alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016962182/ketika-tawuran-mahasiswanya-sudah-saling-bunuh-apa-sikap-rektor-di-negeri-ini
Ketika Tawuran Mahasiswanya Sudah Saling Bunuh, Apa Sikap REKTOR di Negeri ini?
Ketika Tawuran Mahasiswanya Sudah Saling Bunuh, Apa Sikap REKTOR di Negeri ini?

Rektor Se-Indonesia Sepakat Basmi Tawuran
Senin, 15 Oktober 2012 19:40 wib

JAKARTA - Pertemuan antara rektor-rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan pengurus Kopertis dengan Mendikbud M Nuh menghasilkan suara bulat untuk menghentikan tawuran di kalangan mahasiswa. "Tentu kita semua sepakat bahwa tidak ada satu pun yang menginginkan terjadinya tawuran, bukan?" ujar Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka ketika dihubungi Okezone, Senin (15/10/2012).

Akhmaloka mengimbuh, para pimpinan perguruan tinggi juga sepakat untuk menghilangkan praktik-praktik tidak baik yang menggerogoti kehidupan akademik di kampus. "Pelaksanaannya tentu saja disesuaikan dengan karakteristik kampus yang bersangkutan dan kultur masing-masing daerah," imbuhnya. Sore tadi, Mendikbud M Nuh memanggil pimpinan PTN dan Kopertis dari seluruh Indonesia ke Gedung Dikti Kemendikbud, Jakarta, untuk membahas tindak kekerasan yang mewarnai kampus. Pertemuan ini digelar sebagai reaksi atas insiden penusukan yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam bentrokan antarfakultas.
http://kampus.okezone.com/read/2012/...-basmi-tawuran


Ketika Tawuran Mahasiswanya Sudah Saling Bunuh, Apa Sikap REKTOR di Negeri ini?

Tawuran, 2 Mahasiswa Tewas di Makassar
Kamis, 11 Oktober 2012 | 17:30 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Aksi tawuran antarmahasiswa di Universitas Veteran RI (UVRI) di Kota Makassar, Kamis (11/10/2012), memakan korban jiwa. Dua mahasiswa asal Fakultas Teknik tewas.Kedua korban masing-masing bernama Rizky Munandar dan Haryanto. Mereka tewas saat hendak menengok temannya yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Haji.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terlibat tawuran dengan mahasiswa Fakultas Teknik UVRI, Kamis (11/10/2012), di kampus UVRI, Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala. Menurut informasi yang dihimpun di sekitar lokasi kejadian, tawuran mahasiswa dua fakultas dalam satu kampus ini dipicu oleh lemparan batu yang mengenai salah seorang mahasiswi Fakultas Teknik pada Rabu (10/10/2012) malam.Mahasiswa Fakultas Teknik menuding, pelaku pelemparan batu itu adalah mahasiswa FKIP. Akhirnya, mahasiswa teknik membalasnya dengan melemparkan batu ke mahasiswa FKIP yang lokasinya tak terlalu jauh itu. Akibatnya, terjadi tawuran.
http://regional.kompas.com/read/2012...as.di.Makassar


Lima Kesepakatan Rektor Se-Indonesia tentang Tawuran
Senin, 15 Oktober 2012 19:59 wib

JAKARTA - Ratusan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan Kopertis seluruh Indonesia sore tadi berkumpul di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membahas tindak kekerasan di lingkungan kampus. Usai pertemuan, para rektor sepakat mendeklarasikan lima kesepakatan mereka. Deklarasi yang diberi tajuk Deklarasi Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Pemerintah dan Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia "Anti Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi" tersebut ditandatangani oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto, Koordinator Kopertis Wilayah II Diah Natalisa sebagai perwakilan rektor PTN dan Kopertis se-Tanah Air. Dirjen Dikti Kemendikbud Djoko Santoso juga membubuhkan tanda tangan dalam deklarasi tersebut.Berikut bunyi lengkap deklarasi "Anti Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi" yang dibacakan di Gedung Dikti, Kemendikbud, Senin (15/10/2012).

