alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016964623/dugaan-penyelewengan-keuangan-bumi-rothschild-memutuskan-perang-melawan-bakrie
[DUGAAN PENYELEWENGAN KEUANGAN BUMI] Rothschild memutuskan perang melawan Bakrie!
Quote:LONDON. Persengketaan antara Nathaniel Rothschild dengan Keluarga Bakrie sepertinya belum akan usai dalam waktu dekat. Bahkan, dapat dikatakan perseteruan kedua pihak semakin meruncing.

Kondisi ini tergambar dari langkah Rothschild yang memutuskan untuk keluar dari jajaran direksi Bumi Plc. Selain itu, Rotschild bersumpah akan terus "melawan dari luar tenda".

Dia pun melayangkan surat pengunduran dirinya kemarin (15/10) kepada Samin Tan, Chairman Bumi Plc. Apa isi surat itu?

"Saya khawatir bahwa saya telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan jajaran direksi Bumi Plc. Para pemegang saham sudah diperlakukan tidak adil pada proposal senilai US$ 1,2 miliar yang diajukan oleh Bakrie untuk membatalkan perjanjian antara perusahaan yang tercatat di London terhadap dua perusahaan batubara Indonesia," jelas Rothschild.
Menyesal membawa Bakrie ke London
Dia menegaskan, merupakan langkah yang tidak bijaksana jika Bumi Plc memproses penawaran tersebut atau bahkan mempertimbangkannya, mengingat saat ini tengah dilakukan investigasi mengenai dugaan penyelewengan keuangan yang dilakukan dua perusahaan yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) serta PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) di Indonesia. Oleh sebab itu, dirinya berjanji untuk menolak proposal Bakrie.

"Saya sangat menyesal mengakui bahwa saya adalah pihak yang membawa Bakrie ke London," tulis Rothschild. Itu sebabnya, Rothschild bersumpah akan memperjuangkan nasib rekan investor lainnya dan akan berperang dari luar tenda.

Terkait hal ini, Samin Tan belum dapat dihubungi seiring perbedaan waktu kerja di Indonesia.

Sementara, Chris Fong, Juru Bicara Grup Bakrie dalam pernyataannya menyayangkan langkah Rothschild. "Kami sungguh kecewa dengan sikap yang diambil Nat Rothschild. Kami berharap dia dapat mengembalikan seluruh saham dan benefit lain yang sudah dia dapatkan dari perjanjian ini," jelas Fong.

Sekadar mengingatkan, para investor Bumi Plc telah mengalami kerugian yang tidak sedikit seiring anjloknya harga saham Bumi Plc senilai 88% pada bulan lalu. Aksi jual saham ini terjadi pasca Bumi Plc mengumumkan tengah memeriksa adanya dugaan penyelewengan financial dan pelanggaran peraturan lainnya pada anak usahanya di Indonesia.

Dua minggu kemudian, Grup Bakrie menawarkan untuk membeli kembali seluruh aset kerjasama antara kedua pihak. "Kerja sama ini ditujukan untuk menyelesaikan perbedaan yang tidak dapat diatukan dengan Baron Rothschild ke 5 dan pendiri lainnya," jelas Grup Bakrie pada surat yang ditulis pada 10 Oktober lalu.


Sumber

Spoiler for komentar TS:
pertamax hanya tempat untuk TS emoticon-Blue Guy Smile (S)

[KISRUH BUMI] Bakrie, Samin Tan, dan Rothschild

KOMPAS.com - Prahara menerpa Bumi Plc. Perusahaan hasil kongsi dua konglomerasi, keluarga Bakrie dan Nathaniel Rothschild, ini membentuk tim independen untuk menyelidiki keganjilan laporan keuangan dalam anak usahanya. Apa yang terjadi?

