alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016904869/bappenas-dituding-tak-punya-visi-perpustakaan
Bappenas Dituding tak Punya Visi Perpustakaan
Quote:Kepala Perpustakaan Nasional RI (PNRI) Sri Sularsih mengeluhkan sikap Bappenas yang seringkali menolak usulan untuk pengadaan gedung Perpustakaan di daerah. Padahal, PNRI banyak sekali menerima proposal permintaan bantuan untuk perbaikan maupun pembangunan gedung perpustakaan.

"Setiap tahun kami tidak pernah bosan mengajukan usulan maupun surat permohonan ke Bappenas agar anggaran kami ditambah untuk pembuatan gedung perpustakaan. Tapi jawabannya sangat mengecewakan," keluh Sri Sularsih dalam rapat dengar pendapat Komisi X DPR RI, Rabu (10/10).

Alasan Bappenas tidak membolehkan PNRI mengurus pembangunan gedung perpustakaan, bebernya, karena dianggap bukan ranahnya. "Kami dibilang nanti repot urus gedung perpustakaan. Kami disuruh urus buku dan yang gampang-gampang saja. Kalau bangun gedung, katanya urusan Kimpraswil," ucapnya.

Tak hanya soal pembangunan gedung perpustakaan saja yang ditolak, untuk nomenklatur anggaran pun ditentukan Bappenas. Ambil contoh anggaran untuk eksekutif dan legislatif. Hal ini menimbulkan tanya anggota Komisi X.

"Kok ada anggaran legislatif di PNRI. Kami punya anggaran sendiri dan itu tidak melekat di kementerian/lembaga tapi berdiri sendiri. Wah ini bisa bahaya kalau legislatif dimasukkan ke PNRI. Nanti dipikir legislatif minta dana PNRI lagi," kata Deddy Gumelar.

Diapun mengkritisi tidak dibolehkannya PNRI mengelola gedung perpustakaan. Dengan anggaran Rp478,69 miliar, tidak akan membuat PNRI maju.

"Kalau anggarannya Rp400 miliar terus, sampai kapanpun PNRI tidak akan maju-maju. Komisi X harus memanggi Bappenas, Mendikbud, dan Menkeu. Bappenas itu tidak punya visi tentang perpustakaan, jadi dia harus diajari lagi," tandasnya.


http://www.jpnn.com/read/2012/10/10/...-Perpustakaan-

Ya dimaklumi saja bu, namanya juga hidup di Random Country....

sorry OOT, padahal kalau di luar negeri profesi Pustakawan sangat dihormati, tapi disini...
padahal perpustakaan adalah sumber informasi yang bila dikembangkan secara serius akan menjadi sumber ilmu dan pengetahuan masyarakat .....
Sudah menjadi rahasia umum di lembaga pemerintahan republik ini kalau unit kerja perpustakaan dan dokomentasi ataupun kearsipan dianggap sebagai unit kerja yang mengurusi sampah karena dianggap tidak produktif.

Orang-yang ditempatkan di situpun kebanyakan adalah yang dianggap "orang buangan" karena dianggap tidak kooperatif dgn atasan atw tidak produktif. Ditempatkan di situ sebagai "hukuman".
Quote:Original Posted By anarsakus
padahal perpustakaan adalah sumber informasi yang bila dikembangkan secara serius akan menjadi sumber ilmu dan pengetahuan masyarakat .....


Quote:Original Posted By anarsakus
Sudah menjadi rahasia umum di lembaga pemerintahan republik ini kalau unit kerja perpustakaan dan dokomentasi ataupun kearsipan dianggap sebagai unit kerja yang mengurusi sampah karena dianggap tidak produktif.

Orang-yang ditempatkan di situpun kebanyakan adalah yang dianggap "orang buangan" karena dianggap tidak kooperatif dgn atasan atw tidak produktif. Ditempatkan di situ sebagai "hukuman".


repot memang negara ini, hal-hal yang seharusnya mendapat perhatian lebih macam ini malah seperti disisihkan....

yang diberi perhatian malah hal-hal yang "remeh temeh"
Barangkali nilai proyek bangun perpustakaan kecil. Jadi ngga menguntungkan buat Bappenas.

Ane sendiri skrg jarang bgt ke perpustakaan. Selain masalah waktu, juga jauh. Ane bisa seharian di perpustakaan.
gimana kita g pinter2,
uuntuk pembuatan perpustakaan aja perlu proses yang panjang
dan tidak di setujui lagi
emoticon-Cape d...
udah ane bilang yang namanya ilmu dan guru dinegara ini guru seakan ga diperdulikan, yang dikejar cuma nilai dan proyek.

mungkin supaya rakyat otaknya ga pinter2 jadi gampang dibegoin.

kalo rakyat pinter khan jadi susah dikadalin, yang ngadalin ? ya u know lah...
pantesan susahnya di daerah kalau mau mengakses perpus, nyari buku buku langka musti hunting ke kota besar. Dana selalu tersendat dll.

Btw, kalau PNRI membuat terobosan menghimpun dana publik dan sponsorship perusahaan, gw rasa responnya bakal jauh lebih baik kok. Sebenernya banyak masyarakat umum yang sangat peduli dengan akses perpustakaan khususnya untuk daerah daerah yang sulit dan terpencil. Mereka justru sering mengadakan kegiatan sosial seperti pembangunan perpus secara independen.

Permasalahannya, yang seperti ini kan menyebar nyebar dan tidak terorganisir secara massif. Nah seharusnya PNRI juga harus aktif di level akar rumput seperti ini. Jangan ngeluh terus dan cuma diam nunggu pemerintah . Kalau nunggu Pemerintah, mah nunggunya sampai lebaran monyet.