alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016897628/ma-setuju-pemerkosa-tidak-dipenjara-tapi-bayar-seekor-kerbau
Ngakak 
MA Setuju Pemerkosa Tidak Dipenjara, Tapi Bayar Seekor Kerbau
Jakarta. Apakah selamanya pemerkosa harus dihukum penjara? Ternyata tidak. Di Indonesia yang memiliki beragam budaya dan beraneka suku, pengadilan bisa mengesampingkan KUHP dan menguatkan hukuman dengan hukum adat yang berlaku di tempat tersebut.

"Mahkamah Agung (MA) tetap menghormati putusan Kepala Adat yang memberikan sanksi adat terhadap pelanggar norma hukum adat," kata Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Waka PN Jakut), Dr Lilik Mulyadi, Jumat (12/10/2012). Hal ini tertuang dalam buku karya terbarunya 'Bunga Rampai Hukum Pidana Umum dan Khusus' yang diterbitkan Penerbit Alumni.

Kasus ini bermula saat seorang pemuda dinilai berbuat asusila di desa Paruna, Unaaha, Kendari pada 15 Juni 1987. Akibat perbuatan tersebut, pemuda tersebut diadili secara adat oleh ketua adat yang dikenal dengan istilah 'Prohala'. Hukuman tersebut yaitu harus membayar seekor kerbau dan satu piece kain kaci. Hukuman ini diterima pelaku dan dilakanakan.

Akan tetapi masalah tersebut diusut lagi oleh kepolisian dan kejaksaan hingga dilimpahkan ke pengadilan. Dalam dakwannya, pemudan tersebut didakwa telah melanggar pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Pada 15 Juni 1987, PN Kendari menguatkan hukuman adat tersebut.

"Terdakwa telah dijatuhi sanksi adat 'Prohala' oleh kepala adat dan pemuka adat sehingga dalam diadilinya lagi terdakwa berdasarkan KUHP berarti terdakwa telah diadili dua kali dalam masalah yang sama (ne bis in idem," ujar Lilik dalam halaman 436.

Putusan ini lalu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 11 November 1987. Menurut majelis hakim tinggi, perbuatan pidana adat yang dilakukan terdakwa tidak ada bandingnya di dalam KUHP. Oleh karena itu menurut majelis hakim banding, terdakwa harus dipersalahkan melanggar hukum adat berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat 3 sub UU Darurat Nomor 1/1951.

"Atas putusan ini terdakwa menyatakan kasasi," ujar hakim yang mengadili Amrozi cs ini.

Nah, MA bukannya mengubah putusan tersebut tetapi malah kembali menguatkan putusan sebelumnya. MA menyatakan tuntutan jaksa tidak dapat diterima.

"Badan peradilan umum tidak dibenarkan mengadili untuk kedua kalinya pelanggar hukum adat dengan cara memberikan pidana penjara. Konsekuensinya bila Kepala Adat tidak pernah memberikan sanksi adat terhadap pelanggar hukum adat maka hakim badan peradilan negara berwenang penuh mengadillinya," tandas ujar pemegang gelar doktor dari kampus Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung ini.

(asp/fdn)

suber : http://news.detik.com/read/2012/10/1...kerbau?9911012
Gak Masuk Akal kalo gitu orang kaya pada merkosa
Ane juga menghormati hukum adat.
Ada yang nggak memperkosa ,

Tapi dapat Kebo bodoh. emoticon-Amazed
bayar kerbau bisa dapet perawan emoticon-Ngacir

harusnya ya diadili 2 kali yak
sama hukum adat iya
sama dipengadilan juga iya emoticon-Smilie
Quote:"Badan peradilan umum tidak dibenarkan mengadili untuk kedua kalinya pelanggar hukum adat dengan cara memberikan pidana penjara. Konsekuensinya bila Kepala Adat tidak pernah memberikan sanksi adat terhadap pelanggar hukum adat maka hakim badan peradilan negara berwenang penuh mengadillinya," tandas ujar pemegang gelar doktor dari kampus Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung ini.