Kami, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Pemerintah dan Koordinator Kopertis seluruh Indonesia menyatakan
  1. Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan ide, nilai, moral, dan norma yang mendasari pola pikir, sikap, dan perilaku sehingga mewujud dalam karakter bangsa Indonesia;
  2. Karakter bangsa ditopang oleh seperangkat nilai yang bersumber dari olah hati, olah pikir, olah raga/kinestetik, olah rasa dan karsa dalam bentuk nilai-nilai utama karakter: jujur, cerdas, tangguh, dan peduli;
  3. Budaya akademik perguruan tinggi sebagai totalitas nilai dan perilaku dalam kehidupan akademik harus dimaknai, dihayati, dan diamalkan oleh sivitas akademika, yang bertumpu pada nilai-nilai utama karakter: jujur, cerdas, tangguh, dan peduli;
  4. Dalam mewujudkan budaya akademik, sivitas akademika mempunyai tugas utama: mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
  5. Perilaku kekerasan di lingkungan perguruan tinggi merupakan bentuk tindakan tidak bermartabat yang harus dicegah dan ditanggulangi.


Oleh karena itu kami bertekad untuk meniadakan bentuk-bentuk tindakan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi demi menjaga martabat sivitas akademika. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan untuk mewujudkan komitmen ini.
http://kampus.okezone.com/read/2012/...entang-tawuran

----------------

Pak Rektor, korban nyawa sudah berjatuhan, kok tekadnya masih bersifat normatif kayak begitu saja? Yang diperlukan sekarang adalah tindakan nyata yang membuat para mahasiswa itu akhirnya tak terlalu banyak memiliki waktu luang untuk memikirkan hal-hal yang bukan bagian tugasnya sebagai mahasiswa. Mahasiswa yang suka tawuran seperti di Makassar itu, selain iklim ilmiah setempat yang tidak kondusif, juga akibat tak adanya ruang dan fasilitas yang cukup bagi mereka untuk menyalurkan energinya yang berlebihan itu ke dalam kegiatan extra-kulikuler yang bermanfaat dan bisa membangun karakter yang positip. Sistem pendidikan tinggi kita yang kini cenderung liberal, komersiel, hanya berorientasi bisnis dan keuntungan semata, menyebabkan anak-anak muda mahasiswa itu hanya dianggap seperti komoditas yang bisa di proses secara instant semata, tanpa memperhatikan lagi aspek-aspek kemanusiaannya (humanity) dan kebudayaan bangsa yang luhur. Kalau ada anak didik sampai saling bunuh, maka itu ibarat ibarat pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" ... itu menunjukkan pasti ada yang salah dalam sistem pendidikan yang sedang di jalankan saat ini. Jangan semata-mata kita hanya menyalahkan "input" mahasiswanya semata, tapi apakah "process" yang dilakukan dalam sistem di Perguruan Tinggi di Indonesia saat ini sudah pas dengan budaya kita?
Mendikbud akan Bentuk Tim Khusus Atasi Tawuran
Jum'at, 12 Oktober 2012 15:30 wib

MAKASSAR – Demi mengatasi masalah tawuran antarmahasiswa yang mulai marak terjadi di beberapa perguruan tinggi di Makassar, Mendikbud berencana membentuk tim khusus secara langsung di bawah koordinasinya."Sebagai jalan keluar jangka pendek kami akan membentuk tim khusus dengan dua tugas: pertama, untuk menangani urusan di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kedua, mengembalikan pendayagunaan dari seluruh komponen intelektual di Sulawesi Selatan," ungkap Mendikbud Mohammad Nuh di Baruga Sangiangseri, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (12/10/2012).

Tim khusus yang segera dibentuk akan dikepalai oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso dan beranggotakan unsur-unsur Kemendikbud RI, pihak perguruan tinggi di Sulsel, dan para tokoh masyarakat.Berbicara di hadapan para rektor dan dosen dari pelbagai perguruan tinggi di Makassar, Nuh menguraikan lebih lanjut bahwa dari perspektif akademis sama sekali tidak dibenarkan tindakan dengan cara-cara menggunakan kekerasan. Seperti diketahui, terjadi kericuhan yang berujung dengan terbunuhnya dua mahasiswa, Resky Munandar (20) dan Herianto (20), dalam kasus tawuran antarmahasiswa di Kampus UNM Parangtambung, kemarin."Kita boleh berbeda pendapat karena negara ini menjamin adanya kebebasan mimbar akademik dan kebebasan akademik. Namun di sisi lain ada tatanan yang harus dipegang supaya konflik kekerasan yang justru tidak intelek tidak terulang kembali," sambung Mendikbud.

