Gerindra sebanyak dua kader, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak dua kader.
lembaga survei boleh aja menunjukan hasilnya, tapi 2014 rakyat yang menentukan


si poempida boleh aja bangga...,,tapi namanya survey gak bisa jadi patokan,,karena tinggal gimana menjaga "isu-isu" tentang kader golkar termasuk ketum golkar gak muncul lagi...emoticon-Ngakak,,cuma gw yaakin beita miring akan muncul lagi ttg sepak terjang hitam dari kader golkar...emoticon-Hammer (S)
jokowi-ahok beda dg partai golkar terutama si dagu ical... masak mau disamain..
jokowi-ahok punya nilai jual, lahh klo si dagu nilainya ap?? penderitaan masyarakat lapindo ya..
golkar memang partai hitam emoticon-Ngakak
emang partai ada yang bawa prubahan positif buat rakyat?