alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016931520/ketika-pendidikan-tak-berpihak-pada-rakyat-kecil
Ketika Pendidikan Tak Berpihak pada Rakyat Kecil
Ketika Pendidikan Tak Berpihak pada Rakyat Kecil
Empat siswa TKBM dari tujuh siswa yang tidak diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta saat datang ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (12/10/2012).


Quote:

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib Fikri Nuari (13) tak seberuntung teman sebayanya. Mimpi untuk mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhalang birokrasi pemerintah tentang sekolah induk yang seharusnya menaungi sekolah Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang menjadi tempat belajarnya sekarang.

Bersama dengan guru dan tiga temannya, Fikri datang ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta Jumat (12/10/2012), untuk menuntut keadilan agar dapat diakui oleh sekolah induknya yaitu SMP Negeri 28 Jakarta. Dengan demikian, haknya untuk memperoleh rapor dan ijazah resmi bisa terakomodir.

"Saya cuma pengen sekolah. Saya masuk ke TKBM karena NEM enggak bisa masuk SMP 28. Tapi kalau di swasta juga enggak ada duit," ujar Fikri.

Fikri yang tinggal di Johar Baru bersama dengan orang tua dan tiga saudaranya itu mengaku bahwa sejak awal tahun ajaran baru, dirinya belajar di rumah guru TKBM. Kepastian untuk dapat diakui oleh sekolah induk tak pernah didapatnya sampai saat ini.

"Senin sampai Kamis belajar di rumah ibu guru. Jumat Sabtu harusnya di sekolah. Tapi katanya kami sudah enggak bisa ke sana lagi," jelas anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Sementara itu, Reno Renaldi (13) yang juga merupakan siswa TKBM mengatakan bahwa dirinya bersekolah di situ karena ibunya tidak lagi mampu membiayai pendidikannya. Padahal, anak kelima dari delapan bersaudara ingin tetap sekolah agar ke depannya dapat membantu orang tua.

"Ayah saya sudah enggak ada. Kakak saya sudah enggak sekolah. Adik masih ada yang sekolah," ungkap Reno.

Bocah yang tinggal di Galur ini mengaku berangkat dan pulang sekolah cukup berjalan kaki, mengingat letak tempat belajarnya yang dekat. Selain itu, ia mengaku tak memiliki uang untuk transport karena biasanya dirinya mendapat jatah uang saku Rp 2.000 dari ibunya.

"Sekolah kan gratis. Biasanya belajar cuma dari jam delapan sampai jam duabelas," ujar Reno.

Fikri dan Reno hanya dua dari tujuh siswa yang belajar di TKBM dan terancam hak pendidikannya. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberi solusi untuk memindahkan sekolah induk TKBM ke SMP Negeri 79.

Meski lokasi tidak terlalu jauh, anak-anak ini terpaksa harus menggunakan transport yang biayanya juga entah sanggup ditanggung oleh orang tua mereka atau tidak.

Berdasarkan penjelasan salah seorang guru TKBM Johar Baru Helmi Ariestiani, SMP Negeri 28 Jakarta tidak lagi dapat menerima siswa TKBM karena keterbatasan ruang kelas akibat renovasi gedung.

Sementara Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan bahwa SMP Negeri 28 Jakarta tidak lagi dijadikan indukan TKBM karena ingin meningkatkan kualitas dan kinerja. Sayangnya, alasan tersebut tidak pernah diungkapkan pihak sekolah pada guru TKBM.

Sebenarnya sejak tahun lalu, TKBM sudah tidak lagi menerima siswa. Namun saat Juli lalu ketuju anak tersebut datang dan menyatakan keinginannya untuk bersekolah, para guru tak sanggup menolak. Semestinya juga, anak-anak ini berhak atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang semakin meringankan beban anak-anak ini. Namun karena tidak diakui, hak tersebut pun terpaksa hilang.

Begitu sulit bagi orang-orang menengah ke bawah untuk beradu nasib. Ketidakadilan selalu menindas bahkan saat hal tersebut menjadi hak dasar mereka.

Anak-anak ini hanya contoh dari karut marut dan angkuhnya dunia pendidikan kita. Seolah pendidikan berkualitas hanya diperuntukkan bagi yang mampu membayar.




Ketika Pendidikan Tak Berpihak pada Rakyat Kecil
Jadi ndak usah mewek nak, ayo terus semangat, pastikan tanpa bantuan pemerintah harus bisa, kasihan kan penjabat negara kita banyak yg ngeluh kalau gajinya kecil, jadi yg sabar nak, kasihanilah penjabat kita.


Yang punya otoritas pemegang mandat rakyat sedang sibuk korupsi, rebutan jabatan, sibuk kelahi antar institusi, sibuk persiapan 2014, mana sempat melakukan hal-2 yg jadi tugas utamanya. Bahkan Bapak kita yg terhormat Om Juki sudah menasihati, "Orang miskin itu karena salahnya sendiri dia malas bekerja. Jadi bukan salah siapapun kalau ada orang miskin,"
semoga yang jadi kakak2 kelasnya pada baca, jangan hobby tawuran mulu,

banyak org yang pengen sekolah tapi susah baik karena masalah financial maupun birokrasi, eh malah yang dah sekolah sampe kuliah enak hobbynya tawuran gak bermutu

sakahgce
buat yg sekolahnya masih pada males2an , cabut2an , tawuran .
ente harus baca ini , betapa susahnya dapet pendidikan jaman sekarang .

ente yg pada bisa sekolah ya tolong lah manfaatkan kesempatan ini , nasib ente2 yg pada sekolah sangat beruntung , sangat jauh lebih beruntung daripada mereka berempat ini .

tapi ya percuma juga sih , susah bilangin anak2 sekolah jaman sekarang .

liat temen gak berani cabut , dibilang cemen
liat temen gak berani tawuran , dibilang banci
liat temen rajin sekolah , eh malah di cengin emoticon-Nohope
ganti mentri ganti kebijakan

- sekolah gratis cuma SDN masuk SMP / SMA negeri bayar ga gratis.