Pada pagi hari tadi, Mohammad Nuh secara khusus terbang ke Makassar guna mengetahui situasi terakhir menyangkut insiden berdarah yang melibatkan mahasiswa UNM. Dia bahkan telah melayat ke rumah duka salah satu korban di Enrekang. Mendikbud pun mengumpulkan kalangan civitas akademika dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Makassar di Baruga Sangiangseri, Rujabgub Sulsel, Jalan Sudirman, Makassar."Saya minta polisi mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan dua mahasiswa UNM. Setelah itu, saya harapkan semua masalah ini selesai," pungkasnya
http://kampus.okezone.com/read/2012/...-atasi-tawuran


Spoiler for foto-foto 'Killing Field' Tawuran Mahasiswa di Makassar:


Spoiler for VIDEO Kebrutalan Tawuran Mahasiswa di Makassar:


Tawuran ini akarnya karena salah satunya penerimaan mahasiswa yg sembrono. Jaman Bapak saya, beliau cerita bahwa sangat beruntung kalau ada mahasiswa yg selesai 5 tahun. Sekarang kuliah 5 tahun sudah dapat S2. Bedanya jaman dulu itu begitu.

Kalau penerimaan mahasiswa diperketat, maka mahasiswa2 yg memang suka tawuran kan bisa tereliminasi. Juga sistem perkuliahan harus diperketat. Pokoknya 5 tahun gak selesai ya drop out, kecuali ada alasan2 yg memang mengharuskan gak bisa 5 tahun.

Rektor dan jajarannya juga harus bercermin. Bagaimana manajemen di Universitasnya, apa sudah bebas korupsi? Mahasiswa sekarang tidak butuh pemimpin, tapi butuh teladan. Gak ada yg diteladani, ya jadinya mereka bikin teladan sendiri.

Salam Kaskus
pertama-tama coba hilangkan bibit-bibit fanatisme terhadap almamater,
seringkali banyak pidato kepada mahasiswa baru berbunyi "Kalian mesti bangga menjadi bagian dari universitas/fakultas ini...."


Lagipula semua "tawuran" di dunia tuh beberapa asalnya karena over-fanatik terhadap "grup"nya sendiri

- Fanatik agama bikin tawuran sama agama lain
- Fanatik bangsa bikin tawuran sama negara lain
- Fanatik kampus bikin tawuran sama kampus lain
- Fanatik ras bikin tawuran sama ras lain
- Fanatik tim bola bikin tawuran sama pendukung tim lain
- dll
sudah2 kalo ada universitas yang mahasiswanya tawuran akreditasi diturunkan
hal ini akan memaksa rektor, dekan, dan dosen bertindak tegas kepada mahasiswa yang bermasalah
ngeliat tampang-tampang mahasiswa ama suasana tawuran di foto2 di atas kok menjijikkan ya... kalo mental kayak manusia jaman prasejarah begitu kayaknya ga ada gunanya kuliah, buang-buang waktu aja
Quote:Original Posted By arhammeister
Tawuran ini akarnya karena salah satunya penerimaan mahasiswa yg sembrono. Jaman Bapak saya, beliau cerita bahwa sangat beruntung kalau ada mahasiswa yg selesai 5 tahun. Sekarang kuliah 5 tahun sudah dapat S2. Bedanya jaman dulu itu begitu.

Kalau penerimaan mahasiswa diperketat, maka mahasiswa2 yg memang suka tawuran kan bisa tereliminasi. Juga sistem perkuliahan harus diperketat. Pokoknya 5 tahun gak selesai ya drop out, kecuali ada alasan2 yg memang mengharuskan gak bisa 5 tahun.

Rektor dan jajarannya juga harus bercermin. Bagaimana manajemen di Universitasnya, apa sudah bebas korupsi? Mahasiswa sekarang tidak butuh pemimpin, tapi butuh teladan. Gak ada yg diteladani, ya jadinya mereka bikin teladan sendiri.