Bukanlah hal lazim, suatu perusahaan menggelar rapat direksi pada dini hari. Namun, para petinggi Bumi Plc. memutuskan melakukan hal itu. Sekitar pukul
4.00 dini hari, Senin (24/9/2012), di negeri Ratu Elizabeth, mereka menggelar conference call. Maklum, para pengambil keputusan di perusahaan ini tengah berada di beberapa belahan Bumi yang berbeda.

Menurut sumber KONTAN, sekitar delapan pengambil keputusan di Bumi Plc. berpartisipasi dalam conference call tersebut. Selain mereka, hadir pula seorang penasihat hukum.

Apa masalah yang begitu penting dan mendesak yang memaksa rapat pada dini hari tersebut? Tak lain, menyangkut keberadaan dokumen yang sampai ke direksi Bumi Plc. Dokumen yang disebut-sebut berasal dari whistle blower tersebut konon menuding adanya keganjilan laporan keuangan alias financial irregularities di PT Bumi Resources Tbk, anak usaha Bumi Plc di Indonesia.

Samin Tan, Chairman Bumi Plc saat ditemui KONTAN, Jumat pekan lalu (28/9/2012), membenarkan adanya pembahasan tersebut. Ia pun mengaku turut serta dalam conference call tersebut. Samin menyatakan, pembicaraan tersebut berlangsung singkat. Intinya, direksi memutuskan untuk mengeluarkan pengumuman bahwa Bumi Plc. akan membentuk tim investigasi berkaitan dengan tuduhan penyimpangan pelaporan keuangan yang terjadi di Bumi Resources.

Sayang, Samin Tan tidak bersedia merinci isi pertemuan tersebut. Ia hanya menyatakan, tudingan dari whistle blower tersebut sebenarnya isu lama yang pernah merebak sekitar setahun silam. Toh, direksi mengambil keputusan untuk mengeluarkan pengumuman pada pukul 07.00 waktu London tentang pembentukan tim investigasi independen. “Itu keputusan direksi berdasarkan saran dari lawyer, bukan dari saya saja. Saya justru sempat meminta penundaan waktu agar pembahasannya bisa lebih jelas,” terang Samin.

Dan, seperti telah banyak diberitakan, hari itu Bumi Plc mengumumkan rencana pembentukan tim independen berkaitan dengan tuduhan telah terjadi keganjilan laporan keuangan, terutama di Bumi Resources, di mana Bumi Plc menguasai 29 persen persen. Bumi juga menyatakan, investigasi itu berfokus pada sejumlah dana pengembangan (development fund) di Bumi Resources.

Menyusul pengumuman tersebut, di hari yang sama, Ari Hudaya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Non Eksekutif Bumi Plc. Rilis Bumi Plc tidak menyebutkan alasan Ari mundur.

Yang jelas, ekses kejadian tersebut, Senin (24/9/2012), harga saham Bumi Plc di London Stock Exchange anjlok 24,66 persen menjadi 147,60 pence dari posisi akhir pekan sebelumnya di 195,9 pence per saham.

Namun, sebenarnya, harga saham Bumi Plc telah meluncur turun sebelum pengumuman tersebut. Seorang sumber KONTAN yang tak ingin disebut namanya mengatakan, sebenarnya beberapa manajemen Bumi Plc sudah menerima “surat kaleng” dari whistle blower tadi, sepekan sebelum pengumuman rencana pembentukan tim investigasi. Jadi, apakah rumor surat kaleng ini telah beredar ke pasar sehingga memicu kejatuhan saham Bumi Plc? Tidak jelas.

Tudingan penyelewengan dana

Sebenarnya apa yang menjadi bahan bakar sang whistle blower tersebut? Seperti telah disebut sebelumnya, jika merujuk pengumuman Bumi Plc, tak lain adalah pencatatan development fund di Bumi Resources dan development asset di Berau Coal. Dalam laporan keuangan Bumi Plc tahun 2011 hal 23 disebutkan adanya penghapusan akun senilai 247 juta dollar AS milik Bumi Resources dan 75 juta dollar AS milik Berau Coal. Penghapusan ini dilakukan
karena auditor Bumi Plc, Pricewaterhouse Coopers LLP tidak bisa membuktikan aset dasar (underlying asset) dari sejumlah dana tersebut.
Sementara James Kallman, Managing Partner Mazars Indonesia yang menjadi auditor Bumi Resources, kepada Reuters mengatakan bahwa Bumi Resources telah mengungkapkan data yang benar.