doktor dan masih melihat UU berjalan kaku emoticon-Nohope
endonesah.. emoticon-Nohope
Setahu ane memang begitu gan....kalau seseorang sudah dikenakan hukum adat (sesuai yang berlaku) maka hukum pengadilan negara tidak bisa lagi diberlakukan. nanti bisa2 dobel hukumannya.
Quote:Original Posted By potlot.qu
Setahu ane memang begitu gan....kalau seseorang sudah dikenakan hukum adat (sesuai yang berlaku) maka hukum pengadilan negara tidak bisa lagi diberlakukan. nanti bisa2 dobel hukumannya.


enakan dihukum secara adat donk?
emoticon-Cape d... (S)
harga keperawanan sama kayak harga seekor kerbau?
h7ukum adat yg aneh
semoga hukumum adat ni gak jd hukum nasional
hukum adat ama hukum agama, sama sebanding ga yaaa....

kalo githu KUHP produk hukum kolonial ngapain dipake????emoticon-I Love Indonesia (S)

hakim badan peradilan negara kalah ama adat........ nanti hukum agama minta setara pula...........emoticon-Berbusa (S)
Quote:Original Posted By Madnharr
emoticon-Cape d... (S)
harga keperawanan sama kayak harga seekor kerbau?


iya ya kyake hukumannya tidak membikin si pelaku jera kalo cuma bayar kerbau emoticon-Cape d... (S)
keberuntungan buat juragan kebo gan.......
bisa2 kebo laris manis kayak kambing kurban....

Quote:Original Posted By kingace888
enakan dihukum secara adat donk?


belum tentu... buat lo yg tinggal di kota dimana hukum adat menjadi tak lagi kuat dalam tatanan sosial mungkin lebih enakan milih bayar pake kebo...

tapi bagi masyarakat tertentu dg tatanan sosial yg sebaliknya mungkin malah lebih senang dipenjara soalnya sanksi adat bs jadi jauh lebih berat (di-cap bejat selamanya, dikucilkan dll)

paling enak ya abis merkosa kabur n ga dihukum.. itu menurut gw sih...
enakan yg kaya. merkosa tiap jam

Penawaran Gila gilaan:

Distro KASKUS LIMITED EDITION, BERHADIAH DONATOR + Cendol + Gantungan Kunci Exclusive & GARANSI UANG KEMBALI 100%, Jumlah TERBATAS! bisa Cash atau Credit
kasihan kebo nya gan, ane "PRIHATIN"
Wew ... Kl gini ceritanya ... Bisa" si P ama si gendut bisa" nyetok kerbau agak banyak di rumahnya .... emoticon-Big Grin
Ane jadi kasihan ama si korban udah diperkosa eh...., malah sipelaku ngasih umpeti berupa kerbau, nasib-nasib....
Quote:Original Posted By Khoontol
Ada yang nggak memperkosa ,

Tapi dapat Kebo bodoh. emoticon-Amazed


emoticon-Ngakak
om khoontol selalu duluan kalo masalah selangkangan
Quote:Original Posted By BundaMaricrot


belum tentu... buat lo yg tinggal di kota dimana hukum adat menjadi tak lagi kuat dalam tatanan sosial mungkin lebih enakan milih bayar pake kebo...

tapi bagi masyarakat tertentu dg tatanan sosial yg sebaliknya mungkin malah lebih senang dipenjara soalnya sanksi adat bs jadi jauh lebih berat (di-cap bejat selamanya, dikucilkan dll)

paling enak ya abis merkosa kabur n ga dihukum.. itu menurut gw sih...



mungkin maksud MA dihukum mana yang lebih ringan

jika hukum adat lebih ringan maka pakai hukum adat,
jika hukum negara lebih ringan maka pakai hukum negara