Salam Kaskus


ane sepakat sama komeng yang ini emoticon-Cool
Bener itu mahasiswa gan? Bawaannya udah pake samurai gitu ya emoticon-Takut (S)

Kalo menurut ane semua itu terjadi karena mahasiswa udah ngga punya panutan di kampusnya, buktinya mereka udah berani tawuran di dalam kampus, ngga ada pembinaan dari dosen karena dosennya dituntut buat sekolah S2-lah, S3-lah (pengalaman pribadi emoticon-Berduka (S)) jadi yang ada malah dosennya repot sendiri, mahasiswanya bikin kesibukan sendiri (salah satunya tawuran ini)
bagaimanapun karakter mahasiswa setempat gak bisa diabaikan, lha jaman ane dulu & sampe sekarang itu ada 5 kampus sebelah-sebelahan aja gak pernah tuh tawuran, tanding voli-basket-bola saling bertandang antar kampus juga tiap tahun dilaksanakan damai-damai aja tuh. ini malah antar fakultas tawuran emoticon-Cape d... (S) memalukan emoticon-Embarrassment
mahasiswa dan rektor sama2 ndeso... payah
yang dicari apa?

sok jago?

biar keren?

tawur krn solidaritas? membela jurusan/fakultas?

kebanggaan?

ente bisa dapetin itu semua kl ente kuliah yg bener, gk usah aneh2, belajar yg baek, lulus kuliah, dapet kerjaan ato buka lapangan kerja, jadi sukses n bikin ortu bangga, bisa nolong temen yg nasibnya blm bagus/lom sukses, bisa bantu almamater biar lebih maju, bisa bantu Indonesia biar "sedikit" lebih baik emoticon-shakehand

kl itu gk bisa......

mesakke bapak ibu mu leeee... mbayari kowe sekolah nganggo direwangi utang tonggo kiwo tengen, direwangi kerjo lembur setu-minggu bali mbengi... jebul anake mung ambyar...
ini sohib gue gan, tp udah tobat tawuran.

Ketika Tawuran Mahasiswanya Sudah Saling Bunuh, Apa Sikap REKTOR di Negeri ini?

Ngakak 

Miris gan, bagaimana bangsa ini bisa maju....

Apalagi yang mimpin, orang di gambar berikut...

Ketika Tawuran Mahasiswanya Sudah Saling Bunuh, Apa Sikap REKTOR di Negeri ini?
mahasiswa2x yg punya otak disibukkan dengan doktrin lulus cepet plus tugas yg numpuk,mahasiswa borju hidup hedon dugem tiap malem,mahasiswa kere ga punya otak dikomporin agar tawuran tiap hari

kerjaan siapa ini? emoticon-Big Grin
sumber masalah tawuran seperti ini ya di OSPEK, senior tanamkan kebencian pd fakultas/prodi musuh pada junior ya kesempatannya di moment seperti ini
yang jelas perusahaan2 di Indonesia tidak akan menerima pegawai dari lulusan universitas yang sering tawuran dan demo anarki.... lihat saja...

makanya sarjana2 dari universitas2 tsb masa depannya suram, karena akan sulit cari pekerjaan....
jadi salah besar jika ada yang bilang kalau indonesia itu negeri yg penduduknya sopan dan ramah... karena aslinya Indonesia adalah negeri preman....
Hapus perpeloncoan
Hapus stress tinggi saat ujian emoticon-Big Grin
Hapus uang kul yang mahal emoticon-Big Grin


_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com

bukti bahwa rektor sudah tidak dipandang
tawuran terus terjadi n makin parah emoticon-Cape d...
tidak ada gunanya tawuran..

emang di otaknya anak kuliahan tuh apa ya emoticon-Gila ..

seharusnya bissa berfikir secara dewasa.. kalau ada masalah bisa di musyawarahkan dengan kepala dingin..

dan lagi tidak ada aturan yang tegas dari rektor atau pihak kampus.

.jika mahasiswa terbukti terlibat tawuran akan di DO..nah kan pada takut tuh emoticon-Big Grin

mending pergunakan waktunya buat yg lebih penting dari pada tawuran.. emoticon-Cape d... (S)
×