Sekarang mari kita tengok sebentar laporan keuangan Bumi Resources dan Berau Coal tahun 2011. Dalam laporan keuangan Bumi Resources tahun 2009, 2011, dan semester I 2012, disebutkan dana yang jumlahnya persis sama seperti yang dipermasalahkan Bumi Plc, yakni 247 juta dollar AS.

Dalam laporan keuangannya, Bumi Resources tercatat menjual 20 persen saham anak usahanya yang bernama Gallo Oil Ltd kepada Florenceville Financial Ltd (Florenceville) 28 Desember 2009 silam. Gallo Oil adalah pemilik dua konsesi ladang minyak dan gas di Yaman. Nilai penjualan sebesar 290 juta dollar AS.

Bumi mengklaim nilai investasi mereka atas 20 persen saham Gallo Oil adalah 247 juta dollar AS. Bumi pun mencatatkan selisih keuntungan transaksi itu sebagai laba penjualan investasi. Namun, transaksi tersebut batal pada 21 April 2011 karena Florenceville belum juga berhasil memperoleh pendanaan untuk akuisisi tersebut. Bumi Resources pun kembali menjadi pemilik 99,99 persen Gallo Oil dan laba penjualan investasi pun terpaksa mereka hapus.

Adapun perihal Berau Coal, dalam laporan keuangan tahun 2011 disebutkan, dana 75 juta dollar AS itu mereka gunakan pada 26 Januari 2010 untuk membeli premium convertible unsecured loan notes (surat utang) dari Chateau. Berau Coal tidak mendapat bunga atas pembelian surat utang itu. Belakangan surat utang itu dikonversi menjadi kepemilikan saham di Chateau Asset Management SPC, sebuah perusahaan di kepulauan Cayman untuk dan atas nama ASEAN Mining Development Segregated Portfolio.

ASEAN Mining Development Segregated Portfolio, seperti dalam penjelasan laporan keuangan Berau Coal 2011, adalah sebuah dana investasi dengan target akuisisi pertambangan batubara dan aset yang berkaitan dengan batubara. Termasuk juga, teknologi ramah lingkungan dengan aplikasi komersial pada pertambangan di ASEAN.

Pada 30 September 2011, Berau menetapkan bahwa nilai wajar dari transaksinya itu menurun menjadi 55 juta dollar AS. Selisih kerugian itu kemudian mereka catatkan sebagai rugi penurunan nilai.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada penjelasan lagi dari pihak Bumi Plc mengenai apa sebenarnya yang terjadi. Amir Sambodo, Direktur Non Eksekutif Bumi Plc yang coba dihubungi KONTAN, mengaku tidak punya kewenangan untuk berbicara. Sementara Sony Harsono, Direktur Non Eksekutif Bumi Plc yang juga disambangi KONTAN di kantornya mengelak untuk dimintai konfirmasi. Asal tahu saja, kedua orang non executive director ini membawahi komite audit Bumi Plc.

Sementara Ari Hudaya yang dihubungi KONTAN menolak berkomentar. Ia pun enggan menjelaskan alasannya mundur dari posisi direktur non eksekutif Bumi Plc.

Siapa bermain api?

Lantas, siapa yang bermain api dalam kasus Bumi Plc ini? Bumi Resources punya versi mereka sendiri. “Situasi saat ini tidak menguntungkan dan merupakan isu internal antara beberapa pemegang saham yang memutuskan untuk membukanya keluar,” ujar Dileep Srivastava, Direktur Bumi Resources, kepada Bloomberg.