- Guru Honorer yang bener2 mengajar banyak yang lom diangkat, malah yang baru ngajar 2 tahun dan manusia2 titipan pada jadi CPNS emoticon-fuck2 duit bermain.

- anak2 banyak pada ga bener sekolahnya
aneh ya gan? disaat anggaran pendidikan 20% masih ada aja kasus kayak gini
Quote:Original Posted By hieronemous
aneh ya gan? disaat anggaran pendidikan 20% masih ada aja kasus kayak gini


gak aneh kok gan , agan tau sendiri lah gimana para orang2 di kemendiknas harus mengejar "balik modal" emoticon-Big Grin
dan juga jeritan perut & ego mereka , lebih kenceng daripada jeritan hati orang2 kecil emoticon-Peace
Trit berita yang beginian yang membuatku trenyuh .... emoticon-Berduka (S)




Khan , Khan.
Presidentnya masih Kebo , emoticon-Metal:
Ya Khan.
Quote:Original Posted By Khoontol
Trit berita yang beginian yang membuatku trenyuh .... emoticon-Berduka (S)




Khan , Khan.
Presidentnya masih Kebo , emoticon-Metal:
Ya Khan.


karena presidennya kebo
maka sifatnya selalu mamabiak ya om khoon ? emoticon-Big Grin
karena para pejabat menjadikan pendidikan ajang korup :Cd
Quote:Original Posted By ardya.surya
karena presidennya kebo
maka sifatnya selalu mamabiak ya om khoon ? emoticon-Big Grin


Siiip ... emoticon-thumbsup:

Satpol Ardya memang woookeh.


Arrr ... ardya. Ada banci Ar.

Kejaaar Arrr ..... emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By khan10

"Saya cuma pengen sekolah. Saya masuk ke TKBM karena NEM enggak bisa masuk SMP 28. Tapi kalau di swasta juga enggak ada duit," ujar Fikri


dan beberapa hari lalu menteri pendidikan kita naik helicopter untuk melayat korban tawuran emoticon-Matabelo

miris melihat nasib dunia pendidikan Indonesia.. salah satu tugas dan kewajiban negara menurut UUD 45 adalah: mencerdaskan kehidupan bangsa.. bijimana mau mencerdaskan kalo pendidikan tidak merata macam gini emoticon-Nohope

konsep deschooling society ala erich fromm seperti TKBM ini sebenarnya cocok untuk Indonesia. dimana masih banyak pekerja anak (terpaksa membantu orangtua bekerja), anak yang terkendala biaya dan anak yang "menjadi korban standarisasi dinas pendidikan". dasarnya: semua manusia itu punya potensi.. dan ada kemauan untuk maju (manusia normal) bila sistem terlalu melembaga dan menjadikan pendidikan sebagai sebuah komoditas.. masyarakat yang kurang memiliki akses pendidikan layak akan selalu tertinggal. semoga kedepan pemerintah melihat dan mengapresiasi TKBM ini sebagai partner untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

sekolah bukan satu-satunya tempat menimba ilmu
"semua orang itu guru.. alam raya sekolahku" (Marjinal)

saya doakan Fikri dan kawan-kawan mendapat jalan yang terbaik untuk masa depan mereka.. tetap semangat emoticon-Matabelo
kejam amat pihak sekolah, kepseknya pasti cuma mikirin uang doang
makin lama hukum rimba yang berbicara
siapa kuat dia dapat
siapa punya uang dia bisa sekolah
Quote:
Saya masuk ke TKBM karena NEM enggak bisa masuk SMP 28.



yaudah bagusin NEM-nya dong mustinya...
speechless emoticon-Mewek

gimana yak itu trusan emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By hieronemous
aneh ya gan? disaat anggaran pendidikan 20% masih ada aja kasus kayak gini


ane yakin, seandainya anggaran pendidikan yang 20% itu bener2 dipake buat pendidikan, ga ada kongkalikong birokrat sana sini, pendidikan Indonesia udah makmur,gedung2 pada bagus, dan bisa jadi mungkin biaya juga gratis emoticon-Big Grin
salah sendiri jadi orang miskin


kata om juki emoticon-Ngakak (S)
Dengan anggaran 20% APBN mestinya bisa untuk support sekolah swasta, tidak hanya sekolah negeri saja. Sehingga cukup adil.
Sekarang ini banyak sekolah swasta nyaris bangkrut kekurangan murid, karena anak-anak dari kalangan ekonomi menengah keatas pun pada masuk sekolah negeri yang gratis.
makanya bikin sekolah negeri tu 7 lantai biar bisa bnyk orang tidak mampu bisa sekolah emoticon-Big Grin
sabar bentar, senin jokowi-ahok udah dilantik...
mudah2an bisa segera dikelarin ni masalah