Lebih jauh, Dileep menuding, kejadian ini merupakan upaya untuk merusak nilai yang melekat pada bisnis Bumi Resources dengan cara menciptakan persoalan internal dan membocorkannya kepada publik. Sayang, Dileep tidak menyebut jelas siapa pihak yang dia maksud dan motifnya.

Namun, jika menengok setahun ke belakang, bisa jadi ini adalah konflik antara kubu Bakrie dan Nathaniel Rothschild. Merujuk pemberitaan Financial Times, pada November 2011, Nathaniel Rothschild, pemilik 11 persen saham Bumi Plc sekaligus mitra kongsian Grup Bakrie, sempat menulis surat kepada Ari Hudaya. Isinya kurang lebih mempertanyakan penempatan dana investasi Bumi Resources di sejumlah pihak yang terafiliasi, yakni Recapital, Bukit Mutiara, dan Chateau, senilai kurang lebih 867 juta dollar AS.

Rothschild menginginkan agar dana itu dicairkan untuk membayar sejumlah kewajiban Bumi Resources kepada para krediturnya. Tujuannya tentu agar beban bunga utang Bumi Resources berkurang. Ia juga menginginkan Bumi Resources melakukan pembenahan keuangan yang radikal.

Tak terdengar kabar tanggapan dari pihak Bumi. Belakangan, pada Desember 2011, Bakrie justru menggandeng Samin Tan masuk ke Bumi Plc. Samin Tan, kala itu meminjam dana 1 miliar dollar AS kepada Standard Chartered dengan bunga 5,6 persen plus LIBOR. Jangka waktu pinjaman adalah selama 5 tahun.

Samin Tan pun lantas diangkat menjadi Chairman Bumi Plc menggantikan Indra Bakrie, yang menjadi Co-Chairman. Adapun, Rothschild yang sebelumnya menjabat Co-Chairman didepak ke posisi direktur non eksekutif. Muncul spekulasi, Rothschild sakit hati.

Belakangan, muncul spekulasi bahwa Samin Tan juga marah lantaran investasinya di Bumi Plc yang semula 1 miliar dollar AS sudah anjlok menjadi 140 jutaan dollar AS hanya dalam waktu sembilan bulan. “Ia sangat marah pada Bakrie, seperti Anda marah jika Anda meminjam 1 miliar dollar AS untuk berinvestasi dan sekarang menjadi kacau,” tulis Reuters mengutip sumbernya.

Namun, kepada KONTAN, Samin Tan menegaskan, ia tak memiliki niat bertindak usil kepada Grup Bakrie. “Saya sudah sejak tahun 1997 berkenalan dengan Nirwan Bakrie dan menjadi teman akrab. Di mana logikanya, saya berbuat demikian?” ujarnya.

Adakah pertempuran antar para juragan? Apa pun yang terjadi, investor ritel yang biasanya paling menderita. ( Asih Kirana Wardani, Anastasia Lilin Y, Teddy Gumilar, Yuwono Triatmodjo/Kontan)
Bokir Brother paling jago dah kalo urusan dispute kek gini, goreng sana goreng sini.., yang penting hepi emoticon-Smilie
biarin aja lah, urusan si bakri ini, mau bangkrut juga ga apa2

yang penting jangan jadi presiden ama urusan lapindo diberesin emoticon-Big Grin
ane gak ngerti beginian ts mohon bimbingannya emoticon-Big Grin
semua orang jg tau siapa rothschild siapa bakrie.
sama sama emoticon-Hammer2
ane ga ngerti duduk permasalahannya dari awal..
bakrie kok sering ketimpa masalah yah akhir2 ini..
Quote:Original Posted By baudako
ane ga ngerti duduk permasalahannya dari awal..
bakrie kok sering ketimpa masalah yah akhir2 ini..


mgkn agan bs baca ini
iya, harus dpegang yg profesional, biar saham BUMI naik emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By roland24
iya, harus dpegang yg profesional, biar saham BUMI naik emoticon-Big Grin


Untung ane udah ga mainan saham BUMI lagi.. kasihan investor ritel yg msh tergoda ama saham bakrie gan
dan harapan gw masih sama, semoga si dagu cepat bangkrut, lebih cepat lebih bagus
Quote:Original Posted By auto55646687
BAkrie bangkrut masih lama !!!

Rothschild ditendang Nirwan Bakrie karena Bakrie grup menggangap ROTHSCHILD adalah duri dalam daging di BUMI.

ROTHSCHILD tinggal gigit jari doank deh !!! BAKRIE dilawan secara frontal kalah lah !!

kalau aburizal bakrie jadi presiden khan tergantung rakyat Indonesia !!!! rakyat indonesia suka aburizal bakrie maka dia jadi presiden, kalau enggak yah enggak jadi presiden

gitu aja repot !!!


dan gw tetap berharap si dagu cepat bangkrut dan tidak jadi president biar tidak menyengsarakan rakyat lagi
ane ini heran liat nih grup bakriee, dr dulu kerjaannya ngutang dan ngutang, terus ngutangnya selalu sama orang luar(denger2 sih bank2 dalam negri ogah kasih dia kredit), dan bunganya gede2..

ntar kalo udah jatuh tempo utangnya, jual saham ato gede in saham buat bayar utang itu, yg ane heran ada ja yg mau ngutangin sama mau beli sahamnya dia..
baru ngerasain kena hajar ya Krie, selama ini ente bebas mau bikin ngaco apa2 aja di Indonesia...
Quote:Original Posted By auto55646687
BAkrie bangkrut masih lama !!!

Rothschild ditendang Nirwan Bakrie karena Bakrie grup menggangap ROTHSCHILD adalah duri dalam daging di BUMI.

ROTHSCHILD tinggal gigit jari doank deh !!! BAKRIE dilawan secara frontal kalah lah !!

kalau aburizal bakrie jadi presiden khan tergantung rakyat Indonesia !!!! rakyat indonesia suka aburizal bakrie maka dia jadi presiden, kalau enggak yah enggak jadi presiden

gitu aja repot !!!


ngelawak gan?

Rotschild gigit jari? Ente harus belajar dulu sejarah Rotschild baru boleh komentar.

Lihat bagaiman rotschild menguasai pasar perdagangan di dunia ini. Lihat sejarah mereka dah berapa ratus tahun mereka tetap eksis dan besar. emoticon-Big Grin

Yang ada bukan Rotschild yang gigit jari, bakri gigit jari bentar lagi.
sebenci bencinya gw sama bakri,gw masih lebih benci sama mafia trit
Sepertinya bakalan ada perang dagang kecil2an, ayoo, ane tonton deh.
Satu lagi kesan buruk Investor asing terhadap Indonesia. Kemarin Investor Aussie telah berkomentar, caci maki terhadap peraturan baru di pertambangan. Gara-gara janji kontrak saham yang harus direvisi yang berakibat pada meruginya investor asing Australia hingga berjuta dollar. Sekarang BUMI, sama investor London. Bentar lagi Investor2 pada mengundurkan diri. emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By auto55646687
Rotschild , keluarga yahudi , emang bisnisnya udah banyak dan gede di dunia karena mulai dari sebelum Indonesia merdeka !!!
tapi bisnis si keluarga Rotschild di indonesia ada gak ???? cuman BUMI doank khan ???
sekarang Rotschild ditendang sama si Nirwan Bakrie dari BUMI . trus mewek

maskudnya Rotschild mau dapat BUMI dengan hostile takeover eh gak tahunya
gak ada yang dukung


Haha. Kalo ga tau apa2 tentang "Corporate world" jgn komentar de. emoticon-Ngakak